Articles

MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DALAM PERSPEKTIF STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI KABUPATEN CIREBON Basid, Abdul
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on Minimum Service Standards in the implementation of Islamic non-formal education, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA). In an attempt to see the indication of services standards, this study uses a comparative research for eight Madrasahs Diniyah Takmiliyah, namely; MDTA Daar al Tawhid, Kampung Damai, Sebelas Bintang, Darul Ikram, Nasyrul Ulum, al-Faqih, an-Nidhamiyah, and Darussalam. This study employed a qualitative and quantitative approach. The results shows that management of MDTA has not fully met Minimum Service Standards, which has been determined by the letter of decree of Director General of Islamic Education number 3201. Although, it has not fully reached the standard, there are efforts from the madrasah and the region to improve diniyah education services for community. Local Government demonstrates support and spirit to Madrasah Diniyah Takmiliyah in order to be exist despite their limitations. Keywords: Madrasah Diniyah, religious education, Minimum Service Standards, Cirebon. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Awaliyah). Untuk mengetahui indikasi tersebut, dilakukan riset komparatif pada delapan Madrasah Diniyah Takmiliyah, yaitu; MDTA Daar al-Tauhid, Kampung Damai,  Sebelas Bintang, Darul Ikram, Nasyrul Ulum, al-Faqih, an-Nidhamiyah, dan Darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, penyelenggaraan MDTA belum sepenuhnya memenuhi SPM yang telah ditentukan oleh SK Dirjen Pendis Nomor 3201. Meskipun belum sepenuhnya mencapai SPM, namun ada upaya madrasah dan daerah untuk meningkatkan layanan pendidikan diniyah untuk masyarakat. Hal itu ditunjukkan dukungan Pemerintah Daerah dan semangat untuk tetap eksis dalam segala keterbatasan yang dimiliki oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah.Kata Kunci: Madrasah diniyah, pendidikan keagamaan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Cirebon.
ASAL PENCIPTAAN PEREMPUAN Basid, Abdul
UNIVERSUM Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v11i2.696

Abstract

Polemic on the origin of women creation is still exist, since the study on misoginis hadith on those problem is still interesting to be discuss. This article tries to reveal the origin of women creation focusing on text analysis through takhrīj al-ḥadīth method in Bukhori and Muslim books. Hadith texts stating that the origin of women is created from men’s rib based on feminism movement is considered invalid, although it comes from ṣāḥiḥain book since it gives negative impression toward women position. Those negative impression can be lost when the meaning toward those hadith through metaphor, not through textual meaning. Keywords: creation, women, Takhrij al-Ḥadīth.
IDEOLOGI FEMINISME DALAM NOVEL ZEINA KARYA NAWAL EL SAADAWI BERDASARKAN PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK LUCIUS GOLDMANN Basid, Abdul; Aulia, Isma Nida
Diksi Vol 25, No 1: DIKSI MARET 2017
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v25i1.14771

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan Ideologi Feminisme dalam Novel Zeina karya Nawal El Saadawi. Peneliti menggunakan perspektif Strukturalisme Genetik yang meliputi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, strukturasi karya sastra dan metode dialektika pemahaman penjelasan sebagai alat analisis. Hasil penelitian ini adalah a) fakta-fakta kemanusiaan baik yang bersifat individual seperti kondisi psikologis tokoh utama laki-laki yang mengalami kelainan seksual sehingga berdampak terhadap adanya frigiditas terhadap wanita, marginalisasi, subordinasi dan eksploitasi jasmaniah, maupun yang bersifat sosial seperti masyarakat patriarki; b) Subjek kolektif tokoh sentral wanita dalam novel mewakili wanita terhormat dari kalangan atas yang terstrukturasi dengan relasi yang terjadi baik antar tokoh, antara tokoh laki-laki dan tokoh perempuan maupun tokoh sentral dengan dunianya yang berlatar negara Mesir; c) Pandangan dunia pengarang yang ditemukan adalah adanya ideologi feminisme liberal dan radikal; d)strukturasi karya sastra nampak dalam merepresentasikan tokoh wanita yang termarginalkan dan hubungannya dengan kaum laki-laki yang mendominasi; dan e) dialektika pemahaman nampak dalam penggambaran budaya patriarki yang berkembang dalam masyarakat arab menjadikan laki-laki sebagai pemegang sentral kekuasaan dan wanita menjadi kelompok yang tersubordinasi. Hal ini yang menjadikan Nawal El Saadawi menuntut kesetaraan gender dengan cara menanamkan ideologi feminisme dalam setiap karya-karyanya.Kata Kunci: ideologi feminisme, fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia, strukturasi karya sastra  FEMINISM IDEOLOGY IN ZEINA BY NAWAL EL SAADAWI BASED ON GENETIC STRUCTURALISM PERSPECTIVE BY LUCIUS GOLDMANN AbstractThis paper aims to describe the ideology of feminism in the novel Zeina by Nawal El Saadawi. Researchers use Genetic Structuralism?s perspective which contains the facts of humanity, collective subjects, worldviews, the structure of literary, and the dialectical method of understanding explanations as an analysis tool. Results of this study are a) the facts of humanity expresses individual facts of humanity, such as the psychological condition of the male main character who is experiencing sexual disorder, which affects frigidity, discrimination and bodily exploitation towards women, and also social facts of humanity such as patriarchal society;b) collective subject represents the respectable women of the upper circle who are structured with relationships that occur between the characters, between male and female figures as well as central figures with his world setting in the country of Egypt; c) worldview elaborates the ideology of liberal and radical feminism; d) the structure of literaryreflected in the participation of women in the public sphere is still relatively low because it is dominated by men; and e) the dialectical method of understanding explanations shows that a man is stronger and has a full sthrength than a women Arabic society. Thus, it causes Nawal El Saadawi demand gender equivalent through her literature works.Keywords: feminism ideology, the facts of humanity, collective subject, worldview, the structure of literary
APLIKASI METODE GEOLISTRIK UNTUK MENGETAHUI SEBARAN BATUBARA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR Rusli, Rusli; Azizah, Elvira; Basid, Abdul
Physics Education Research Journal Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.037 KB) | DOI: 10.21580/perj.2020.2.1.5040

Abstract

Research has been conducted aiming to determine the distribution of coal below the surface in Tulungagung Regency. The survey conducted in this study used a Wenner configuration resistivity geoelectric survey. Retrieval of geolithic resistivity data in the field of four trajectories. The results of data collection in the field oneach track are processed using 2D modeling in Res2dinv software. The results of the processing of the two-dimensional modeling are then interpreted. The structure of rock layers containing coal is shown by a yellow, red to dark purple scheme with a resistivity value of 75-350 ohm meters on the inside varying from 0 meters to 6.91 meters below the surface, spreading erratically and patching on each track.
IKTISYÂF AL-ISTI’ÂRAH FÎ YÂSÎN FADHÎLAH MIN DHAU NAZHARIYYAH ABD AL-QAHIR AL-JURJANI Herdiansyah, Pradibyo; Basid, Abdul
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban | Vol. 6 No. 2 December 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v6i2.9047

Abstract

This study aims to reveal; 1) the structure and characteristics of the style of Isti'ârah (metaphor), 2)  causes of beauty and implications of using Isti'ârah on meaning in Yâsîn Fadhîlah based on the theoretical perspective of Abd al-Qahir al-Jurjani. Researchers use descriptive qualitative research method by narrating the analysis of the object of study. The results showed some types of structure of Isti'arah al-Jurjani in verse and Yasin Fadhilah prayer, namely Isti'ârah which gives meaning benefit, Isti'ârah in verbs and nouns, Isti'ârah which similar form similarity, Isti'ârah whose form of similarity in the form of the meaning of nature, and Isti'ârah whose form of similarity is taken from the sensory and non-sensory delusion. The characteristics of Isti'ârah in Yâsîn Fadhîlah is the appointment of short, concise, hyperbolic style in showing the greatness of God as well as the conditions and torture of the unbelievers.
ULUL ALBAB SEBAGAI SOSOK DAN KARAKTER SAINTIS YANG PARIPURNA Basid, Abdul
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.006 KB)

Abstract

Saintis ulul albab merupakan sosok ilmuwan yang memiliki kedalaman spiritual (dzikir), intelektualitas yang mapan (fikir), kretatifitas dan aktivitas yang positif (amal shaleh). Sosok ulul albab meyakini bahwa dalam penciptaan alam semesta tersurat dan tersirat sumber-sumber ilmu pengetahuan. Ada empat karakteristik saintis ulul albab, Pertama, saintis ulul albab senantiasa mengingat akan Allah Swt dalam segala keadaan dan aktivitas, Kedua, saintis ulul albab terus-menerus melaklukan aktivitas ilmiah dengan meneliti dan mempelajari akan penciptaan alam semesta dan segala sesuatu yang menyertai penciptaan tersebut. Ketiga, dalam setiap akhir aktivitas ilmiahnya selalu diperoleh kesimpulan akhir bahwa segala seuatu yang diciptakan Allah Swt tiada yang sia-sia, Keempat, saintis ulul albab selalu yakin bahwa akan ada hari esok, oleh karena itu setelah melalukan perenungan, pemikiran dan penelitian selalu mensucikan Sang Sencipta seraya memohon supaya dihindarkan dari azab di hari kemudian jika selama melakukan aktivitas ilmiahnya melalaikan kemahakuasaan Allah Swt atas segala ilmu pengetahuan.                     Kata Kunci : Ulul Albab, Saintis, Paripurna
PENDUGAAN RESERVOIR SISTEM PANAS BUMI DENGAN MENGGUNAKAN SURVEY GEOLISTRIK, RESISTIVITAS DAN SELF POTENSIAL (Studi Kasus: Daerah Manifestasi Panas Bumi di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep) Basid, Abdul; Andrini, Nita; Arfiyaningsih, Sofi
JURNAL NEUTRINO JURNAL NEUTRINO (Vol 7, No 1
Publisher : FAKULTAS SAINTEK,UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/neu.v7i1.2640

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi listrik, berkurangnya produksi dan meningkatnya harga minyak, memacu banyak negara, termasuk Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Dari hasil survey dilaporkan bahwa di Indonesia terdapat 217 prospek panasbumi, yaitu di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan Sulawesi. Jika dihitung potensi daya yang dihasilkan mencapai ±27.000 MWe. Daya sebesar ini membuat Indonesia merupakan Negara yang memiliki 40% potensi panas bumi dunia, tetapi baru 3%. dari potensi panas bumi tersebut dimanfaatkan. Salah satu penelitian untuk mengetahui potensi sebaran panas bumi dilakukan di Desa Lombang Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep dengan menggunakan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole dan Self Potensial (SP). Hasil penelitian dengan metode Geolistrik konfigurasi dipole-dipole menunjukkan bahwa letak air tanah berada pada kedalaman + 15 dan + 20 m di bawah permukaan tanah. Menurut teori gradient geothermal, semakin ke dalam pusat bumi, maka temperaturnya semakin tinggi pula. Demikian dengan prinsip hidrotermal yang seharusnya semakin ke bawah nilai resistivitas air semakin kecil karena konduktivitas air semakin besar. Dengan metode SP diperoleh sebaran data potensial daerah penelitian dengan nilai tertinggi mencapai 90 mV dan terendah -100 mV serta rata-ratanya 0,47 mV. Berdasarkan peta kontur isopotensial yang diperoleh dapat diinterpretasi bahwa daerah penelitian merupakan zona konduktif, yang diduga berasal dari mineral sulfida dalam fluida panas. Hal ini terindikasi dengan rendahnya nilai potensial yang terukur, yang secara numerik bernilai negatif dan aliran air panas dari reservoir cenderung mengalir dari barat ke timur. Dari kajian geologi, lokasi penelitian sama sekali tidak berhubungan dengan aktivitas geologi vulkanik. Panas bumi yang ada di area penelitian diklasifikasikan panas bumi low temperature karena suhunya tidak mencapai 125 °C. Panas bumi yang dihasilkan diduga disebabkan oleh adanya system geopressure.
INNOVATION OF ISLAMIC EDUCATION (PAI) BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCES Basid, Abdul
Didaktika Religia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : STAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v5i2.625

Abstract

This article explores Islamic education based on multiple intelligences. Islam requires human orientation not only on the outcome but also the quality of process. It has been commonly known for several decades that the major experts in education use only intelligence quotient (IQ) tests as the sole measure in "judging" childrens intelligence. It is even used as the main consideration and the only reference in predicting the future of children. In fact, especially for todays complex era, other factor intelligence can actually be a role for the future determinants of future children. This article discusses three important things, namely the basic concept of multiple intelligences, the new paradigm of learning Islamic Education, and PAI Learning based on various ideal intelligences. Multiple intelligence-based learning within the scope of an institution is generally not easy. Recently, Islamic Education as a subject or institution has its own advantages. They are the ability and sincerity to accommodate students who come from lower class society. Of course this is not fair if an Islamic Education institution or PAI subjects are forced to use certain modern theories but the income (money) and the quality of Islamic Education institutions and PAI teachers are not modernized. يتناول هذا البحث الحيدث عن تعليم الدراسات الإسلامية وفقا لنظرية الذكاء المتعدد (Multiple Intelligences) . ولا يريد الإسلام تغيير الإنسان في نتيجته فحسب، وإنما يريد أيضا العملية ذات جودة عالية. كما يفعله أكثر خبراء "الذكاء" في عالم التعليم، حيث يستخدمون اختبار حاصل الذكاء (IQ) كمنطلق وحيد في "تقييم" ذكاء الطالب، بل كمادة أساسية ومرجع وحيد في توقع مستقبل الطالب. وإن كانت في الحقيقة هناك عناصر ذكاء أخرى ذات تأثير كبير في تكوين مستقبل الطالب، خاصة في مثل هذا العصر المعقد. وفي هذا البحث تحدثنا عن ثلاث أمور مهمة، وهي: مفاهيم أساسية لنظرية الذكاء المتعدد (multiple intelligences) ، وإطار تفكير جديد عن تعليم الدراسات الإٍسلامية، وتعليم الدراسات الإسلامية وفقا لطريقة الذكاء المتعدد المثالي. والتعليم على طريقة الذكاء المتعدد في إطار مؤسسة واحدة ليس أمرا سهلا. وإلى الآن كانت للدراسات الإسلامية مزية على غيرها، وهي أنها تتقبل الطلبة من المجتمع في الطبقة الضعيفة. فلهذا، إنه ليس من العدل أن تطالب مؤسسات التربية الإسلامية أو مادة تعليم الدراسات الإسلامية باستخدام النظريات المعينة الحديثة، ولكن دخل وجودة مؤسسات التربية الإسلامية ومدرسي تعليم الدراسات الإسلامية لاتنالها الحداثة Artikel ini mengeksplorasi pembelajaran PA berbasis multiple intelligences. Islam menghendaki perubahan manusia orientasinya bukan pada hasilnya saja, tetapi juga proses yang berkualitas. Sebagaimana yang telah umum diketahui dalam beberapa dekade para pakar “kecerdasan” utamanya dalam dunia pendidikan hanya menggunakan tes inteligence quotient (IQ) sebagai pijakan satu-satunya dalam “menilai” kemampuan (kecerdasan) anak. Bahkan juga digunakan sebagai bahan utama dan rujukan satu-satunya dalam memprediksi masa depan anak. Padahal, utamanya untuk zaman yang serba kompleks sekarang ini, faktor-faktor (kecerdesan) lain sebenarnya juga bisa menjadi andil bagi penentu dasar masa depan anak kelak. Dalam artikel ini membahas tiga hal penting, yaitu: Konsep dasar tentang teori kecerdasan beragam (multiple intelligences). Paradigma baru pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan Pembelajaran PAI berbasis kecerdasan beragam yang ideal. Pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam lingkup satu lembaga (institusi) secara umum tidaklah mudah. Selama ini Pendidikan Islam sebagai sebuah mata pelajaran maupun institusi memiliki kelebihan tersendiri. Yakni, kemampuan dan ketulusan untuk menampung peserta didik yang berasal dari masyarakat kelas bawah. Tentu ini tidaklah adil bila sebuah lembaga Pendidikan Islam atau mata pelajaran PAI dipaksa untuk menggunakan teori-teori tertentu yang modern tapi pendapatan (uang) dan kualitas lembaga Pendidikan Islam dan guru PAI tidak ikut dimodernkan.
POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT PONTIANAK DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK Basid, Abdul; Jannah, Nur Islamiyatul; Hamzah, Muh. Zuhdy
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola kehidupan masyarakat Pontianak yang tergambar dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye berdasarkan perspektif strukturalisme genetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: a) Fakta-fakta kemanusiaanyang tergambar dalam novel ini adalah kehidupan masyrakat Pontianak yang bermata pencaharian sebagai seorang pengemudi sepit. Namun, eksistensi sepit hari ini semakin memudar karena munculnya kapal feri; b) Subyek kolektif yang tergambar dalam novel ini adalah sulitnya mencari pekerjaan di kota Pontianak. Hal ini membuat sebagian masyarakat tetap bermatapencaharian sebagai pengemudi sepit; c) Strukturasi karya sastra yang terdapat dalam novel banyak menjelaskan relasi antara tokoh dengan tokoh dan tokoh dengan objek atau dunia; d) Pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel adalah pusat aktivitas masyarakat Pontianak adalah sungai; dan e) Dialektika keseluruhan bagian dan penjelasan pemahaman yang ada dalam novel ini menunjukkan bahwasanya sub-sub tema yang ada memang saling mendukung satu sama lainnya. Hal ini dapat dilihat dari segi fakta-fakta kemanusiaan, subyek kolektif, strukturasi karya, pandangan dunia pengarang yang memang saling berhubungan, dan saling mendukung dalam menggambarkan peristiwa-peristiwa yang ada.This research aims to elaborate the pattern of life of Pontianak people depicted in your novel Kau, Aku and Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye based on the perspective of genetic structuralism. This research is qualitative research. The results of this research are: a) The humanitarianfacts elaborate in this novel is the life of the people of Pontianak who are living as a driver of sepit. However, the existence of today’s sepit is fading due to the emergence of ferry boats; b) The collective subject elaborate in this novel is the difficulty of finding a job in the city of Pontianak. This makes some people remain livelihood as sepit drivers; c) The structure of literary works contained in the novel many describes the relationship between figures and figures and figures with objects or the world; d) The author’s world view contained in the novel is the center of Pontianak community activity is the river; and e) The whole dialectic of the passage and the explanation of understanding in this novel shows that the sub-themes are indeed mutually supportive of each other. This can be seen in terms of humanitarian facts, collective subjects, work structures, authors’ worldviews that are interconnected, and mutually supportive in describing the events that exist.
PESAN MULTIKULTURAL DALAM SERIAL FILM ANIMASI ANAK ADIT, SOPO, DAN JARWO Basid, Abdul
Penamas Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is the result of a critical analysis of the animated series of Adit, Sopo, and Jarwo which showed on MNC TV and the series were uploaded on Youtube channel in June 2015. Through the content analysis method, this study concludes that the animated series of Adit, Sopo, and Jarwo bring the multicultural messages which shown from the different player characters through dialects, topics, and setting. For example, a dialect of Kang Ujang of the Sundanese background, the dangdut music as well as the view of Warung Tegal in the animated film. Taking the fact that there were messages of multiculturalism, the animated series, however, fails to feature more assorted diverse culture, culinary of the archipelago, the characters of other ethnic backgrounds as well as religious observances of Keywords: Multiculturalism, films analysis, childrens movie series, animated films. Tulisan ini merupakan hasil dari analisa kritis terhadap tayangan serial animasi Adit, Sopo, dan Jarwo yang pernah ditayangkan di MNC TV dan telah diunggah di youtube, yang dilakukan pada bulan Juni 2015. Melalui analisis isi disimpulkan, bahwa serial animasi Adit, Sopo, dan Jarwo memuat pesan-pesan mutikulturalisme dari berbagai karakter pemain melalui dialek, topik, dan setting. Misalnya, dialek Kang Ujang yang kesunda-sundaan, dangdut, dan adanya Warung Tegal dalam film animasi tersebut. Walaupun telah ada pesan-pesan multikulturalisme, namun belum banyak menampilkan ragam budaya, kuliner nusantara, karakter etnik lainnya, dan peringatan keagamaan semua agama serta setting sosial masyarakat di luar kampung yang mencerminkan multikulturalisme bangsa. Kata Kunci: Multikultural, analislis film, film anak, film animasi.