Articles

Found 23 Documents
Search

PREDIKSI GERAK HEAVE DAN PITCH KAPAL FERI DI GELOMBANG NONLINEAR MENGGUNAKAN A COUPLED EULERIAN SCHEME WITH LAGRANGIAN PARTICLE Baso, Suandar; Asri, Syamsul; Rosmani, .
JURNAL RISET TEKNOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ikatan Sarjana Teknik Perkapalan UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi gerak kapal di atas gelombang nonlinear menjadi perhatian mendalam saat ini. Sehinggabanyak peneliti berupaya keras membuat metode baru dan atau mengembangkan suatu metodeyang lebih akurat dan tepat. Oleh karena itu, pada penelitian ini kami mengembangkan suatumetode a coupled Eulerian Scheme with Lagrangian Particle dan mengaplikasikan pada berbagaijenis kapal. Pengembangan metode ini akan diaplikasikan untuk memprediksi gerak heave danpitch kapal Feri penyeberangan di gelombang nonlinear. Hasil simulasi numerik menunjukkanbahwa perbandingan time history dari elevasi gelombang hasil numerik dengan teori cukup stabilpada numerical wave tank. Selanjutnya, maksimum nilai volume error | 7,6 10 | 2  % dan ratarata| 7,31 10 |% 3  , ini menunjukkan bahwa numerical wave tank stabil dan dapatmengkonservasi volume air sangat baik. Tendensi dan konsistensi hasil numerik sama dengan hasildari Strip theory. Hasil gerak heave hasil numerik untuk Hw/L=0,02 dan 0,75 pada L<0,5 tidakterlalu signifikan berbeda dibandingkan dengan hasil Strip theoy, namun pada kondisi L ≥ 0.5menunjukkan nondimensional heave untuk Hw/L = 0,02 lebih kecil daripada Hw/L = 0,75.Nondimensional gerak pitch Hw/L = 0,02 dan 0,75 di sepanjang L menunjukkan hasil numeriklebih besar dibandingkan dengan hasil strip theory. Selain itu pula, nilai nondimesional gerakpitch untuk Hw/L = 0,02 lebih kecil dari nilai Hw/L = 0,75.
Ontologi Politik Insan Kamil Asri, Syamsul
Sulesana Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Sulesana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2931

Abstract

Teks ini bertujuan untuk menjelaskan ontologi politik dalam perspektif pemikiran Islam dengan menjadikan insan kamil sebagai aktor utama politik sakral sehingga filsafat politik Islam bisa lebih dipahami. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan filosofis-kritis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi naskah pemikiran Islam dalam bentuk penggunaan kutipan tidak langsung terhadap literatur primer. Metode analisis data yang digunakan adalah content analysis terhadap literatur untuk memperoleh data kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa insan kamil merupakan metafora konseptual utama dalam filsafat politik Islam. Ontologi politik insan kamil adalah pelaksanaan otoritas Rububiyah Ilahi dalam suatu polis sehingga ‘adalah, sebagai tujuan syariat Ilahi dan politik, bisa tegak dalam ruang sosial-politis. Tujuan ontologi politik insan kamil adalah mengembalikan hal-ihwal tasyri’i-i’tibari kepada Prinsip-Prinsip takwininya sehingga al-Haq bisa tersaksikan dalam derajat yang dimungkinkan oleh situasi (at most).
Maneuverability of Ships with small Draught in Steady Wind Paroka, Daeng; Muhammad, Andi Haris; Asri, Syamsul
Makara Journal of Technology Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.699 KB) | DOI: 10.7454/mst.v20i1.296

Abstract

Wind force and moment may force a ship to drastically decrease its speed and use a large drift angle as well as a large rudder angle in order to maintain its course. Shipswith a small draught might have more risk in maneuvering to its point of view compared with a ship with a larger draught. This paper discusses maneuverability of a ship with a small draught in steady wind. The effect of wind on ship speed, drift angle, and rudder angle are investigated in a steady state condition. Five different ratios of wind velocity to ship speed from 1.0 to 20.0 are used in the simulation. The variation in wind direction is examined from 0°to 180°. Results of the numerical simulation show that thewind has a significant effect on the reduction in ship speed with a wind direction less than 100°. The drift angle increases due to increasing wind velocity in the same wind direction. Wind direction also has a significant effect on the drift angle especially when the wind direction is less than 140°. The same phenomenon was found for the rudder angle. The necessary rudder angle is greater than the maximum rudder angle of the ship when the wind direction is 60°with a wind velocity to ship speed ratio of 20 or more.
KLASTER TONASE KAPAL FERRY RO-RO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBUTUHAN LAHAN PERAIRAN PELABUHAN PENYEBERANGAN Asri, Syamsul
Jurnal Riset Teknologi Kelautan Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Riset Teknologi Kelautan (JRTK)
Publisher : Jurnal Riset Teknologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.65 KB)

Abstract

Kapasitas dermaga pelabuhan penyeberangan dinyatakan dalam satuan tonase kotor (GT) kapal, yaitu: tonase > 1000 GT, tonase antara 500 GT dan 1000 GT, dan tonase < 500 T, masing-masing untuk pelabuhan penyeberangan kelas I, II, dan III. Klaster tonase kapal itu berimplikasi pada kebutuhan lahan perairan pelabuhan. Karena itu, kejelasan tentang elemen ukuran utama kapal yang terbesar pada masing-masing kelompok tonase diperlukan untuk penentuan kebutuhan lahan perairan pada masing-masing kelas pelabuhan. Ada 189 variasi ukuran utama kapal ferry ro-ro yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Ukuran utama dan tonase kapal sampel ditentukan dengan menggunakan rumus empirik. Variasi panjang antara garis gerak kapal sebanyak tujuh variasi, yakni sekecilnya 29,111 meter dan sebesarnya 64,444 meter dengan interval sebesar 5,889. Tonase kapal sampel terhitung: sekecilnya 169 GT dan sebesarnya 2327 GT. Kapal yang memiliki tonase lebih besar tidak serta memiliki elemen ukuran utama yang semuanya lebih besar dari elemen ukuran utama kapal yang tonasenya lebih kecil. Elemen ukuran utama kapal yang terbesar diidentifikasi pada masing-masing kelompok tonase kapal. Hasil akhir dari penelitian adalah ukuran lahan fasilitas pokok perairan untuk pelabuhan penyeberangan kelas I, II, dan III. Lahan fasilitas pokok perairan pelabuhan penyeberangan kelas I dibatasi untuk pelayanan kapal dengan tonase sebesarnya 1500 GT.
KENABIAN SEBAGAI TINDAKAN POLITIK Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpp.v5i1.3300

Abstract

Prophethood (nubuwwah) is an implementation of the authority of divine lordship (to order and to protect) in a so-called divine city in which justice (?adalah) as the fundamental objective of divine laws and politics may be rigidly enforced within the milieu of socio-politics. The purpose of this prophetic political engagement is to restore the ritual formal principles (i?tibari) of the sharia to its realistic fundamental principles (takwini) so that the Truth (al--Haq) may be flawlessly observed to its utmost level of possibilities.
Pelatihan Perbaikan Perahu Kecil Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) Untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Mustafa, Wahyuddin; Asri, Syamsul; L., Farianto Fachruddin; Firmansyah, Moh Rizal; Alie, Muh Zubair Muis; Husain, Firman
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Teknologi untuk Masyarakat
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.375 KB)

Abstract

Penggunaan perahu berbahan FRP (fiberglass reinforced plastic), untuk keperluan budidaya rumput laut dan penangkapan ikan sudah banyak di gunakan oleh pebudidaya rumput laut &nbsp;dan nelayan di daerah pesisir. Perahu yang telah dioperasikan umumnya akan mengalami penurunan performa atau kegagalan fungsional terutama struktur lambung. Struktur lambung sangat rentan rusak baik saat&nbsp; pemakaian normal maupun &nbsp;akibat benturan dengan objek lain atau karena campuran bahan tidak sesuai dengan standar. Seperti halnya kasus yang terjadi pada komunitas nelayan dan pebudidaya rumput laut di Desa Bontosunggu Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng, beberapa perahu mengalami keretakan dan bocor hampir seluruh lambung perahu. Guna menjaga kelancaran produksi budidaya rumput laut tentu ketesediaan perahu harus tinggi salah satu cara menjaga ketersediaan adalah dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan. Teknologi perbaikan perahu FRP sangat sederhana, tempat yang retak atau bocor terlebih dahulu di gerinda dan dibersihkan dan di lapisi ulang dengan bahan resin, mat, roving jika dibutuhkan warna maka ditambahkan bahan pigmen. Apabila memperhatikan standar bahan dan kerja mencakup pembersihan, komposisi campuran, pelapisan dan penyelesain akhir, niscaya hasil maksimal dapat diperoleh.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelatihan perbaikan perahu terbagi dalam tiga &nbsp;tahapan, melibatkan secara aktif anggota pebudidaya rumput laut &nbsp;yang berjumlah sekitar 12 (dua belas) orang. Tahap pertama dan kedua adalah penyampaian teori dan diskusi mencakup pengenalan bahan, peralatan, tata cara kerja dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Tahap ketiga adalah pembimbingan praktek perbaikan mencakup pembersihan badan perahu, pencampuran bahan, teknik-teknik laminasi dan penyelesain akhir. Hasil yang diperoleh melalui diskusi dan praktek adalah (1) peserta memahami bahan yang standar digunakan untuk perbaikan FRP, yang sebelumnya banyak menggunakan bahan tambahan yaitu thinner padahal ini membuat bahan menjadi getas, mudah retak dan bocor. (2) peserta mampu mencampur bahan sesuai standar. (3) peserta mampu melaminasi perahu dengan susunan laminasi yang standar dan menerapkan teknik-teknik melapis dengan baik. Simpulan yang dapat diperoleh &nbsp;setelah kegiatan terlaksana adalah peserta dapat memilih bahan yang tepat untuk perbaikan perahu oleh karena telah mengenali karakteristik bahan FRP secara baik dan dapat mengerjakan sendiri perbaikan perahunya sehingga dapat menghemat biaya produksi budidaya rumput laut serta tetap menjaga ketersediaan perahu sehingga proses produksi tetap lancar.
AKTOR POLITIK KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF PSYCHOCULTURAL Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.91 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v1i1.1616

Abstract

Today, the post industrial era of digital modernity presents politics as a popular, non-elitism, day to day discourse. Even everyone may be a politician, who are aware of their surrounding power relation and get constantly involved in formulating political vision and mission, regardless of internal irrational overlapping interests. The contemporary political actors, whether or not they like it, have to disclose themselves to all possible approaches applied by any groups of people including both local businessmen and multinational capitalists, whose latter multilayered interests dominate structural politics. Politics of image culminates the actors? existence, while the media plays amplifying roles and this point runs as a symbiosis; using the Panopticon concept of Foucault, a contemporary political actor as well as a subject and an object of Panopticon. Whether or not he was aware, Foucault had been trapped within a network of communication which either he himself established it or outsider?s systemic power did it. This in turn bears undisputable injustices sentiment among the very original owners of the polis; the demos or the people.
PETE`-PETE` DAN KUALITAS RUANG PUBLIK KOTA MAKASSAR Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.177 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v2i2.818

Abstract

Ide utama dalam teks ini adalah pemahaman tentang bentuk interaksi sosial spesifik yang berlangsung di atas angkutan dalam Kota Makassar yang lazim disebut pete`-pete` dan bagaimana interaksi sosial tersebut menjadi fondasi bagi imajinasi sosial Kota Makassar sebagai ruang bersama yang dibangun di atas prinsip-prinsip kepublikan. Teks ini bertujuan untuk menjelaskan status dan signifikansi sosial pete`-pete` dalam membangun diskursus ruang publik dalam perspektif fenomenologis etnografis, baik pete`-pete` sebagai aktor sosial maupun sebagai panggung sosial bagi pengalaman dan pemahaman masyarakat Makassar tentang kotanya sebagai ruang publik. Teks ini dibangun dalam kerangka penelitian lapangan (fieldresearch) yang menggunakan pendekatan fenomenologis etnografis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah etnografi panggung (stagialethnography) dalam bentuk mengendarai, memakai, memaknai (verstehen) pete`-pete` dan wawancara mendalam (deepinterview) dengan subjek yang berkepentingan dengan pete`-pete`. Metode analisis data yang digunakan adalah outcroppings terhadap data lapangan dan materi wawancara untuk memperoleh data kualitatif.
PETE`-PETE` DAN SEJARAHNYA (ATAU TENTANG POLITIK INGATAN DI KOTA MAKASSAR) Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.094 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v3i2.834

Abstract

This article analyzes the existence of ?pete-pete?, one mode of public transports in Makassar as a social reality, delving into the crust of its meaning, its socio-history and the changes of its meaning within the society. Along with the global development, ?pete-pete? has gone through multi meanings, not only as one mode of public transports, but also as a medium, an actor, and even a stage for activists to fundamentally establish public spaces for social interaction. Moreover, ?pete-pete? is also an entity to willingly attract political power on a regular basis, through social discourses or implementation of urban planning. Keywords: ?Pete-pete?, public space, social interaction, political power
JALAN LAIN POLITIK PROFETIK; SEJARAH SEBAGAI MOMEN ESKATOLOGIS Asri, Syamsul
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.794 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v1i2.953

Abstract

This article is aimed at delving into the very meaning of prophetic politics from various angles, and at the same time, criticizing the current labeling of ?prophetic,? which is mostly applied to legitimate and accelerate a double operation of certain pseudo socio-political interests. The word ?prophetic? should truly rely upon the conceptual nature of prophetus. First is to compare the history of philosophy to explain the position of propheticness within philosophical establishment which deals with the way to understand the history. Second is to explore the term of insan kamil as narative media to explain ?human beings? and the installation of ?perfect human beings?.