Articles

Found 40 Documents
Search

ISOLASI, IDENTIFIKASI, SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON WINTERIANUS JOWITT) Puspawati, Ni Made; Suirta, I Wayan; Bahri, Saeful
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 10, No. 2 Juli 2016
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sereh wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi komposisi senyawa kimia minyak atsiri yang diekstraksi dari daun dan batang sereh wangi. Ekstraksi minyak atsiri dilakukan menggunakan metode destilasi uap dan komposisi kimianya diidentifikasi dengan KG-SM (Kromatografi Gas-Spekrometer Massa). Minyak atsiri yang diekstrak dari daun dan batang sereh wangi berwarna kuning muda dengan rendemen berturut-turut 0,31% dan 0,10%. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri minyak atsiri daun dan batang sereh wangi bergantung pada konsentrasinya. Pada konsentrasi minimum 25 ppm, minyak atsiri daun aktif dengan diameter hambat sebesar 4,0 mm untuk E.coli dan 3,0 mm untuk S.aureus. Aktivitas penghambatan yang kuat terhadap bakteri E.coli didapatkan pada konsentrasi 100 ppm (10,25 mm pada daun dan 10,62 mm pada batang) dan terhadap S.aureus pada konsentrasi 100 ppm (11,25 mm pada batang). Hasil identifikasi dengan KG-SM, minyak atsiri pada daun dan batang memberikan 12 puncak senyawa dengan waktu retensi yang sama dengan luas area yang berbeda pada kromatogramnya. Hal ini menunjukkan komposisi kimia yang sama pada minyak atsiri daun dan batang sereh wangi. Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa komponen utama dari minyak atsiri daun dan batang sereh wangi adalah sitronellal, cis-sitral, geraniol dan geranil asetat.
THE EFFECTIVENESS OF DISCOVERY-DISCUSSION TECHNIQUE IN VOCABULARY TEACHING. AN EXPERIMENTAL RESEARCH IN INTERMEDIATE-TWO LEVEL CONVERSATION PROGRAM Bahri, Saeful
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol 4, No 1 (2009): October 2009
Publisher : Faculty of Languages ​​and Arts, State University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to find out whether or not the combination of discussion and discovery technique gives better effect to the students vocabulary mastery than that of vocabulary-drill discussion technique. Based on review of related theories, the proposed hypothesis of this research is as follows: The use of discovery-discussion technique gives a positive and significant effect in improving intermediate-two level students vocabulary mastery better than that of vocabulary-drill discussion one. The population of this research is all intermediate-two level students of Conversation Program at Global Lingua English course Tegal. For the purpose of this research, I randomly took eighteen out of fifty-five students as the research sample which were then grouped into two groups (with equal number of students in each group), the experimental group and the control group. I used vocabulary tests in the form of multiple choice with four options as the research instrument. The analysis of the data is done using t-test. And from the computation using SPSS, it shows that the result of t-test is 2.645 while t-table with degree of freedom (d.f) is 16 in the level of significance of 5% is 1.745.  Thus, Ha is accepted and Ho is rejected because t-ratio is higher than t-table ( 2.645 < 1.745). Based on the result of the above analysis, it can be inferred that the discovery-discussion technique does give better and more significant effect than the vocabulary-drill discussion one in improving intermediate – two students’ vocabulary mastery in a conversation class.   Key Words: Intermediate-two level, vocabulary mastery, Discovery-Discussion combination technique, conversation class
IMPLEMENTASI ALGORITMA RABIN KARP DAN STEMMING NAJIEF ANDRIANI UNTUK DETEKSI PLAGIARISME DOKUMEN Suhada, Satia; Bahri, Saeful
Swabumi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, No 1 Tahun 2017
Publisher : LPPM AMIK BSI Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.328 KB)

Abstract

Plagiarisme merupakan pengambilan karya orang lain kemudian menjadikannya nampak seperti karya sendirii. Praktek plagiat sering terjadi didunia akademis seprti pada dokumen proyek akhir. Untuk meminimalkan tindakan plagiarisme, diperlukan suatu sistem untuk menilai atau mengukur seberapa banyak kemiripan dalam sebuah document sepeti tugas akhir dan makalah ilmiah beberapa algoritma telah digunakan dalam proses deteksi plagiarism namun pada penelitian ini akan menerapkan . Algoritma Rabin Karp dalam mendeteksi plagiarisme karena algoritma ini terbukti efektif untuk membandingkan patern-patern yang ada pada sebuah essai dengan menggunakan fungsi hashing yang dapat menemukan bentuk-bentuk / pola dalam teks, untuk lebih meningkatkan keakuratan dalam proses penemuan pola pada sebuah teks kemudian digunakan algoritma Steeming Najief Andriani yang dapat menemukan kata-kata yang setara yang memiliki persamaan kata dasar yang sama, selanjutnya kedua algoritma yang digunakan akan diimplemntasikan kepada sebuah aplikasi web untuk pengujian document tugas akhir
PENYETELAN ALAT BANTU MENDENGAR 3 CHANNEL DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MICROPHONE – HEARING AID PADA HANDPHONE BERBASIS ANDROID Sutisna, Agus; Bahri, Saeful
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat   Statistik  (BPS) tahun 2014, saat ini pengguna alat bantu mendengar usia produktif 15 – 64 tahun mencapai 4.500 orang. Dengan tingkat mobilitas yang tinggi pada   usia   tersebut   baik   pada   pengguna   laki –  laki   maupun perempuan,  maka   penyetelan   alat   bantu mendengarnya   haruslah   efisien   dan   efektif   tanpa   harus   datang   ke  hearing   center  untuk   melakukan penyetelan alat bantu mendengarnya. Tetapi Dengan berkembangnya alat bantu mendengar digital – programmable  yang  artinya  pemrosesan  suara  sudah  digital  dengan  menggunakan software  tertentu maka pengguna alat bantu mendengar tidak bisa melakukan penyetelan sendiri.           Sebagai solusi permasalahan di atas, pada penelitian ini dirancang alat bantu mendengar yang  dapat  disettel  tingkat   frekuensi   dan   intensitas  oleh   penggunanya   secara   langsung.   Alat   ini   dibuat  dengan  mengkombinasikan   antara  alat   bantu   mendengar   yang  diintegrasikan Bluetooth  di   dalamnya  dengan aplikasi microphone – hearing aid di handphone android.           Pengujian     alat dilakukan     dengan    membandingkan       antara   hasil perhitungan     menggunkan rumus gain / penguatan dengan hasil pengukuran pada alat bantu mendengar. Pada proses pengukuran, pengujian     alat  di  lakukan    dengan    memberikan      jarak  penyetelan     0.5   meter  .   Dari pengukuran  didapatkan hasil untuk pengguna dengan jenis kelamin laki –  laki usia 27 tahun dan jenis gangguan pendengaran rata – rata 55 dB HL (Hearing Level)             memiliki rata – rata persentasi kesalahan 0.856%.  Sedangkan      untuk   pengguna    dengan    jenis  kelamin    perempuan     usia  40  tahun   dan   jenis  gangguan pendengaran rata – rata 55 dB HL (Hearing Level)             memiliki rata – rata persentasi kesalahan 1.038%.  Serta untuk pengguna laki – laki usia 30 tahun dengan jenis gangguan pendengaran rata – rata 70 dB HL (Hearing Level) memiliki rata –  rata persentasi kesalahan 2.223%. Adapun faktor –  faktor yang mempengaruhi   persentasi   kesalahan   di   atas   adalah   jarak   antara   aplikasi   di  handphone  dengan   alat bantu mendengarnya serta kebisingan tempat penyetelan alat bantu mendengar. Kata   kunci  : alat   bantu  mendengar, software,   digital  – programmable,   wireless  Bluetooth ,   aplikasi microphone – hearing aid
PROTOTIPE SISTEM KENDALI PID DAN MONITORING TEMPERATUR BERBASIS LABVIEW Bahri, Saeful; Muchtar, Husnibes; Dermawan, Erwin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada  paper  ini  dibahas  tentang  sistem  pengaturan  serta  monitoring  temperatur  berbasis  PCmenggunakan  LabView  dan  NI-DAQ  6008  sebagai  komunikasi  data  antara  PC  dan  sistem  yangdikendalikan. Sistem  pengendali  dan  monitoring  temperatur ini  merupakan  prototipe  yang  untukmengendalikan temperatur ruang oven  menggunakan pengendali PID dan sensor temperatur yangdigunakan adalah LM35.
AN OPTIMALIZATION OF NATURAL LIGHTING BY APPLYING AUTOMATIC LIGHTING USING MOTION SENSOR AND LUX SENSOR FOR HISTORICAL OLD BUILDINGS Bahri, Saeful; Purwantiasning, Ari Widyati
Nalars Vol 15, No 2 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Nalars

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   One of the problems that occurs within city centres, particularly within capital cities, is the existence of many historical old buildings. Historical old buildings within city centres, that have abandoned for years because of their condition, suffer from a lack of utilities, infrastructure and facilities [2][3]. These conditions occur because of low levels of maintenance arising as a consequence of a lack of finance of the owner of a building, be they government or private sector. To solve the problem of abandoned historical old buildings, the concept of adaptive reuse can be adopted and applied. This concept of adaptive reuse may continously cover the cost of building maintenance. The adaptive reuse concept usually covers the interior of a building and its utilities, though the need for utilities depends on the function of a building [4]. By adopting a concept of adaptive reuse, new building functions will be designed as the needs and demand of the market dictate, and which is appropriate for feasibility study. One utility element that has to be designed for historical old buildings is the provision of lighting within a building. To minimize the cost of building maintenance, one of the solutions is to optimize natural lighting and to minimize the use of artificial lighting such as lamps. This paper will discuss the extent to which artificial lighting can be minimized by using automatic lighting; the automatic lighting types discussed in this paper are lighting controlled by motion sensor and lux sensor.  Keywords: Natural lighting, automatic lighting, motion sensor, lux sensor, historical old buildings ABSTRAK Salah satu permasalahan yang muncul dalam sebuah kota metropolitan, khususnya sebuah ibukota adalah keberadaan dari banyaknya bangunan-bangunan tua bersejarah. Bangunan-bangunan tua bersejarah dalam sebuah kota besar terutama yang diabaikan selama bertahun-tahun biasanya disebabkan karena kondisinya yang menua, minimnya utilitas bangunan, infrastruktur bangunan dan juga fasilitas-fasilitas yang mendukungnya [2][3]. Kondisi ini muncul karena rendahnya tingkat pemeliharaan yang biasanya muncul sebagai akibat dan konsekuensi karena minimnya dana anggaran dari pihak pemilik bangunan baik pemerintah daerah, pusat maupun sector swasta. Untuk mengatasi masalah ini, konsep adaptive reuse dapat diadopsi dan diaplikasikan pada kawasan yang memiliki bangunan-bangunan tua bersejarah ini. Konsep adaptive reuse dapat secara berkelanjutan memenuhi dan mengatasi permasalahan pemeliharaan bangunan dalam hal finansial. Konsep ini biasanya meliputi ruang dalam bangunan dan utilitas yang ada di dalam bangunan tersebut tergantung dari kebutuhan dan fungsi dari bangunan yang akan diaplikasikan konsep tersebut [4]. Dengan mengadopsi konsep adaptive reuse, fungsi bangunan baru dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan permintaan pasar sehingga sesuai dengan studi kelayakan yang dilakukan. Salah satu elemen utilitas bangunan yang dapat dirancang untuk bangunan-bangunan tua bersejarah adalah kebutuhan pencahayaan di dalam sebuah bangunan. Untuk meminimalisir biaya pemeliharaan bangunan, salah satu solusinya adalah dengan mengoptimalkan pencahayaan alami dan meminimalisir penggunaan cahaya buatan seperti lampu. Tulisan ini akan mendiskusikan seberapa jauh pencahayaan buatan dapat diminimalisir dengan menggunakan pencahayaan otomatis, dimana dalam tulisan ini akan dibahas mengenai control pencahayaan dengan menggunakan motion sensor atau sensor gerak dan lux sensor atau sensor cahaya.    Kata Kunci: pencahayaan alami, pencahayaan otomatis, motion sensor, lux sensor, bangunan tua bersejarah 
KAJIAN KITAB DI DAYAH SALAFIYAH RŪḤ AL-FATÁ ACEH BESAR: TRADISI DAN KONTEKSTUALISASI Bahri, Saeful
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is the result of a research on the tradition and contextualization of book studies in Islamic Boarding School. This research was conducted in Dayah Salafiyah Rūḥ al-Fatá Sileumeum Aceh Besar Nangggroe Aceh Darussalam province. This research is motivated by several things. Firstly, the tradition of Kitab Kuning (Yellow Books) study, as an identity of pesantren is becoming obsolete. Secondly, it is related to the teaching contextualization of yellow book in a swift currents change in the dynamics of social life. Also, the attitudes of this boarding schools in addressing contemporary religious issues related to tolerance and violence in the name of religion. Using a qualitative approach through interview, observation and studying of the text, this research comes with a number of findings. The research found that using classical method this traditional study of yellow book in Dayah Rūḥ al-Fatá still runs well. Related to moderation issue, Dayah indicates that it receives diversity, including the issue of ideology, as a necessity. Dayah doesn’t really show the openness to recent things in terms of new ideas acceptance. For example, it has not received many contemporary books contain new religious issues as its study materials. Keywords: Yellow book (kitab), dayah, traditional Islamic education, Aceh Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian tentang tradisi dan kontekstualisasi kajian kitab di pesantren. Penelitian ini dilakukan di Dayah Salafiyah Rūḥ al-Fatá Sileumeum Aceh Besar Provinsi Nangggroe Aceh Darussalam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal: Pertama, tradisi kajian kitab kuning yang merupakan jati diri pesantren sudah mulai ditinggalkan. Kedua, terkait kontekstualisasi ajaran kitab kuning di tengah derasnya arus perubahan dinamika kehidupan sosial keagamaan dan sikap pesantren dalam menyikapi isu-isu keagamaan kontemporer yang terkait dengan tema toleransi dan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan telaah teks penelitian ini berhasil menggali sejumlah temuan, yakni ternyata tradisi kajian kitab kuning di Dayah Rūḥ al-Fatá masih berjalan dengan baik dengan menggunakan metode klasikal. Terkait dengan sikap moderat pihak dayah, dapat dilihat dari cara mereka dapat menerima keragaman termasuk di dalamnya persoalan ideologi (agama) yang merupakan sebuah keniscayaan. Sedangkan keterbukaan terhadap kekinian dalam konteks penerimaan terhadap ide-ide baru harus diakui pihak dayah masih kurang terbuka. Misalnya, belum banyak menerima kitab-kitab kontemporer yang memuat isu-isu keagamaan kontemporer sebagai bahan kajian. Kata Kunci: Kitab kuning, dayah, pendidikan Islam tradisional, Aceh.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR EMISI PADA GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER Bahri, Saeful; Fiqih, Ziaul
eLEKTUM Vol 12, No 1 (2016): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.12.1.34-46

Abstract

Emisi adalah zat, energi atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk ataudimasukkannya ke dalam udara yang mempunyai atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar.Sedangkan emisi gas buang merupakan sisa hasil pembakaran mesin kendaraan karena pembakaran yang tidaksempurna. Untuk mengetahui emisi yang ada pada kendaraan digunakan alat uji emisi, namun alat yang ada dipasaran memiliki dimensi yang terlalu besar.Oleh sebab itu dirancang suatu alat ukur kadar karbonmonoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan hidro karbon (HC) pada gas buang kendaraan bermotor yangdapat memberikan hasil secara bersamaan dan waktu nyata dengan bentuk lebih kecil dan mudah saat dibawakemana-mana. Cara pemakaian alat adalah dengan menghadapkan sensor pada alat ke knalpot kendaraan saatmesin hidup kondisi idle.Dari hasil pengujian dengan melakukan perbandingan dengan OTC Star Gas AnalyzerOne 898, alat ini mampu bekerja dan memiliki persentase kesalahan pengukuran HC,CO, dan CO2 secaraberurutan pada Toyota Kijang 2004 (50.8 %, 30.4 %, dan 10.9 %), Toyota Avanza 2008 (63.6 %, 21.8 %, dan13.2 %), dan Toyota Avanza 2007 (29.8 %, 32 %, dan 10.7 %).
RANCANG BANGUN CENTRIFUGE INFRARED BERBASIS MIKROPROCESSOR AT89S52 Fauzi, Achmad; Bahri, Saeful
eLEKTUM Vol 11, No 2 (2015): eLEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.11.2.40-47

Abstract

Alat cetrifuge infrared ini dimaksudkan untuk menambahkan peningkatkan teknologi dalam sistemradio frekuensi yang berkerja berdasarkan infrared dan menyimpan dari suatu rpm dan waktu digabungkan padasuatu nama sample. Pada alat centrifuge infrared terdiri dari 2 rangkaian mikrocontroler yaitu sebagai penerimadan pengirim sinyal, rangkaian LCD, pipet dan buzzer. Ketika alat sudah berjalan, blok tachometer akanmengukur kecepatan putaran motor, dan nilai kecepatan itu diberikan ke bagian mikrocontroler untukdibandingkan dengan setting kecepatan yang digunakan. Hasil perbandingan itu, akan diberikan ke bagianrangkaian DAC yang nanti akan digabungkan dengan keluaran bagian osilator dan akhirnya akan mempengaruhikecepatan getaran motor sehingga dapat nilai kecepatan yang sesuai. Rangkaian display akan menampilkanwaktu lamanya alat bekerja dan berapa kecepatannya. Nila-nilai tersebut akan diberikan dari bagian rangkaianmikrocontroler. Bagain rangkaian mikrocontroler itu juga menerima data dari blok penerima sanple yangmenandakan sample darah yang diolah sudah terpisah dari zat yang memiliki massa jenis yang terbesar ke yangterendah. Rangkaian infrared akan membaca kondisi dari sample darah saat terjadi gaya sentrifugal, dan jikasample darah sudah terpisah dengan baik maka akan mengirimkan sinyal pada rangkaian mikrocontroler yangkedua dan, mikrocontroler kedua akan memberikan informasi ke rangkaian mikricontroler satu bahwa sampledarah sudah terpisah. Jika uji keakurasian 99,92% dan waktu 99,99% dalam hasil pengujian keakurasian RPMdan waktu berdasarkan dat dari tachometer dsan stopwatch, dengan hasil penelitian tersebut alat centrifugeinfrared telah bekerja sesuai dengan rancangan alat, sehingga dapat digunakan di laboratorium sebagaipengujian dasar sample pada darah, urin dan sedimen.
PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM KENDALI GANTRY CRANE UNTUK MEREDAM AYUNAN SECARA REALTIME DENGAN FUZZY LOGIC CONTROLLER Bahri, Saeful; Permana, Febby Angga
eLEKTUM Vol 14, No 1 (2017): ELEKTUM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elektum.14.1.23-31

Abstract

Gantry Crane merupakan alat berat yang dapat memindahkan dan mengangkat beban dari suatu titik ke titik lainnya. Gantry Crane biasanya digunakan di pelabuhan dan industri – industri untuk membantu pekerjaan. Pada proses pemindahan barang terjadi ayunan yang disebabkan pergerakan vertikal yang dilakukan crane. Pemindahan barangyang menyebabkan ayunan yang sangat besar akan membahayakan keselamatan bagi operator, alat, dan sesuatu yang didekat crane. Maka, harus dibuat suatu pengendali optimal yang dapat mengendalikan crane untuk meminimalkan besarnya ayunan. Pada penelitian ini digunakan metode fuzzy untuk mengendalikan meredam ayunan saat berpindah. Untuk mengoptimalkan pengendali dibuat dua buah pengendali, yaitu pengendali posisi dan ayunan. Percobaan ini menggunakan prototipe gantry crane sebagai pengganti crane asli.Model gantry crane disesuaikan dengan parameter – parameter yang akan digunakan. Dari hasil pengujian yang didapat, Pengendali menggunakan fuzzy logic lebih efektif dari kontrol manual. Hasil dari percobaan simpangan maksimum dengan pengendali fuzzy terjadi pada panjang tali 50cm yaitu 17o. Untuk simpangan maksimum terkecil ada pada percobaan panjang tali 20cm sebesar 11o. ini dikarenakan momen beban yang disebabkan panjang tali. Simpangan maksimum 18o dan menyebabkan crane berosilasi yang lama.