I Wayan Bebas
Laboratorium Reproduksi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

TERHADAP BERAT TESTES, GAMBARAN MIKROSKOPIS TESTES, DAN KUALITAS SEMEN AYAM HUTAN MERAH (GALLUS GALLUS) Piraksa, I Wayan; Bebas, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan ekstrakhipofisis terhadap berat testes, gambaran mikroskopis testes, dan kualitas semenayam hutan merah (Gallus gallus). Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap dengan 4 kelompok perlakuan masing masing kelompok menggunakan 4ekor ayam hutan merah sebagai ulangan : Kelompok I (T0) : sebagai kontrol disuntikdengan 0,25 ml NaCl 0,9% secara intramuscular. Kelompok II (T1) : disuntik dengan0,25 ml ekstrak hipofisis dengan konsentrasi 25% secara intra muskuler. Kelompok III (T2) : disuntik dengan 0,25 ml ekstrak hipofisis dengan konsentrasi 50% intramuskuler. Kelompok IV (T3) : disuntik dengan 0,25 ml ekstrak hipofisis dengankonsentrasi 75% intra muskuler. Penyuntikan dilakukan sebanyak 8 kali, dilakukansetiap 12 jam selama 4 hari. 12 jam setelah penyuntikan yang terakhir hewan cobadiambil semennya dan dievaluasi, lalu dibunuh untuk diamati berat testes dangambaran mikroskopisnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : penyuntikan ekstrak hipofisisberpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan berat testes, meningkatkan aktifitasspermatogenesis yang ditandai dengan semakin padatnya lumen tubuliseminiferi,semakin menebalnya lapisan spermatogenik, dan semakin tebalnya lapisan interstitial, dan juga meningkatkan kualitas semen ayam hutan merah dengan meningkatnyakonsentrasi spermatozoa secara sangat nyata (P<0,01). The objective of this study was to find out the effect of exstract hypophysis injection on testes weigh, picture of microscopis testes, and semen quality of red jungle fowl (Gallus gallus). The exsperimental design used in this study was a completely randomised design. Twenty red jungle fowl were divided randomly into four group. Group I (T0): was injection with NaCl 0,9% intramuscular. Group II (T1): was injection with 25% hypophysis exstract intramuscular, Group III (T2): was injection with 50% hypophysis exstract. Group IV (T3): was injection with 75% hypophysis exstract. Injection to carried out eight times, every twelve hours until four days. Twelve hours after finish injection the sample was to collected semen by massage, and then to kill to examination the testes weigh, and picture of microscopis testes. Data of microscopis testes were analyzed using quality descriptive analysis Testes weigh and semen quality were analyzed using anava and Duncan Multiple range test.The result showed the ekstract hypophysis injection there were increasing of testes weigh, increasing spermatogenesis activity of seminiferous tubules, and increasing of semen quality(P<0,01)
PERFORMANS REPRODUKSI BURUNG CUCAK RAWA (PYCNONOTUS ZEYLANICUS) PADA PENANGKARAN SECARA EX-SITU Zulkarnain, David; Bebas, I Wayan; Tri Laksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi burung cucak rawa yang ditangkarkan secara ex-situ meliputi jumlah telur, bobot telur, lama mengeram, dan daya tetas telur. Dilakukan pengamatan dan dicatat kapan burung mulai bertelur, jumlah telur, bobot telur, lama mengeram, kapan telur menetas, jumlah telur yang menetas, lama disapih, bobot anakan, dan saat burung bertelur kembali sehingga dapat diketahui siklus reproduksi burung cucak rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burung cucak rawa menghasilkan dua butir telur. Bobot telur bervariasai antara 3,40?5,37 gram dengan rataan 4,60 gram. Burung cucak rawa mengeram selama 14 hari terhitung sejak burung tersebut bertelur. Daya tetas telur yang dihasilkan lima pasang indukan burung cucak rawa sangat tinggi, setiap telur yang dihasilkan menetas dengan baik. Anakan burung cucak rawa disapih pada umur 5 hari dengan bobot anakan bervariasi antara 18,46?29,26 gram dengan rataan 23,17 gram. Selisih waktu dari awal burung bertelur hingga bertelur kembali bervariasi antara 26?31 hari. Dengan mengetahui performa reproduksi burung cucak rawa yang ditangkarkan secara ex-situ diharapkan para penghobi dapat menangkarkan burung cucak rawa dan membantu melestarikan keberadaan burung cucak rawa.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI GLUTATHION TERHADAP DAYA HIDUP DAN MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI BALI POST THAWING Syarifuddin, Annisya; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAs, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ?Efektivitas Penambahan Berbagai Konsentrasi Glutathion terhadap Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Sapi Bali Post Thawing?.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan : Kontrol semen yang diencerkan dengan andromed tanpa penambahan glutathion, G1 semen yang diencerkan dengan andromed ditambahkan konsentrasi 0,5 mM glutathion, G2 konsentrasi 1,0 mM glutathion, dan G3 konsentrasi 1,5 mM glutathion. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel.Hasil penelitian untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 55,00 ± 6,33, 57,50 ± 4,18, 65,00 ± 4,47 dan 55,83 ± 5,85. Untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 53,33 ± 4,08, 56,67 ± 4,08, 63,33 ± 4,08 dan 54,17 ± 3,76.Indonesia Medicus Veterinus 2012 1(2) : 173 - 185Dengan analisis uji sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan glutathion menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas. Uji lanjutan kemudian dilakukan dengan uji wilayah Duncan dan diperoleh rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase daya hidup spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1 dan G2.Pada motilitas spermatozoa perlakuan Kontrol nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G1, G2, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G1 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G2 nyata lebih banyak (P<0,05) dibandingkan perlakuan Kontrol, G1, dan G3. Rata-rata persentase motilitas spermatozoa pada perlakuan G3 nyata lebih sedikit (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan G2 dan G3.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI ?-KAROTEN TERHADAP MOTILITAS DAN DAYA HIDUP SPERMATOZOA SAPI BALI POST THAWING AGUSTINA SIAHAAN, EVA; DEWI INDIRA LAKSMI, DESAK NYOMAN; BEBAS, I WAYAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ?-karoten pada semen sapi bali yang dibekukan terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa post thawing sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas semen beku.Hasil penelitian penambahan berbagai konsentrasi ?-karoten terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa post thawing pada perlakuan T0, T0e, T1, T2 dan T3 untuk rata-rata daya hidup secara berturut-turut adalah : 53,00±6,47 %, 53,00±8,24 %, 56,00±3,23%, 62,00±3,96% dan 55,00±5,16%. Dan untuk motilitas progresif secara berturut-turut adalah : 52,00±3,96 %, 52,00±3,06 %, 55,00±4,84 %, 60,00±4,40 % dan 53,00±3,96 %. Analisis dan pengujian statistik dilakukan dengan sidik ragam, hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa penambahan ?-karoten memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan motilitas spermatozoa sapi bali post thawing. Uji lanjutan dengan uji wilayah berganda Duncan diperoleh bahwa penambahan ?-karoten dengan konsentrasi 0.002% memberikan hasil rata-rata motilitas dan daya hidup spermatozoa yang nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelompok kontrol, kontrol etanol, penambahan ?-karoten 0,001% dan penambahan ?-karoten 0,001%.
PENGARUH FREKUENSI PENAMPUNGAN SEMEN TERHADAP DAYA HIDUP DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG Apriliani, Karolina; Bebas, I Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi penampungan semen terhadap daya hidup dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang menggunakan empat ekor ayam pelung jantan berumur 8 bulan. Perlakuan I (T1) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 1 kali seminggu. Perlakuan II (T2) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 2 kali seminggu. Perlakuan III (T3) penampungan semen ayam pelung yang dilakukan 3 kali seminggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variant (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan daya hidup dan abnormalitas spermatozoa pada perlakuan T1, T2, dan T3 masing-masing yaitu 94.00±1.00%, 92.60±1.34% dan 67.20±2.58%; dan abnormalitas spermatozoa masing-masing yaitu 6.20±1.92%, 6.80±1.78% dan 17.40±2.40%. Secara statistik frekuensi penampungan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya hidup dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung.
LAMA PENYIMPANAN SEMEN BURUNG PUYUH PADA SUHU 29ºC DENGAN PENGENCER FOSFAT KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA Putri, Priscilla Mariani Sariyono; Budiasa, Made Kota; Bebas, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen burung puyuh pada suhu 29ºC dengan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan viabilitas Spermatozoa untuk keperluan inseminasi buatan. Syarat keberhasilan pada proses inseminasi buatan adalah motilitas spermatozoa diatas 40% dan viabilitas diatas 45%. Pengamatan motilitas dan viabilitas semen burung puyuh yang disimpan pada suhu 29ºC dengan pengencer Fosfat kuning telur dilakukan selama 12 jam dengan interval waktu dua jam pengamatan yakni pada waktu penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh selama 12 jam pengamatan secara umum mengalami penurunan. Kesimpulannya adalah penurunan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh ini seiring dengan lama waktu penyimpanan, semakin lama waktu penyimpanan menyebabkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa yang diperoleh semakin menurun.