Articles

Found 37 Documents
Search

UNGKAPAN BEREFEREN BINATANG DALAM BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN Azwardi, Azwardi
Jurnal Mentari Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan sejumlah fakta dan data awal yang berhubungan dengan ungkapan bereferen binatang dalam bahasa Aceh dialek Peusangan yang meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) makna, maksud, dan amanat yang terkandung dalam ungkapan referen binatang, dan (2) pemakaian ungkapan referen binatang dalam konteks pemakaian bahasa masyarakat Aceh. Sumber datanya adalah masyarakat penutur asli bahasa Aceh dialek Peusangan yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan beberapa data yang teramati dalam konteks pemakaian ungkapan bereferen binatang, terlihat bahwa ada kecenderungan orang Aceh memosisikan orang-orang yang memiliki moral tercela setara dengan binatang. Jenis binatang yang direpresentasikan sesuai dengan tingkat tabiat atau sifat cela yang dimiliki manusia tersebut. Deskripsi ini sangat penting bagi ketersediaan data awal bagi sebuah penelitian yang komprehensif berkaitan dengan ungkapan bahasa Aceh karena inventarisasi secara spesifik tentang ungkapan-ungkapan bereferen bintang dalam bahasa Aceh secara menyeluruh belum pernah dilakukan, padahal ungkapan-ungkapan tersebut merupakan salah satu sastra lisan, memori kolektif masyarakat Aceh yang perlu dilestarikan dan dikembangkan seperti yang telah dilakukan terhadap sastra lisan bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lain di Nusantara.   Kata kunci: ungkapan, ungkapan bereferen binatang, bahasa Aceh, dialek Peusangan  DAFTAR PUSTAKA Hidayat, Asep Ahmad. 2006. Filsafat Bahasa: Mengungkap Hakikat Bahasa, Makna, dan Tanda. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Keraf, Gorys. 1991. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah. ---------. 1994a. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah. ---------. 2004b. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Kulsum, Umi. 2008. “Perubahan Makna Akibat Asosiasi pada Metafora dalam Bahasa Indonesia”. Jurnal Metalingua, Vol. 6, No. 1, Juni 2008:63-70. Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta. Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa. Safriandi. 2008. “Ungkapan-Ungkapan Emosional dalam Bahasa Aceh”. Dalam Majalah Tuhoe, Edisi VI, Juli 2008. Wijana, Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. 2006. Sosiolinguistik: Kajian Teoretis dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wijana, I Dewa Putu. 2005. “Makian dalam Bahasa Indonesia: Studi tentang Bentuk dan Referensinya”. Jurnal Humaniora Fakultas Ilmu Budaya UGM, Volume 16, Nomor 3, Oktober 2004:242-251).
THE ATTITUDE OF THE LANGUAGE OF EX-COMBATANS AND THE VICTIMS OF ARMED CONFLICT OF ACEH POST-MOU HELSINKI Sanusi, Sanusi; Azwardi, Azwardi; Yusuf, Rusli; Iqbal, Muhammad
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 6 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.024 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v6i3.258

Abstract

This study aims to describe the attitude of ex-combatants and conflict victim of Aceh post-MoU Helsinki to the use of language, both Indonesian as a national language and Acehnese as one of the dominant regional languages in Aceh. This project is done within the purpose of Indonesian guidance, protection and defense as the language of unity and language of Aceh as one of the mother tongues in the archipelago. The targets of the annual achievements of this research are as follows: (1) scientific publications, both accredited national scientific journals and international scientific journals, (2) papers in scientific meetings, and (3) ISBN textbooks. The result of the research showed that the attitude of the ex-combatants in the post-MoU Helsinki was positively conflicting, both to the Indonesian language as the national and the Acehnese language as one of the regional languages in Aceh.
The Elimination of Overshoot Curve Response of Closed Loop in Proportional Integral (PI) Controller Azwardi, Azwardi; Cekdin, Cekmas
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 2: EECSI 2015
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eecsi.2.581

Abstract

Most operators in industry use trial and error method in determining the parameter in PID controller. This way is quite dangerous because it cannot predict what will happen in the next process. For this, we need a method that can adjust the changing of parameter in process, and simultaneously retune the parameter of controller automatically. Ziegler-Nichols method, a method for setting parameter of PID controller, can be use for eliminating the oscillation and reducing overshoot curve in a process. This method is common yet, but it offers simple procedure but produce quick and accurate result. This method analyzes the curve of a process. It is done when oscillation and overshoot projected onto x-axis (time) occurred. The parameters resulted from this analysis among others are: critical gain (Kpu), time/period oscillation (Tosc), static gain (K), proportional gain (Kp), integral time Ti, and differential time Td. These parameters will be tuned to PID controller using Ziegler-Nichols method. The overshoot (Mp) curve response of closed loop in this simulation is 0 %. It will save energy and time beside that the stability of system can be maintained.
HOUSEHOLD FOOD SECURITY: EVIDENCE FROM SOUTH SUMATERA Azwardi, Azwardi; Widyasthika, Hayu Faldun; Saleh, Rosmiyati Chodijah; Adnan, Nazeli
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 12, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v12i2.20264

Abstract

This study aims to determine the phenomenon of food security in South Sumatra Province. Food security is calculated using Shortfall/Surplus Index and Head Count Ratio. Binary Logistic Regression method is used to determine factors affecting food security. This study obtains data from National Socio-Economic Survey on March 2017 regarding average number of calories consumed by household per day, socio-economic characteristics of household, and household heads in South Sumatra. The Survey used total sample of 9,752 households consisting of 3,099 urban households and 6,653 rural households. The results of the study shows that using 2,100 kcal standard limit, most of districts in South Sumatra have entered safe food security limit. However, they have not entered safe food security limit using 2,500 kcal standard limit. Factors that affect household food insecurity in South Sumatra Province are caused by the number of household members and the education of household heads.
PRESUPOSISI DALAM FILM RUDY HABIBIE (HABIBIE DAN AINUN 2) Husna, Asmaul; Bahry, Rajab; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Presuposisi dalam Film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan presuposisi eksistensial, presuposisi struktural, presuposisi leksikal, presuposisi faktif, presuposisi nonfaktif, dan presuposisi konterfaktual yang terdapat dalam film Rudy Habibie(Habiie dan Ainun 2). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2) dengan data penelitian berupa percakapan antartokoh dalam film Rudy Habibie (Habibie dan Ainun 2). Data penelitian ini menggunakan teknik analisis dokumentasi. Langkah-langkah analisis data penelitian ini meliputi mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, memaknai jenis-jenis presuposisi berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat, dan menyimpulkan hasil analisis jenis-jenis presuposisi yang tedapat di dalam film Rudy Habibie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) presuposisi eksistensial yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh nomina, frasa nomina, keterangan tempat, dan keterangan waktu, (2) presuposisi struktural yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata tanya, (3) presuposisi leksikal yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh ungkapan leksikal khusus yang menimbulkan presuposisi dengan pernyataan lain yang secara konsep tidak dinyatakan langsung di dalam tuturan, (4) presuposisi faktif yang ditemukan berupa berupa presuposisi yang ditandai dengan verbal dan frasa verbal, (5) presuposisi nonfaktif yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh verbal, yaitu bermimpi dan rencananya, adverbia, yaitu seharusnya, kira, dan seperti, (6) presuposisi konterfaktual yang ditemukan berupa presuposisi yang ditandai oleh kata konjungsi yang menyatakan pengandaian.Kata Kunci: presuposisi, tuturan, film ABSTRACT The research is titled Presuposisi in the Film Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). The purpose of this study is to describe existential presuppositions, structural presuppositions, lexical presuppositions, factive presuppositions, non-active presuppositions, and counterfactual presuppositions contained in the film Rudy Habibie (Habiie and Ainun 2). The research method used is descriptive method with qualitative approach. The data sources of this research are Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2) films with research data in the form of conversations between films Rudy Habibie (Habibie and Ainun 2). This research data using documentation analysis technique. The steps of analyzing the data of this study include describing and analyzing the types of presuppositions based on the classifications that have been made, interpreting the types of presuppositions based on the classifications that have been made, and summarizing the results of the analysis of types of presupposition found in the film Rudy Habibie. The result of the research shows that (1) existential presuppositions are found in the form of presuppositions marked by nouns, noun phrases, place descriptions, and time statements, (2) structural presuppositions found in the presuppositions marked by queries, (3) lexical presuppositions found in the form of presuppositions characterized by special lexical expressions that give rise to presuppositions with other statements not conceptually expressed directly in speech, (4) factive presuppositions found in the form of presuppositions characterized by verbal and verbal phrases, (5) nonfunctional presuppositions found in the form the presuppositions marked by verbal, dreaming and plan, adverbs, that are supposed to be, say, and such, (6) the counterfactual presuppositions are found in the form of presuppositions marked by conjunctions which express suppositions.Keywords: presupposition, speech, film
KEMAMPUAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 BANDA ACEH DALAM BERNEGOSIASI MELALUI SURAT Ibrahim, Ibrahim; Yusuf, Yusri; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2017): Jurnal PBSI Juli 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kemampuan Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh Dalam Bernegosiasi Melalui Surat”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh bernegosisasi melalui surat? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh bernegosiasi melalui surat teks negosiasi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengolahan data adalah teknik penugasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh bernegosiasi melalui surat teks negosiasi dengan nilai rata-rata 76. Nilai tersebut berada pada kategori nilai baik. Dengan demikian, siswa kelas X SMA Negeri 6 Banda Aceh telah mampu bernegosiasi melalui surat teks negosiasi.Kata kunci: Bernegosiasi melalui surat, teks negosiasi ABSTRACT This research entitled "Ability of Class X Students of SMA Negeri 6 Banda Aceh In Negotiating Through Letter". The formulation of this research problem is how is the ability of class X students of SMA Negeri 6 Banda Aceh to negotiate by letter? This study aims to determine the ability of class X students of SMA Negeri 6 Banda Aceh to negotiate through a negotiating text. The sample of this research is the students of class X which amounted to 30 people. The method used in this research is quantitative descriptive method with data processing technique is assignment technique. The result of the research shows that the ability of grade X students of SMA Negeri 6 Banda Aceh negotiates through negotiation text with an average value of 76. The value is in good value category. Thus, the students of grade X of SMA Negeri 6 Banda Aceh have been able to negotiate through negotiated negotiating text.Keywords: Negotiate by letter, negotiation
ABREVIASI DALAM BAHASA ACEH Zikra, Zahran; Mahmud, Saifuddin; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2016): Jurnal PBSI Juli 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.307 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengungkapkan abreviasi dalam bahasa Aceh. Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk abreviasi dalam bahasa Aceh dan proses pembentukan abreviasi dalam  bahasa Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Data penelitian ini bersumber dari tuturan bahasa Aceh dialek Peusangan.Sumber data penelitian ini adalah penutur bahasa Aceh dialek Peusangan.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak, cakap, dan introspeksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, dan cakap bersemuka.Adapun data yang diperoleh dari penelitian berjumlah 155 data.Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat empat bentuk abreviasi dalam bahasa Aceh.Adapun empat bentuk abreviasi tersebut terdiri atas (1) penggalan, (2) kontraksi, (3) akronim, dan (4) singkatan.Bentuk penggalan terdiri atas (a) penggalan suku akhir kata, (b) penggalan dua suku kata, (c) penggalan kata, dan (d) pelesapan sebagian kata. Bentuk singkatan terdiri atas singkatan satu huruf awal dan singkatan beberapa huruf.Kata kunci: Abreviasi, bahasa Aceh ABSTRACT This study seeks to reveal the abbreviation in the Acehnese language. In accordance with the formulation of the problem, this study aims to assess the form of abbreviation in the Acehnese language and the process of formation in the Acehnese language abbreviation. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. This research data sourced from speech language dialect Aceh Peusangan. The data source of this research is Acehnese dialect speakers Peusangan. The data collection is done by using methods refer, capable, and introspection. The data collection technique used is the technique involved refer to a conversation, see the involved free conversation, and face- to-face conversation. The data obtained from the study amounted to 155 data. The results showed that there are four forms of abbreviation in the Acehnese language. The four form the abbreviation consisting of (1) fragments, (2) contraction, (3) acronym, and (4) stands. Forms fragment consisting of (a) a fragment of the final syllable word, (b) a fragment of two syllables, (c) a fragment of a word, and (d) deletion some of the words. The abbreviated form consists of one initial letter abbreviation and acronym few letters.Keywords: Abbreviation, Acehnese
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII MTsN RUKOH DALAM MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF Jumiati, Jumiati; Ramli, Ramli; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.132 KB)

Abstract

ABSTRAK Materi pembelajaran dalam bahasa Indonesia salah satunya adalah menulis paragraf deduktif dan induktif. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kerja siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif dikategorikan cukup. Skor yang diperoleh siswa untuk keseluruhan aspek adalah 63, skor ini berada pada rentang nilai 55-69 yang merupakan rentang nilai untuk kategori cukup.Kata kunci: Kemampuan siswa, menulis, paragraf deduktif dan induktif ABSTRACT Idonesian learning material in one of them is to write a paragraph deductive and inductive. This study seeks to reveal the ability of class VIII MTsNRukoh in writing paragraphs deductive and inductive. Based on the formulation of the problem, this study aims to describe how the ability MTsNRukoh eighth grade students in writing paragraphs deductive and inductive. The approach used is a quantitative approach with descriptive methods. The data in this study was obtained from the work of eighth grade students in writing paragraphs MTsNRukoh deductive and inductive. Subject of research that MTsNRukoh eighth grade students in writing paragraphs deductive and inductive. The data collection was done by using the test. The results showed that the ability of eighth grade students in writing paragraphs MTsNRukoh deductive and inductive categorized enough. Scores obtained for all aspects of the student is 63, the score is in the range of 55-69 which is the value of the range of values for the category enough.Keywords: The ability  of the students, writing, paragraph deductive and induktive
SIKAP BERBAHASA ACEH MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Safutri, Lena; Yusuf, Yusri; Azwardi, Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap berbahasa Aceh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Prodi PBSI FKIP Unsyiah). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebesar 320 orang mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah yang berbahasa ibu bahasa Aceh. Sampel diambil secara acak dengan penarikan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari leting 2012 s.d. 2015. Sampel diambil 10% dari populasinya, sehingga sampel penelitian ini berjumlah 32 orang mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah. Data penelitian ini diperoleh dari jawaban kuesioner mahasiswa yang menjadi responden. Kuesioner disusun berdasarkan Skala Likert dengan lima tingkatan, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KR), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Data penelitian ini diolah secara statistik dengan menggunakan program SPSS 17.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berbahasa Aceh mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiahpositif. Kesetiaan bahasa berada pada kategori cukup, kebanggaan bahasa berada pada kategori baik, dan kesadaran akan adanya norma bahasa berada pada kategori cukup. Mahasiswa Prodi PBSI FKIP Unsyiah masih menggunakan bahasa Aceh dalam berkomunikasi sehari-hari meskipun masih belum sepenuhnya memperhatikan norma-norma bahasa Aceh.Kata kunci: Sikap bahasa, bahasa Aceh ABSTRACT In accordance with the formulation of the problem, this study aims to describe the attitude of Aceh speaking students of Indonesian Language and Literature Education Teacher Training and Education Faculty of the University of Syiah Kuala (Prodi PBSI FKIP Unsyiah). The method used in this research is descriptive quantitative method. This study population is 320 students Prodi PBSI FKIP Unsyiah whose mother tongue language of Aceh. Samples were taken randomly by sampling using stratified random sampling technique of leting 2012 s.d. 2015. Samples were taken 10% of the population, so that samples of this research were 32 students Prodi PBSI FKIP Unsyiah. This research data obtained from the questionnaire answers of students who responded. The questionnaire is based on Likert scale with five levels, namely strongly agree (SS), agree (S), disagree (KR), disagree (TS), and strongly disagree (STS). The research data was statistically processed using SPSS 17. The results showed that the attitude of Aceh speaking students Prodi PBSI Unsyiah FKIP positive. Language loyalty in the category enough, the pride of languages that are in both categories, and the awareness of language norms in the category enough. Students Prodi PBSI FKIP Unsyiah Aceh still use the language in everyday communication, although still not fully taking into account the norms of the Acehnese language.Keywords: Attitude languages, Acehnise
PENERAPAN LOGIKA FUZZY DAN PULSE WIDTH MODULATION UNTUK SISTEM KENDALI KECEPATAN ROBOT LINE FOLLOWER Supani, Ahyar; Azwardi, Azwardi
INKOM Journal Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.845 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.405

Abstract

Satu kendala robot line follower (LF) yaitu kendali kecepatan putaran saat belok mengikuti garis belok tajam, belok sedang, belok sedikit, dan tidak ada garis. Robot LF berbelok pada garis yang belok tajam selalu mengalami keluar garis karena putaran motor bergerak maksimum dan terus bergerak jika tidak ada garis. Kendala ini diatasi dengan menerapkan logika fuzzy untuk melacak belokan garis tajam, belokan sedang, belokan sedikit dan tidak ada garis, selanjutnya penerapan Pulse Width Modulation  untuk kendali gerak motor. Pembacaan masukan robot LF diatur oleh Fuzzy yaitu belok_kanan_tajam, belok_kanan_sedang, belok_kanan_sedikit, lurus, belok_kiri_tajam, belok_kiri_sedang, belok_kiri_sedikit, garis_putus. Kendali gerak putaran motor diatur, jika belok_kanan_tajam maka putaran motor kanan sangat lambat, belok_kanan_sedang maka putaran motor kanan agak cepat, belok_kanan_sedikit maka putaran motor kanan agak lebih cepat sebaliknya sama jika belok kiri. Robot LF bergerak maksimum jika garis lurus dan berputar 360o jika garis putus dengan motor kiri tidak bergerak dan motor kanan bergerak maksimum.