Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Penataan Logical Channel Number (LCN) pada Siaran Digital Free-To-Air di Indonesia Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 3 (2012): September 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.372 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100301

Abstract

Logical Channel Number (LCN) adalah kanal virtual pada program siaran pada siaran TV Digital berbasis Digital Video Broadcasting (DVB) yang urutan nomornya diberikan oleh penyelenggara jasa Muxer. Implementasi LCN pada siaran DVB-T berupa nomor remote control dengan rentang 1 sampai dengan 999.  Urgensi pengelolaan penomoran LCN ini terletak pada pengaturan LCN yang harus bersifat unik, karena jika terjadi duplikasi kanal terjadi, maka receiver tidak dapat menerima siaran secara utuh. Dikarenakan sifatnya yang terbatas, maka perlunya peran regulator untuk menengahi permintaan LCN dan melakukan payung hukum teerhadap pengaturan penomoran LCN di Indonesia. Dalam rangka hal tersebut, penelitian ini mencoba mengkaji bagaimana penataan Logical Channel Number untuk siaran digital Free-To-Air di Indonesia? Dengan meninjau opsi-opsi yang didapat dari benchmark di negara lain yang mengatur LCN seperti Amerika Utara, Jepang, Italia, Australia, dan Inggris penelitian ini merumuskan opsi kriteria untuk pengaturan LCN di Indonesia. Dengan menggunakan Analytical Hierarcy Process penelitian ini memberikan konsensus pengaturan LCN dengan melihat inconsistency error dibawah 10%. Adapun Group Decission dengan menggunakan GMM.
Analisis Kesiapan Penyelenggara Jaringan Internet di Indonesia dalam Migrasi ke IPv6 Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 2 (2012): June 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.423 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100201

Abstract

Internet Protocol merupakan sumberdaya pengalamatan jaringan yang sifatnya terbatas. Sejak dikembangkankan konsep TCP/IP, sumberdaya pengalamatan jaringan dan internet berbasiskan pada Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang memiliki 4 miliar alamat unik. Data dari potaroo.net pada 18 maret 2011, diperkirakan alokasi IPv4 berakhir pada bulan May 2011. Dalam menghadapi keterbatasan IPv4 tersebut, dibuatlah konsep pengalamatan baru IPv6 yang memiliki jumlah alamat 6,5 x 1038 alamat unik. Di Indonesia sendiri dalam rangka mengantisipasi habisnya penggunaan IPv4 tersebut, stakeholder internet di Indonesia yang dikomandoi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika cq. Ditjen Postel membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF). ID-IPv6TF merumuskan peta jalan / roadmap migrasi ke IPv6 versi 2 yang berakhir pada 2012. Studi ini melakukan evaluasi formatif sejauhmana kesiapan migrasi dari IPv4 ke IPv6 di Indonesia pada tingkat Penyelenggara Jaringan Internet  dengan melihat dari dimensi kesiapan aplikasi, strategi migrasi dan kesiapan infrastruktur. Kesiapan migrasi tersebut dikategorkan menjadi 5 level yaitu IPv6 Agnostic, IPv6 Aware,. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia berada pada level IPv6 Savvy dengan distribusi level yang beragam.
Konsep Tingkat Kematangan penerapan Internet Protokol versi 6 (Capability Maturity Model for IPv6 Implementation) Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 4 (2011): December 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.752 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090402

Abstract

Internet Protocol atau IP merupakan standar penomoran internet di dunia yang jumlahnya terbatas. Di dunia, alokasi IP diatur oleh Internet Assignd Number Authority (IANA) dan didelegasikan ke melalui otoritas masing-masing benua. IP sendiri terdiri dari 2 jenis versi yaitu IPv4 dan IPv6 dimana alokasi IPv4 dinyatakan habis di tingkat IANA pada bulan April 2011. Oleh karena itu, penggunaan IP diarahkan kepada penggunaan IPv6. Untuk melihat bagaimana kematangan suatu organisasi terhadap implementasi IPv6, penelitian ini mencoba membuat sebuah model tingkat kematangan penerapan IPv6. Konsep dasar dari model ini mengambil konsep Capability Maturity Model Integrated (CMMI), dengan beberapa tambahan yaitu roadmap migrasi IPv6 di Indonesia, Request for Comment (RFC) yang terkait dengan IPv6 serta beberapa best-practice implementasi dari IPv6. Dengan konsep tersebut, penelitian ini menghasilkan konsep Capability Maturity for IPv6 Implementation.
Analisis Kematangan Implementasi Internet Protocol versi 6 (IPv6) di Indonesia dengan Interim Maturity Level (IML) Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 10, No 4 (2012): December 2012
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.851 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100404

Abstract

Cepat atau lambat, IPv6 akan menggantikan IPv4 dalam penomoran internet. Hal ini dikarenakan IANA telah mengalokasikan blok IPv4 terakhirnya pada Januari 2011 lalu. Pesatnya permintaan terhadap IP ini dikarenakan boomingnya .com sejak tahun 2000. Dengan habisnya IPv4, terdapat beberapa metode untuk melakukan migrasi ke peenomoran baru IPv6. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba mengukur tingkat kematangan beberapa penyelenggara jasa internet di Indonesia dalam hal implementasi IPv6 dengan menggunakan konsep Capability Maturity Model for IPv6 Implementation. Metode assesmen yang dilakukan dengan Interim Maturity Level, yaitu dengan memberikan seperangkat pertanyaan yang diisi sendiri oleh penyelenggara jasa internet. Hasil yang didapat adalah, sebagian besar penyelenggara internet masih berada pada Level 2 – Savvy.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Digital Dividend pada Spektrum Frekuensi Radio Televisi Digital Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 3 (2011): September 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.477 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090306

Abstract

Spektrum frekuensi radio merupakan sumberdaya yang bersifat eksklusif, terbatas dan bernilai ekonomis sehingga pengaturannya harus diatur secara cermat. Dalam penggunaannya, alokasi spektrum frekuensi radio pada penyelenggaraan penyiaran merupakan penggunaan spektrum frekuensi radio yang paling boros. Hal ini dapat dilihat dengan kanal yang ada hanya mampu menyiarkan satu siaran ditambah dengan kanal guard-band sebagai penjaga kualitas siaran yang tidak bernilai ekonomis. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Permenkominfo No. 39/PER/M.KOMINFO/10/2009 tentang Kerangka Dasar Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free to-Air) sebagai era memasuki digitalisasi siaran, sehingga kanal yang ada dapat terpakai secara efisien. Dengan adanya digitalisasi tersebut, menambah penyelenggara konten siaran dan merubah peruntukan kanal UHF yang dapat dialokasikan untuk non-siaran. Kanal ini memiliki keuntungan dengan penurunan Capex Telekomunikasi sebesar 33%. Pada penelitian ini mencoba mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan Digital Dividend pada spektrum frekuensi radio televisi digital. Dengan menggunakan studi kualitatif dan teknik Focus Group Discussion kepada penyelenggara siaran dan penyelenggara telekomunikasi, penelitian ini mendapatkan bahwa faktor penentu dalam penggunaan digital dividen secara umum adalah masalah regulasi dan pengalokasian kanal.
Analisis Beban dan Konsumsi Listrik Rumah Tangga Indonesia : Menggunakan Indonesian Family Life Survey Azmi, Riza
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v18i2.150

Abstract

Kajian ini ingin menganalisis dampak perubahan kesejahteraan rumah tangga terhadap konsumsi dan beban listrik rumah tangga Indonesia. Dengan menggunakan data dari Indonesian Family Life Survey tahun 1993, 1997, 2000 dan 2007, kajian ini menemukan bahwa keluarga kaya cenderung memiliki beban belanja listrik lebih rendah daripada rumah tangga miskin. Kenaikan kesejahteraan rumah tangga, diukur dengan belanja makanan rumah tangga dalam sebulan dan gaji setahun, terbukti meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga secara substansial. Sementara itu, tarif listrik mengurangi permintaan konsumsi listrik rumah tangga, meskipun tarif listrik bukanlah variabel pokok yang ingin dikaji dalam penelitian ini.
Analisis Model Bisnis Penyelenggaraan Televisi Digital Free-to-Air di Indonesia Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 4 (2013): December 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.099 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110401

Abstract

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 22 tahun 2010 merupakan dasar hukum dalam dilaksanakannya penyiaran digital free-to-air di Indonesia. Di dalam peraturan menteri tersebut, diatur mengenai pembagian peyelenggaraan televisi digital yang menjadi acuan model bisnis penyelenggaraan televisi digital. Dengan adanya Putusan Mahkamah Agung Nomor 38 P/HUM/2012, maka dasar hukum penyelenggaraan televisi digital menjadi hilang. Terkait dengan hal itu, studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kelayakan model bisnis televisi digital free-to-air di Indonesia. Dengan menggunakan analisis kualitatif studi ini melihat bahwa model bisnis televisi digital saat ini perlu pendefinisian secara tegas tentang pengelolaan infrastruktur, pengelolaan iklan serta valuasi konten. Studi ini juga mengusulkan model bisnis baru yang komprehensif menjabarkan definisi dan hubungan masing-masing elemen dalam migrasi televisi digital saat ini.
Kondisi Migrasi Internet Protocol version 6 (IPv6) di Indonesia Budiono, Fahrizal Lukman; Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 9, No 2 (2011): June 2011
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.442 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090202

Abstract

   Sejalan dengan pertumbuhan industri Internet di Indonesia tersebut, maka kebutuhan akan alamat Internet Protocol (IP) juga pasti meningkat. Operator Internet akan membutuhkan alamat IP untuk mengembangkan layanannya hingga ke seluruh pelosok negeri. Saat ini, jaringan Internet di Indonesia berikut perangkat-perangkat pendukungnya hingga di tingkat end user masih menggunakan Internet Protocol version 4 (IPv4). Kenyataan yang dihadapi dunia sekarang adalah menipisnya persediaan alamat IPv4 yang dialokasikan. Hal ini dikarenakan jumlah alamat yang dapat didukung oleh IPv4 adalah 232 bits, sedangkan data terakhir didapatkan bahwa alokasi IPv4 telah habis dialokasikan pada akhir April 2011 di tingkat Internet Assigned Numbers Authority (IANA), organisasi yang mengelola sumberdaya protokol Internet dunia. Untuk mempercepat migrasi, stakeholder internet di Indonesia yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Industri Penyelenggara Internet membentuk ID-IPv6TF. Dalam studi ini, ditemukan bahwa implementasi IPv6 di Indonesia termasuk dalam kategori baik dibandingkan dengan negara lain di dunia. Namun, terlihat bahwa perkembangan ini masih sporadis dengan kurangnya peran koordinator, serta sosialiasi ke masyarakat yang tidak ada.
Analisis Migrasi Radio Trunking Analog ke Radio Trunking Digital di Indonesia Azmi, Riza
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol 11, No 3 (2013): September 2013
Publisher : R&D Center of Post dan Informatics Resources and Equipments (Puslitbang SDPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.67 KB) | DOI: 10.17933/bpostel.2013.110306

Abstract

Dalam Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi di Indonesia pada catatan kaki INS9 dan INS13 disebutkan bahwa alokasi pada pita-pita frekuensi yang digunakan untuk teknologi trunking direncanakan dimigrasi ke sistem komunikasi trunking digital pada waktu yang akan ditentukan oleh pemerintah. Terkait dengan hal itu, studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kelayakan migrasi dari sistem trunking analog ke sistem trunking digital dan hal-hal yang terkait dengannya. Dengan menggunakan analisis biaya dan manfaat (Cost-Benefit Analysis) studi ini melihat bahwa migrasi hanya dapat dilakukan jika umur masing-masing lisensi dari operator telah berakhir, atau dengan kata lain pemerintah dapat mendorong transisi ke digital dengan menerbitkan lisensi baru yaitu lisensi trunking digital.