Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) TERHADAP NILAI NUTRISI CALOPOGONIUM CAERULEUM Asra, Revis; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 15 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.306 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v15i2.1795

Abstract

This research was conducted  to reveal the effect of the Gibberellins concentration  (GA3) on the content of crude protein (CP), acid detergent fiber (ADF) and neutral detergent fiber (NDF) of Calopogonium caeruleum. The design of experiment was the Completely Randomized Design (CRD) in factorial arrangement. The first factors were the concentrations of GA3 namely 0, 100, 200, 300, 400 and 500 ppm, for G0,G1, G2, G3, G4, and G5 respectively and the second factors were the soaking time at 6, 12 and 24 h, for T1, T2 and T3 respectively. Each treatment has three replications. The results showed that there were not significant (P< 0.05) effect of the concentration of GA3 on the content of CP, ADF and NDF of Calopogonium caeruleum
Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Anak Suku Anak Dalam di Dusun Selapik, Kabupaten Muaro Jambi Asra, Revis; Naswir, Muhammad; Kalsum, Ummi; Lestari, A Puji
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Volume 2, No (issue) 1, Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.541 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i1.5424

Abstract

Dusun Selapik merupakan salah satu dusun yang masuk ke dalam Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Dusun ini merupakan tempat bermukimnya Suku Anak Dalam (SAD), yang hidup berdampingan dengan warga desa lainnya. Suku Anak Dalam di Dusun Selapik sudah bermukim permanen di kawasan dekat dengan pemukiman penduduk biasa, dan tidak berpindah-pindah, seperti kebiasaan SAD lainnya. Pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam yang berada di Dusun Selapik tidak mengikuti sekolah formal sama sekali, mereka hanya belajar di  sanggar belajar “Meraih Mimpi”. Sanggar Belajar ini dibina oleh Karang Taruna Setempat, dan waktu belajarnya hanya 3 kali seminggu, dengan fasilitas seadanya. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan wawancara langsung dengan kepala Dusun Selapik diperoleh informasi bahwa masalah biaya merupakan penyebab utama yang menyebabkan anak-anak SAD putus sekolah. Universitas Jambi sebagai salah satu Lembaaga Pendidikan dan merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbesar di Provinsi Jambi, melalui Pusat Sudi Pendidikan Masyarakat dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat turut terpanggil untuk melakasanakan program pendidikan untuk anak-anak SAD. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat.Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang  Peningkatan Kualitas Pendidikan untuk Suku Anak Dalam di Dusun Selapik dapat diambil kesimpulan: (1).Sosialisasi kepada Kepala Desa dan Aparat Desa telah dilakukan dalam upaya untuk mengetahui kondisi real masyarakat Dusun Selapik. (2). Penyuluhan kepada Orangtua SAD telah menggugah dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka, (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada anak-anak SAD  meningkatkan pemahaman anak-anak dalam belajar, mengaji dan praktek ibadah, (4) Kemajuan pendidikan anak-anak SAD di Dusun Selapik cukup signifikan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala  yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani  Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di  kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
RASIO SEKS JERNANG (Daemonorops draco (Willd.)Blume) PADA POPULASI ALAMI DAN BUDIDAYA: IMPLIKASI UNTUK PRODUKSI BIJI Asra, Revis; Syamsuardi, Syamsuardi; Mansyurdin, Mansyurdin; Ridho Witono, Joko
Buletin Kebun Raya Vol 15, No 1 (2012): Buletin Kebun Raya Vol. 15 (1) January 2012
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jernang (Daemonorops draco (Willd.) Blume) is a dioecious rattan species that produces resin on female individuals. The sex of jernang can only be identified from its inflorescences morphology. Sex survey was conducted in 5 populations of  jernang, 3 populations of which in the Bukit Tigapuluh National Park (BTNP), 1 population in the secondary forest in Jambi province and 1 population in the area of rubber plantation in Jambi province. Chi-Squared test on the sex ratio of  jernang showed that the ratio of the male to female in their natural habitat (Bengayoan and Tebo, 2 parts of the BTNP ecosystem and the Sepintun secondary forest) was distorted from the normal ratio of 1:1, while the cultivated jernang in Nunusan population (BTNPT) and Mandiangin were not significantly different from the normal sex ratio of 1:1. Female individuals from the cultivated population in the Mandiangin (planted in 1997) has an average number of stems per clump more on individual males (27.12) than females (26.92). The result of this study indicated that the D. draco has a good reproductive strategy and thus suitable for cultivation.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS Nuraini, Nuraini; Johari, Asni; Asra, Revis
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.647 KB) | DOI: 10.22437/jmpmipa.v6i1.5267

Abstract

Abstrak Pengembangan Lembar kerja siswa (LKS) penting dilakukan agar LKS sebagai salah satu bahan ajar dapat membiasakan siswa untuk berpikir logis, kritis dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran biologi SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan menggunakan model Dick, Carey and Carey (analisis, desain, pengembangan dan evaluasi). Data proses pengembangan dihimpun menggunakan instrumen validasi ahli materi dan ahli desain pembelajaran, angket respons siswa dan guru. Hasil penilaian kelayakan dari ahli materi mendapatkan rata-rata nilai 80%, dan dari ahli desain rata-rata nilai 81% termasuk dalam kategori  layak, dilihat dari aspek isi, aspek penyajian, aspek tampilan, aspek integrasi dan aspek bahasa. Respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan sebesar 93% termasuk dalam kriteria sangat baik.  Respon guru terhadap LKS yang dikembangkan sebesar 88,48% termasuk dalam kriteria sangat baik, sehingga hasil observasi menunjukkan siswa lebih aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis PBL memenuhi syarat kelayakan sebagai bahan ajar dan mampu melatih kemampuan siswa dalam  berpikir kritis.
APLIKASI PROBIO_FMPLUS MELALUI AIR MINUM PADA AYAM BROILER DI POLITANI KUPANG Hendalia, Ella; Manin, Fahmida; Asra, Revis; Helda, Helda
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.225 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i1.4362

Abstract

The aims of this study was to reveal the effectiveness of the use of Probio_FMplus broiler.  Two hundret of day old chick (DOC) were used in this experiment.  DOCs were randomly treated into five treatments with five replications consiting of eight DOCs. Treatments were the use of Probio_FMplus within drinking water of 0, 10, 15 and 20  ml/liter for treatment P0, P1, P2, P3and P4 respectively.  The design of experiment was Completely Randomized Design with five treatments and five replications. Parametters measured were ration comsumption, weight gain, slaughter weight and feed conversion. The results of this experiment showed that the level of  Probio_FMplus in drinking water did not significantly influence (P>0,05) on ration consumption, weight gain, slaughter weight and feed conversion.  It could be concluded that the use of  10  ml/liter of Probio_FMplus in dringking waterwas the most effective in broiler.    Kata kunci: probiotik, prebiotik, simbiotik, putak
HUBUNGAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP TOGOK DI KELURAHAN KAMPUNG NELAYAN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI Prabowo, Tri; Asra, Revis; Amelia, Jasmine Masyitha
Biospecies Vol 12 No 1 (2019): Vol. 12 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.054 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i1.6572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter lingkungan perairan berdasarkan faktor fisik-kimia, keanekaragaman zooplankton, dan hubungan kelimpahan zooplankton pada hasil tangkapan togok. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali dengan interval 1 minggu. Berdasarkan nilai DO perhatikan bahwa stasiun 1 dikategorikan sebagai polusi sedang, sedangkan stasiun 2 dan 3 masih dalam kategori polusi rendah. Selama penelitian ada 8 jenis zooplankton yang terdiri dari Brachionusdimidiatus, Brachionus quadratus, Calanus gracilis, Calanus minor, Euterpina acutifron, Oikopleura laboradoriensis, Oithona attenuate, dan Nauplius. Nilai indeks rata-rata zooplankton sebesar 1,12-1,44 menunjukkan bahwa keragaman sedang dengan distribusi individu sedang dan tingkat polusi yang terkontaminasi adalah sedang. Nilai indeks dominansi zooplankton menunjukkan bahwa tidak ada tipe dominan dengan nilai 0,29-0,34. Hasil korelasi Pearson menunjukkan tidak ada hubungan antara kelimpahan zooplankton dari tangkapan togok, dengan nilai 0,882.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS ETNOSAINS YANG BERKARAKTER PADA MATERI TAKSONOMI TUMBUHAN UNTUK SISWA SMA Nureflia, Wenny; Asra, Revis; Nazaruddin, Nazaruddin
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 7 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.957 KB)

Abstract

Traditional knowledge held by society contains character values ??and scientific concepts, but such knowledge is frequently ignored. This study aims to develop Student Activity Sheets on plant taxonomy based on ethnoscience for high school, and analyze the response of teachers and students to the products developed. The model used in this study follows the ADDIE stages. The instrument used is a response questionnaire given to teachers and students. Product feasibility was analyzed through the results of material expert validation and design experts. The result of the study is in the form of student worksheet based on ethnoscience and character values ??for plant taxonomy material. The results of product validation obtained a score of 74 ("very valid") for the material aspects while the design validation obtained a score of 46 ("valid"). The results of the small group and large group trials obtained percentages of 87,0% and 89,0% respectively; both were in the excellent category. The teacher's response obtained an average score of 44 which was also in the excellent category. Overall student worksheets based on ethnics and character values ??in material plant taxonomy for high school students is feasible to be used in plant taxonomy learning in schools.
The Pollen Morphology of Dragon’s Blood Rattans (Daemonorops spp.) from Sumatra. Asra, Revis; Yelianti, Upik; Witono, Joko Ridho
Floribunda Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.855 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.262

Abstract

Revis Asra, UpikYelianti & Joko Ridho Witono. 2019. The Pollen Morphology of Dragon’s Blood Rattans(Daemonorops spp.) from Sumatra. Floribunda 6(2): 35–40. —  Dragon’s blood rattans (Daemonorops spp.) or locally known as jernang, is one of the well anticipated and economically valuable non timber forest products from Sumatra. The species group produces a red resin on the fruit scale and is one of the main resources of some medicines and colouring. The characteristic of pollen morphology was one of important role in determining the pollination system of dioecious species such as dragon’s blood rattans. The purpose of this study was to examine the pollen characteristic and its relation to the pollination system of four species of dragon’s blood rattans from Sumatra, i.e. Daemonorops aff. propinqua Becc., D. propinqua Becc., D. draconcella Becc. and D. didymophylla Becc. Pollen of dragon’s blood rattans were collected from the secondary forest of Jambi and Bukit Duabelas National Park, then stored in FAA solution, followed by observation using SEM (Scanning Electron Microscope). The pollen of Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua have aperture and irregular ex-ornamentation type, while D. draconcella is monocolpus and D. didymophylla is tricolpus. The pollen of Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua show uneven exines while the others Daemonorops have even exines. Characters of smooth pollen grainsin D. draconcella and D. didymophylla are indicated that those species associated with wind pollination, whereas sculptured pollen grains in Daemonorops aff. propinqua and D. propinqua are associated with insect pollination. 
Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Biologi Bagi Guru-Guru SMP Negeri 22 Kota Jambi dan SMP Negeri 30 Muaro Jambi Yelianti, Upik; Anggereini, Evita; Asra, Revis
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.84 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6086

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk membantu para guru IPA khususnya guru biologi dalam merancang dan membuat alat peraga yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di SMP.  Kegiatan ini diawali dari analisis kebutuhan bahwa banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium yang memadai yang menunjang proses belajar mengajar, maka alat peraga merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Pelaksanaan kegiatan PPM di Kota Jambi dilakukan di 2 sekolah yaitu SMP N 22 dan  SMP N 7 Kota Jambi yang melibatkan MGMP guru-guru IPA sebanyak 30 orang. Sedangkan kegiatan PPM di SMP N 30 Muaro Jambi hanya melibatkan guru-guru IPA dan siswa SMP N 30 serta Guru IPA SMP N 7 Muaro Jambi dengan peserta sebanyak 25 orang. Kegiatan ini diisi dengan materi: Pengenalan tentang pentingnya alat peraga dalam pembelajaran, demonstrasi serta praktek membuat alat peraga. Alat peraga yang dibuat antara lain: sistem Peredaran Darah Manusia, Sistem Eksresi, Sistem Pencernaan, dan Sistem Pernafasan pada Manusia. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dengan serius dan sangat antusias serta mendapatkan respon yang baik sekali. Dari kegiatan PPM ini dapat disimpulkan bahwa pembuatan alat peraga pembelajaran IPA khususnya biologi telah dilaksanakan dengan respon guru-guru yang sangat baik. Selanjutnya disarankan kepada guru-guru IPA untuk dapat menggunakan alat peraga yang telah dibuat dalam pembelajaran dan juga   dapat mengembangkan alat-alat peraga IPA pada materi lainnya. Kegiatan PPM ini pada masa yang akan datang dapat juga dilakukan pada sekolah-sekolah sasaran lainnya dengan materi yang sama ataupun berbeda.