Articles

VIDEO BLOG SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI DIRI VLOGGER DI KOTA MAKASSAR Aisyah, Siti; Bahfiarti, Tuti; Sonni, Alem Febri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i1.6166

Abstract

This research aims;  (1). to analyze vloggers intimately in representating identity in their video blog; and (2). to categorize in depth what that influence vloggers in representing identity in their video blog. This study was taken place in Makassar. Informants of this research were the vloggers of Makassar who have the criteria necessarily related to this study. The informants were selected using purposive sampling technique based on certain criteria. The type of this research was descriptive. The primary data were collected through observation and interview, and the secondary data were collected through library research related to this research. The data collected were then presented in the research findings and discussion and analyzed qualitative descriptively. The study results showed that the how the three of observed informants used YouTube as the media of self-representation is different with one another depending on the experiences and their self-background. The three informants form new identities in their video blog that can be seen from how they wear, speak, and determine content presentation, and the factors that form their identity are the environment, social group, and idols. Keyword : Self-Representation, Video Blog, YouTube, Self-Identity  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis secara mendalam vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya 2. Untuk mengkategorikan secara mendalam apa yang mempengaruhi vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar. Adapun informan penelitian ini adalah vlogger yang berada di kota Makassar yang memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian ini. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan data sekundernya dikumpulkan melalui hasil studi pustaka yang terkait dengan penelitian.  Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya disajikan didalam hasil penelitian dan pembahasan lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga informan yang diteliti cara memanfaatkan YouTube sebagai media representasi dirinya itu berbeda satu sama lain tergantung dari pengalaman serta latar belakang diri mereka masing-masing. Hasil representasi diri yang mereka ciptakan di YouTube bukanlah identitas mereka yang sebenarnya. Ketiga informan membentuk identitas baru di video blognya yang dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan, cara berbicara, content yang dibawakan serta hal-hal yang dapat mempengaruhi pembentukan identitas tersebut ialah karena lingkungan, kelompok acuan serta tokoh idola.  
KOMUNIKASI BISU DRAMATURGI Bahfiarti, Tuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 2 (2011): Oktober
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.418 KB)

Abstract

Dramaturgi
KONSEP WARNA BAJU BODO Bahfiarti, Tuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2013): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.415 KB)

Abstract

Komunikasi
COMMUNICATION BEHAVIOUR OF STREET CHILDREN AND BEGGARS IN MAKASSAR Bahfiarti, Tuti
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol.4. No.2. Desember 2019
Publisher : Department Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v4i2.7377

Abstract

The purpose of this reseach is to explore, and categorize verbal and non verbal communication behavior in the performances of street children and beggars in Makassar. This study explored the operational actions and motivations of street children and beggars who work the streets. This study uses a qualitative method that seeks to interpret the meaning of data to understand a community's social life. The ethnographic approach to communication studies focuses on studying the interactions and activities of individuals as social creatures in using verbal and non-verbal symbols.  Primary data collection was carried out through in-depth interviews with 21 street children informants and beggars operating in three sectors, namely, the Panakukang/ Fly Over/Red Light Sector, the Losari Beach Platform Sector, and the Hertasning Sector. Non-participant observation by repeatedly observing themselves both verbally and non-verbally in performing actions and actions in front of benefactors. This study found verbal and non verbal communication behaviors that are displayed as a form of impression management on the front stage in attracting the sympathies of benefactors. Verbal communication behavior in the form of spoken and written language based on categorical finding verbal symbols of street children and beggars using three elements, namely the structure of the message, the style of the message, and the attractiveness of the message.  Furthermore, the categorization of non-verbal communication behaviors is facial expressions, body movements (kinetic), physical appearance (body and manner of dress), and paralinguistic(vocalic).
PENGEMBANGAN HUBUNGAN DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MANTAN NARAPIDANA PEREMPUAN BUGIS-MAKASSAR Bahfiarti, Tuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi antarpribadi mantan narapidana perempuan dalam adaptasi diri dan pengembangan hubungan dengan nilai ?ade siri? pada masyarakat Bugis-Makassar diKota Makassar. Fokus penelitiannya adalah bagaimana komunikasi antarpribadi mantan narapidana perempuan dalam melakukan pengembangan hubungan antarpribadi dengan masyarakat Bugis-Makassar.Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mengkategorisasikan pengembangan hubungan antarpribadi, menggambarkan pola tahapan pengembangan hubungan antarpribadi mantan narapidana perempuan dengan old significant others dan newsignificant others. Dalam mencapai tujuan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif atau paradigma interpretatif. Berdasarkan pada metode penelitian kualitatif, maka pengumpulan data dilakukan melalui observasinon partisipan atau pengamatan tidak berperan, wawancara mendalam (in-depth interview), studi dokumenter yang relevan penelitian subkultur Bugis Makassar. Pengembangan hubungan antarpribadi yang dilakukan oleh mantan narapidana perempuan dalam mengembangkan hubungan antarpribadi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, yakni terbuka, semiterbuka, dan tertutup. Penentuan bagian ditentukan oleh faktor internal (in self) dalam diri mantan narapidana perempuan termasuk kelekatan siri? yang dimiliki dan faktor eksternal (outself) significant others.
KONSTRUKSI PENCITRAAN MASKULINITAS PADA MAJALAH MEN’S HEALTH INDONESIA VERSUS FEMINITAS PADA MAJALAH WOMEN’S HEALTH INDONESIA Azis, Andi Azisah; Cangara, Hafied; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i4.646

Abstract

Abstract The aim of the research was to determine the construction of image projection of masculinity formed Indonesia Men?s Health magazine versus femininity of Indonesia Women?s Health magazine. The subjects of the research were the covers of Indonesia Men?s Health magazine and Indonesia Women?s Health magazine published from December 2014 to May 2015. The methods of obtaining the data were done by interpreting picture texts and categorizing written text topics. They were analyzed descriptive qualitatively using the model of semiotics according to Roland Barthes. The results of the research indicate that Indonesia Men?s Health magazine constructs masculinity of men based on appearance, does new construction on the meaning of masculinity different from the previous one, changes the stereotype of men to be soft through self-care habit, and maintains appearance. It is also found that Indonesia Women?s Health magazine contructs woman femininity based on face beauty and feminine body shape and strengthens woman stereotype as a super woman who is courageous to enter public space.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi pencitraan maskulinitas yang dibentuk majalah Men?s Health Indonesia versus konstruksi pencitraan feminitas yang dibentuk majalah Women?s Health Indonesia. Subjek penelitian ini adalah sampul majalah Men?s Health Indonesia dan majalah Women?s Health Indonesia edisi Desember 2014 sampai dengan Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan menginterpretasikan teks gambar dan membuat kategorisasi topik teks tertulis yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model semiotika menurut Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Men?s Health Indonesia mengkonstruksi maskulinitas pria berdasarkan penampilan, melakukan konstruksi baru terhadap arti maskulinitas yang berbeda dari sebelumnya serta mengubah streotipe pria menjadi lembut melalui kebiasaan perawatan diri dan menjaga penampilan. Penelitian ini juga menemukan bahwa majalah Women Health Indonesia mengkonstruksi feminitas wanita berdasarkan kecantikan wajah dan bentuk tubuh yang feminis serta memperkokoh streotipe wanita sebagai wanita super yang berani masuk ke ruang publik. 
INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN OPINION LEADER AND MINORITY GROUP ON SOCIAL HARMONY IN SOUTH SULAWESI Bahfiarti, Tuti; Arianto, Arianto; Fatimah, Jeanny Maria
ISJN Journal Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Issue 1 2019
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.844 KB)

Abstract

Abstrak Interpersonal communication involves the exchange of verbal and non-verbal messages that can directly affect the sender and recipient of the message. The context of interpersonal communication can be applied to opinion leaders and minority groups in direct interaction. Relationship between opinion leaders and minority groups have differences in religion, beliefs, culture, and customs can be applied through open interpersonal communication, empathy, and equality. The goal is to maximize the role and opinion leader function of the majority group, namely the Toraja ethnic group in interacting with the Bugis ethnic minority group of Makassar for social harmonization in a multicultural and multiethnic society. The research method approaches the constructivism paradigm. Methods of data collection through Focuss Group Discussion, observation, and in-depth interviews. Furthermore, the data collected in the analysis uses a qualitative approach to generalize the conclusions of the results of data analysis inductively. Informants were determined through purposive sampling based on high opinion leader interaction levels with individuals or groups outside their ethnicity, with the aim that the informants interviewed had a wealth of insight and extensive knowledge about ethnic opponents, and had experience of associating with individuals or groups outside their ethnicity. 3 informants were chosen in Toraja Regency and 3 in Makassar City, and 7 Bugis Ethnic Makassar who interacted directly with opinion leaders and the community in the majority group. The results of the study found that interpersonal communication was carried out by open opinion leaders, empathy, and equal attitudes. Opinion leader applies the concept of interpersonal communication with minority groups through interpersonal communication skills, such as the ability to imitate, identification skills, and the ability of sympathy with minority groups dominated by ethnic Bugis Makassar and the majority group dominated by ethnic Toraja. The obstacle factor of interpersonal communication between opinion leaders and minority groups is first, barriers to the status effect, perceptual distorsion barriers, and barriers to cultural differences on minority groups that have different cultures, religions and social environments.    
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM DANGAL (SEBUAH ANALISIS DISKURSUS KRITIS) Sanusi, Insani Nur CItra; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.6891

Abstract

ABSTRACTThis observation aims to cognize how feminism is represented and analyzed in movie ?Dangal?. Film as one of the biggest medium of mass media makes advocating ideologies and/or movements through film is a great choice. ?Dangal? by director Nitesh Tiwari proves it with the feminism that they slipped in. Feminism is an ideology and movement that share the common goal to achieve equal rights for women. The method used in this observation is critical discourse analysis by Norman Fairclough with qualitative descriptive approach and full object observation. By the time the observation is done, the writer find out that women is represented in this film by the scenes in which analyzed with textual data and classified into to aspects; social aspect and professional aspect. The author also analyzed the research object by seeing the discourse practice and sociocultural discourse. Thus, the author concludes that feminism gained a lot of recognition and development after the Phogat sisters, Geeta and Babita, became World Wrestler Champions. The society in India who follow a patriarchal system finally see that women can also compete in professional works outside of family. The same situation can be found in Indonesia.  Keywords: critical discourse analysis, film, feminism, representation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi perempuan dikonstruksikan dalam film ?Dangal? dan perbandingannya dengan realitas keadaan perempuan di India dan Indonesia ini.. Film sebagai salah satu medium media massa yang paling berpengaruh menjadikan advokasi ideologi atau kepercayaan melalui film menjadi ampuh. Film ?Dangal? karya sutradara Nitesh Tiwari mengandung advokasi feminisme, sebuah gerakan atau ideologi yang memperjuangkan persamaan hak bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian analisis diskursus kritis pendekatan Fairclough dengan tipe penelitian pendekatan deskriptif kualitatif serta pengamatan secara menyeluruh pada objek. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh hasil bahwa representasi perempuan dalam film ?Dangal? dapat dilihat dari potongan-potongan scene yang dianalisis secara tekstual yang dapat dikelompokkan dalam aspek sosial dan profesional. Peneliti juga menganalisis pada level praktik diskursus dan praktik sosiokultural. Diperolah bahwa emansipasi perempuan mengalami perkembangan di daerah Haryana dan India setelah Geeta Phogat dan Babita Phogat menjurai kontes gulat dunia, kesuksesan dua bersaudari ini membuat masyarakat berpenganut sistem patriarki mulai melihat bahwa perempuan dapat bersaing di dunia profesional di luar ranah urusan domestik keluarga. Keadaan serupa ditemukan di Indonesia.Kata Kunci: analisis diskursus kritis, film, feminisme, representasi
MEDIA CENTER SEBAGAI PUSAT PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DALAM PENYEBARLUASAN AKTIVITAS PEMERINTAHAN KEPADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG Bakri, Bakri; Unde, Andi Alimuddin; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.621

Abstract

Abstract This study aims to find out and analysis the role and functions of Media Center as .public service in the dissemination on government activities at Pinrang, and also the benefits of Media Center as public center in the dissemination information on Pinrang. This research was conducted in the Media Center of Pinrang using a qualitative approach. Subjects were selected by using purposive sampling technique, 5 from manager of the Media Center, 5 from NGO boad and 7 from public who visit the Media Center of Pinrang. Data analysis was performed using data analysis techniques Miles and Huberman. The results indicate the Media Center of Pinrang acts as a medium of coordination between agencies and also as a medium of exchange information between local and central, and vice versa.Media Center of Pinrang provide and disseminate information include government activities, regulation, public facilities, anf information about tourist destinations. Media Center is a form of convergence of elelctronic media and print media and provide a lot of convenience for the public and journalists to released news. Media Center of Pinrang have characteristic digitalization and interactive, which can be accesed anywhere and anytime, and provide space for the public to give feed back. Media Center of Pinrang has carried out the role and function for dissemination of government activity, however, need to providing internet outlets at districts and village levels, and increase in internet networks, public relations training regularly, and presenting information that is really useful straight.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran dan fungsi Media Center sebagai pusat pelayanan informasi publik dalam penyebarluasan aktivitas pemerintahan kepada masyarakat di Kabupaten Pinrang, serta manfaat Media Center sebagai pusat informasi dalam penyebarluasan informasi di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan di Media Center Kabupaten Pinrang dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu 5 dari pengelola Media Center, 5 dari pengurus LSM dan 7 dari masyarakat yang berkunjung ke Media Center Kabupaten Pinrang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Media Center Kabupaten Pinrang berperan sebagai media koordinasi antara instansi dan juga sebagai media pertukaran informasi antara daerah dan pusat, dan sebaliknya. Media Center Kabupaten Pinrang menyediakan dan menyebarluaskan informasi publik kepada masyarakat meliputi aktivitas pemerintahan, regulasi, fasilitas umum, serta informasi tujuan wisata. Media center merupakan sebuah bentuk konvergensi media elektronik dan media cetak dan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan wartawan yang merilis berita. Media Center Kabupaten Pinrang memiliki ciri digitalisasi dan interaktif, sehingga diakses dimana saja dan kapan saja, dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk melakukan umpan balik. Media Center Kabupaten Pinrang telah melaksanakan peran dan fungsinya untuk penyebarluasan aktivitas pemerintahan, namun, perlu penyediaan gerai internet di tingkat kecamatan dan kelurahan, peningkatan jaringan internet, pelatihan kehumasan secara rutin, dan penyajian informasi yang benar-benar bermanfaat langsung. 
WARISAN NILAI-NILAI GENDER DALAM SUKU BUGIS (PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA ) Fariza, Mutia Nurul; Farid, Muhammad; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak merupakan salah satu cara dalam mewariskan nilai-nilai yang dapat menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam mewariskan nilai-nilai gender dalam budaya suku Bugis; (2) untuk mengetahui metode interaksi yang digunakan orang tua dalam mewariskan nilai-nilai gender kepada anak; (3) Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pewarisan nilai-nilai gender melalui komunikasi interpersonal dalam lingkungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data dari penelitian ini menekankan kepada nilai-nilai gender yang terinternalisasi dari nilai-nilai lainnya, seperti nilai budaya, nilai pendidikan, nilai politik, nilai seni, nilai agama, dan nilai teknologi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi yang dilalui oleh keempat keluarga adalah sama. Melalui proses komunikasi anak mendapatkan pengetahuan tentang gender yang dijadikan pedoman dalam kehidupan. Metode yang digunakan oleh orang tua dalam mewariskan nilai-nilai gender berbeda-beda. Beberapa metode yang digunakan adalah pemberian nasehat, pemberian contoh, berdialog, penghargaan, dan pemberian hukuman. Kualitas komunikasi keempat keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Gender, Pola Asuh, Keluarga, Warisan Nilai-Nilai