Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Kelembagaan Awig-Awig dalam Mengelola Sumber Daya Perikanan Pantai di Kabupaten Lombok Timur Ayunda, Nisa; Hidayat, Aceng; Anna, Zuzy
Journal of Agriculture, Resource and Environmental Economics Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Ekonomi Pertanian Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.61 KB)

Abstract

Some institution arrangements are developed to manage the fishery resources, one of which is a communitybased management. Over the past few years, this community has been believed to be one of the effective management. According to Schlager and Ostrom (1992); Imperial and Yandle (2005), this management was usually the adoption of local knowledge of communities around their resources. Awig Awig growing in East Lombok is one of a growing community based management in Indonesia in managing fishery resources. Based on this information, this research aimed to (1) diagnose the awig awig institution growing in East Lombok, (2) identify and analyze the external factors influencing the institution, and (3) evaluate awig awig institution linkages to sustainable coastal fisheries. This study used the approach of the Institutional Analysis and Development (IAD) framework and GS production surplus bioeconomy. The results showed that so far awig awig institution has not been able to overcome the pressure from the inside and from the outside in the form of appropriation externality, technology externality, and assignment problem, therefore, this caused the decline of fishery resources.
ANALISA PERBANDINGAN HASIL PERAMALAN DATA TIME SERIES DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RBF DAN FRBF Ayunda, Nisa
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1: Maret - Agustus 2017
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.5 KB) | DOI: 10.26594/jmpm.v2i1.887

Abstract

Pendekatan peramalan data time series dengan model jaringan syaraf Radial Basis Function (RBF) memiliki sifat supervised learning karena data yang dilatihkan berupa pasangan data input dan target yang diidentifikasi dan diekstrapolasi pola dan hubungannya. Sedangkan model jaringan syaraf Fuzzy Radial Basis Function (FRBF) merupakan model supervised-and-unsupervised learning yang merupakan kolaborasi himpunan fuzzy dan model jaringan syaraf RBF. Analisa perbandingan model jaringan syaraf  RBF dan model jaringan syaraf FRBF dalam peramalan data time series dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui keefektifan hasil peramalan dengan kedua model tersebut. Nilai MSE dan epoch rata-rata untuk proses peramalan in-sample yang didapatkan untuk model jaringan syaraf RBF dan FRBF secara berurutan adalah 73,45 dan 8,1903E-05 serta 532,36 dan 9,8648E-05. Sedangkan pada peramalan out-sample, nilai yang didapatkan dengan model RBF menjauhi data-data sebelumnya.
Analisa Perbandingan Hasil Peramalan Data Time Series dengan Jaringan Syaraf Tiruan RBF dan FRBF Ayunda, Nisa
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1: Maret - Agustus 2017
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.5 KB) | DOI: 10.26594/jmpm.v2i1.887

Abstract

Pendekatan peramalan data time series dengan model jaringan syaraf Radial Basis Function (RBF) memiliki sifat supervised learning karena data yang dilatihkan berupa pasangan data input dan target yang diidentifikasi dan diekstrapolasi pola dan hubungannya. Sedangkan model jaringan syaraf Fuzzy Radial Basis Function (FRBF) merupakan model supervised-and-unsupervised learning yang merupakan kolaborasi himpunan fuzzy dan model jaringan syaraf RBF. Analisa perbandingan model jaringan syaraf  RBF dan model jaringan syaraf FRBF dalam peramalan data time series dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui keefektifan hasil peramalan dengan kedua model tersebut. Nilai MSE dan epoch rata-rata untuk proses peramalan in-sample yang didapatkan untuk model jaringan syaraf RBF dan FRBF secara berurutan adalah 73,45 dan 8,1903E-05 serta 532,36 dan 9,8648E-05. Sedangkan pada peramalan out-sample, nilai yang didapatkan dengan model RBF menjauhi data-data sebelumnya.
EVALUASI AWIK-AWIK PENGELOLAAN SUMBER DAYA PERIKANAN PANTAI LOMBOK TIMUR Ayunda, Nisa; Anna, Zuzy
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 5 No. 1, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.844 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v5i1.1014

Abstract

Sumber daya perikanan sebagai sumber daya alam yang memiliki sifat common-pool resources(CPR), yakni suatu pihak sangat sulit mencegah pihak lain untuk tidak masuk ke suatu wilayah perairan(low exclusion) dan adanya persaingan yang tinggi dalam memanfaatkan sumber daya alam yang sama(high substractability), sehingga pemanfaatannya cenderung secara open access yang mengakibatkanpenurunan produksi. Beberapa model pengelolaan dikembangkan untuk mengatur kegiatan pemanfaatansumber daya perikanan sehingga berkelanjutan baik secara ekonomi dan ekologi, salah satunya melaluipenguatan kelembagaan lokal seperti awik-awik di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuanuntuk mengevaluasi awik-awik pengelolaan sumber daya perikanan pantai di Lombok Timur. Evaluasipada penelitian ini dilakukan melalui analisis aktor, dan analisis peraturan yang disepakati. Hasil analisismenunjukkan bahwa awik-awik pengelolaan sumber daya perikanan pantai di Lombok Timur belumberjalan dengan efektif, yang ditandai dengan pemahaman kondisi sumber daya perikanan dan awikawikmasih kurang, dan peran serta dalam melaksanakan tugas dan kewenangan dari aktor yang terlibatdalam awik-awik; dan peraturan yang disepakati dalam awik-awik masih lemah dalam mengelola sumberdaya perikanan.Title: Evaluation of Awik-Awik Fishery Management ResourcesEast Coast LombokFisheries as a common-pool resources (CPR) has characteristic low exclusion (a party difficult toban others to enter a fishing ground) and high substractability (If a fisherman catch one ton of fish, so thisfish is not available for another fisherman). So, fisheries used is under open access threat, and its impactin decline fish production every year. Many management are developed to govern the fisheries used, soit could be bring benefit ecologically and economically, such as developing the local institution to managethe coastal area, for example awik-awik in East Lombok. The purpose of this research is to evaluateawik-awik in managing coastal resources in East Lombok. This research analyzed actors and rule in usein awik-awik. The result showed awik-awik was still not efficient to manage the coastal resources in EastLombok. The understanding of coastal resources and awik-awik from the actors were still low; supportfrom the actors were lower year by year; and rule in used in awik-awik were still weak in managing thecoastal resources in East Lombok.
Another H-super magic decompositions of the lexicographic product of graphs Hendy, H; Sugeng, Kiki A.; Salman, A.N.M; Ayunda, Nisa
Indonesian Journal of Combinatorics Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Combinatorial Society (InaCombS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.399 KB) | DOI: 10.19184/ijc.2018.2.2.2

Abstract

Let H and G be two simple graphs. The concept of an H-magic decomposition of G arises from the combination between graph decomposition and graph labeling. A decomposition of a graph G into isomorphic copies of a graph H is H-magic if there is a bijection f : V(G) ∪ E(G) → {1, 2, ..., ∣V(G) ∪ E(G)∣} such that the sum of labels of edges and vertices of each copy of H in the decomposition is constant. A lexicographic product of two graphs G1 and G2,  denoted by G1[G2],  is a graph which arises from G1 by replacing each vertex of G1 by a copy of the G2 and each edge of G1 by all edges of the complete bipartite graph Kn, n where n is the order of G2. In this paper we provide a sufficient condition for $\overline{C_{n}}[\overline{K_{m}}]$ in order to have a $P_{t}[\overline{K_{m}}]$-magic decompositions, where n > 3, m > 1,  and t = 3, 4, n − 2.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING DI LARANTUKA, KABUPATEN FLORES TIMUR, INDONESIA Utami, Pratita Budi; Kusumastanto, Tridoyo; Zulbainarni, Nimmi; Ayunda, Nisa
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v10i1.7766

Abstract

Tingginya permintaan tuna sirip kuning baik dalam memenuhi kebutuhan pasar mancanegara dan pasar lokal, berdampak pada keberlanjutan perikanan tuna tersebut. Wilayah perairan Flores Timur adalah salah satu lokasi migrasi bagi tuna sirip kuning; Kecamatan Larantuka merupakan tempat pendaratan terpenting bagi nelayan lokal handline tuna sirip kuning. Kegiatan perikanan tuna sirip kuning ini merupakan salah satu pendapatan utama bagi nelayan lokal dan pemerintah daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat eksploitasi dan menganalisa rezim pemanfaatan dari perikanan handline tuna sirip kuning di Larantuka, Flores Timur. Model bioekonomi Fox dan Copes digunakan dalam penelitian untuk menganalisa tingkat lestari sumber daya tuna ekor kuning dari pendekatan input dan output. Hasil estimasi dari kedua model menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan sumber daya ikan tuna sirip kuning oleh nelayan lokal handline masih dalam zona lestari secara ekonomi dan ekologi. Maximum economic yield (MEY) merupakan strategi terbaik untuk mengelola keberlanjutan perikanan tuna sirip kuning di perairan Flores Timur. Melalui pengelolaan rezim MEY diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 30 orang, peningkatan armada alat penangkapan sebanyak 25 unit dan pemasukan keuntungan secara ekonomi sebesar Rp68.123.060.000,00 per tahun.Title: Bioeconomic Analysis of Yellowfin Tuna Fishery in Larantuka of East Flores Regency, Indonesia The high demand for yellowfin tuna both in national and international markets has a consequence to the fish resources sustainability. Eastern Flores water is a major area of this tuna mobility; the district of Larantuka is the central port for local yellowfin tuna handline fisheries. These activities are substantial incomes for the local community and regional government. This study, therefore, aims to calculate fish exploitation level and to analyze appropriate management for yellowfin tuna fisheries in Larantuka, East Flores. The bioeconomics Fox and Copes models are used to evaluating the optimal fisheries from input and output approaches. The models? applications demonstrated that yellowfin tuna handline fisheries are currently estimated sustainable both in ecology and economics. During the study period, the maximum economic yield (MEY) is a recommended strategy to manage yellowfin tuna fisheries in Larantuka, Eastern Flores. The strategy contributes to increasing the number of workers about 30 people, the number of fishing fleets about 25 units and reaching the economic rent  IDR 68.123.060.000,00 in a year