Articles

Found 7 Documents
Search

[RETRACTED] : PERANAN INCAR (INFORMASI CERDAS ALA REMAJA) DALAM PROGRAM GENRE (GENERASI BERENCANA) DI KABUPATEN NUNUKAN Aziza, Tri Noor; Itcianday, Itcianday
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.579 KB) | DOI: 10.24258/jba.v14i3.364

Abstract

Retracted Following a rigorous and careful concerns and consideration in the review of the article published in Jurnal Borneo Administrator entitled ?Peranan ?INCAR? (Informasi Cerdas Ala Remaja) dalam Program Genre (Generasi Berencana) di Kabupaten Nunukan? Vol. 14, No. 3, pp. 171-188, Desember 2018, DOI: http://doi.org/10.24258/jba.v14i3.364. This paper has been found to violate the principles of Jurnal Borneo Administrator Publication and has been retracted. The article has contained redundant material and throughout a careful examination, the editor has found that the paper has also been published in Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, Vol. 5, No. 2, pp. 126-138, Oktober 2018, DOI: http://dx.doi.org/10.21009/JKKP.052.04. The document and its content have been removed from Jurnal Borneo Administrator, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
UPAYA PENGUATAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA SAMARINDA PASCA PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 38 TAHUN 2017 TENTANG INOVASI DAERAH Wahyuni, Tri; Aziza, Tri Noor
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.316 KB) | DOI: 10.24258/jba.v13i3.300

Abstract

Innovation can create better bureaucracy. Article 386 paragraph 1 Law Number 23 Year 2014 concerning Local Government states that in order to improve local government performance, the local governments can create innovations. The successful innovation in Samarinda Municipality in 2016 isa great capital to continue the innovations? success stories in the municipality. Following the issuance of Government Regulation Number 38 Year 2017 concerning Regional Innovation, it is explicitly mentioned that regional innovation is coordinated by the heads of Research and Development (R & D) Agency. Applying qualitative approach through literature study, this reasearch examines the role of the agency in performing its tasks based on the government regulation. This study aims to contribute ideas about any possible effort that can be done by R & D Agency in Samarinda Municipality in carrying out its function as mentioned in Government Regulation Number 38 Year 2017 concerning Regional Innovation. Result of the research indicates that the agency must strengthen itself as organization in charge of regional innovation by providing criteria for regional innovation, becoming Independent Team Coordinator for local innovation innitiatives derived from local government leader, local parliament member, civil servant, and local government apparatus. The Agency must have ability to think and work fast. The agency must also improve its human resources, both in quantity and quality aspects. Finally, the agency must obtain additional budget to support its coordinating job to improve the Regional Innovation System (SIDa). Keywords: organization strengthening, research and development Agency, innovation. Inovasi dapat menciptakan birokrasi yang lebih baik. Pasal 386 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menyebutkan bahwa dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi. Kesuksesan inovasi Kota Samarinda di tahun 2016 merupakan modal besar untuk melanjutkan kisah sukses selanjutnya tentang inovasi di lingkungan PemerintahKota Samarinda. Setelah terbitnya No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi daerah, secara eksplisit disebutkan bahwa inovasi daerah dikoordinasikan oleh Kepala Perangkat Daerah yang membidangi penelitian dan pengembangan.Jika peran Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Samarinda yang begitu besar sebagai leading sector tidak segera merespon tugas dan fungsinya melalui upaya pemetan terhadap segala peluang dan hambatan, maka dikhawatirkan akan dapat menghambat keseluruhan proses inovasi di Pemerintah Kota Samarinda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang berbagai langkah konkrit yang dapat dilakukan Badan Penelitian dan PengembanganKota Samarinda dalam menjalankan fungsi inovasi sebagaimana yangtersebut di dalam PP. No. 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.Dari hasil analisa penelitian, yang harus dilakukan oleh Balitbangda untuk melakukan upaya penguatan terhadap organisasinya berdasarkan PP No. 38 tahun 2017 antara lain: memberi input terhadap kriteria inovasi daerah, menjadi Koordinator Tim Independen atas inisiatif Inovasi daerah yang berasal dari Kepala Daerah, anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, danPerangkat Daerah. Balitbangda harus memiliki kemampuan untuk berpikir dan bekerja cepat. karena waktu untuk evalusi terhadap inisiatif inovasi paling lama 10 (sepuluh) hari kerja.Balitbangda Kota samarinda juga harus melakukan pembenahan SDM, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Berkaitan dengan anggaran, Balitbangda harus mendapatkan tambahan alokasi anggaran yang representatif untuk menunjangpelaksanaan fungsi ? fungsi koordinasi inovasinya serta upaya untuk mewujudkan penguatan Sistem Inovasi daerah (SIDa). Kata Kunci :Penguatan Organisasi, Inovasi, Penelitian dan Pengembangan
EVALUASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA SAMARINDA : SEBUAH UPAYA MENUJU PERBAIKAN Aziza, Tri Noor
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.489 KB) | DOI: 10.24258/jba.v12i3.254

Abstract

TRANSFORMASI BUDAYA KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA MELALUI PENDEKATAN SIX THINKING HATS (WORK CULTURE TRANSFORMATION IN PENAJAM PASER UTARA REGENCY THROUGH SIX THINKING HATS APPROACH) Aziza, Tri Noor
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Vol 11 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.513 KB) | DOI: 10.24258/jba.v11i1.188

Abstract

MENILIK KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN Aziza, Tri Noor
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Vol 5 No 2 (2009)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.691 KB) | DOI: 10.24258/jba.v5i2.42

Abstract

Upaya Penguatan Kelembagaan Pangan Aziza, Tri Noor
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.578 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.01.20

Abstract

Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, baik dari sisi ketersediaan, kualitas, kelayakan, keragaman, dan kecukupan gizinya secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan kelembagaan yang kuat untuk menangani bidang pangan. Dalam peraturan perundangan pangan pun telah menyebutkan perlunya dibentuk suatu kelembagaan pangan yang memiliki cakupan kewenangan yang luas, hanya saja sampai sekarang kelembagaan yang dimaksud tak kunjung terbentuk. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif penguatan kepada lembaga pangan yang telah ada untuk lebih mengoptimalkan perannya. Hasil analisis menunjukkan perlunya strategi penguatan peran kelembagaan pangan, yaitu: Harmonisasi Kebijakan dan Perencanaan Program antar Kelembagaan Pangan; Optimalisasi Sumber Daya; Penguatan Implementasi Program; Evaluasi dan Monitoring untuk perbaikan selanjutnya
THE ROLE OF “INCAR” (SMART INFORMATION BY ADOLESCENTS) IN THE GENRE PROGRAM (PLANNING GENERATION) IN NUNUKAN DISTRICT Aziza, Tri Noor; Itcianday, Itcianday
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol 5 No 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.358 KB) | DOI: 10.21009/JKKP.052.04

Abstract

Abstract This study aims to see the benefits of INCAR in the implementation of the National Program of Generation Plans (GenRe) for youth and the community. Based on the results of the analysis, the program allows teenagers / peers to pulse to "Duta GenRe". Teens are given information by peers about the importance of health, skills and life skills, and counseling services. The implementation constraints of GenRe in the regions, especially the outer regions of Indonesia are not running smoothly due to risk factors and transportation. Therefore, BPPKB performs a method of delivering information called INCAR (Intelligent Smart Information) to convey the information needed to attract and modernize to solve existing problems using digital media. The result, has formed a variety of digital information media and social networking in the form of Teen PIK Blog, teen sites on Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram and others. In conclusion, the perceived benefit of INCAR in the GenRe Program is that BPPKB has succeeded in delivering information to teenagers in outer areas. With INCAR the teenagers in the remote areas can update the latest info. Benefits felt by the community, especially the school and parents is channeled teenagers activities in a positive container and monitored the activities of children and adolescents Another party and parents no longer feel worried about the association of teenagers.  Keywords: youth, GenRe, INCAR   Abstrak Kajian ini bertujuan melihat kemanfaatan INCAR dalam pelaksanaan Program Nasional Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja dan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis, program ini melibatkan remaja/anak sebaya berpotensi menjadi “Duta GenRe”. Remaja diberikan informasi oleh teman sebayanya tentang pentingnya kesehatan reproduksi, keterampilan dan kecakapan hidup, serta pelayanan konseling. Kendala pelaksanaan GenRe di daerah, khususnya daerah terluar Indonesia tidak berjalan mulus dikarenakan hambatan faktor geografis dan transportasi. Karena itu BPPKB meluncurkan suatu metode penyampaian informasi disebut INCAR (Informasi Cerdas Ala Remaja) untuk menyampaikan informasi yang bernilai positif namun tetap dalam kemasan menarik dan modern untuk mengatasi permasalahan remaja yang kompleks dengan memanfaatkan media teknologi digital. Hasilnya, telah terbentuk berbagai media informasi digital dan jejaring sosial dalam bentuk Blog PIK Remaja, komunitas remaja di Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram dan lainnya. Kesimpulannya, manfaat yang dirasakan dengan adanya INCAR dalam Program GenRe adalah BPPKB berhasil mengatasi kendala penyampaian informasi kepada remaja di daerah sulit dijangkau. Dengan adanya INCAR para remaja yang berada di pedalaman dapat meng-update info-info terbaru. Manfaat yang dirasakan masyarakat khususnya sekolah dan orang tua adalah tersalurkannya kegiatan remaja di dalam wadah yang positif dan terpantaunya kegiatan anak dan remaja sehingga pihak sekolah dan para orang tua tidak lagi merasa khawatir dengan pergaulan remaja.  Kata Kunci: remaja, GenRe, INCAR.