Azmeri Azmeri
Program Studi Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Jalan Tgk Chik Pante Kulu No. 5, Darussalam, Banda Aceh.

Published : 37 Documents
Articles

Found 37 Documents
Search

STRATEGI PENERAPAN EKO-DRAINASE DI KAWASAN GAMPOENG KEURAMAT BANDA ACEH Habibi, Munzirwan; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Generally in Gampong Keuramat region still uses the conventional drainage concept. Along with the rapid development that occurred in Banda Aceh, especially at Gampong Keuramat  after the Tsunami in 2004, resulting in the decrease of vacant land that could be used to absorb water into the soil. This matter causes the water system distruption and take affect toward urban flood control. Concerns with these problems it is required to control the peak flows through the structural efforts and to apply environment drainage (eco-drainage). The purpose of this study is to analyze flow rates (Qpasca) drainage system by using the concept of system eco-drainage and formulate strategies to implement the concept of system eco-drainase by using SWOT analysis. The method of data collection is by using secondary data and primary data. The data were processed statistically descriptive and SWOT analysis. From the observations, the existing condition and the road condition and channels in Gampoeng Kueramat need to be maintained and improved. The calculations show that, th service zone I until V occurred the reduction of average  discharge 48.948%, 58.412%, 43.468%, 72.034% and 72.919%. The result from SWOT analysis is obtained some strategies: (1) use the support of society in an effort to overcome the problems of drainage as a puddle with drainage planning sustainable or eco-drainage, (2) to convince the provincial government to support programs / activities of eco-drainage with the allocation of appropriate funds targeted to address the flooding problems, to maintain the continuity of the water and drainage system in Gampoeng Keuramat, (3) use the support of society in land use to make infiltration wells and expand land infiltration in the society environment, and (4) to disseminate to the public for a change paradigm in dealing with the flood of effort to keep the water from settlements with trying to keep the water as long as possible and utilize as much water as possible is called the concept of "eco-drainage". Abstrak: Secara umum di kawasan Gampong Keuramat masih menggunakan konsep drainase konvensional. Seiring dengan pesatnya pembangunan yang terjadi di Kota Banda Aceh khususnya kawasan Gampong Keuramat pasca Tsunami 2004, mengakibatkan semakin berkurangnya lahan kosong  yang bisa digunakan untuk meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan terganggunya sistem tata air dan berpengaruh terhadap pengendalian banjir perkotaan. Menyangkut dengan permasalahan tersebut diperlukan pengendalian debit puncak melalui upaya-upaya struktural dan penerapan drainase berwawasan lingkungan (eko-drainase). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis debit aliran (Qpasca) sistem drainase dengan menggunakan konsep sistem eko-drainase dan merumuskan strategi untuk menerapkan konsep sistem eko-drainase dengan menggunakan analisis SWOT. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting kondisi jalan dan saluran di Gampoeng Kueramat perlu dipelihara dan ditingkatkan. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan drainase seperti genangan dengan perencanaan drainase berkelanjutan atau eko-drainase, (2) meyakinkan Pemerintah Daerah agar dapat mendukung program/kegiatan eko-drainase dengan pengalokasian dana yang sesuai tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan-permasalahan banjir, menjaga kelangsungan air dan saluran drainase di Gampoeng Keuramat, (3) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk membuat sumur resapan dan memperbanyak lahan resapan di lingkungan penduduk, dan (4) melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma dalam mengatasi banjir dari usaha menjauhkan air dari pemukiman dengan berusaha menyimpan air selama mungkin dan memanfaatkan air sebanyak mungkin yang disebut dengan konsep ?eko-drainase?.
KEANDALAN EMBUNG LAMBADEUK UNTUK PEMENUHAN AIR BERSIH DI DAERAH PESISIR KECAMATAN PEUKAN BADA ACEH BESAR Budi, Setia; Azmeri, Azmeri; Syamsidik, Syamsidik
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10059

Abstract

Abstract : Water demand fulfillment in coastal area of Peukan Bada Sub District is still complicated. Peukan Bada Community in coastal area currently still depends on well water. The existence of Lambadeuk Small Dam located in Peukan Bada Sub District ? Aceh Besar, which River Flow Area (DAS) is ± 2.27 Km², is expected to be able in fulfilling clean water demand. The objectives of this research are to find out water supply, to optimize the operation and to obtain the reliability of Lambadeuk Small Dam Operation. The method used in operating the small dam is analyzed by Non Linear Program using Solver Microsoft Excel. In optimizing the operation, it is divided into three season conditions. The highest inflow discharge of dry season is in January which is 0.222 m3/sec or 0.594 MCM, while the highest inflow discharge of normal season is in December which is 0.294 m3/sec or 0.787 MCM, and the highest inflow discharge of wet season is in November which is 0. 463 m3/sec or 1.199 MCM. The projection of population and clean water demand for population need in coastal area of Peukan Bada Sub District can be described as for population 5,954 in 2015, the clean water demand is 0.0099 m3/sec so that in 2035, the population will become 10,534 and the clean water demand will be 0.0176 m3/sec. The average inflow from 2015 to 2035 for dry season is 4.031 MCM, for normal season is 5.816 MCM, and for wet season is 9.077 MCM. Water release is 0.312 MCM, and basic water demand is 0.556 MCM. Optimization reliability of Lambadeuk Small Dam Operation is reliable and 100% can fulfill the water demand in the downstream of the small dam, and the management organizer of Lambadeuk Small Dam can also expand service area of clean water demand in the coastal area of Peukan Bada Sub District ? Aceh Besar. Abstrak: Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih di daerah pesisir Kecamatan Peukan Bada masih kesulitan untuk kebutuhan air bersih. Selama ini masyarakat di daerah pesisir masih mengandalkan air sumur. Dengan adanya Embung Lambadeuk yang terletak di Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar, yang mempunyai luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 2,27 Km², mampu untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan air, mengoptimalkan pengopersian dan mendapatkan keandalan pengopersian Embung Lambadeuk. Pada penelitian ini metode pengoperasian embung yang dianalisis menggunakan program Non Linear dengan solver Microsoft Excel. Dalam optimasi pengoperasian dikelompokan dalam tiga kondisi tahun musim, dimana kondisi tahun musim kering debit Inflow yang tertinggi berada pada bulan Januari sebesar 0,222 m3/dt dengan kapasitas  0,594 MCM, pada kondisi tahun normal debit yang tertinggi berada pada bulan  Desember sebesar 0,294 m3/dt  dengan kapasitas  0,787 MCM dan pada kondisi tahun basah debit yang tertinggi pada bulan Nopember sebesar 0,463 m3/dt dengan kapasitas  1,199 MCM. Proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan air bersih untuk pemenuhan penduduk di pesisir Kecmatan Peukan Bada, tahun 2015 dengan jumlah penduduk sebesar 5.954 jiwa, kebutuhan air bersih 0,0099 m3/dt dan Tahun 2035 jumlah penduduk sebesar 10.534 jiwa, kebutuhan air bersih 0,0176 m3/dt. Untuk Inflow tahun kering dari Tahun 2015 sampai Tahun 2035 Inflow rata-rata tahunan sebesar 4,031 MCM, tahun normal dari Tahun 2015 sampai tahun 2035 Inflow rata-rata sebesar 5,816 MCM, dan tahun basah Inflow rata-rata tahunan sebesar 9,077 MCM. Release air sebesar 0.312 MCM, dan kebutuhan air baku sebesar 0,556 MCM. Hasil yang dicapai adalah Pengoperasian Embung yang Optimal dan Keandalan Pengoperasian Embung. Dimana Keandalan Pengoperasian Embung Lambadeuk sangat berpengaruh dari volume dan periode waktu, dan terhadap Manajemen pengelola Embung Lambadeuk, bisa mengambil langkah-langkah untuk memperluas daerah layanan kebutuhan air bersih di pesisir Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar.
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN DAN PENENTUAN LOKASI KERUSAKAN SUNGAI AIH TRIPE KABUPATEN GAYO LUES Saputra, Maimun; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10053

Abstract

Abstract: Aih Tripe River is morphologically a winding river where various forms of sediment and cliff erosion have occurred along the river. The condition of the River Aih Tripe has been damaged both vertically and horizontally. Damage to the strategic areas and the causes of disruption of access roads connected transportation Gayo Lues District with other districts. The purpose of this research is to analyze the capacity of existing river reservoir and to determine the location of river damage and the damage form. The scope of this paper is the analysis of rainfall and flood discharge plan, river capacity analysis and critical location analysis. Based on the calculation of flood discharge by using the HSS Nakayasu method has the highest flood discharge plan for each plan period, while the Hasper Method has the lowest flood discharge plan. From the calculation of rating curve for 1 river cross section based on the measurement of hydrometry, it can be concluded that calculation of flood discharge using Hasper Method is the discharge that has the closest value to the discharge on the curve rating with a 2 year return period (T). The analysis of river bank capacity by using HEC-RAS (Hydrological Engineering Center-River Analysis System) software. The discharge data used in this analysis is from the floodplain discharge of the plan using the Hasper method with period of 1 and 2 years. Based on the river morphology considerations, the damage to the flood and inundation facilities in the area of settlement hence the acquisition of 4 critical locations that need them are Gampong Telpi/bukit, Badak, Kendawi(3) and Kendawi (4). Abstrak: Sungai Aih Tripe secara morfologi merupakan sungai bermeander dimana berbagai bentuk endapan sedimen dan erosi tebing telah terjadi di sepanjang sungai. Kondisi sungai Aih Tripe telah mengalami kerusakan baik kerusakan secara vertikal maupun secara horizonal. Kerusakan terjadi pada daerah-daerah strategis serta menyebabkan terganggunya jalan akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan kabupaten yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kapasitas tampungan eksisting sungai dan menentukan lokasi kerusakan sungai dan bentuk kerusakannya. Lingkup dari penulisan ini adalah analisa curah hujan dan debit banjir rencana, analisa kapasitas tampungan sungai dan analisa lokasi kritis. Berdasarkan hasil perhitungan debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu mempunyai debit banjir rencana tertinggi untuk setiap periode ulang rencana, sedangkan Metode Hasper mempunyai debit banjir rencana terendah. Dari hasil perhitungan rating curve untuk 1 penampang sungai berdasarkan pengukuran hidrometri dapat disimpulkan perhitungan debit dengan menggunakan Metoda Hasper merupakan debit yang memiliki nilai yang paling dekat dengan debit pada rating curve dengan periode ulang (T) 2 tahun. Analisa kapasitas tampungan menggunakan software program HEC-RAS (Hydrological Engineering Centre-River Analysis System). Data debit yang digunakan pada analisa ini adalah dari perhitungan debit banjir rencana menggunakan Metode Hasper dengan periode ulang 1 dan 2 tahun. Berdasarkan pertimbangan morfologi sungai, kerusakan infrastrukur dan perkiraan resiko banjir genangan didaerah pemukiman maka didapat 4 lokasi kritis yang memerlukan penanganan segera yaitu Gampong Telpi/bukit, Badak, Kendawi (3) dan Kendawi (4).
EVALUASI KEBERHASILAN PENGELOLAAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH BESAR Nazar, Teuku Mochamad; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10063

Abstract

Abstract: Clean water as a primary need of human which is generally used for drinking, bathing, cooking and washing should be met in terms of quantity, quality, and affordability and sustainability. The government through the national development program of water and sanitation universal access which declared that by 2019, Indonesia will achieve the 100% target of proper clean water and sanitation for the whole Indonesian people. Water supply and Sanitation community-based Program (PAMSIMAS) is one of the prominent programs of the central government that adopt a community-based approach, where the main actors are the society as well as the person in charge to implement the project. PAMSIMAS II was launched in Aceh since January 2013 to April 2016 in which thre e districts joined PAMSIMAS are Aceh Besar, Pidie and Bireuen, with a total number of villages of the program as 46. The study conducted in the District of Aceh Besar with selected 15 (fifteen) villages as research object. This study aims to identify the level of success of PAMSIMAS II and identified community participation in managing water and sanitation infrastructure that has been built by the program. Those things were measured by the factors namely: 1. Adequacy, quality and continuity of water, also 2. Performance of BPSPAM as management body in village.  This study adopt quantitative analysis that supported by qualitative analysis. Data were collected by observation, questionnaires and interviews. At the end the SWOT analysis is performed for the formulation of a strategic planning in or order to make PAMSIMAS sustainable in achieving access of clean water. The result of this research is information about th position of The PAMSIMAS II after the calculation of EFAS and IFAS which conducted based on the questionair that deliver to the actors of PAMSIMAS II in district of Aceh Besar and also recomendation about priority strategy should be conducted for the development of PAMSIMAS II in the future. Abstrak: Air Bersih sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan manusia yang umumnya digunakan untuk minum, mandi, memasak dan mencuci sudah seharusnya terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau dan kontinu. Pemerintah melalui program pembangunan nasional akses universal air minum dan sanitasi menetapkan bahwa pada tahun 2019, Indonesia dapat mencapai 100 % target layanan air minum dan sanitasi yang layak. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program andalan pemerintah pusat yang menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus penanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Program PAMSIMAS II dilaksanakan di Provinsi Aceh mulai tahun 2013 sampai dengan April 2016 di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen, dengan total desa yang bergabung adalah 46 Desa.  Penelitian ini dilaksanakan di 15 desa di Kabupaten Aceh Besar sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Program PAMSIMAS II dan mengindentifikasi peran serta masyarakat dalam mengelola infrastruktur air bersih dan sanitasi yang telah dibangun.  Hal tersebut diukur melalui beberapa faktor, diantaranya: 1. kecukupan, kualitas dan keberlanjutan air dan, 2. Kinerja dari badan pengelola di masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif yang didukung dengan analisa kualitatif. Metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, kuesioner dan wawancara. Penelitian ini melakukan Analisa SWOT yang bertujuan untuk perumusan rencana strategis agar Program PAMSIMAS dapat berkesinambungan dalam pemenuhan akan air bersih. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi posisi Program PAMSIMAS II setelah dilakukan perhitungan EFAS dan IFAS yang dilakukan berdasarkan Kuesioner yang telah disebar kepada para pelaksana program PAMSIMAS II, dan kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi prioritas strategi yang akan dilakukan untuk pengembangan Program PAMSIMAS II ke depan.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA MON PASE KABUPATEN ACEH UTARA Affandi, Herri; Zaki, Muhammad; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze service quality factors that most influence on customer satisfaction, analyzing the impact of service quality on customer satisfaction partially and simultaneously, and to analyze the relationship between service quality to customer satisfaction at PDAM Tirta Mon Pase partially. This research was conducted by a questionnaire survey on customers active and non-active from the taps located on the IPA Geudong, WTP Deep Well, WTP Cot Girek, WTP Ocean, WTP Krueng Pase, WTP Glee Trade, WTP Lhoksukon 1, WTP Lhoksukon 2, and WTP Sawang 2. The results showed that service quality factors that most influence on customer satisfaction PDAM Tirta Mon Pase is showing seriousness, with a regression coefficient of 0.154. Factors partially quality of service that has an influence on customer satisfaction PDAM Tirta Mon Pase is a factor trustworthy, responsive factors, and factors indicate the seriousness with tcount ttable and sig. 0.05. Service quality factors simultaneously all have an influence on customer satisfaction PDAM Tirta Mon Pase with a value of Fcount Ftable and sig. 0.05 is 166.677 2.26 and 0.000 0.05. The relationship between service quality to customer satisfaction PDAM Tirta Mon Pase for service factors are real, trustworthy factors, and factors may ensure having high relationship partially with Pearson correlation coefficient values between 0.600 to 0.799, while the factor responsive and demonstrates its seriousness factor has very high correlation partially with Pearson correlation coefficient values between 0.800 to 1.000. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan secara parsial dan secara simultan, serta menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada PDAM Tirta Mon Pase secara parsial. Penelitian ini dilakukan dengan survei kuesioner pada pelanggan aktif dan non aktif dari PDAM yang bertempat pada IPA Geudong, IPA Sumur Dalam, IPA Cot Girek, IPA Samudera, IPA Krueng Pase, IPA Glee Dagang, IPA Lhoksukon 1, IPA Lhoksukon 2, dan IPA Sawang 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM Tirta Mon Pase adalah menunjukkan kesungguhan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,154. Faktor-faktor kualitas pelayanan secara parsial yang mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM Tirta Mon Pase adalah faktor dapat dipercaya, faktor bersikap tanggap, dan faktor menunjukkan kesungguhan dengan nilai thitung ttabel dan sig. 0,05. Faktor-faktor kualitas pelayanan secara simultan semuanya mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pelanggan PDAM Tirta Mon Pase dengan nilai Fhitung Ftabel dan sig. 0,05 yaitu 166,677 2,26 dan 0,000 0,05. Hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Tirta Mon Pase untuk faktor pelayanan bersifat nyata, faktor dapat dipercaya, dan faktor dapat menjamin mempunyai hubungan yang tinggi secara parsial dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,600-0,799, sementara faktor bersikap tanggap dan faktor menunjukkan kesungguhan mempunyai hubungan yang sangat tinggi secara parsial dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,800-1,000.
KAJIAN KERENTANAN BENCANA BANJIR BANDANG DI GAMPONG BEUREUNUT KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Erwin, Riza; Azmeri, Azmeri; Ismail, Nazli
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10058

Abstract

Abstract: Gampong Beureunut is a village with 323 population which located in District of , Aceh Besar. In the last 20 years, Gampong Beureunut has been repeatedly hit by flash floods  in 1987, 2000 and the latest occured on January 2nd, 2013. The occurrence of flash floods is caused by the break of natural dam at Krueng Teungku groove that is located above the village and the estuary lies right in the Gampong Beureunut so the damage impact of flash floods is quite severe. Referring to the regulation of General Guidelines for Assessment of the Disaster Ratio issued by BNPB No. 2 of 2012, will assess the level of vulnerability of the community in Gampong Beureunut in term of tackling the threat of banjir bandang. There are four indicators to be taken in advance in term of determining the level, they are; social, economic, physical and environmental vulnerability. Based on the results of analysis data which the source information mostly obtained by direct survey to the location of the research found that the vulnerability level of community Gampong Beureunut against the threat of flash floods is medium. This shows that the people of Gampong Beureunut are vulnerable to the threat of flash floods so that some strategies are needed to reduce the vulnerability, among othersthe government should support the existence of gampong institutions that have been formed as disaster information centers, the need for extension, socialization and simulation, improvement of critical facilities and relocation of housing residents who are still in danger zone of flash floods. Abstrak: Gampong Beureunut adalah suatu gampong berpenduduk 323 jiwa yang terletak di Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Gampong Beureunut telah berulang kali dilanda banjir bandang yaitu tahun 1987, 2000 dan yang terakhir pada tanggal 2 Januari 2013. Terjadinya banjir bandang tersebut disebabkan karena jebolnya bendungan alam di alur Krueng Teungku yang terletak di atas permukiman penduduk dan bermuara tepat di Gampong Beureunut sehingga dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Dengan berpedoman pada Perka BNPB No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, pada penelitian ini akan ditinjau tingkat kerentanan masyarakat Gampong Beureunut terhadap ancaman banjir bandang. Untuk mendapatkan tingkat kerentanan ancaman banjir bandang, terdapat empat indikator yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan.  Dari hasil analisis data yang sumbernya sebagian besar didapat dari survey langsung ke lokasi penelitian, didapat hasil bahwa tingkat kerentanan masyarakat gampong beureunut terhadap ancaman banjir bandang adalah sedang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Beureunut rentan terhadap ancaman banjir bandang sehingga diperlukan beberapa strategi untuk mengurangi kerentanan tersebut, antara lain pemerintah harus mendukung keberadaan lembaga gampong yang telah terbentuk sebagai pusat informasi bencana, perlunya dilakukan penyuluhan, sosialisasi dan simulasi, perbaikan fasilitas kritis dan relokasi perumahan penduduk yang masih berada pada zona bahaya banjir bandang.
FAKTOR DOMINAN DAN STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RAWAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ferdinansyah, Erwin; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10051

Abstract

Abstract: Baitussalam sub-district is one of the areas vulnerable to water in the district of Aceh Besar. During this time the District community Baitussalam it difficult to obtain a continuous flow of clean water. This is due to the remote location of the water source so as to obtain clean water, people need a lot of time and effort. Villagers District of Baitussalam were not served with clean water Regional Water Company (PDAM) Tirta Mountala, using ground water as clean water. Problems arise when the dry season, the ground water level has decreased, even loss of water discharge at all. This study aims to identify the dominant factors that may affect the distribution of water supply and analyze the strategy of water supply clean water prone villages in the subdistrict of Aceh Besar district Baitussalam. This research was conducted with questionnaires and interviews. Observations were made on the District community Baitussalam unserved water from PDAM Tirta Mountala. The results showed that the dominant factor affecting the distribution of clean water in District Baitussalam is an area that will be served by PDAM Tirta Mountala, and the allocation of increased funding water infrastructure. Strategy clean water supply in villages prone to water in the District Baitussalam is a set of service areas by PDAM Tirta Mountala towards building water treatment, then allocate increased funding water infrastructure, improve the discharge source of clean water related water needs in each village, and do development of Drinking Water Supply system (SPAM). Abstrak: Kecamatan Baitussalam merupakan salah satu kawasan rawan air bersih yang ada di Kabupaten Aceh Besar. Selama ini masyarakat Kecamatan Baitussalam mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang kontinu mengalir. Hal ini disebabkan karena lokasi yang jauh dari sumber air sehingga untuk mendapatkan air bersih, masyarakat membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Masyarakat desa Kecamatan Baitussalam yang tidak terlayani air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala, menggunakan air tanah sebagai air bersih. Permasalahan timbul saat musim kemarau, muka air tanah mengalami penurunan, bahkan kehilangan debit air sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor dominan yang dapat mempengaruhi distribusi penyediaan air bersih dan menganalisis strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Kecamatan Baitussalam yang belum mendapatkan pelayanan air dari PDAM Tirta Mountala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi distribusi air bersih di Kecamatan Baitussalam adalah luas wilayah yang akan dilayani oleh PDAM Tirta Mountala, dan alokasi dana peningkatan prasarana air bersih. Strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam adalah menetapkan wilayah pelayanan oleh PDAM Tirta Mountala terhadap bangunan pengolahan air bersih, kemudian mengalokasikan dana peningkatan prasarana air bersih, meningkatkan debit sumber air besih terkait kebutuhan air pada masing-masing desa, dan melakukan pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM).
FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE Oktaparizi, Rio; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10057

Abstract

Abstract: Located in Meuraxa district, Banda Aceh, Ulee Lheue is the only port that serves the water mode transportation from Banda Aceh to Sabangservices crossing crossing to the city of Sabang and vice versa. The number of tourists visited Sabang increasing very year. The increasing of tourists visited Sabang every year cause port no longer able to accommodate the surge of passengers. Because of that Ulee Lheue port need to develop. The port planned to developed in stages from year 2015 to 2035. Development of Facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry port covers an land and sea area. This study aims to determine factors of facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry ports. This study used a questionnaire addressed to user and port management, interviews with Ulee Lheue port stakeholders. Obtained 100 sample using the Slovin equations. Questionnaire tested for validity and reliability using SPSS. Data analysis using Likert Scale analysis and USG methods (urgency, seriuosness and growth). The results of this research is a  determine the most dominant factor in the development of Ulee Lheue port, and the suitability of development stages that has been planned in the master plan to the needs of users and port managers. Abstrak: Pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue berada di Kota Banda Aceh tepatnya di Kecamatan Meuraxa merupakan satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang melayani jasa penyeberangan menuju Kota Sabang. Jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Sabang melalui pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue terus meningkat setiap tahunnya, pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue direncanakan untuk dikembangkan secara bertahap dari tahun 2015-2035. Pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue meliputi area darat dan area laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pengguna dan pengelola pelabuhan serta wawancara kepada pemangku kebijakan pada pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, dengan menggunakan rumus persamaan Slovin maka diperoleh sebanyak 100 sampel kuesioner, kemudian sampel diuji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Metode yang digunakan untuk meyelesaikan penelitian ini mengunakan metode analisis Skala Likert dan metode USG (urgency, seriuosness, dan growth) serta penyatuan kedua analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini berupa persentase dari persepsi pengguna terhadap pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan, mengetahui faktor-faktor yang paling dominan pada pengembangan pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, serta kesesuaian tahapan pembangunan yang telah direncanakan pada masterplan sesuai dengan kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh pengguna dan pengelola pelabuhan pelabuhan Ulee Lheue.
PENGARUH PILAR JEMBATAN PANGO TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH Putra, Teuku Devansyah; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10062

Abstract

Abstract: Pango Fly Over is located in the coordinate of 50 32' 07.32" LU (North Latitude) and 950 20' 52.90? BT (East Longitude) on Pango Village, Ulee Kareng Sub District, Banda Aceh. This bridge was built across Krueng Aceh River and the pillars were built in the river so that it narrows the river cross section and affecting the increasing of flow velocity. From the research location observation, it is found that the bridge pillars cause the more narrowing of the river cross section and there is the damage of the riverbank around the river bend located in the downstream of the pillars. If there is no further follow up, it will erode the national road. This research aims to find out flow pattern without and with the pillars, and to know the flow pattern behavior in the river bend. This research uses Surface Water Modeling System (SMS Version 11.2) Program. The length of the river reviewed is ± 500 meters. The flow discharge used in this research is the flood discharge which the period is Q ? 100 and the value is 627.74 m³/second (passing the Pango Fly Over). From the result of the flow patter simulations, it is obtained that the maximum flow velocity without the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 45 m from the riverbank is 0.45 m/sec and maximum flow velocity with the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 33 m from the riverbank is 0.35/sec. In the outer bend of the flow pattern simulation result without pillars, it is obtained that the maximum velocity found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.83 m/sec in the left side of the flow.Meanwhile in the downstream of the bend, the maximum velocity wit the bridge pillars found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.95 m/det in the left side of the flow. In the bridge pillars downstream location, there is the river bend required the riverbank reinforcement and the riverbed reinforcement in order to avoid the erosion in the riverbank, because it will endanger the public facilities. Abstrak: Jembatan fly over Pango berada pada koordinat  50 32' 07.32" LU dan 950 20' 52.90? BT terletak di desa Pango Kecamatan Ulee Kareng kota Banda Aceh. Jembatan ini di bangun melintang Sungai Krueng Aceh dan pilar jembatan dibangun pada sungai sehingga terjadi penyempitan penampang sungai yang menyebabkan kecepatan aliran bertambah, Dari tinjauan lokasi penelitian pilar jembatan semakin mengalami penyempitan penampang sungai dan terjadi kerusakan tebing di sekitar belokan sungai yang berada di hilir jembatan. Bila tidak segera di tindak lanjuti akan berdampak tergerusnya jalan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran tanpa adanya pilar dengan adanya pilar serta untuk mengetahui perilaku pola aliran yang terjadi pada belokan sungai. Penelitian ini menggunakan program Surfacewater Modeling System (SMS. Versi 11.2). Panjang sungai yang di tinjau ± 500 meter. Debit aliran yang digunakan pada penelitian ini mengunakan debit banjir periode ulang Q-100 tahunan yaitu 627,74 m³/detik (yang melewati jembatan fly over Pango). Dari hasil simulasi pola aliran didapatkan besaran kecepatan aliran tanpa pilar pada lokasi tengah aliran pada titik tinjauan V3 dengan jarak 45 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,45 m/det dan besaran kecepatan aliran dengan adanya pilar jembatan pada lokasi tengah pilar pada titik tinjauan V3 dengan jarak 33 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,35 m/det. Pada belokan luar dari hasil simulasi kecepatan aliran tanpa pilar besaran kecepatan maksimum pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m yaitu 0,83 m/det pada kiri aliran. Sedangkan di hilir belokan pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m dengan adanya pilar jembatan besaran kecepatan maksimum yaitu 0,95 m/det kiri aliran. Pada hilir pilar jembatan terdapat belokan sungai yang memerlukan perkuatan tebing dan perkuatan dasar agar tidak terjadi erosi di tebing sungai, sebab hal ini dapat membahayakan terhadap fasilitas umum.
KAJIAN PENINGKATAN INTENSITAS TANAM PADA D.I. BARO RAYA SUB D.I. BARO KANAN Zubaidah, Zubaidah; Yulianur, Alfiansyah; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10065

Abstract

Abstract: Baro Raya irrigation area is one of the technical irrigation, source of water for Baro Raya irrigation Channel is Krueng Baro that intercepted through a weir Filter Down (weir Tyrool), with a total area of 11.855 ha irrigation. The purpose of this study were: 1) to find out the large volume / dependable flow that available at the weir, 2) to find out the amount of crop water needs for each alternative, 3) to find out the extents optimum plant that can be irrigated by the available water, 4) by reviewing the dam water balance based on cropping planned, is expected to provide an overview of alternative water balance is obtained. The method used in this research were data collection and data analysis to know dependable flow, water irrigation, cropping pattern and cropping intensity. The existing condition shows that the cropping pattern of rice-paddy-grains, normally cropping intensity in the study area ranged from only a maximum of 183%-231%, with a probability of irrigation water supply capability of MT 1 (rice) 52-84%, MT 2 (rice) 55-71% and MT 3 (pulses) 76-100%, while the study by modifying the cropping pattern into a rice-paddy / crops-rice and accompanied by the water delivery system by rotation, irrigation area Baro Raya Right that has acreage of 8927 ha can be irrigated as a whole even with cropping intensity to a maximum of 300%, with alternative cropping pattern 6 that MT1 (rice, 1 group), MT2 (rice, 2 groups) and MT3 (crops, 1 group), with planting begins in October the 2nd week, these alternatives are the best, classification is only done on MT 2, which is as much as two groups with the type of planting the same namely rice, this condition will minimize social conflict because there is no rotation of the water supply level group, because probability ability of water sources ranging between 84-100%. Abstrak: Daerah irigasi Baro Raya merupakan salah satu daerah irigasi teknis, Sumber air untuk jaringan irigasi Baro Raya adalah Krueng Baro yang disadap melalui sebuah Bendung Saringan Bawah (Bendung Tyrool), dengan luas areal irigasinya 11.855 Ha. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Dapat diketahui besarnya volume/kapasitas andalan yang tersedia pada bendung, 2) Dapat diketahui besarnya kebutuhan air tanaman untuk masing-masing alternatif, 3) Dapat diketahui luasan tanaman optimal yang dapat diairi berdasarkan air yang tersedia, 4) Dengan melakukan kajian neraca air bendung berdasarkan pola tanam yang direncanakan, diharapkan dapat memberikan gambaran keseimbangan air dari alternatif yang diperoleh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dan analisis data untuk mengetahui debit andalan, kebutuhan air irigasi, pola tanam dan intensitas tanam. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa dengan pola tanam padi?padi?palawija, secara normal intensitas tanam yang ada di lokasi studi maksimum hanya berkisar antara 183%-231%, dengan probabilitas kemampuan penyediaan air irigasi sebesar MT 1 (padi) 52-84%, MT 2 (padi) 55-71% dan MT 3 (palawija) 76-100%, sedangkan Kajian dengan cara memodifikasi pola tanam menjadi padi-padi/palawija-padi dan dengan diiringi sistem pemberian air secara rotasi, Daerah Irigasi Baro Raya Kanan yang mempunyai luas areal 8.927 ha dapat diairi secara keseluruhan bahkan dengan intensitas tanam maksimum sebesar 300%, yaitu dengan alternatif pola tanam 6 yakni MT1 (padi, 1 golongan), MT2 (padi,2 golongan) dan MT3 (palawija,1 golongan), dengan masa tanam dimulai pada bulan Oktober minggu ke-2, alternatif ini adalah yang terbaik penggolongan hanya dilakukan pada MT 2, yakni sebanyak 2 golongan dengan jenis tanam yang sama yakni padi, kondisi ini akan memperkecil konflik sosial karena tidak ada rotasi pemberian air ditingkat golongan, sebab probabilitas kemampuan sumber air yang terjadi berkisar antara 84-100%.