Satria Bijaksana
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Husna, Husna; Raul, Nurlaela; Bijaksana, Satria
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.014 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5237

Abstract

PENGUKURAN STABILITAS NATURAL REMANENT MAGNETIZATION (NRM) BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Telah dilakukan kajian kemagnetan batuan pada daerah sekitar puncak Gunung Merapi. Penelitian ini berupa uji kestabilan Natural Remanent Magnetization (NRM) yang menggunakan l6 specimen yang diambil dari Pasar Bubar, Kali Gendol dan Kali Gendong. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran intensitas dan arah NRM,dan proses demagnetisasi dengan menggunakan metoda Alternating Field Demagnetization. Hasil Pengukuran menunjukkan bahwa Pasar Bubar mempunyai intensitas rata-rata 2255,468 mA/meter dengan range deklinasi 32,8° - 6,5° dan inklinasinya -37,4° - 3,9°, Kali Gendol mempunyai intensitas rata-rata 2469,387 mA/meter dengan range deklinasi 356,1°- 11° dan inklinasinya -4,9°  - -0,1°, dan Kali Gendong mempunyai intensitas rata-rata 4139,062 mA/meter dengan range deklinasi 62,1° - 125,4° dan inkinasinya -0,8°- 35,2°. Uji kestabilan NRM ini melalui kurva intensitas, Plot stereonet, diagram Zijderveld dan Analisis Komponen Utama (MAD). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel Kali Gendol cukup stabil dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam studi Paleomagnetik.
SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL Aji, Mahardika Prasetya; Yulianto, Agus; Bijaksana, Satria
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.566 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5116

Abstract

SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL. Mineral oksida besi ditemukan pada beberapa bahan lokal, di antaranya mill scale sebagai produk sisa pembuatan baja serta bahan alam pasir besi. Kedua bahan tersebut keberadaannya sangat melimpah dan hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini dikaji sintesis nano partikel bahan oksida besi berupa magnetit (Fe3O4), maghemit (?-Fe2O3) dan hematit (?-Fe2O3). Proses sintesis dilakukan dengan metode presipitasi basa. Untuk pembuatan precursor digunakan asam klorida (HCl), sedangkan untuk presipitasi digunakan larutan amoniak (NH4OH). Serbuk endapan hasil presipitasi diidentifikasi dengan metode XRD dan ukurannya dikarakterisasimelalui pengukuran magnetik. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa endapan tersebut teridentifikasi sebagai magnetit dengan bulir-bulir magnetik berdomain tunggal (berukuran orde nano). Maghemit diperoleh melalui oksidasi serbuk endapan tersebut pada suhu 300 °C dan hematit diperoleh melalui oksidasi pada suhu 800 °C.
PRODUKSI HEMATIT (α-FE2O3) DARI PASIR BESI: PEMANFAATAN POTENSI ALAM SEBAGAI BAHAN INDUSTRI BERBASIS SIFAT KEMAGNETAN Yulianto, Agus; Bijaksana, Satria; Loeksmanto, Waloejo; Kurnia, Daniel
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.079 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5208

Abstract

PRODUKSI HEMATIT (?-Fe2O3) DARI PASIR BESI: PEMANFAATAN POTENSI ALAM SEBAGAI BAHAN INDUSTRI BERBASIS SIFAT KEMAGNETAN. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomis pasir besi, kami telah melakukan pengolahan mineral magnetit (Fe3O4) yang diambil dari pasir besi menjadi mineral hematit (?-Fe2O3) melalui proses oksidasi. Mineral magnetit dipisahkan dari pasir besi yang diambil dari suatu lokasi di pesisir utara Jawa Tengah melalui proses ekstraksi, penghalusan dan pemisahan sehingga diperoleh dengan kemurnian yang tinggi. Magnetit yang dimurnikan tersebut kemudian dioksidasi pada suhu 500°C, 600°C dan 700°C, masing-masing selama 15 jam. Hasil oksidasi mempunyai penampakan fisika yang berbeda dan nilai susceptibility magnetik yang lebih kecil dibanding mineral magnetit asalnya. Semakin tinggi suhu oksidasi semakin mirip warnanya dengan diperoleh dengan mineral hematit yang dihasilkan oleh industri. Nilai susceptibility magnetik juga menurun dengan semakin tingginya suhu oksidasi. Analisis fotomineralogi menunjukkan bahwa kandungan hematit meningkat dari ll% pada suhu oksidasi 500°C, menjadi sekitar 99% pada 700°C. Analisis dengan metode difraksi sinar-X memperlihatkan bahwa puncak-puncak intensitas magnetit yang semula mendominasi pada bahan awal secara bertahap diganti dengan puncak-puncak hematit pada sampel-sampel hasil oksidasi
Thermomagnetic Analysis of the Lake Matano Sediments and the Surrounding Lateritic Soils, South Sulawesi, Indonesia Fajar, Silvia Jannatul; Tamuntuan, Gerald; Bijaksana, Satria; Russell, James
Jurnal Geofisika Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.654 KB) | DOI: 10.36435/jgf.v16i2.384

Abstract

Thermomagnetic is one of the most commonly used measurements for determining the dominant type of magnetic mineral of samples. The measurement is separated into two distinct processes, heating and cooling. The sample susceptibility is measured for each temperature change, i.e., from room temperature to 700oC and vice-versa. Based on the thermomagnetic measurement results, magnetite is found to be the predominant magnetic minerals in Lake Matano sediments. The present study applied a correlation analysis technique on the results of thermomagnetic measurement of Lake Matano sediments and compared the result to that of lateritic soils to indicate whether a diagenetic process has occurred on the lake sediments.
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI MAGNET KOMPOSIT BARIUM HEKSAFERIT DENGAN BINDER SEMEN PORTLAND Jatiutoro, Purwo; Yulianto, Agus; Bijaksana, Satria
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.192 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5133

Abstract

FABRIKASI DAN KARAKTERISASI MAGNET KOMPOSIT BARIUM HEKSAFERIT DENGAN BINDER SEMEN PORTLAND. Pembuatan dan karakterisasi magnet komposit telah dilakukan dengan menggunakan serbuk bahan magnet barium heksaferit (BaO.6Fe2O3) serta bahan pengikat berupa semen portland. Campuran serbuk magnet dan semen portland dibuat dengan porsi serbukmagnet sebesar 86%, 88%, 90%dan 92%. Pencetakan magnet komposit dilakukan dengan teknik cetak dingin (tanpa pemanasan) dengan tambahan bahan perekat berupa larutan Poly Vinyl Alcohol (PVA). Setelah kering dan dihaluskan permukaannya, magnet komposit selanjutnya diuji sifat kemagnetan dan sifat mekaniknya (kuat tekan). Berdasarkan hasil pengukuran dengan permagraph, diketahui bahwa sifat magnetik yang terbaik diperoleh pada komposisi serbuk magnetik sebanyak 90% dengan nilai induksi remanen (Br) sebesar 0,655 kG, medan koersiv (Hc) = 0,553 kOe, dan produk energi maksimum (BH)maks : 95 kGOe. Sementara itu dari hasil uji kuat tekan dengan alat California Bearing Ratio diperoleh sifat mekanik yang terbaik pada komposisi sengan porsi serbuk magnet sebanyak 92 % dengan nilai kuat tekan sebesar 22,152 kg/cm2. Magnet komposit yang dihasilkan dapat menempel pada permukaan logam besi dan dapat digunakan sebagai aksesoris.
PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH Wahyuni, Wahyuni; Rauf, Nurlaela; Bijaksana, Satria
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.366 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5240

Abstract

PENGUKURAN ANISOTROPI MAGNETIK SUSCEPTIBILITY BATUAN VULKANIK GUNUNG MERAPI DI JAWA TENGAH. Anisotropy Magnetic Susceptibility (AMS) adalah gambaran perbedaan harga susceptibility magnetik pada suatu sampel yang bergantung pada arah atau orientasi medan yang mempengaruhinya. Dua puluh dua sampel dari empat daerah gunung merapi, di Jawa Tengah telah diukur anisotropi susceptibility magnetiknya dengan menggunakan MSZ Bartington. Kedua puluh dua sampel tersebut menunujukkan susceptibility yang tinggi sampai dengan 8037,5 x 10-5 (SI unit). Sebelas sampel sangat anisotropik (dengan derajat anisotropi mencapai 16%). Sampel lainnya memiliki derajat anisotropi kurang dari 6% (dari daerah pasar bubar, Kali Kuning, Kali Gendong, Kali Gendol Utara), hal ini menunjukkan bahwa sebagian sampel dapat digunakan dalam paleomagnetik.
MENENTUKAN NILAI SUSCEPTIBILITY BATUAN BEKU PULAU JAWA Rahmawati, Rahmawati; Rauf, Nurlela; Bijaksana, Satria
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.052 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5238

Abstract

MENENTUKAN NILAI SUSCEPTIBILITY BATUAN BEKU PULAU JAWA. Telah dilakukan sebuah penelitian tentang kerentanan magnetik yang lebih dikenal degan susceptibility pada beberapa material alam khusus pada batuan beku lava dan intrusi yang bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral magnetiknya. Metoda yang digunakan adalah separasi magnetik sederhana yaitu memisahkan material yang mengandung magnetik tinggi dengan magnetik rendah. Disamping itu dilakukan pengukuran susceptibility, intensitas magnetik dan difraksi sinar-x. Hasil penelitian menunjukkan tiap material mempunyai mineral magnetik walaupun kadarnya berbeda- beda. Batuan lava lebih banyak mengandung mineral magnetik dibandingkan dengan batuan intrusi.
INTEGRATED PREDICTION ERROR FILTER ANALYSIS APPLICATION ON LAKE TOWUTI Taufik, M; Winardhi, Ignatius Sonny; Bijaksana, Satria
Jurnal Geofisika Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v17i2.415

Abstract

Every naturally-occurred phenomenon on earth is related to cyclicity. On a larger scale, it can be defined as the occurrence of climate periodicity which is caused by the revolution of earth towards the sun. It can also be examined on a smaller process such as the days and nights cycles, as the effect of earths rotation. This research will specifically discuss about the cyclicity of grain size changes in sediments from lake Towuti, Indonesia. The cyclicity of the sediments is deduced using Integrated Prediction Error Filter Analysis (INPEFA) trends. The INPEFA trends are used to analyse the probability of sediments distribution by simply calculating the cumulative errors between predicted and actual data. Unlike any other implementation of INPEFA that mainly observing lithology controlled by sea level changes, this research is aimed at applying INPEFA to enhance well correlation process across an area that is strongly influenced by rainfall intensity and some climatically-driven processes. By correlating the sediment units, the lateral distribution of the climatically-driven diatom ooze will eventually help a better understanding of paleoclimate events on lake Towuti. This research is aimed at constructing and applying systematic algorithm on INPEFA logs calcultation. Two main cores that construct the INPEFA calculation are trend removal process and autoregressive coefficients calculation using Burgs method. When dealing with real datasets the trend removal process is an imperative process to prevent ambiguous INPEFA trend. Moreover, the use of trend removal process is also favourable in interpreting INPEFA trends for various cyclicity periods, this is achieved by varying the input parameters on the trend removal process. Autoregressive coefficients calculation on the other hand is the keystone that constructs the INPEFA logs calculation process. Well correlations process is successfully achieved through interpreting the INPEFA trends logs. Validation of the INPEFA logs shows good correlation between the result and core sample from lake Towuti with widely-distributed tephra being the main key validator. The changes in INPEFA trends is interpreted to be linked with the change in grain size and also in sediments impedance. Comparing and validating the INPEFA trends with two seismic traces from the lake reveals that the turning point of INPEFA trends are associated with strong reflection on the seismic traces. We approach the building of pseudo-INPEFA section through applying optimum Wiener filter (OWF) during the multi-attribures analysis. The lateral continuation of predicted pseudo-log was improved, overall correlation showed an increase by 15% and a decreased in error value by 25%.