Tuntas Bagyono
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN JPKM BERDASARKAN SIKAP PESERTA DAN MANTAN PESERTA: STUDI KASUS DI KABUPATEN SLEMAN Bagyono, Tuntas
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 4, No 04 (2001)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.212 KB)

Abstract

TERSEDIA DALAM FILE
PEMANFAATAN LIMBAH KONSUMSI IKAN DARI WARUNG LESEHAN DAN WARUNG SEA FOOD UNTUK PENGGANTI SEBAGIAN PAKAN AYAM BROILER Agyani, Pepy Martha; Bagyono, Tuntas; Suyanto, Adib
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7, No 4 (2016): VOLUME 7 NO 4 TAHUN 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v7i4.48

Abstract

Limbah merupakan materi atau zat, baik yang bersifat organik maupun anorganik yang dihasil-kan dari setiap aktivitas manusia. Alternatif lain untuk mengelola sampah organik selain sebagai kompos, adalah dijadikan sebagai bahan campuran untuk pakan ternak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah konsumsi ikan terhadap berat badan ayam broiler. Pakan dibuat sendiri oleh peneliti, yaitu dengan komposisi 28 % tepung limbah konsumsi ikan, 24 % ampas tahu, dan 48 % dedak padi. Dengan proporsi tersebut, pro-tein yang terkandung di dalam pakan tersebut adalah sebesar 24 %. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-test post-test with control group, dimana sebagai pembanding adalah pa-kan BR1 yang tersedia di pasaran. Jumlah ayam percobaan adalah 20 ekor untuk masing-ma-sing kelompok penelitian. Variabel terikat yang diukur adalah persentase penambahan berat ba-dan ayam setelah tiga minggu diberikan pakan. Data hasil pengukuran menemukan bahwa rata-rata peningkatan berat badan ayam adalah 95,73 % pada kelompok kontrol, dan 95,99 % pada kelompok perlakuan. Hasil analisis dengan uji Wilxocon pada derajat kepercayaan 95 % me-nyimpulkan bahwa perbedaan peningkatan berat tersebut signifikan (nilai p = 0,002). Berdasar-kan hasil penelitian ini, kepada masyarakat khususnya para peternak ayam broiler, disarankan untuk memilih bahan pakan yang mengandung protein tinggi namun harganya tidak mahal, mu-dah diperoleh dan mudah dikelola, sebagaimana yang digunakan dalam penelitian ini.
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PAKAN JADI UNTUK PERTAMBAHAN BERAT ITIK PEDAGING Trianto, Wahyu; Bagyono, Tuntas; Kadarusno, Abdul Hadi
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8, No 3 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v8i3.18

Abstract

Itik sebagai penghasil daging di Indonesia, menurut data statistik tahun 2010 perannya masih rendah, yaitu hanya dapat memenuhi 44,75 % dari kebutuhan 14,3 ribu ton. Sementara itu, lim-bah kulit udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan bagi pakan itik. Penelitian ini ber-tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kulit udang (dengan variasi 0 % sebagai kontrol, 10 %,12 % dan 14 %) dalam pakan terhadap pertumbuhan berat itik pedaging. Pene-litian yang dilakukan di Dusun Jarakan, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Kla-ten ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pre-test post-test with control group. Obyek penelitian yang digunakan adalah 60 ekor itik pedaging yang berumur 0-5 hari, sementara lim-bah kulit udang diperoleh dari rumah makan di Rawa Jimbung. Masing-masing campuran pakan diberikan kepada 15 ekor itik yang ditaruh dalam kandang yang berbeda, sebanyak 150 gr/ming-gu/ekor dengan frekuensi dua kali per hari. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anava dengan α = 0,05. Hasil analisis menghasilkan nilai p lebih kecil dari 0,001 yang berarti bahwa perbedaan peningkatan berat itik di antara variasi pakan memang bermakna, sehingga dapat di-interpretasikan bahwa variasi konsentrasi tepung kulit udang sebagai bahan tambahan mem-pengaruhi berat itik pedaging. Dengan uji lanjutan LSD dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan 14 % tepung kulit udang di dalam pakan merupakan konsentrasi yang paling efektif
VARIASI WAKTU ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMUNIUM UNTUK MENURUNKAN COD LIMBAH “BATIK AYU” DI PIJENAN, WIJIREJO, PANDAK, BANTUL Sari, Mia Nandha; Bagyono, Tuntas; Amri, Choirul
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v8i1.15

Abstract

Perkembangan industri batik memberikan dampak positif dan juga negatif bagi kehidupan ma-syarakat. Salah satu dampak negatifnya adalah dihasilkannya limbah yang berpotensi menim-bulkan pencemaran lingkungan. Dari hasil survei pendahuluan, diketahui pemeriksaan COD limbah industri “Batik Ayu” di Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul, pada outlet adalah sebesar 570 mg/L yang berarti masih melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur DIY No. 7 tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu elektrolisis menggu-nakan elektroda alumunium terhadap penurunan COD limbah di atas. Jenis penelitian yang di-lakukan adalah eksperimen dengan desain pre-test post-test with control group. Sampel lim-bah cair diperoleh dengan metoda sampling gabungan waktu dengan teknik pengambilan  quo-ta sampling. Ada tiga waktu kontak yang digunakan, yaitu: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, yang diukur dalam 10 kali ulangan. Hasil analisis data menggunakan uji one way anova dari SPSS for Win-dows pada taraf signifikan 0,05; menunjukkan bahwa kelompok perlakuan dan kontrol tidak memberikan perbedaan penurunan kadar COD yang signifikan. Namun demikian, jika diban-dingkan antara masing-masing waktu kontak dengan kontrol, ditemukan adanya perbedaan.
PEMANFAATAN SAMPAH BUAH, AIR CUCIAN BERAS DAN KOTORAN AYAM SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR Purnawati, Sefti; Bagyono, Tuntas; Fauzie, Mohamad Mirza
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7, No 4 (2016): VOLUME 7 NO 4 TAHUN 2016
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v7i4.52

Abstract

Sampah dari berbagai sumber berpotensi mencemari lingkungan, baik tanah, udara maupun air. Pasar buah dan sayur Giwangan menghasilkan sampah sebanyak 1-3 truk setiap hari. Kandu-ngan Nitrogen, Phosphor dan Kalium (NPK) limbah sayur dan buah dari pasar tersebut, masing-masing secara berturut-turut adalah 331 ppm, 838,1 ppm, dan 268,1 ppm. Air cucian beras merupakan sumber primer bahan organik bagi jaringan tanaman. Pupuk kotoran ayam memiliki sumber K terbesar dibandingkan dengan pupuk kandang yang lain, yaitu sebesar 1,50 %. Tuju-an penelitian adalah mengetahui perbedaan kualitas pupuk organik cair dari campuran sampah buah, air cucian beras dan kotoran ayam dengan menggunakan lima variasi komposisi, dengan melakukan eksperimen berdesain post-test with control group. Analisis data menggunakan uji statistik anova satu jalan dan uji LSD pada derajat kepercayaan 95 %. Pengamatan kondisi fisik pupuk organik cair meliputi parameter bau dan warna. Secara deskriptif, hasil penelitian menun-jukkan bahwa kandungan N tertinggi ditemui pada Kontrol, kandungan P tertinggi pada pupuk organik cair B dan kandungan K tertinggi juga pada Kontrol. Hasil uji statistik menyimpulkan kan-dungan N dan P pupuk organik cair yang dihasilkan dari tiap komposisi bahan berbeda secara bermakna (nilai p masing-masing: 0,007 dan <0,001); sementara untuk kandungan K, tidak ber-beda (nilai p = 0,112). Kandungan NPK yang diperoleh belum memenuhi baku mutu standar pupuk organik cair. Namun demikian, dari semua komposisi yang digunakan, pupuk organik cair yang terbaik adalah Kontrol karena memiliki kandungan N dan K yang tertinggi
Analisis Faktor Risiko Kecelakaan Kerja pada Tenaga Kerja Produksi PT Indotama Omicron Kahar di Purworejo, Jawa Tengah Pravitra, Disca; Bagyono, Tuntas; Hendrarini, Lilik
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 9, No 1 (2017): VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2017
Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v9i1.72

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki oleh tenaga kerja. Pencegahan terhadap hal tersebut perlu dilakukan dengan cara menganalisis faktor risiko yang meliputi: penggunaan APD, perilaku kerja serta faktor peralatan yang terdiri dari tata letak alat dan peng-aman mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya kece-lakaan akibat kerja pada tenaga kerja produksi bagian pengupasan kulit di PT Indotama Omi-cron Kahar di Purworejo, Jawa Tengah, dengan melakukan cross sectional survey. Sampel pe-nelitian adalah seluruh 140 tenaga kerja di bagian pengupasan kulit. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan analitik dengan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 95 %. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja (p-value < 0,001); ada hubungan antara perilaku kerja de-ngan kejadian kecelakaan kerja (p-value 0,003); ada hubungan antara tata letak alat  dengan ke-jadian kecelakaan kerja (p-value < 0,001); dan peralatan kerja yang tidak terdapat pengaman mesin memiliki prosentase kecelakaan kerja sebanyak 67,3 % atau dialami oleh 70 responden. Pihak industri disarankan untuk memberi penyuluhan pada tenaga kerja mengenai pentingnya penggunaan APD pada saat bekerja, melakukan kajian mengenai tata letak mesin dan peralatan produksi, serta melengkapi peralatan yang digunakan dengan pengaman mesin.
PEMANFAATAN TEPUNG TULANG AYAM PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS TELUR ITIK MOJOSARI DI DUSUN SINGGIHAN, KECAMATAN MUNJUNGAN, KABUPATEN TRENGGALEK Khasanah, Miftakhul; Bagyono, Tuntas; Narto, Narto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.094 KB) | DOI: 10.29238/sanitasi.v7i2.121

Abstract

Sampah organik khususnya sampah tulang ayam, belum dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Salah satu pengelolaan sampah tulang yang baik adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan tambahan pada pakan itik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang ayam pada pakan dengan variasi konsentrasi 3 %, 5 % dan 7 %, terhadap peningkatan produktivitas telur itik yang ditinjau dari berat dan jumlahnya. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain pre-test and post-test with only group dengan obyek penelitian adalah 60 ekor itik Mojosari yang berumur 9 bulan di Dusun Singgihan, Kabupaten Trenggalek, dan pemberian campuran pakan dilakukan selama 15 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji one way anava dan uji Kruskal Wal- lis, dan kemudian dengan uji t-test terikat, semuanya pada derajat kepercayaan 95 %, dimana hasilnya menunjukkan bahwa berat telur yang dihasilkan oleh tiap kelompok penelitian, secara statistik terbukti berbeda (nilai p < 0,001) dan konsentrasi 7 % adalah yang paling tinggi ke- naikkan rata-ratanya, yaitu 5,1 gram. Demikian pula untuk parameter jumlah telur, hasil uji sta- tistik memperlihatkan bahwa tiap kelompok penelitian menghasilkan telur dalam jumlah yang berbeda secara bermakna (nilai p < 0,001) dan konsentrasi tepung tulang ayam 7 % adalah ju- ga yang memberikan rerata kenaikan yang paling besar, yaitu sebanyak 2,1 butir. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung tulang ayam ke dalam pakan bebek memberi- kan hasil yang positif.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN PENATAAN KAMAR DENGAN TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR DI RUMAH KOS PUTRI KAJOR, NOGOTIRTO, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA Hidayani, Febi; Bagyono, Tuntas; Rahardjo, F. X. Amanto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6, No 4 (2015): Mei 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.184 KB) | DOI: 10.29238/sanitasi.v6i4.143

Abstract

Rumah kos menyewakan kamar yang digunakan untuk tinggal sementara, di mana bagi maha- siswa perantau, tempat itu merupakan rumah ke dua karena hampir segala jenis kegiatan di- lakukan di dalamnya termasuk aktifitas belajar yang membutuhkan konsentrasi. Berdasarkan survei pendahuluan di rumah kos putri yang berada di belakang kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, diperoleh rerata hasil pengukuran pencahayaan sebesar 24,81 lux dan sebagian besar penataan barang di kamar-kamar kos tersebut kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan dan penataan kamar dengan ting- kat konsentrasi belajar di Rumah Kos Putri Kajor dengan melakukan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Ada 60 kamar kos yang diteliti dengan 60 orang penghuni sebagai responden yang diambil secara purposive. Intensitas cahaya diukur dengan lux meter, penataan ruang dinilai dengan check list, dan konsentrasi belajar diketahui melalui kuesioner. Hasil pene- litian menunjukkan bahwa kamar kos yang pencahayaannya memenuhi syarat hanya 46,7% dan yang penataannnya baik hanya 48,3 %, diketahui pula bahwa responden yang konsentrasi belajarnya buruk lebih banyak dibandingkan dengan yang baik. Analisis dengan menggunakan uji korelasi rank Spearman pada taraf signifikansi 5 % menyimpulkan bahwa intensitas pencaha- yaan dan penataan kamar, secara bermakna berhubungan erat dan positif dengan konsentrasi belajar, yaitu masing-masing dengan koefisien  sebesar 0,991 dan 0,951, dengan semua nilai p < 0,001.
Perbedaan Penggunaan Jenis Media Filtrasi Pasir dengan Karbon Aktif terhadap Penurunan Fe (Besi) Air Sumur Gali di Dusun Sidomulyo, Trimulyo, Sleman Isradaningtyas, Dena Kurnia; Bagyono, Tuntas; Santjoko, Herman
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10, No 1 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v10i1.160

Abstract

Water is the most essential need for people to fulfill their daily needs. Residents in Sidomulyo Hamlet, of Trimulyo Village, in Sleman District, use dug wells as the primary source of clean water supply. However, the water quality gained is low because of high iron content in it. The study was aimed to determine the differences between sand and activated carbon as filtration media for decreasing Fe concentration, by conducting a “pre-test post-test with control group” designed experiment with five replications. The study results showed that sand media was able reduce the Fe in average of 1.18 mg/l, while with activated carbon media it was 1.27 mg/l, and in the control group it was 0.4 mg/l. The analysis of one way anova test at 95 % confidence level obtained pvalue <0,001, which means that the differences is significant. To conclude, to decrease the Fe content in Sidomulyo Hamlet, the well water can be processed by filtration, either with sand or activated carbon.  onetheless, activated carbon media is proved more effective.