Articles

Found 18 Documents
Search

KINETIKA REAKSI PADA PEMBUATAN GLIFOSAT DARI N-PMIDA (NEOPHOSPHONOMETHYL IMINODIACETIC ACID) DAN H2O2 DENGAN KATALISATOR PD/AL2O3 Sinaga, Irmawaty; Rahayuningsih, Edia; Bendiyasa, I Made
Jurnal Rekayasa Proses Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.851 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.566

Abstract

Kebutuhan glyphosate di Indonesia meningkat sebanyak 0,75% per tahun. Saat ini, Indonesia mengimpor bahan ini dari Cina. Untuk mengurangi jumlah glyphosate impor, dibutuhkan glyphosate hasil produksi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai kecepatan reaksi primer dalam memproduksi glyphosate dari neophosphonomethyl iminodiacetic acid (NPMIDA) dan hidrogen peroksida (H2O2), dan kecepatan reaksi sekunder AMPA pada variasi rasio reaktan dan suhu. Katalisator yang digunakan adalah palladium pada alumina (Pd/Al2O3). Lima gram NPMIDA dimasukkan ke dalam sebuah labu leher tiga 500 mL, dan 85 mL akuades ditambahkan ke dalamnya. Kemudian, 1 mL H2O2 ditambahkan ke dalam labu tersebut setiap 20 menit. Produk dari reaksi di saring dengan penyaringan vakum dan direaksikan dengan 130 mL etanol. Pemisahan glyphosate dilakukan dengan menyaring dan mencucinya dengan etanol dan dietil eter. Kemurnian produk glyphosate dianalisa menggunakan spektrometer UV/Vis. Kata kunci: glisin, oksidasi, katalisator logam mulia The need of glyphosate in Indonesia is increasing by about 0.75% annually. Nowadays, Indonesia imports the compound from China. In order to decrease the amount of imported glyphosate, it is necessary to produce it locally. This research aims at achieving primary reaction rate of producing glyphosate from neophosphonomethyl iminodiacetic Acid (NPMIDA) and hydrogen peroxide (H2O2), and secondary reaction rate of aminomethylphosphonic acid (AMPA) at various reactant ratios and temperatures. Palladium supported alumina (Pd/Al2O3) was used as catalyst. Five grams of NPMIDA was added into a-500 mL three neck flask, and 85 mL aquadest was poured into it. Then, 1 mL H2O2 was added into the three neck flask every 20 minutes.. The product was vacuum-filtered and reacted with 130 mL ethanol. Separation of glyphosate was performed by filtering and washing it with ethanol and diethyl ether. The purity of glyphosate product was analyzed using UV/Vis spectrometer. Keywords: glycine, oxidation, noble metal catalyst
LIFE CYCLE ASSESSMENT PABRIK SEMEN PT HOLCIM INDONESIA TBK. PABRIK CILACAP: KOMPARASI ANTARA BAHAN BAKAR BATUBARA DENGAN BIOMASSA Harjanto, Taufan Ratri; Fahrurrozi, Moh; Bendiyasa, I Made
Jurnal Rekayasa Proses Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.884 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.4696

Abstract

PT. Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap dengan kapasitas produksi 2,6 juta ton/tahun telah menggunakan sekam padi sebagai energi alternatif biomassa. Penggantian batubara dengan biomassa akan menimbulkan emisi dan dampak ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan penggunaan batubara dan biomassa dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Pendekatan cradle to gate digunakan untuk mengevaluasi 4 skenario penggunaan bahan bakar: (1) 100% batubara, (2) campuran 90% batubara dan 10% biomassa, (3) campuran 50% batubara dan 50% biomassa, (4) 100% biomassa, dengan basis 1000 kg produk semen. Langkah-langkah evaluasi mengacu pada ISO 14040 tahun 2006 yang terdiri dari: (1) pendefinisian tujuan dan ruang lingkup, (2) analisis inventori, (3) analisis/penakaran dampak, (4) interpretasi. Hasil analisis kontribusi dampak terhadap lingkungan dengan skenario 1, 2, 3, dan 4 diperoleh nilai kontribusi total berturut-turut 2,78 x10-1 Pt, 2,24 x10-1Pt, 1,57 x10-1Pt, dan 8,50 x10-2 Pt. Kategori dampak global warming, respiratory inorganic dan resources merupakan kontributor terbesar dari total dampak terhadap lingkungan. Analisis perbaikan dan rekomendasi mengurangi dampak yang terjadi yaitu mengganti angkutan truck pasir silika dengan kereta api, bahan bakar biomassa menggunakan miscanthus giganteus dan melakukan penghijauan. Kata kunci : PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap, Life Cycle Assessment, Komparasi batubara dengan biomassa PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap having capacity of 2.6 million ton/year uses rice husk as alternative fuels. The utilization of the rice husk will effect the environment. The aim of the study is to evaluate the effects of biomass utilization to environment using life cycle assessment (LCA) method. The ?cradle to gate? approach was used to evaluate four scenarios of different fuel combinations: (1) 100% coal, (2) mixed fuel of 90% coal and 10% biomass, (3) mixed fuel of 50% coal and 50% biomass, (4) 100% biomass as primary fuels in the kiln for 1000 kg cement. Evaluation of environment impact related to each scenario was using ISO 14040 (2006) that consists of: (1) goal definition and scoping, (2) inventory analysis, (3) impact assessment, and (4) interpretation. Results showed by contribution analysis, the scenario 1, 2, 3, and 4, give 2.78 x10-1 Pt, 2.24 x10-1Pt, 1.57 x10-1Pt, and 8.50 x10-2 Pt respectively. It was also found that the global warming, respiratory inorganic and resources give significant impacts to the environment. It is suggested to replace silica tranportation using train, to utilize miscanthus giganteus and to grow plants or reforestry. Keywords: PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant, Life Cycle Assessment, Comparative Coal with Biomass.
POTENSI PEMANFAATAN AIR LIMBAH PEMUCAT INDUSTRI TENUN ATBM UNTUK MENURUNKAN KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIAWI (KOK) AIR LIMBAH PEWARNAAN Sarto, Sarto; Bendiyasa, I Made; Rusnawati, Yustina
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 19, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Kegiatan tenun ATBM di Gamplong menghasilkan air limbah terutama dari proses pewarnaan dan proses pemucatan. Bahan pewarna merupakan senyawa komplek dan relatif stabil sehingga sulit ditangani. Proses oksidasi lanjut telah terbukti mampu menurunkan kadar bahan pewarna dalam air limbah. Penelitian ini mempelajari potensi air limbah pemucatan untuk menurunkan kadar bahan pewama dalam air limbah pewarnaan. Proses pencampuran air limbah pewarna dengan air limbah pemucatan dilakukan di dalam sebuah reaktor batch yang dilengkapi empat lampu UV masing-masing 10 Watt dan sebuah pengaduk magnit. Penurunan kadar zat warna dinyatakan dalam Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK). Setiap jangka (interval) waktu tertentu, cuplikan air limbah sebanyak 2 mL diambil dari reaktor lalu dianalisis KOK nya. Rasio volume limbah pewarnaan terhadap limbah pemucatan adalah 3:1, 2:1, 1:1, 1:2, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil nisbah limbah pewamaan dengan limbah pemucatan menghasilkan penurunan KOK semakin besar. Dengan volume limbah total 150 m, potensi oksidasi limbah pemucatan setara dengan sekitar 2 mL hidrogen peroksida 50% dalam 150 mL air limbah.
OXIDATION OF ORGANIC COMPOUNDS WITH UV RADIATION AND HYDROGEN PEROXIDE : TOLUENE IN AQUEOUS SOLUTIONS Bendiyasa, I Made; Sarto, Sarto; Kusumaningtyas, Aprodhita
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 14, No 3 (2007)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Generally, waste water contains a large variety of organic and inorganic compounds. Most organic compounds are resistant to conventional chemical and biological treatments. Among them are aromatic compounds, such as toluene. This paper presents the results of experimental oxidation of toluene with combinations of UV and H2O2 which are usually called Advanced Oxidation Processes (AOPs). The experiments were performed in a batch system at room temperature. The experimental results exhibit that both initial concentration of hydrogen peroxide and initial pH affect the degree of oxidation. It is found that the order of reaction is pseudo first order with regard to toluene. The value of kapparent. is observed linearly with respect to the initial hydrogen peroxide concentration and exponentially with regard to the initial pH. The effect of the initial hydrogen peroxide concentrations on  kapparent is expressed as kapparent = 0,0015 Cinitial + 0,0204 min-I and of the initial values of pH is kapparent =  0,0309 -0,027 (pH) min-I. The effect of Cinitial and pH on kapparent can be expressed as kapparent = (0,0374+ 0,0009 Cinitial) e -0,0316 (pH) min-1.
Pelindian Nikel dari Bijih LimonitLow-Grade Pomalaa Menggunakan Pelarut Asam Asetat Eka Ayu Agustina, Himmah Sekar; Bendiyasa, I MAde; Petrus, Himawan Tri Bayu Murti; Mufakir, Fika Rofiek; Astuti, Widi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2018: PROSIDING SNTKK 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nickel is a strategic metal in many modern industrial and metallurgical application. Indonesia processes nickel laterite ore of about 15% of total world reserves. This research work deals with the extraction of nickel from a low grade limonitic ore, taken from a deposit located in Pomalaa (Sulawesi), through agitation leaching at atmospheric pressure. Ore characterisation was performed by x-ray diffraction (XRD) and x-ray fluorescence (XRF). Showing that 2,651% nickel that geothite are the main mineral. The metal extraction from low-grade limonitic ore is affected by the mineralization of the ore in addition operating condition are also varied in this study including temperature (30oC,60oC,90oC), acid concentration (25%,50%,75%) and particle size (-70+100 mesh, -100+200 mesh, -200 mesh) to investigated the leaching performance. In comparison to that of inorganic acid (HCl) used in this study, acetic acid provide a potential to be applied in the extraction of metals from low grade limonitic ore.
Life Cycle Assessment Pabrik Semen PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap: Komparasi antara Bahan Bakar Batubara dengan Biomassa Harjanto, Taufan Ratri; Fahrurrozi, Moh ; Bendiyasa, I Made
Jurnal Rekayasa Proses Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.4696

Abstract

PT. Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap dengan kapasitas produksi 2,6 juta ton/tahun telah menggunakan sekam padi sebagai energi alternatif biomassa. Penggantian batubara dengan biomassa akan menimbulkan emisi dan dampak ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan penggunaan batubara dan biomassa dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Pendekatan cradle to gate digunakan untuk mengevaluasi 4 skenario penggunaan bahan bakar: (1) 100% batubara, (2) campuran 90% batubara dan 10% biomassa, (3) campuran 50% batubara dan 50% biomassa, (4) 100% biomassa, dengan basis 1000 kg produk semen. Langkah-langkah evaluasi mengacu pada ISO 14040 tahun 2006 yang terdiri dari: (1) pendefinisian tujuan dan ruang lingkup, (2) analisis inventori, (3) analisis/penakaran dampak, (4) interpretasi. Hasil analisis kontribusi dampak terhadap lingkungan dengan skenario 1, 2, 3, dan 4 diperoleh nilai kontribusi total berturut-turut 2,78 x10-1 Pt, 2,24 x10-1Pt, 1,57 x10-1Pt, dan 8,50 x10-2 Pt. Kategori dampak global warming, respiratory inorganic dan resources merupakan kontributor terbesar dari total dampak terhadap lingkungan. Analisis perbaikan dan rekomendasi mengurangi dampak yang terjadi yaitu mengganti angkutan truck pasir silika dengan kereta api, bahan bakar biomassa menggunakan miscanthus giganteus dan melakukan penghijauan. Kata kunci : PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap, Life Cycle Assessment, Komparasi batubara dengan biomassa PT. Holcim Indonesia Tbk. Cilacap having capacity of 2.6 million ton/year uses rice husk as alternative fuels. The utilization of the rice husk will effect the environment. The aim of the study is to evaluate the effects of biomass utilization to environment using life cycle assessment (LCA) method. The “cradle to gate” approach was used to evaluate four scenarios of different fuel combinations: (1) 100% coal, (2) mixed fuel of 90% coal and 10% biomass, (3) mixed fuel of 50% coal and 50% biomass, (4) 100% biomass as primary fuels in the kiln for 1000 kg cement. Evaluation of environment impact related to each scenario was using ISO 14040 (2006) that consists of: (1) goal definition and scoping, (2) inventory analysis, (3) impact assessment, and (4) interpretation. Results showed by contribution analysis, the scenario 1, 2, 3, and 4, give 2.78 x10-1 Pt, 2.24 x10-1Pt, 1.57 x10-1Pt, and 8.50 x10-2 Pt respectively. It was also found that the global warming, respiratory inorganic and resources give significant impacts to the environment. It is suggested to replace silica tranportation using train, to utilize miscanthus giganteus and to grow plants or reforestry. Keywords: PT Holcim Indonesia Tbk Cilacap Plant, Life Cycle Assessment, Comparative Coal with Biomass.
Kinetika Reaksi pada Pembuatan Glifosat dari N-PMIDA (Neophosphonomethyl Iminodiacetic Acid) dan H2O2 dengan Katalisator Pd/Al2O3 Sinaga, Irmawaty ; Rahayuningsih, Edia ; Bendiyasa, I Made
Jurnal Rekayasa Proses Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.566

Abstract

Kebutuhan glyphosate di Indonesia meningkat sebanyak 0,75% per tahun. Saat ini, Indonesia mengimpor bahan ini dari Cina. Untuk mengurangi jumlah glyphosate impor, dibutuhkan glyphosate hasil produksi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai kecepatan reaksi primer dalam memproduksi glyphosate dari neophosphonomethyl iminodiacetic acid (NPMIDA) dan hidrogen peroksida (H2O2), dan kecepatan reaksi sekunder AMPA pada variasi rasio reaktan dan suhu. Katalisator yang digunakan adalah palladium pada alumina (Pd/Al2O3). Lima gram NPMIDA dimasukkan ke dalam sebuah labu leher tiga 500 mL, dan 85 mL akuades ditambahkan ke dalamnya. Kemudian, 1 mL H2O2 ditambahkan ke dalam labu tersebut setiap 20 menit. Produk dari reaksi di saring dengan penyaringan vakum dan direaksikan dengan 130 mL etanol. Pemisahan glyphosate dilakukan dengan menyaring dan mencucinya dengan etanol dan dietil eter. Kemurnian produk glyphosate dianalisa menggunakan spektrometer UV/Vis. Kata kunci: glisin, oksidasi, katalisator logam mulia The need of glyphosate in Indonesia is increasing by about 0.75% annually. Nowadays, Indonesia imports the compound from China. In order to decrease the amount of imported glyphosate, it is necessary to produce it locally. This research aims at achieving primary reaction rate of producing glyphosate from neophosphonomethyl iminodiacetic Acid (NPMIDA) and hydrogen peroxide (H2O2), and secondary reaction rate of aminomethylphosphonic acid (AMPA) at various reactant ratios and temperatures. Palladium supported alumina (Pd/Al2O3) was used as catalyst. Five grams of NPMIDA was added into a-500 mL three neck flask, and 85 mL aquadest was poured into it. Then, 1 mL H2O2 was added into the three neck flask every 20 minutes.. The product was vacuum-filtered and reacted with 130 mL ethanol. Separation of glyphosate was performed by filtering and washing it with ethanol and diethyl ether. The purity of glyphosate product was analyzed using UV/Vis spectrometer. Keywords: glycine, oxidation, noble metal catalyst
PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK Sarto, Sarto; Soehendro, Bambang; Bendiyasa, I Made; Rochmadi, Rochmadi
Reaktor Volume 13, Nomor 2, Desember 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.873 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.2.109-116

Abstract

Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1)-propanol(2)-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor pipa ganda tegak sepanjang 1,7 m. Ukuran pipa luar dan dalam berturut-turut sebesar 50 mm dan 25 mm. Campuran uap dan gas dialirkan dari atas melalui anulus sedangkan air pendingin dialirkan di dalam pipa dari bawah sehingga sistem menjadi berlawanan arah. Data percobaan meliputi kecepatan alir dan suhu air pendingin, komposisi dan suhu campuran uap-gas, kecepatan alir dan suhu kondensat, kecepatan alir udara, dan tekanan sistem. Koefisien perpindahan panas dan massa dievaluasi melalui model matematik yang disusun berdasarkan neraca massa dan panas yang diselesaikan secara simultan. Hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk bilangan tak berdimensi yaitu Nu=19,9297(1-yn)2,9164Re0,8142Pr1/3. Adapun hubungan fungsional bilangan Sherwood yang merupakan bentuk bilangan tak berdimensi koefisien perpindahan massa dinyatakan dengan persamaan Sh1=15,1042(1-yn)2,9696Re0,8068Sc1/3 dan Sh2=5,7227(1-yn)2,9916Re0,8113 Sc1/3
Pengaruh Suhu dan pH pada Presipitasi Elemen Berharga dari Larutan Leaching Low Grade Nikel Laterit Ore dengan menggunakan Pengendap Kalsium Karbonat Surianti, Surianti; Permatasari, Marizka Aviana; Utami, Arini Nur; Bendiyasa, I Made; Perdana, Indra; Murti Petrus, Himawan Tri Bayu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2019: PROSIDING SNTKK 2019
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nickel has an important role in non-corrosive materials formation as well as rechargeable battery.The increasing need of nickel has led the exploration of lateritic ore with low grade nickel concentration. The content of nickel in laterite ore ranges from 1.5-2.5% (weigth basis). Due to the characteristic of low grade laterite ore, hydrometallurgy is best to apply for the nickel processing technique. Nickel laterite ore that used in this study is a low grade type obtained from Pomalaa, Southeast Sulawesi. The nickel processing with hydrometallurgical technique begins with leaching of 150 grams of laterite nickel ore using 750 mL HCl 0.1 M which is followed by precipitation using CaCO3 15 % to determine the maximum percent recovery of nickel and the competition from other elements in the leachate. Based on the results  that is analyzed using Inductively Coupled Plasma - Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES),  components taken from this leaching process are in the ionic  form of Fe, Al, Si, and Ni and the maximum percent recovery of nickel is obtained at 70°C at pH 6 and pH 7 with a percent recovery of 56.35%.
STUDI PENGERINGAN BAMBU DENGAN PEMANFAATAN GAS BUANG ( FLUE GAS ) PEMBAKARAN GERABAH Hadi, Taufikul; Bendiyasa, I Made; Sudiyo, Rahman
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.495 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.93

Abstract

Suhu gas buang dari hasil pembakaran gerabah relatif masih tinggi, suhunya masih sekitar 200oC. Gas buang hasil pembakaran gerabah ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai media pengering, misalnya untuk mengeringkan bambu. Dalam penelitian ini, media pengeringan yang digunakan adalah udara panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung parameter-parameter pengeringan yang diharapkan dapat diterapkan pada pengeringan bambu dengan media gas buang dari pembakaran gerabah. Dimensi dari masing-masing sampel bambu adalah panjang 45 cm, lebar 8 cm dan ketebalan1 cm. Berat awal masing-masing sampel ditimbang, kemudian sampel itu dimasukkan ke dalam unit pengeringan. Selanjutnya udara panas dialirkan ke dalam unit pengering. Suhu udara panas yang digunakan adalah 60oC, 80oC dan 100oC. Setiap 30 menit, perubahan massa bambu dicatat dan suhu termometer bola kering dan termometer bola basah diukur. Pengeringan dilakukan sampai massa sampel bambu tidak berubah. Dalam penelitian ini, pengeringan bambu terbagi dalam dua periode yaitu periode laju menurun dan periode laju konstan. Teramati bahwa, laju pengeringan konstan berlangsung dalam waktu yang singkat. Laju pengeringan bambu dikontrol oleh difusi air di dalam bambu dan transfer massa air dari permukaan bambu ke udara. Koefisien difusivitas efektif air (Deff) yang diperoleh adalah 0,02 cm2/jam untuk suhu udara panas pengering 60oC, 0,03 cm2/jam untuk 80oC dan 0,08 cm2/jam untuk 100oC.