Fatin Nuha Astini
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Perpaduan Serasi, Penggagas Inovasi Astini, Fatin Nuha
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.997 KB)

Abstract

Abstract: Harmonious Coherence, Initiators of Innovation. This study start from two assumption. First, innovation need an initiator as a pionerr, innovator, secondly, in the governance there should be a combination of stakeholders. Innovative governance needed to answer an increasingly diverse public issues varied, to create it, isn’t easy, it requires a combination of initiator and stakeholders. This study used a qualitative approach and data analysis spradley models. The result, two assumptions are manifested in Innovative Governance through Malnutrition Poverty Movement (GENTASIBU), an innovative program initiated Nganjuk regent wife , came from the response of the high rates of malnutrition, then, innovator raises an idea that as a solution, its shaped GENTASIBU. Not only raises, but also the innovator consistent  fight for her idea, until formally approved by regents decision letter, 188/ 140/ K/ 411 013/ 2009. The success of this innovation can not be separated from the harmonious cooperation among stakeholders, and in some other places, the two arguments are not fulfilled. Keyword: Innovative Governance, Coherence of Stakeholder’s, Initiators of Innovation Abstrak: Perpaduan Serasi, Penggagas Inovasi. Penelitian ini berawal dari dua asumsi. Pertama, bahwa inovasi membutuhkan seorang inisiator sebagai pelopor, pengagas inovasi, kedua, di dalam governance harus ada perpaduan stakeholders. Innovative governance diperlukan guna menjawab beragam permasalahan publik yang kian variatif, untuk menciptakanya bukanlah hal mudah, maka diperlukan seorang inisiator dan perpaduan stakeholders. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data model spradley. Hasilnya, dua asumsi tersebut telah diwujudkan dalam gerakan pengentasan gizi buruk (GENTASIBU), sebuah program inovatif yang digagas istri bupati Kabupaten Nganjuk, berawal dari daya tanggapnya terhadap tingginya angka gizi buruk, selanjutnya penggagas memunculkan suatu gagasan sebagai penyelesai, yaitu berbentuk suatu gerakan pengentasan gizi buruk. Tidak hanya memunculkan namun penggagas juga konsisten mengembangkan gagasan, memperjuangkan hingga disahkan secara resmi melalui Surat Keputusan Bupati No. 188/ 140/ K/ 411.013/ 2009. Keberhasilan inovasi ini juga tidak terlepas dari hasil kerjasama yang serasi antar stakeholders, dan di beberapa tempat lain, dua argumen tersebut belum tentu dapat terpenuhi. Kata Kunci: Innovative Governance, Perpaduan Peran Stakeholders, Penggagas Inovasi
EMPIRICAL STUDY PRAKTEK INOVASI BIROKRASI DALAM PENANGANAN PERMASALAHAN GELANDANGAN DI KOTA SURABAYA Astini, Fatin Nuha; Wijaya, Andy Fefta; Muluk, M.R Khairul
Jurnal Administrare Vol. 2, No. 2, Juli - Desember 2015
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.5 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis praktek inovasi birokrasi dalam penanganan gelandangan di Kota Surabaya, sehingga penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi birokrasi telah diwujudkan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai aktor utama yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian permasalahan gelandangan di Kota Surabaya. Inovasi birokrasi tidak akan tercipta tanpa didasari berbagai kunci sukses yang muncul dari dalam birokrasi, seperti responsiveness yang merupakan dampak dari cultureset dan mindset dari dalam birokrasi. Kata kunci: inovasi birokrasi, kunci sukses inovasi, penanganan gelandangan