Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DAN PREBIOTIK TERHADAP PERFORMAN JUVENILE IKAN KERAPU BEBEK (COMILEPTES ALTIVELIS) Azhar, Fariq
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek pemberian pakan berupa probiotik (Bacillus sp.) dan prebiotik (Ipomoea batatas) pada performan pertumbuhan, sintasan, respon imun dan resistensi penyakit pada juvenil ikan kerapu bebek (Comileptes altivelis) (berat rata-rata 3 g ± 0.48). Lima perlakuan pakan digunakan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Masing-masing perlakuan disusun secara acak dan terdiri dari tiga ulangan masing-masing berisi 8 juvenil ikan kerapu bebek. Penelitian in dilakukan pada akuarium (50 x 40 x 35 cm) selama 12 minggu. Diakhir perlakuan pakan, total eritrosit (TE), total leukosit (TL), hemoglobin (Hb), hematokrit (He), diferensial  leukosit (DL), aktifitas respiratory burst (RB), aktifitas fagositik (AF) and total bakteri (TB) diukur dan dilakukan uji tantang pada bagian intramuskular dengan Vibrio alginolyticus. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pakan probiotik, prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan harian (SGR) (a > 0.05) dan rasio konversi pakan (FCR) (a > 0.05) dibandingkan dengan kontrol. Total eritrosit, total leukosit, dan limfosit secara signifikan terjadi peningkatan pada ikan dengan pakan perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Hemoglobin secara signifikan meningkat pada perlakuan prebiotik. Perlakuan prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan hematokrit. Ikan dengan pakan perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan aktifitas fagositik. Aktifitas respiratory burst secara signifikan meningkat pada pakan perlakuan dengan penambahan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Total bakteri secara signifikan meningkat pada perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan pakan sinbiotik meningkatkan pertumbuhan, rasio konversi pakan, respon imun non-spesi?k and resistensi penyakit pada juvenile ikan kerapu bebek (Comileptes altivelis).
APLIKASI PENGGUNAAN BIOFLOCK YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN PROBIOTIK TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) Setyono, Bagus Dwi Hari; Azhar, Fariq; Paryono, Paryono
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p02

Abstract

Budidaya udang secara intensif banyak ditemukan permasalahan penyakit seperti bakteri, virus, ataupun adanya ko-infeksi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dan sering menjadi masalah utama dalam sistem budidaya udang vaname adalah IMNV (Infectious Myonecrosis Virus). Teknologi bioflok adalah salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah limbah budidaya. Bahkan mampu memberi keuntungan lebih karena selain dapat menurunkan limbah nitrogen anorganik, juga dapat menyediakan pakan tambahan bagi ikan budidaya sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Penambahan probiotik dalam bioflok juga diharapkan mampu meningkatkan performa pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bioflock yang dikombinasikan dengan probiotik terhadap performa pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini akan dilakukan selama 5 bulan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan probiotik komersil dalam media budidaya dengan sistem bioflok dan pakan pellet hasil fermentasi dengan berbagai probiotik komersil, yakni probiotik I + bioflok (1), probiotik II + bioflok (2), probiotik III + bioflok (3), kontrol positif (media budidaya bioflok dan tanpa penambahan probiotik komersil) (4), dan kontrol negatif (tanpa probiotik + tanpa bioflok) (5). Hasil yang diperoleh untuk performa pertumbuhan yakni pada perlakuan 2 dengan nilai sintasan 80%, nilai laju pertumbuhan harian 4,9 dan nilai rasio konversi pakan sebesar 1,41.
LAJU PERTUMBUHAN Chaetoceros sp. PADA PEMELIHARAAN DENGAN PENGARUH WARNA CAHAYA LAMPU YANG BERBEDA Sopian, Topan; Junaidi, Muhammad; Azhar, Fariq
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.4873

Abstract

Chaetoceros sp. merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada unit-unit pembenihan ikan dan udang karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Salah satu masalah yang sering terjadi akhir-akhir ini adalah sulitnya memproduksi Chaetoceros sp. dalam jumlah besar karena ketidakstabilan produksi yang disebabkan oleh kualitas dan kuantitas Chaetoceros sp. yang tidak sama untuk setiap periode kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna cahaya yang paling baik terhadap laju pertumbuhan Chaetoceros sp. Penelitian dilakukan dengan empat perlakuan cahaya lampu warna putih, warna hijau, warna merah, warna biru dan warna kuning yang setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cahaya warna putih menghasilkan kepadatan populasi tertinggi sebesar 9,17 × sel/ml. selanjutnya perlakuan cahaya warna kuning sebesar 8,5 × sel/ml, kemudian perlakuan cahaya warna biru sebesar 5,33 × sel/ml, perlakuan cahaya warna merah sebesar 5 × sel/ml, dan terakhir perlakuan cahaya warna hijau yaitu sebesar 4,67 × sel/ml. Berdasarkan hasil penelitian ini, dianjurkan pada budidaya Chaetoceros sp. untuk meningkatkan laju pertumbuhan optimum adalah cahaya lampu warna putih.ABSTRACTChaetoceros sp. is a natural food that is widely used in fish and shrimp hatchery units because it has a fairly high protein content. One of the problems that often occurs lately is the difficulty of producing Chaetoceros sp. in large quantities due to production instability caused by the quality and quantity of Chaetoceros sp. which is not the same for each culture period. This study aims to determine the best color of light on the growth rate of Chaetoceros sp. The study was conducted with four white light, green, red, blue and yellow light treatments, each of which was repeated three times. The results showed that white light treatment produced the highest population density of 9,17 × cells / ml. then the yellow light treatment is 8,5 ×   cells / ml, then the blue light treatment is 5,33 × cells / ml, the red light treatment is 5 × cell / ml, and finally the light treatment of green is 4,67 × cells / ml. Based on the results of this study, it is recommended for the cultivation of Chaetoceros sp. to increase the optimum growth rate is white light. Keywords: Chaetoceros sp., Growth rate, natural feed, color of light
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Junaidi, Muhammad; Nurliah, Nurliah; Azhar, Fariq
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.18 No.2 Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.800

Abstract

ABSTRAKMengingat peranan zooplankton dalam ekosistem perairan sangat penting, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis struktur komunitas zooplankton yang meliputi jenis, kelimpahan, dan indek ekologi, dan  kaitan  distribusi zooplankton dan kualitas perairan di Perairan Kabupaten Lombok Utara. Pengumpulan data dirancang dengan sistem informasi geografis (SIG) pada 23 stasiun pengamatan yang ditentukan dengan teknik acak sederhana.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan kelimpahan zooplankton yang ditemukan di Perairan Kabupaten Lombok Utara cukup bervariasi dengan jumlah genus  sebanyak 9 yang terbagi  dari  5 kelas.  Berdasarkan perhitungan indeks ekologi menunjukkan bahwa struktur  komunitas zooplankton dalam kategori perairan yang kurang stabil. Kelimpahan dan indeks ekologi zooplankton  dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (fisik-kimia) perairan antara lain  kecerahan, pH dan oksigen terlarut. Kata kunci : zooplankton,  struktur komunitas, kualitas perairan, kelimpahanABSTRACTConsidering that the role of zooplankton in aquatic ecosystems is very  important, research is carried out with the aim of analyzing zooplankton community structure which includes the type, abundance, and ecological index, and the relation of zooplankton distribution and water quality in North Lombok Regency Waters. Data collection was designed with a geographical information system (GIS) on 23 observation stations that were determined by simple random techniques. he results of this study indicate that the type and abundance of zooplankton found in the waters of North Lombok Regency are quite varied with the number of genus as many as 9 which are divided into 5 classes. Based on the calculation of the ecological index shows that the zooplankton community structure is in the category of less stable waters. The abundance and ecological index of zooplankton is influenced by the environmental (physical-chemical) conditions of the waters including brightness, pH and dissolved oxygen. Keywords: zooplankton, community structure, water quality, abundance 
Pengaruh Pemberian Lactobacillus sp. dengan Dosis yang Berbeda terhadap Sistem Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) yang diinfeksi Bakteri Vibrio parahaemolyticus Jannah, Miftahul; Junaidi, Muhammad; Setyowati, Dewi Nur’aeni; Azhar, Fariq
Jurnal Kelautan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i2.3980

Abstract

Udang vaname merupakan udang hasil introduksi yang memiliki nilai ekonomis tinggi baik di pasar lokal maupun di pasar internasional. Salah satu penyakit yang sering menyerang udang vaname adalah Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian bakteri probiotik Lactobacillus sp. terhadaprespon imun udang vaname yang diinfeksikan dengan V. parahaemolyticus, Survival rate, dan kepadatan bakteri V. parahaemolyticus pada usus udang. Udang yang digunakan adalah udang yang berumur 62 hari yang dipelihara dalam akuarium berukuran 30x30x25 cm sebanyak 10 ekor. Penelitian dilakukan dengan 5 perlakuan yaitu Kontrol(–)(tanpa Lactobacillus sp. dan tidak diinfeksi), Kontrol(+) (tanpa Lactobacillus sp. kemudian diinfeksi), P1 (Lactobacillus sp. 106 CFU/ml), P2 (Lactobacillus sp. 108 CFU/ml), P3 (Lactobacillus sp. 1010 CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Lactobacillus sp.dengan dosis 108 CFU/ml mampu meningkatkan THC udang vaname sebesar 5,58 x 106 sel/ml, sel hialin dan sel granular yang berperan penting dalam sistem imun udang, meningkatkan nilai SR udang sebesar 86,67% dan menekan pertumbuhan bakteri patogen V. parahaemolyticus. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan dosis probiotik Lactobacillus sp. yang dianjurkan pada budidaya udang vaname untuk meningkatkan sistem imun, tingkat kelangsungan hidup udang dan menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus adalah 108 CFU/ml.Kata kunci: Lactobacillus sp., V. parahaemolyticus, udang vaname, dosis Lactobacillus sp.ABSTRACTVannamei is an introduced shrimp that has economic value in both local and international market. One of the diseases that often attack vannamei shrimp is Vibrio parahaemolyticus. This study aims to determine the probiotic bacteria Lactobacillus sp. against vannamei shrimp immune response infected with V. parahaemolyticus, Survival rate, and bacterial V. parahaemolyticus density of the shrimp intestine. Shrimp used are shrimp that is 62 days which is kept in aquarium size 30x30x25 cm as many as 10 shrimp. The study was conducted with 5 controls: Control (-) (without Lactobacillus sp. and not infected), Control (+) (without Lactobacillus sp. and infected), P1 (Lactobacillus sp. 106 CFU / ml), P2 (Lactobacillus sp. 108 CFU / ml), P3 (Lactobacillus sp. 1010 CFU / ml). The results showed that the administration of Lactobacillus sp. with a dose of 108 CFU / ml was able to increase THC vannamei shrimp by 5.58 x 106 cells / ml, hyaline cells and granular cells required in the shrimp immune system, increasing shrimp SR value by 86.67% and core growth of V. parahaemolyticus. Based on the results of this study is the use of probiotic Lactobacillus sp. which is recommended in the cultivation of vaname shrimp to improve the immune system, the level of shrimp survival and suppress the growth of bacteria V. parahaemolyticus is 108 CFU / ml.Keywords: Lactobacillus sp., V. parahaemolyticus, vannamei, dose of Lactobacillus sp.
Aplikasi Bioflok yang dikombinasikan dengan Probiotik untuk Pencegahan Infeksi Vibrio parahaemolyticus pada Pemelihaaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Azhar, Fariq
Journal of Aquaculture Science Vol 3, No 1 (2018): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.002 KB) | DOI: 10.31093/joas.v3i1.38

Abstract

Budidaya udang yang dilakukan dengan sistem intensif ternyata banyak menimbulkan permasalahan. Adanya masalah penyakit di udang yang disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun koinfeksi merupakan masalah yang harus ditangani. Penggunaan probitik dan bioflok merupakan salah satu cara untuk mengatasi penyakit yang ada. Selain itu, kombinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan performa sistem imun udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bioflok yang dikombinasikan dengan probiotik terhadap sistem imun udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang di uji tantang dengan V. parahaemolyticus. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan probiotik komersil dalam media budidaya dengan sistem bioflok pada pakan berupa kontrol negatif (tanpa probiotik + tanpa bioflok) (1), kontrol positif (media budidaya bioflok dan tanpa penambahan probiotik) (2), probiotik I + bioflok (3), probiotik II + bioflok (4), dan probiotik III + bioflok (5).. Hasil yang diperoleh untuk performa performa sistem imun udang. terbaik pada perlakuan 4 (probiotik II + bioflok) dengan hasil SR sebesar 76,67%, THC sebesar 9,7 x 106 ml-1, dan total jumlah bakteri sebesar 1.59 x 107. Kata kunci: Udang vaname, Probiotik, Bioflok, Sistem Imun.
PENGARUH LAJU PEMUASAAN SECARA PERIODIK TERHADAP PERTUMBUHAN KELANGSUNGAN HIDUP DAN KECERAHAN WARNA IKAN BADUT AMPHIPRION OCELLARIS Hasanah, Uswatun; Damayanti, Ayu Adhita; Azhar, Fariq
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.20 No.1 Januari - April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i1.1337

Abstract

Abstrak: Budidaya ikan badut Amphiprion ocellaris terus dikembangkan hingga saat ini guna menghasilkan ikan badut yang memiliki pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kecerahan warna yang baik. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan badut adalah harga pakan yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh laju pemuasaan secara periodik terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kecerahan warna ikan badut Amphiprion ocellaris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (tanpa pemuasaan), P2 (1 hari dipuasakan 1 hari diberi pakan), P3 (1 hari dipuasakan 2 hari diberi pakan), P4 (1 hari dipuasakan dan 3 hari diberi pakan) sehingga terdapat 12 unit total percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji sidik ragam (One way Anova). Hasil penelitian yang diperoleh adalah pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kecerahan warna ikan badut yang mengalami laju pemuasaan secara periodik tidak berbeda nyata (p>0.05) dengan ikan badut yang tidak dipuasakan. Hal ini menunjukkan bahwa ikan badut Amphiprion ocellaris dapat dipuasakan hingga periode 1 hari dipuasakan dan 1 hari diberi pakan yang mengalami total pemuasaan sebanyak 20 hari tanpa menurunkan pertumbuhannya. Pembudidaya ikan badut Amphiprion ocellaris direkomendasikan dapat menggunakan semua periode pemuasaan seperti yang diterapkan pada penelitian ini, namun untuk waktu pemuasaan yang lebih lama diperlukan penelitian lebih lanjut oleh para peneliti.   Kata kunci: Pemuasaan, ikan badut, pertumbuhan, kelangsungan hidup, kecerahan warnaAbstract: Amphiprion ocellaris clown fish cultivation continues to be developed today to produce clown fish that have good survival growth and colour brightness.  This study aims to determine the effect of periodic fasting rates on growth, survival and colour brightness of the Amphiprion ocellaris clown fish. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design consisting of four treatments and three replications, namely P1 (without fasting), P2 (1 day fasted 1 day fed), P3 (1 day fasted 2 days fed), P4 (1 day fasted and 3 days fed) so that there are 12 total experimental units. The data obtained were analyzed using the one way Anova variance test. The results obtained were growth, survival and color brightness of clown fish that experienced periodic mastery rates were not significantly different (p> 0.05) from clown fish that were not fasted.This shows that the clown fish Amphiprion ocellaris can be fasted until a period of 1 day fasted and 1 day fed with a total mastery of 20 days without reducing growth. Amphiprion ocellaris clown fish farmers are recommended to be able to use all periods of mastery as applied in this study but for a longer mastery time further research is needed by esearchers.Keywords: Mastery, clown fish, growth, survival, colour brightness 
POTENCY OF EEL Anguilla marmorata in NORTH LOMBOK REGENCY, WEST NUSA TENGGARA PROVINCE Setyono, Bagus Dwi Hari; Junaidi, Muhammad; Marzuki, Muhammad; Paryono, Paryono; Azhar, Fariq
AQUASAINS Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v6i2.p589-596

Abstract

Anguilla spp. is one of the fishery commodities that have high economic value.North Lombok regency is one of the central part of Indonesia which is suspected to have potential as an eel migration route. This study aims to obtain information about the identification of Anguilla spp fish populations. in North Lombok Regency. The results showed that the waters area of North Lombok Regency has the potential of eel fish source Anguilla marmorata. The timing of eel migration is still unknown, so further research is needed which will cover a full year.
Kondisi Kualitas Perairan untuk Mendukung Budidaya Lobster di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat Junaidi, Muhammad; Nurliah, Nurliah; Azhar, Fariq
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 4, No 2 (2018): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v4i2.92

Abstract

Lobster (Spiny lobster, Panulirus sp) is an important economic value commodity, then it needs to be developed through cultivation. North Lombok Regency has potential coastal and coastal resources for the development of marine aquaculture. Therefore, this study was to determine the condition of water quality in North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province to support the development of lobster aquculture. Water quality data collection was carried out in May 2018. A total of 23 stations that were spread out in simple random locations were collected at the research location.Water quality parameters collected include: temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), brightness, turbidity, nitrate (NO3-N), phosphate (PO4-P) and plankton.The results showed that the water conditions of North Lombok Regency still meet the range of quality standards or values recommended for lobster cultivation. Based on analysis of the statistics multivariate used in this research divide research locations into three different regions , the waters of the south  (Gulf  Sire) , middle parts in Tanjung and Gangga District,  and the northern in off shore.The result of this research is expected to be able as additional information to support the development of the cultivation of spiny lobster in North Lombok Regency
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DI DESA GUMANTAR MELALUI BUDIDAYA IKAN SISTEM AKUAPONIK Setyono, Bagus Dwi Hari; Marzuki, Muhammad; Junaidi, Muhammad; Scabra, Andre Rachmat; Azhar, Fariq
Abdi Insani Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.555 KB) | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i3.268

Abstract

Akuaponik merupakan perpaduan sistem budidaya antara hidroponik dengan akuakultur, sehingga menjadi suatu sistem produksi pangan terpadu. Dalam skala kecil, kombinasi produksi ikan dan sayur secara bersamaan menjadikan kemandirian kebutuhan nutrisi keluarga. Akuaponik dalam sistem akuakultur yang memanfaatkan limbah dari sisa pakan dan kotoran ikan sebagai pupuk pada tumbuhan hidroponik. Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara merupakan bagian dari ekosistem terrestrial yang luasnya relatif lebih luas dibandingkan lahan basah. Ketersediaan air tawar menjadi faktor pembatas dalam aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini, diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan lahan kering untuk budidaya perikanan. Kegiatan dimulai penentuan lokasi dan sistem akuaponik yang akan dipakai. Sistem akuaponik nutrient film technique adalah sistem yang cukup sederhana, yaitu memanfaatkan pipa-pipa yang sejajar dengan mengatur ketinggian outlet agar aliran air menjadi lancar. Sayur yang digunakan dalam sistem akuaponik adalah selada hijau, green pakcoy, bayam merah, bayam hijau, kangkung, dan caisim manis. Sedangkan ikan yang digunakan adalah ikan lele sebanyak 1.000 ekor yang diperoleh dari Balai Benih Ikan Batu Kumbung, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini menghasilkan produksi sayuran dan ikan lele pada satu masa pemeliharaan dengan nilai produksi yang cukup baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat mampu memanfaatkan lahan kering untuk budidaya perikanan, melalui pemahaman konsep akuaponik yang baik dan menerapkannya melalui sistem nutrient film technique.