. aspiyanto
Pusat Penelitian Kimia-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang Selatan - 15314

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN JENIS GEL SORGUM (Sorghum Bicolor L. Moench) DALAM PEMEKATAN PATI RESISTEN MELALUI SEL ULTRAFILTRASI BERPENGADUK UNTUK ANTI KOLESTEROL Susilowati, Agustine; aspiyanto, .; maryati, yati
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemekatan serat makanan (Dietary Fiber) dari sorgum Sorgum bicolor L. Moench) yang diperoleh dari ekstraksi secara kimia (gelatinisasi) melalui ultrafiltrasi ((UF) sel berpengaduk dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putar pengaduk pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH yang semakin meningkat terhadap komposisi konsentrat gel sorgum terutama SDF (Solouble Dietary Fiber) yang berfungsi sebagai pati resistan atau pati tak tercernakkan untuk anti kolesterol. Pemekatan dilakukan pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH 10, 11, 12, 13 dan 14 menggunakan membran UF 30000 MWCO pada kecepatan putar 200, 300 dan 400 rpm dengan tekanan proses 30 selama 30 menit pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putar pengaduk akan meningkatkan komposisi retentat pada tingkat alkalinitas gel yang semakin rendah. Kondisi proses optimal berdasarkan SDF tertinggi dicapai pada kecepatan putar 400 rpm selama 30 menit  pada gel dari proses gelatinisasi pada pH 10 dengan menghasilkan konsentrat sebagai pati tidak tercernakkan (resistance starch) dengan konsentrasi SDF, Tannin, Total Padatan, Serat kasar berturut-turut sebesar 5,62 % (b.k),  0,36% (b.k) , 0,79%, 1,19% dan IDF sebesar 2,635% (by difference).  Pada kondisi optimal ini dihasilkan perolehan kembali SDF sebesar 60,08% dari TDF sebesar 8,255% pada konsentrasi 30% pati kering whole grain atau rendemen sebesar 27,52% dari whole grain sorgum berdasarkan 100% pati kering. Kata kunci : sorgum, gelatinisasi, serat terlarut (SDF), kecepatan putar pengaduk, ultrafiltrasi. Abstract Dietary Fiber concentration from sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) extract by gelatinization process (chemical method) through Stirred Ultrafiltration (UF) Cell was aimed to find out effect of rotation speed of stirred cell on gelatinized sorghum gel. pH value becoming more and more high on composition of sorghum gel concentrate, especially Total Dietray Fiber (TDF) and Soluble Dietary Fiber (SDF) functioned as resistance starch for anti cholesterol. Concentrating of gelatinized sorghum gel with pH of 10, 11, 12, 13 and 14 utilized UF membrane of 30,000 MWCO at stirrer rotation speeds of 200, 300 and 400 rpm, room temperature and operation pressure of 30 psia for 30 minutes. The experiment result indicated that rotation speed of high stirrer cell would increase retentate composition at low gel alkalinity level. Based on the highest SDF, optimal process condition was reached at rotation speed of stirrer cell of 400 rpm for 30 minutes using gelatinized gel at pH of 10 produced retentate as resistance starch with concentrations of  SDF, Tannin, Total Solids, Crude Fibre of 5.62 % (dry weight), 0.36 % (dry weight), 0.79 %, 1.19 %, and IDF of 2.635 % (by difference). At this optimal process condition was resulted a recovery of SDF of 60.08 % and TDF of 8.255 % at dry starch concentration (whole grain) of 30 % or or rendement of 27.52 % from whole grain sorghum based on 100 % of dry starch. Key Words : Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench), dietary fiber (DF), gelatinization, soluble dietary fiber (SDF), ultrafiltration (UF).
Green tea (Camellia assamica) concentrate as a source of L-theanine used in kombucha fermentation for relaxation drink1) Konsentrat teh hijau (Camellia assamica) sebagai sumber L-theanine yang digunakan pada fermentasi kombucha untuk minuman relaksasi SUSILOWATI, Agustine; ASPIYANTO, .; MELANIE, Hakiki; MARYATI, Yati
E-Journal Menara Perkebunan Vol 78, No 2: Desember 2010
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v78i2.67

Abstract

Abstrak Konsentrat teh hijau (Camellia assamica) grade Pekoe yang dihasilkan melalui pemurnian oleh membran mikro-filtrasi (MF) berpotensi sebagai substrat pada fermentasi  kombucha untuk efek relaksasi (anti stres) karena kandungan L-theanine yang tinggi. Kegiatan penelitian dilakukan untuk mendapatkan ratio terbaik antara konsentrat teh hijau dan air guna menghasilkan komposisi teh kombucha yang setara dengan teh kombucha komersial sebagai minuman santai. Fermentasi dilakukan pada nisbah konsentrat teh hijau dan air 1:4, 1:3, 1:2, 1:1 dan 1: 0 (v/v) dengan starter Kombucha komersial 0,5 % (b/v) pada suhu kamar selama satu minggu. Sebagai kontrol digunakan teh kombucha dengan nisbah teh hijau komersial dan air adalah 1:0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan L-theanine dalam produk teh kombucha yang setara dengan produk komersial (2,51 % berat kering) dicapai pada nisbah konsentrat teh hijau dan air 1 : 2 (2,16 % berat kering) dan 1:1 (3,01 % berat kering). Selain  L-theanine, pada ratio konsentrat teh hijau dan air tersebut teh kombucha yang dihasilkan mengandung total polifenol 1,03 %, total padatan 11,67 %, total asam 0,53 % dan gula pereduksi 27,4 mg/mL, serta jumlah mikroba total log 5,88 CFU/mL atau 7,72 x  105 CFU/mL.Abstract Concentrate of green tea (Camellia assamica) of Pekoe grade produced through purification by means of microfiltration (MF) membrane is potentially used as a substrate in kombucha fermentation for relaxation (anti stress) due to high L-theanine concentration. This experiment was conducted to find out the best ratio of green tea concentrate and water in order to generate kombucha  tea composition   that  is  equal  to commercially available kombucha tea as relaxation drink. Fermentation   process   was    performed   with   green  tea concentrate and water ratio of 1: 4, 1: 3, 1: 2, 1: 1 and  1: 0 (v/v) using 0.5  % (w/v) of commercial kombucha starter at room temperature for one week. As a control kombucha tea  with ratio of commercial green tea and water of  1 : 0 was used. The result shows that L-theanine content in kombucha tea product equal to commercial kombucha tea (2.514  %, dry weight) was reached at the ratio of green tea concentrate and water of 1 : 2 (2.16  %, dry  weight)  and 1 : 1 (3.01 %, dry weight). Beside L-theanine, kombucha tea resulted from this ratio of green tea concentrate and water contains total polyphenol 1.03  %, total solids 11.67 %, total acids 0.53 % and reducing sugar 27.4 mg/mL, and total microbial counts of log 5.88 CFU/mL or 7.72 x 105 CFU/mL.
Green tea (Camellia assamica) concentrate as a source of L-theanine used in kombucha fermentation for relaxation drink1) Konsentrat teh hijau (Camellia assamica) sebagai sumber L-theanine yang digunakan pada fermentasi kombucha untuk minuman relaksasi SUSILOWATI, Agustine; ASPIYANTO, .; MELANIE, Hakiki; MARYATI, Yati
E-Journal Menara Perkebunan Vol 78, No 2: Desember 2010
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v78i2.67

Abstract

Abstrak Konsentrat teh hijau (Camellia assamica) grade Pekoe yang dihasilkan melalui pemurnian oleh membran mikro-filtrasi (MF) berpotensi sebagai substrat pada fermentasi  kombucha untuk efek relaksasi (anti stres) karena kandungan L-theanine yang tinggi. Kegiatan penelitian dilakukan untuk mendapatkan ratio terbaik antara konsentrat teh hijau dan air guna menghasilkan komposisi teh kombucha yang setara dengan teh kombucha komersial sebagai minuman santai. Fermentasi dilakukan pada nisbah konsentrat teh hijau dan air 1:4, 1:3, 1:2, 1:1 dan 1: 0 (v/v) dengan starter Kombucha komersial 0,5 % (b/v) pada suhu kamar selama satu minggu. Sebagai kontrol digunakan teh kombucha dengan nisbah teh hijau komersial dan air adalah 1:0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan L-theanine dalam produk teh kombucha yang setara dengan produk komersial (2,51 % berat kering) dicapai pada nisbah konsentrat teh hijau dan air 1 : 2 (2,16 % berat kering) dan 1:1 (3,01 % berat kering). Selain  L-theanine, pada ratio konsentrat teh hijau dan air tersebut teh kombucha yang dihasilkan mengandung total polifenol 1,03 %, total padatan 11,67 %, total asam 0,53 % dan gula pereduksi 27,4 mg/mL, serta jumlah mikroba total log 5,88 CFU/mL atau 7,72 x  105 CFU/mL.Abstract Concentrate of green tea (Camellia assamica) of Pekoe grade produced through purification by means of microfiltration (MF) membrane is potentially used as a substrate in kombucha fermentation for relaxation (anti stress) due to high L-theanine concentration. This experiment was conducted to find out the best ratio of green tea concentrate and water in order to generate kombucha  tea composition   that  is  equal  to commercially available kombucha tea as relaxation drink. Fermentation   process   was    performed   with   green  tea concentrate and water ratio of 1: 4, 1: 3, 1: 2, 1: 1 and  1: 0 (v/v) using 0.5  % (w/v) of commercial kombucha starter at room temperature for one week. As a control kombucha tea  with ratio of commercial green tea and water of  1 : 0 was used. The result shows that L-theanine content in kombucha tea product equal to commercial kombucha tea (2.514  %, dry weight) was reached at the ratio of green tea concentrate and water of 1 : 2 (2.16  %, dry  weight)  and 1 : 1 (3.01 %, dry weight). Beside L-theanine, kombucha tea resulted from this ratio of green tea concentrate and water contains total polyphenol 1.03  %, total solids 11.67 %, total acids 0.53 % and reducing sugar 27.4 mg/mL, and total microbial counts of log 5.88 CFU/mL or 7.72 x 105 CFU/mL.