Moehammad Awaluddin
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 120 Documents
Articles

PENGAMATAN DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN GPS TAHUN 2015 Fathullah, Amal; Awaluddin, Moehammad; Haniah, Haniah
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKegiatan tektonik di Kota Semarang menyebabkan terbentuknya sesar. Di selatan Semarang terdapat sesar naik (thrust fault). Sesar ini dipotong oleh sesar mendatar yang berarah barat laut- tenggara atau timur laut - barat daya, diantaranya sesar Kaligarang. Sesar Kaligarang berada di lembah sungai kaligarang. Sungai Kaligarang membelah wilayah Semarang pada arah hampir utara ? selatan.Untuk mengetahui kondisi deformasi dari Sesar Kaligarang maka dilakukan pengamatan secara berkala. Pengamatan dilakukan pada titik- titik kontrol yang telah ada dengan menggunakan GPS Dual Frequency. Pengukuran titik-titik kontrol dilakukan dengan metode statik, dan pengamatan dilakukan selama 7-8 jam. Data pengamatan diolah dengan scientific software, yaitu GAMIT 10.5. Hasil dari pengolahan data dengan GAMIT 10.5. adalah koordinat geosentris, kemudian koordinat ditransformasikan ke koordinat toposentrik dengan koordinat origin data koordinat tahun 2014 untuk titik kontrol lama dan untuk titik baru menggunakan koordinat pengamatan Maret 2015 sebagai origin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui tipe sesar dan laju geser dari Sesar Kaligarang.Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya pergeseran yang signifikan dari masing ? masing titik pengamatan dengan pergeseran terbesar mencapai  0,132 m/tahun, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada Sesar Kaligarang terjadi deformasi. Menurut hasil dari penelitian ini tipe Sesar Kaligarang adalah sesar geser menganan. Nilai dari slip rate dan locking depth dari Sesar Kaligarang belum bisa ditentukan karena nilai pergeseran terlalu besar dengan  kecepatan pergeseran sesar antara 1,1 mm/tahun hingga 26,5 mm/tahun pada bidang di sebelah barat sesar, sedangkan untuk bagian  timur sesar memiliki kisaran kecepatan pergeseran antara 7,9 mm/tahun hingga 10 mm/tahun.Kata Kunci : GAMIT 10.5, GPS, Locking depth, Sesar Kaligarang, , Slip rate    ABSTRACTTectonic activity in Semarang  led to the formation of the fault. In the South of Semarang, there is sesar (thrust fault). These faults are cut by flattening the west trending fault sea- southeast or northeast - southwest, including  Kaligarang fault . Kaligarang river divides the area of Semarang on North - South direction virtually.To determine the condition of deformation of Fault Kaligarang then conducted observations periodically. The observation is done at existing control point using GPS Dual Frequency. Measurement of control points is done with static methods, and observations made during the 7-8 hours. Observation data processed with scientific software, namely GAMIT 10.5. The results of data processing by Gamit 10.5. is a geocentric coordinates, and the coordinates are transformed into coordinates with the coordinates origin toposentrik coordinate data in 2014 for the old control point and for a new point using the coordinate observations in March 2015 as the origin. The purpose of this research is to know the fault type and Fault rate slide from Kaligarang.The results of this research is the occurrence of a significant displacement from each observation point with the greatest displacement  reaches 0,132 m/year, so it can be concluded that at Fault Kaligarang occured deformation. According to the results of this research type of Fault Kaligarang is right-lateral strike slip fault. The value of the slip rate and locking depth of Sesar Kaligarang can not be determined because of a displacement in values large to speed displacement fault between 1,1 mm/year to 26.5 mm/year in the field of fault to the West, while the eastern part of the fault to have a range of speeds displacement between 7.9 mm/year up to 10 mm/year.Keywords:  GAMIT 10.5, GPS,  Kaligarang Faul, Locking depth t, Slip rate *)Penulis, Penanggungjawab
KAJIAN REGANGAN SELAT BALI BERDASARKAN DATA GNSS KONTINU TAHUN 2009-2011 Andriyani, Gina; Kahar, Sutomo; Awaluddin, Moehammad; Meilano, Irwan
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia bagian barat terdiri dari Sunda Shelf (landas kontinen Asia Tenggara), yang meliputi pulau-pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan barat daya bagian dari Sulawesi. Sunda Shelf adalah bagian dari lempeng Eurasia yang luas, tetapi tabrakan dari India dengan Asia Tengah memungkinkan terjadinya gerakan yang signifikan dari Asia Tenggara dan Sunda Shelf relatif terhadap Eurasia. Selat Bali teletak diantara pulau Jawa dan Bali yang termasuk ke dalam blok Sunda. Blok Sunda meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi bagian barat [Hamillton, 1979]. Saat Lempeng Indo-Australia bergerak kebawah Lempeng Eurasia, terjadi kontak bidang antar lempeng sehingga terakumulasi regangan. Regangan yang telah melewati batas elastisitas akan dilepaskan sebagai gempa bumi. Namun demikian berdasarkan Journal of Geophysical Research tahun 2003 hasil penelitian Bock mengenai Crustal motion in Indonesia from Global Positioning System Measurements disebutkan bahwa regangan yang terjadi di Blok Sunda adalah kecil yaitu 5 x 10-8 per tahun. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil pengamatan GNSS di Selat Bali menggunakan software Bernese versi 5 dapat diketahui bahwa Selat Bali mengalami pergeseran ke arah tenggara yang mengindikasikan adanya proses inter-seismic. Besar regangan (strain) yang terjadi di Selat Bali dihitung  menggunakan metode perhitungan regangan (strain) garis sehingga dapat di tentukan besar regangan antara ke dua titik pengamatan GNSS CORS yang digunakan pada penelitian ini.   Kata Kunci : Sunda Shelf, Selat Bali, Regangan (Strain), Pergeseran, Bernese
ANALISIS KETELITIAN PENGUKURAN BASELINE PANJANG GNSS DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.4 DAN TOPCON TOOLS V.7 Rahadi, Maulana Eras; Awaluddin, Moehammad; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GPS data processing with long baseline (over 100km) require special handling, is caused by determining the value of ambiguity. Distance and number of reference stations have a significant factor on the quality of the network configuration, if both factors have been determined with good accuracy the value it will provide accurate positioning and precision.This study uses observation data with a baseline length of more than 20 km it will tied to the base station GNSS CORS Undip. Another the measurement will be tied to the GNSS CORS BIG (Badan Informasi Geospasial) which has a 0-orde accuracy. By using these two reference stations will be able to know, how much the accuracy each reference station to the accuracy of the coordinates of each observation point. Seeing the factor of long baseline observations in this study, in the processing of the observation data will be processed with scientific software GAMIT 10.4 and commercial software Topcon Tools V.7The research in this paper shows the average standard deviation value of the processing results using GAMIT 10.4 is 0,020 m while the standard deviation value of the processing results using Topcon Tools V.7 is 0,028 m. Keywords: GNSS CORS, Long Baseline, GAMIT, Topcon
APLIKASI PGROUTING UNTUK PENENTUAN JALUR OPTIMUM PADA PEMBUATAN RUTE PEMADAM KEBAKARAN (STUDI KASUS : KOTA SEMARANG) Farah, Nasytha Nur; Suprayogi, Andri; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The technological developments of Geographic Information Systems (GIS) in integrating database processing operation has been very rapid. One of them is the use of SQL syntax which serves as a routing contained in PostgreSQL database. In pgRouting one of algorithm which is implemented is Dijkstra's algorithm. PgRouting is used to find out the optimum route from the starting point to the destination point which has been determined. In this study, pgRouting was applied to the Fire Company which requires timeliness in covering work areas in Semarang in case of fire.In order to use pgRouting, first install PostgreSQL, set up the data with a good quality control to be built in PostGIS and then add pgRouting extension itself. Furthermore, enable the required fields in the routing operations such as source, the target, length, topology, and index. After those required fields successfully activated, insert the SQL query in the SQL editor to implement the function of the shortest path by taking notice into the node source and the node target to be excecuted later on.The operation results are the shortest route layer along the attribute tables. And they are displayed on the Quantum GIS Wroclaw version by making the connection first. The results of dijkstra algorithm implementation are segments with weight/minimum cost from the starting node and aiming to the destination node. In the attributes which have been generated are also being taken notice the travel time problem. And it was analyzed to obtain the estimated time 1 that is 10 minutes and the estimated time 2 that is 15 minutes for the Firemen working. As the conclusion, that the Fire Company Central Office which is located in Jl.Madukoro has a strategic position to cover the area in Semarang City with the help of 2 Fire Company Sub Office which is located in Jl.Majapahit and Jl.Ngesrep Timur. But three districts namely Ngaliyan, Mijen, and Gunungpati are districts that is located beyond the reach of the office based on the analysis.Keywords: PostgreSQL, pgRouting, shortest path, Fire Route.
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN PUSAT PERBELANJAAN BARU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KOTA SEMARANG) Wicaksono, Aulia Fikki; Awaluddin, Moehammad; Bashit, Nurhadi
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang dianggap pembangunannya lebih maju dibandingkan kota lain di sekitarnya meskipun jumlah pusat perbelanjaan di Kota Semarang tidak lebih banyak dari Ibu kota provinsi lain seperti Bandung, Surabaya, dan lain lain. Kondisi tersebut membuat Kota Semarang menjadi lokasi berprospek tinggi bagi para pengembang properti untuk berinvestasi baik dalam bentuk pusat perbelanjaan tunggal maupun mixed use development yang terdapat mall di dalamnya. Adanya permintaan pemenuhan properti serta pembangunan untuk aktivitas komersial secara besar-besaran akan membuat masalah dalam penataan ruang, yaitu akan timbul lahan dengan fungsi yang tidak sesuai dengan peruntukan kawasannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana tingkat kesesuaian lahan pembangunan pusat perbelanjaan baru di Kota Semarang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan parameter yang ditentukan. Hasil kesesuaian lahan yang telah diperoleh selanjutnya akan dilakukan verifikasi menggunakan peta RTRW peruntukan kawasan perdagangan dan jasa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta kesesuaian lahan untuk pusat perbelanjaan baru di Kota Semarang. Berdasarkan hasil verifikasi peta kesesuaian lahan pembangunan pusat perbelanjaan baru menggunakan peta pola ruang peruntukan perdagangan dan jasa RTRW Kota Semarang tahun 2010-2030 didapatkan klasifikasi sangat sesuai seluas 192,378 ha (17,16%) dari total luas wilayah peruntukan perdagangan dan jasa. Klasifikasi cukup sesuai seluas 435,558 ha (38,86%). Klasifikasi kurang sesuai terdapat seluas 365,525 ha (32,01%), dan klasifikasi tidak sesuai seluas 127,329 ha (11,36%).Kata kunci : AHP, Kesesuaian Lahan, Kota Semarang, Pusat Perbelanjaan.ABSTRACTCity of Semarang is the capital of Central Java Province which is considered more advanced development compared to the surrounding city although the number of shopping center in Semarang is not as many as other provincial capital such as Bandung, Surabaya, and others. This condition makes Semarang as though as a location with a good prospects for property developers to invest both in the form of a single shopping center building or as mixed use development that there is a mall within it. Massive amount of the demand for property fulfillment and development for commercial activities will create problems in the spatial arrangement, that will brings up land that the function is not suite with the allocation of its area. This study is conducted with the aim to see the level of land suitability for new shopping center development in Semarang using Geographic Information System (GIS) based on specified parameters. The result that has been obtained will then  be verified using RTRW map of allocation of trade and service area. The result from verification of land suitability map for new shopping center development using map of allotment of trade and service of Semarang City?s RTRW years of 2010-2030 obtained very suitable class with an area of 192,378 ha (17,16%) from total area of allotment of trade and service, quite suitable class with an area of 435,558 ha (38,86%), less suitable class with an area of 365,525 ha (32,01%), and not suitable class with an area of 127,329 ha (11,36%).Key Words : AHP, Land Suitability, Semarang, Shopping Center.
STUDI PERUBAHAN NILAI TANAH DAN PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN GENANGAN BANJIR ROB DI KECAMATAN SEMARANG UTARA Kurniawan, Fanni; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

North Semarang sub-district has a topography with a slope of 0-2%. The lower area of sea surface will be flooded if the sea surface keep increase with landsubsidence, and also caused by optimallyzation landuse around the coastal area.This research using some secondary data. From the process of merging spotheight with the landsubsidence value every year and then classified by the highest tides, the average of sea level and the lowest tides so obtained the form of tidal inudation area. The fix tidal inudation area model will be overlay with the map of landuse and the land value of North Semarang sub-district. The method used is analysis data based on Geographic Information System with seeing the real condition of the field.The research result shows that the safe area has decrease by 35,5 acres within a period of 7 years. It caused by land use changes such as increase of industry area by 45,3 acres within a period of 5 years. The selling price of land in subcript tidal inudation area such as Tanjung Mas village has increased by Rp. 28.000,00 with AD ground code within a period of 5 years whereas the safe area with AD ground code such as Plombokan village has increased by Rp. 559.000,00 within a period of 5 years.Keywords : tidal inundation, land value, Geographic Information System, landuse
KAJIAN SEBARAN DAN POTENSI MINIMARKET BERBASIS SIG ( STUDI KASUS : KOTA SEMARANG ) Putra, Febrian Pramana; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan minimarket kini semakin tak terkendali, begitu banyak gerai toko minimarket baru yang dibuka pada tiap tahunnya. Banyak pemerintah kabupaten / kota cenderung mengobral ijin pendirian minimarket yang kini menjamur di pelosok desa. Walaupun Kota Semarang sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur tentang pasar modern, namun pelaksanaannya masih membutuhkan pengawasan baik dari masyarakat sendiri. Pengawasan dilakukan untuk mendukung peraturan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Semarang.Pada penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survey lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran minimarket dengan menggunakan software SIG. Sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah buffer dan clip.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah peta persebaran minimarket yang mengacu pada peraturan pemerintah Kota Semarang, yang diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang dalam mengontrol pertumbuhan minimarket dan dapat menjadi pertimbangan pemerintah Kota Semarang dalam  memberikan ijin terhadap pembangunan minimarket baru.. Kata Kunci : Minimarket, Buffer, GPS, SIG AbstractNowadays, the growth of minimarket is going to uncontrolled. There are many new outlet stores build every year. Many regency governments tend to ease construction license which are at present scattered until rustic villages. Even though, Semarang city has owned local regulation that control about modern market, nevertheless, it still needs people?s good control for the implementation. The supervision is used to support the regulation that did by Semarang?s City Government.This research is use coordinate data that collected from field survey by using handheld GPS. Next step is draw minimarket spread map applied by GIS software. Whereas, the method that used in this research is buffer and clip.The Final research task?s result is a minimarket?s spread map that appropriate with local regulation of Semarang city, in which hopefully could accommodate Semarang?s government to control the growth of the minimarket. Moreover, it could be a consideration to Semarang?s government to provide the license for builds new minimarket. Key words : Minimarket, Buffer, GPS, SIG
PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS TRANS JOGJA BERBASIS MOBILE GIS MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID Susetyo, Danang Budi; Suprayogi, Andri; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota pariwisata, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh Yogyakarta untuk mempermudah wisatawan, sehingga mereka dapat merasa nyaman untuk menikmati suguhan wisata di Yogyakarta. Salah satu komponen itu adalah transportasi. Transportasi yang baik meningkatkan mobilitas wisatawan yang menjadikan mereka tidak perlu repot untuk mengakses seluruh tempat wisata di Yogyakarta. Sejak Maret 2008, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memberlakukan moda transportasi bus Trans Jogja. Trans Jogja sudah beroperasi dengan cukup baik dan memberikan kemudahan kepada masyarakat Yogyakarta sendiri maupun wisatawan. Namun ketersediaan informasi mengenai pedoman penggunaan Trans Jogja yang mudah diakses masyarakat masih sangat minim. Masih sangat sedikit informasi rute dan shelter yang tersedia baik secara manual maupun internet. Peningkatan popularitas smartphone Android merupakan opsi menarik untuk menjadikannya sebagai platform informasi bus Trans Jogja. Aplikasi berbasis mobile GIS adalah salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi Android. Dengan teknologi Global Positioning System (GPS) yang dikombinasikan dengan Location Based Service (LBS) melalui visualisasi pada Google Map, kita dapat mendapatkan informasi berdasarkan letak geografis pada perangkat mobile. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Framework Android SDK, bahasa pemrograman java dan PHP, MySQL sebagai basis data, dan Google Map. Kata Kunci : Trans Jogja, Aplikasi, GIS, Mobile GIS, GPS, LBS, Android
APLIKASI MAGNETOMETER DAN SIDE SCAN SONAR UNTUK PEMETAAN SEBARAN ANOMALI KEMAGNETAN DASAR LAUT (STUDI KASUS : PERAIRAN LOHGUNG, PALANG,TUBAN, JAWA TIMUR) Arini, Dwi; Suprayogi, Andri; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet menyerupai suatu medan dari batang magnet yang sangat besar dan pusatnya berhimpitan dengan bumi serta mempunyai gaya tarik magnet yang melingkar. Hal ini menunjukkan bahwa  di seluruh permukaan bumi memiliki kuat medan magnet tersendiri. Pada perairan Lohgung, Palang, Tuban Jawa Timur merupakan daerah yang tersebar ranjau karena area tersebut merupakan bekas perang dunia ke-II. Untuk mendeteksi tingkat kemagnetan logam yang dimiliki tiap daerah perairan, maka dilakukan survei kemagnetan dengan menggunakan alat magnetometer dan side sca sonar,maka dilakukan survei kemagnetan logam serta penggambaran citra sehingga diperlukannyapembuatan peta logam sebaran anomali kemagnetan.Penelitian ini menggunakan software Oasis Montaj, MagMap, SonarWiz, dan C-Max untuk mengolah data kemagnetan dan image yang dihasilkan side scan sonar sehingga dapat mengetahui klasifikasi medan magnet, dan sumber anomali terdapat dibawah dasar laut atau disekitar perairan dari hasil image yang dihasilkan side scan sonar.Hasil yang diperoleh berupa peta sebaran anomali kemagnetan dasar laut dengan karakteristik sebaran anomali memiliki variasi intensitas magnet regional yang tidak sama dan menunjukkan adanya variasi pembentukkan dasar laut yang berbeda. Dari peta sebaran anomali kemagnetan yang didapat serta hasil validasi dari image side scansonar dan bantuan data imagesub bottom profiling yang menunjukkan posisi logam yang berbahaya dan telah dinetralisir sehingga dapat digunakan untuk kepentingan keselamatan navigasi serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hidrografi.Kata kunci :     magnet, anomali kemagnetan, magnetometer, side scan sonar, peta sebaran anomali kemagnetandasar laut, keselamatan navigasi.
APLIKASI PETA INTERAKTIF KABUPATEN BANYUMAS BERBASIS FLASH SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA Hari, Kindy Ibrahim; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPariwisata Kabupaten Banyumas merupakan salah satu potensi wisata di Indonesia yang perlu lebih diperkenalkan. Kabupaten Banyumas yang beriklim tropis basah memiliki banyak potensi wisata terutama dalam wisata alam dengan keindahan alam sebagai daya tariknya.Dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan serta pendapatan daerah. Oleh karena itu dibutuhkan media promosi yang dapat menimbulkan minat wisatawan lokal maupun asing untuk mengunjungi pariwisata di Kabupaten Banyumas.Melalui survei lapangan dengan menggunakan GPS handheld, peta jaringan jalan serta data atribut objek wisata, maka dihasilkan peta sebaran objek wisata Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini akan dibangun sebuah aplikasi peta interaktif berbasis flash,dengan menggunakan Adobe Flash untuk merancang desain dan tampilan aplikasi, serta bahasa pemrograman action script 2.0. Pemilihan peta flash mengingat dengan kemajuan teknologi yang semakin modern serta penggunaan media promosi yang unik dan menarik, maka kebutuhan peta digital meningkat, serta dengan tampilan yang dapat dibuat menarik, informatif, dan mudah digunakan.Aplikasi peta interaktif berbasis flash sebagai media promosi pariwisata Kabupaten Banyumas diharapkan dapat membantu wisatawan dalam mendapatkan informasi mengenai sebaran lokasi wisata di Kabupaten Banyumas, sehingga wisata di Kabupaten Banyumas menjadi salah satu tujuan utama bagi para calon wisatawan.Kata Kunci: Banyumas, Flash, Pariwisata dan Peta Interaktif ABSTRACTBanyumas tourism is one of the tourism potential in Indonesia that needs to be introduced. Banyumas wet tropical climate has a lot of tourism potential, especially in nature with the beauty of nature as attractiveness. It is expected to increase the number of tourists as well as local revenue. Therefore, it needs a media campaign that could lead to local and foreign tourists to visit the tourism in Banyumas. Through field surveys using GPS handheld, a road network map and attractions attribute data, then the resulting distribution map tourism of Banyumas. Based on this, so in this study will be designed a flash-based interactive map application, using Adobe Flash CS 6 to build the design and interface of applications, as well as the Action Script 2.0 for programming language. Flash recall election map with increasingly modern technological advances and the use of media promotion of the unique and interesting, the need for increased digital maps, as well as the appearance can be made attractive, informative and easy to use. Flash-based interactive map application as a medium to promote Banyumas Tourism is expected to help tourists in getting information on the distribution of tourist sites in Banyumas, so the tour in Banyumas has became one of the main goals for potential tourists.Keywords : Banyumas,  Flash, Interactive Map and Tourism  *) Penulis, Penanggungjawab
Co-Authors ABDILLAH, LUKMAN MAULANA Afif, Mohammad Aji, Rifki Purnama Alfien Rahmenda, Alfien Ali Amirrudin Ahmad Amal Fathullah, Amal Amfa, Muhammad Maulana mahardika Amri Perdana Ginting Ana Rosida Andika Malik Andika Rizal Bahlefi Andri Suprayogi Anggi Tiarasani Anggoro, Irfan Tri Anggoro, Johan Wisma Anisa Rachmawati, Anisa Arief Laila Nugraha Arifin, Aisyah Arintia Eka Ningsih Arofah, Tiara Toyyibatul Aruma Hartri, Aruma Aufan Niam Bambang Darmo Y Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi BASYIROH, NOVAYA NURUL Bhekti Hapsari Bobby Daneswara Indra Kusuma, Bobby Daneswara Budi Prayitno Cindy Puspita Sari Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Denafiar, Fadhilla Shara Dimas Bagus Dina Wahyuningsih, Dina Dwi Arini Dzaki Adzhan, Dzaki Ega Gumilar Hafiz Enersia Ihda K. U, Enersia Ihda Extiana, Kiky Fajar Dwi Hernawan, Fajar Dwi Fanni Kurniawan Fanny Rachmawati Fathan Aulia, Fathan Fathimah, Siti Fauzi Iskandar, Fauzi Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrian Pramana Putra Gina Andriyani Habib Azka Ramadhani, Habib Azka Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handayani Nur Arifiyanti Hani'ah, Hani'ah Hani?ah, Hani?ah Haniah Haniah Harianja, Fetra Kristina Haris Yusron, Haris Heri Gusfarienza Heri Setiawan Hermawan, Andre Hidayat, Reza Nur Ikhlasul Amal Ahyani Indra Laksana Irfana, Wildan Ryan irwan meilano Kasfari, Roy Khairi, Adnan Khairuddin Khairuddin Kindy Ibrahim Hari, Kindy Ibrahim Kumala Dewi, Wahyu Entriana L. M. Sabri LM. Sabri Lorenzia Anggi Ramayanti Lufti Rangga Saputra Lutfi Eka Rahmawan, Lutfi Eka LUTFI, MOHAMMAD YUSUP Lutgar Sudiyanto Sitohang Maulana Eras Rahadi Meita Arddinatarta, Meita Moh Kun Fariqul Haqqi, Moh Kun Fariqul Much. Jibriel Sajagat, Much. Jibriel Muhamad Arif Debalano, Muhamad Arif Muhammad Danny Rahman, Muhammad Danny Muhammad Iqbal Akhsin, Muhammad Iqbal Muhammad Rifqi Andikasani Nanda Dewi Arumsari, Nanda Dewi Nasytha Nur Farah Nina Ratnaningrum Nugraha, Prya Adhi Surya Nur L, Muhammad Hudayawan Nur Lail, Muhammad Hudayawan Nurdianasari, Ika Nurnaning Aisyah Pertiwi, Aysha Puspa PRABOWO, LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRADIPTA, ARGNES DIONANDA RESZA Prasetya, Alfian Budi Purba, Renaud Saputra Puspitasari, Soraya Rizky Putri,, Desita Khrisna Qur?ani, Juwita Widya RAHMANDHANI, LUTHFI Ramadhony, Armenda Bagas Ramdhan Thoriq Setyabudi Rico Waskito Putro Rizky Saputra, Rizky Sabri, L M Sabri, LM Sabri, LM Safi'i, Ayu Nur Safii, Ayu Nur Salim, Muhammad Bagus Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira Sarmedis Anrico Situmorang, Sarmedis Anrico Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani Septiawan Setio Hutomo Septifany, Dewi Shinta Setiaji Nanang Handriyanto Sigit Irfantoro Sitorus, Brinton Patuan Susilo Susilo Sutomo Kahar Syachril Warasambi Mispaki, Syachril Warasambi Syafitri, Ajeng Kartika Nugraheni Wahyu Nur Rohim Wibowo, Dian Rizqi Ari Wibowo, Joko Wibowo, Sidik Tri Wicaksono, Ario Damar Wicaksono, Aulia Fikki Widiyanto, Kurniawan Adi Yolanda Adya Puspita, Yolanda Adya Yudo Prasetyo