Articles

Found 5 Documents
Search

IT HAS BEEN KNOWN THAT PHYTOPLASMA INDUCING WITCHES BROOM DISEASE CAN INFECT VARIOUS KIND OF LEGUMINOUS PLANTS IN INDONESIA, AMONG OTHERS SOYBEAN. INFORMATION ON THE RESISTANCE OF VARIOUS KIND OF SOYBEAN VARIETIES TO THE PHYTOPLASMA IS STILL LIMITED. EXPERIMENTS WERE CONDUCTED TO EVELUATE THE RESISTANCE OF TEN SOYBEAN VARIETIES/LINES TO THE PHYTOPLASMA. THE EVALUATION WAS CARRIED OUT BY INOCULATION METHOD THROUGH OROSIUS ARGENTATUS EVANS, WITH TWO DAYS OF ACQUISITION FEEDING PERIOD, TEN DAYS LAT Asniwita, Asniwita; Suseno, Rusmilah; Hidayat, Sri Hendrastuti; Tjahjono, Budi
Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan Vol. 11 No. 2 (1999): Buletin Hama dan Penyakit Tanaman
Publisher : Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It has been known that phytoplasma inducing witches broom disease can infect various kind of leguminous plants in Indonesia, among others soybean. Information on the resistance of various kind of soybean varieties to the phytoplasma is still limited. Experiments were conducted to eveluate the resistance of ten soybean varieties/lines to the phytoplasma. The evaluation was carried out by inoculation method through Orosius argentatus Evans, with two days of acquisition feeding period, ten days latent period and two days inoculation feeding period. Observation was conducted on the presence of phytoplasma, incubation period, symptom and number & weight of seed. The result indicated that line Malang 3474 was resistant, Sindiro and Sriono were tolerant, while the other tested varieties/lines, i.e. Galunggung, Orba, Ringgit, Wilis, Malang 2999, Malang 2805 and Sicinang were susceptible
PENGGUNAAN GALUR LEMAH CHILI VEINAL MOTTLE VIRUS UNTUK PROTEKSI SILANG Asniwita, Asniwita; Hidayat, Sri Hendrastuti; Suastika, Gede; Susanto, Slamet; Sujiprihati, Sriani
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 9 No 5 (2013)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.93 KB) | DOI: 10.14692/jfi.9.5.145

Abstract

Inoculation of mild virus strain prior to severe virus strain to protect plant against viral disease is the principle of cross protection. Five mild strains of Chili veinal mottle virus (ChiVMV), i.e. -KAR, -SPR, -SKT, -CSR, and -PGL were used as cross protection agent to protect chili pepper plants against severe strain infection of ChiVMV-CKB. The mild strains were inoculated mechanically prior inoculation of severe strain and the efficiency of cross protection was evaluated by observing symptom development and measuring crop yield. Inoculation of mild strains 7 days prior inoculation of severe stain was not able to protect the plant from infection of severe strain ChiVMV-CKB. Protective effect was observed when mild strains were inoculated at 14, 21, and 28 days prior inoculation of severe strain. Symptom development was suppressed or delayed, and crop yield was not significantly different with healthy plants. It was suggested that to obtain the best protection against severe strain, the mild strain should be applied as early as possible before the occurrence of severe strain infection.
PEMBINAAN PETANI DAN PETERNAK MELALUI TEKNIK PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM Asniwita, Asniwita; Mapegau, Mapegau; Yurleni, Yurleni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.244 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4288

Abstract

Pembangunan pertanian tanaman pangan di Muaro Jambi meliputi padi dan palawija, disisi lain pengembangan tanaman serealia selain padi dan jagung sangat diharapkan untuk menunjang pengembangan diversifikasi pangan sebagai bahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan non beras. Tujuan pengabdian adalah memberdayakan petani dan peternak dalam mengembangkan tanaman sorgum sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Untuk percapaian  tujuan  tersebut  pendekatan  yang  diterapkan  adalah  (1)  sosialisasi  budidaya tanaman sorgum, (2) penyuluhan manfaat sorgum (3) demonstrasi plot. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode androgogy (pendidikan untuk orang dewasa), partisipasi aktif peserta (petani dan peternak) sangat diprioritaskan dalam rangka mengetahui potensi  yang  dimiliki  dan  meningkatkan  motivasi.  Materi  disampaikan  dalam  bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi plot dan pascapanen sorgum. Sorgum dapat tumbuh pada tanah kurang subur pada musim kering, resiko kegagalan kecil, dapat diratun, dan biaya (input) relatif rendah, selain itu semua bagian tanaman sorgum (batang, daun, dan buah) dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan bahan pangan dan pakan ternak, sehingga tidak ada limbah (zero wasted)
POTENSI Bacillus spp. DARI RIZOSFER TANAMAN KEDELAI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Sclerotium rolfsii Sacc.) Oktania, Poppy; marwan, husda; Asniwita, Asniwita
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.233 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v1i1.5333

Abstract

Bacillus merupakan rizobakteri yang dapat menghambat patogen tanaman dengan mekanisme antagonis berupa antibiosis. Bacillus spp. dapat mengendaliakan penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri Bacillus spp. dari rizosfer tanaman kedelai untuk mengendalikan penyakit rebah kecambah pada tanaman kedelai. Pelaksanaan pengujian bakteri dilakukan secara in vitro dan in planta. Pengujian secara in planta menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 14 perlakuan terdiri atas 2 perlakuan kontrol (sehat dan sakit), 1 perlakuan menggunakan fungisida, dan 11 perakuan menggunakan isolat bakteri Bacillus spp. Hasil pengujian menunjukan bahwa perlakuan bakteri Bacillus spp. berpengaruh nyata terhadap persentase rebah kecambah. Terdapat beberapa isolat mampu menekan penyakit rebah kecambah sebelum muncul kepermukaan tanah dan semua bakteri Bacillus spp. mampu menekan penyakit rebah kecambah setelah muncul kepermukaan tanah pada tanaman kedelai. Kata kunci : rizobakteri, Bacillus spp., penyakit rebah kecambah, Sclerotium rolfsii
EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT ISOLAT LOKAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CABAI (Capsicum annuum) Asniwita, Asniwita; Hayati, Islah
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.937 KB)

Abstract

Cendawan endofit hidup di dalam jaringan tanaman, tanpa menimbulkan gejala penyakit, bersimbiosis mutualisme dengan tanaman inang. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan cendawan endofit isolat lokal yang potensial dalam meningkatkan perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit cabai . Untuk pencapaian tujuan tersebut pendekatan yang diterapkan adalah pengumpulan cendawan endofit pada pertanaman cabai,  pengujian patogenesitas cendawan cendofit, dan pengujian pada perkecambahaan benih cabai.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas mengumpulkan cendawan endofit dari lapangan, menguji perkecambahan benih cabai pada masing-masing isolat cendawan, dan identifikasi makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh 65 isolat cendawan, 43 isolat diantaranya potensi sebagai patogen, 22 isolat diantaranya non patogen dan dapat meningkatkan perkecambahan benih serta pertumbuhan bibit cabai. Cendawan endofit yang diperoleh termasuk genus Fusarium, Gliocladium, Geotrichum, Penicillium, Aspergillus, Alternaria, Curvularia, dan hifa steril.  Selanjutnya 22 isolat cendawan endofit akan diuji kemampuannya menginduksi ketahanan cabai terhadap infeksi virus, dalam upaya pengendalian virus secara terpadu (PHT) untuk mengatasi permasalahan infeksi virus pada tanaman cabai.