Articles

IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACORES) DI PERAIRAN ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA TIMUR Hermawan, David; Boer, Mennofatria; Dahuri, Rokhmin; Budiharsono, Sugeng; Farid Ma?ruf, Widodo
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.891 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.76

Abstract

Stock status of Yellowfin tuna in Indian Ocean on southern water of East Java currently is predicted undergoing overfishing or close to overfishing which is very alarming from sustainability context. A research has been done on Yellowfin tuna fisheries sustainability based on ecology, economy, technology, social and institutional dimensions. Collected data are analyzed using RAPFISH (multidimensional scaling/MDS, leverage analysis, monte carlo analysis), and comparison pairwess analysis to asses multidimensional sustainability of Yellowfin fisheries.Research result shows that Rapfish index for ecological sustainability is 57.83%, whereas economical, technological, social and institutional sustainability are consecutively: 68.14%, 98.03%, 44.89% and 47.88%.  Multidimensional sustainability status assessment result show sustainability index 64.54 %, or Fairly Sustainable. Of those dimensions, social and institutional dimension have the lowest proportion in Yellowfin fisheries in Indian Ocean economic exclusive  zone (EEZ) they are 7.63% and 4.24 %. Keywords: yellowfin tuna, sustainability, EEZ, Rapfish
ANALISIS REHABILITASI TAMBAK DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD) ., Indra; Fauzi, Akhmad; Haluan, John; Boer, Mennofatria
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.005 KB)

Abstract

Tambak memegang peranan penting sebagai sumber ekonomi masyarakat pesisir di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Akan tetapi, tsunami 26 Desember 2004 telah merusak sebagian besar tambak di provinsi ini dengan prediksi kerugian lebih dari 1 trilyun dan 14 859 rumah tangga hilang sumber mata pencaharian. Kebutuhan biaya rehabilitasi satu hektar tambak yang rusak berat adalah Rp 32.76 juta, rusak sedang yang direhabilitasi dengan mesin (capital intensive) adalah Rp 20.92 juta dan dengan manual (laborintensive) adalah Rp 12.37 juta, dan rusak ringan yang direhabilitasi dengan mesin Rp12.37 juta dan manual Rp 5.89 juta. Pendapatan dari budidaya tambak tradisional plus adalah Rp 14.7 juta/ha/tahun dan menyeraptenaga kerja 488 hok. Analisis finansial, dengan discount rate 15%, menunjukkan bahwa pengelolaan tambak di Aceh layak (feasible) dilakukan. Belajar dari kegagalan masa lalu, maka ke depan, pengelolaan tambak di Aceh harus diarahkan pada pola Manajemen Kesehatan Budidaya Udang (Shrimp Culture Health Management- SCHM).Kata kunci: Tambak, tsunami, rehabilitasi, biaya, tenaga kerja, dan pendapatan.
RANCANGAN PENGAMBILAN CONTOH UPAYA TANGKAP DAN HASIL TANGKAP UNTUK PENGKAJIAN STOK IKAN Boer, Mennofatria; Abdul Aziz, Kiagus
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.81 KB)

Abstract

Informasi yang diperoleh dari data upaya tangkap dan hasil tangkap dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tropis merupakan informasi yang sangat penting mengingat data upaya dan hasil tangkap merupakan data yang sangat kaya informasi yang dapat digunakan dalam menentukan perubahan beberapa parameter populasi. Kecenderungan menurunnya informasi hasil tangkap per upaya tangkap dapat menjadi indikator terjadinya kegiatan penangkapan yang berlebihan yang dapat mengancam kelestarian populasi ikan, disamping data tersebut juga dapat digunakan untuk memperkirakan seberapa banyak ikan yang sebaiknya ditangkap. Kajian ini membahas prosedur pengambilan contoh upaya tangkap dan hasil tangkap sebagai alat ampuh dalam pengkajian stok ikan.Kata kunci: upaya tangkap, hasil tangkap, hasil tangkap per upaya tangkap, pengkajian stok ikan.
PEMODELAN KO-EKSISTENSI PARIWISATA DAN PERIKANAN: ANALISIS KONVERGENSI –DIVERGENSI (KODI) DI SELAT LEMBEH SULAWESI UTARA ., Parwinia; Fauzi, Akhmad; Soedharma, Dedi; H Taryoto, Andin; Boer, Mennofatria
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.413 KB)

Abstract

Perlindungan sebagian kawasan pesisir untuk konservasi dan pariwisata bahari akan memberikan manfaat baik secara ekonomi maupun ekologi. Namun demikian dalam kondisi dimana area yang dilindungi ini tumpang tindih dengan area penangkapan ikan tradisional maka diharapkan kegiatan-kegiatan ini dapat saling ko-eksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab issu tersebut melalui pemodelan bio-ekonomi. Dilakukan di Selat Lembeh Sulawesi Utara yang terkenal sebagai area yang dimanfaatkan untuk perikanan tangkap dan pariwisata. Penelitian ini juga menghasilkan empat tipologi interaksi antara pariwisata dan perikanan tergantung dari besaran kapasitas ekonomi dan kapasitas biofisik. Beberapa alternative kebijakan untuk melindungi pengelolaan kawasan pesisir yang mungkin dapat dilakukan adalah melalui kemitraan antara pengelola kawasan konservasi dan wisata dengan nelayan (sebagai guide diving, pemandu wisata). Analisis dinamik merupakan interaksi antara kegiatan perikanan yang diwakili dengan potensi perikanan dengan kegiatan pariwisata yang diwakili jumlah wisatawan. Konvergensi terjadi pada tahun ke 40 dengan nilai biomasa ikan sebesar lebih kurang 13 ton dengan jumlah tersebut wisatawan sebanyak 119 orang. Sementara itu interaksi dinamik melalui analisis phase line memiliki keseimbangan stable focus dimana keseimbangan system jangka panjang akan dicapai melalui penyesuaian antara kedua kegiatan tersebut. Artinya bahwa peningkatan jumlahwisatawan hanya bisa dicapai jika kegiatan perikanan dikurangi.Kata kunci: daerah perlindungan laut, ko-eksistensi, konvergensi, divergensi.
LAJU PERTUMBUHAN GRACILARIA LICHENOIDES(L) GMEL DAN GRACILARIA GIGAS HARV . PADA SALINITAS BERBEDA Made Dwi Ismawan, I; Eidman, H; Boer, Mennofatria
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1993): Desember 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2296.422 KB)

Abstract

Graci/aria sp. merupakan alga laut yang mampu hidup pada selang salinitas yang cukup tinggi. Untuk melihat laju pertumbuhan G. lichenoides dan G. gigas, pada penelitian ini digunakan 5 perlakuan salinitas yaitu 15%0 , 20%0, 25%0 , 30%0 dan 35960.Dan hasil penelitian terlihat bahwa laju pertumbuhan G. lichenoides cenderung lebih baik dibandingkan laju pertumbuhan G. gigas. Rata-rata lajupertumbuhan tertinggi G. lichenoides terjadi pada salinitas 25% sedangkan G. gigas pada salinitas 20%Kata-kata kunci:alga laut (G. lichenoides dan G. gigas), laju pertumbuhan, salinitas
MODEL SURSHING: MODEL HYBRID ANTARA MODEL PRODUKSI SURPLUS DAN MODEL CUSHING DALAM PENDUGAAN STOK IKAN (STUDI KASUS: PERIKANAN LEMURU DI SELAT BALI) Tinungki, Georgina M.; Boer, Mennofatria; Monintja, Daniel R.; Widodo, Johanes; Fauzi, Akhmad
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.342 KB)

Abstract

Kajian terhadap pendugaan stok ikan, khususnya perikanan lemuru di Selat Bali, telah banyak dilakukan oleh para peneliti melalui penggunaan model poduksi surplus. Dalam penelitian ini dilakukan penggabungan antara model produksi surplus dan model Cushing atau disebut model Surshing yang digunakan untuk menduga stok ikan lemuru di Selat Bali. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model Surshing lebih memuaskan dalam menduga stok ikan lemuru di Selat Bali, terlihat dari tampilan indikator statistiknya.Kata Kunci: model Cushing, model hybrid, model produksi surplus, pendugaan stok ikan.
FISH STOCK ASSESMENT OF FISH RESOURCES COMMON PONYFISH (LEIOGNATHUS EQUULUS) CAUGHT RAMPUS NET IN SUNDA STRAIT permatachani, Anandinta; Boer, Mennofatria; Kamal, Mohammad Muhklis
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.896 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.7.107-116

Abstract

Ikan peperek (Leiognathus equulus) merupakan salah satu ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis penting dan merupakan salah satu tangkapan dominan di perairan Selat Sunda yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Ikan peperek ditangkap dengan beberapa alat tangkap, yaitu payang, dogol, pukat pantai, purse seine, jaring rampus, bagan tancap, dan bagan rakit. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dinamika populasi ikan peperek (Leiognathus equulus) di perairan Selat Sunda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2015 di PPP Labuan, Banten. Data yang diambil pada penelitian ini berupa data biologi seperti pengukuran panjang total dan tinggi ikan, bobot basah, dan jenis kelamin. Total ikan yang diambil selama penelitan ini mencapai 1895 ekor. Hasil menunjukkan bahwa nilai koefisien pertumbuhan (K) ikan betina dan jantan berturut-turut 0.47 per tahun-1 dan 0.79 per tahun-1 dengan panjang asimptotik (L?) sebesar 258 mm untuk betina dan 210 mm untuk jantan. Nilai panjang pertama kali tertangkap (Lc) ikan peperek betina (147.57 mm) maupun jantan (142.92 mm) lebih besar dibandingkan dengan nilai pertama kali matang gonad (Lm), yaitu untuk betina dan jantan berturut-turut 116.54 mm dan 146.162 mm. Tingkat eksploitasi mencapai tingkat optimal antara 0.53-0.74. Laju eksploitasi ikan peperek telah melebihi laju eksploitasi optimum, sehingga diduga ikan peperek di perairan Selat Sunda telah tangkap lebih.
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN PARI BLENTIK NEOTRYGON KUHLII DI PERAIRAN SELAT SUNDA Abubakar, Salma; Boer, Mennofatria; Sulistiono, ,
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3317.403 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.2.189-197

Abstract

ABSTRACT Bluespotted stingray fish Neotrygon kuhlii is the important fish economically captured from Sunda Strait. Intensive fishing could decrease bluespotted stingray stock. This study was aimed to know the length-weight, and reproduction characteristic. The reproduction characteristic covered the size of first gonad maturity, the level and also index of gonad maturity of bluespotted stingray fish in Labuan Fishing Dock, Banten. The result showed the equilibrium of length-weight of female fish was about W=0.0007L2,1496. Meanwhile, the male fish was about W=0.0000L2.251. Male fish was better than female fish according their relatively condition factor. Decreasing of the factor condition was caused by feeding habit to grow the reproduction cells. The size of first gonad maturity for the female and male respectively were about 550?799 dan 550?760 mm. The highest level maturity even female or male was on IV achieved in June and Juli 2013. Increasing the index (IKG) was followed by the level of gonad maturity. Kata kunci: bluespotted stingray, reproductive characteristic, condition factor, Sunda Strait  ABSTRAK Ikan pari blentik Neotrygon kuhlii merupakan salah satu sumberdaya ikan ekonomis penting dan sebagai hasil penangkapan di Selat Sunda. Penangkapan yang intensif dapat mengakibatkan penurunan stok ikan pari blentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang bobot, dan  karakteristik reproduksi. Karaktersitik reproduksi itu sendiri meliputi ukaran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad ikan pari blentik di perairan Selat Sunda yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Berdasarkan hubungan panjang bobot ikan pari betina diperoleh persamaan hubungan panjang dan bobot untuk ikan pari blentik betina W=0,0007L2,1496. Sementara itu pada ikan jantan, persamaan hubungan panjang bobot W=0,0000L2,251. Ikan pari blentik jantan mempunyai faktor kondisi yang relatif lebih besar daripada ikan pari betina. Penurunan nilai faktor kondisi disebabkan bagian terbesar dari makanan yang dikonsumsi digunakan untuk perkembangan sel-sel reproduksinya. Kisaran ukuran pertama kali matang gonad ikan pari blentik betina 550?799, sedangkan untuk ikan pari jantan adalah dengan kisaran panjang total tubuh 550?760 mm. Tingkat kematangan gonad tertinggi ikan betina dan jantan (TKG IV) ditemukan pada bulan Juni dan Juli 2013. Indeks kematangan gonad (IKG) ikan pari semakin meningkat seiring dengan meningkatnya TKG. Keywords: ikan pari blentik, karakteristik reproduksi, faktor kondisi, Selat Sunda
MODEL SEA RANCHING IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) DI PERAIRAN SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU (SEA RANCHING MODEL OF BROWN- MARBLED GROUPER (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) IN SEMAK DAUN ISLAND, SERIBU ISLANDS) Kurnia, Rahmat; Suwardi, Kadarwan; Muchsin, Ismudi; Boer, Mennofatria
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries - Mei 2013
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.23 KB) | DOI: 10.29244/jmf.4.1.59-66

Abstract

Sea ranching merupakan pelepasan ikan ke laut untuk ditangkap setelah mencapai ukuran konsumsi. Sea ranching biasanya diterapkan ketika rekrutmen alami rendah atau bahkan tidak ada dikarenakan sangat intensifnya penangkapan atau rusaknya habitat yang mendukung hal tersebut. Penelitian ini mengkaji daya dukung berdasarkan produktivitas primer. Selain itu juga mengkaji model restocking dalam sistem sea ranching.  Kajian ini menemukan bahwa perairan Semak Daun sudah mengalami tangkap lebih rekrutmen (recruitment overfishing).  Untuk itu perlu dilakukan restocking dengan sistem sea ranching. Daya dukung perairan bagi ikan kerapu macan, yaitu antara 0,703-1,06 ton/th dengan rata-rata 0,88 ton/th. Tebar sebaiknya diterapkan setiap bulan dan penangkapan pun dilakukan setiap hari sepanjang bulan. Pola tebar yang optimal adalah panjang benih 11 cm dengan  padat tebar 14.000 ekor pada mortalitas tangkapan 0,5 atau panjang benih 13 cm dengan padat tebar 13000 pada mortalitas tangkapan 0,4.Kata kunci: daya dukung, Epinephelus fuscoguttatus,restocking, sea ranching
LAND CARRYING CAPACITY FOR SETTLEMENT AND ITS IMPLICATIONS ON WATER QUALITY AT SMALL ISLANDS (CASE STUDY OF TIWORO STRAIT SMALL ISLANDS, WEST MUNA REGENCY) Ketjulan, Romy; Boer, Mennofatria; Imran, Zulhamsyah; Siregar, Vincentius P
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.016 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.25731

Abstract

Small islands are an entity that has limitations to be used. This study aimed to analyze the land carrying capacity for settlement and its implication on water quality at small islands. The carrying capacity of land are determined based on an analysis of the minimum space requirements of each individual according to Indonesian National Standards (SNI) 03-1733-2004, while the implications for water quality are determined based on the nutrient load approach. The results of this research showed that the Tiworo archypelago have a total potential land approximately 198.94 ha and about 31.45 ha of this amount has been utilized. Although the land use is relatively small, however, there are also islands that have been used to exceed their carrying capacity. The human population density of each island has a positive correlation with the level of the land degradation. The total population currently is still tolerated by water bodies, but when the population is suitable with the land carrying capacity will increase the ammonia ratio by 0.086-0.550. This indicates that the land carrying capacity of the Tiworo chained Islands is not higher than the ability of the water body in assimilating the domestic waste.
Co-Authors . Khairunnisa, . . Theresia, . . Yonvitner, . . Zairion ., Desniarti A. Aman Damai Abubakar, Salma Achmad Fachrudin Achmad Fahrudin ACHMAD FARAJALLAH Ahmad, Aditiyawan Airlangga, Angga Akhmad Fauzi Akmal, Surya Genta Ali Mashar Ali Suman Amiruddin Tahir Andi Irwan Nur, Andi Irwan Andi, Isdradjad Setyobudi Andin H Taryoto, Andin ANI MARDIASTUTI Ardelia, Vera Aria Damar Ario Damar Awal Subandar, Awal Azizah, Hikmatul Bahtiar Bahtiar Daniel R Monintja, Daniel Daniel R. Monintja Dedi Soedarma DEDI SOEDHARMA Destilawaty, Destilawaty Dewayani Sutrisno Didik Wahju Hendro Tjahjo Dietriech G Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Edy Supriyono Efin Muttaqin, Efin Ermayanti Ishak, Ermayanti Ernan Rustiadi Ernawati, Tri Ernik Yuliana Eviasta, Inggrid Wahyuni Faiza, Riana Farid Ma?ruf, Widodo Farid Ma’ruf, Widodo Fredinan Yulianda G.Bengen, Dietriech Gatot Yulianto Georgina M. Tinungki H Eidman, H Habibi, A Haeruddin . Harpasis S . Sanusi, Harpasis Hasibuan, Julia Syahriani Hermawan, David Hermawan, David I Made Dwi Ismawan, I I Nyoman Suyasa, I Nyoman I Wayan Nurjaya Ida Bagus Jelantik Swasta Indra ., Indra Indra Jaya Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Islamiati, Zenty Ismudi Muchsin Jabbar, Meuthia Aula Johanes Widodo John Haluan Joko Santoso Kadarwan Soewardi Kadarwan Suwardi Kamal, Mohammad Muhklis Kardiyo Praptokardiyo KARTINI, Nidya Kartini, Nidya Kiagus Abdul Aziz, Kiagus Kusumo, Suryo Lindawati Lindawati Luky Adrianto M Mukhlis Kamal, M Mukhlis M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis Marimin . Martini Djamhur, Martini Mohammad Mukhlis Kamal Muarif, Muarif Muh. Rasman Manafi Muhammad Kasnir Muliawan, Irwan N . Wiadnyana, Ngurah najmi, nurul Niken T.M Pratiwi, Niken T.M Nurlisa A Butet, Nurlisa A Nurlisa A. Butet Nurul Khakhim Oktaviyani, Selvi Oktaviyani, Selvia Omega Raya Simarangkir, Omega Raya Parwinia ., Parwinia permatachani, Anandinta Peuru, Gladys Prahadina, Viska Donita Prapto Kardiyo, Kardiyo Puspita, Riska R . Monintja, Daniel Rahmat Kurnia Ridwan Affandi Riyanto, Mochammad Rokhmin Dahuri Romy Ketjulan, Romy Rumagia, Faizal Sadewi, Sapda Putri Sadikin Amir Sadiyah, Lilis Sarasati, Wulandari Setyo Budi Susilo Sharfina, Maizan SIGID HARIYADI Simarmata, Rodearni Sudirman Adibrata, Sudirman Sugeng Budiharsono Suharsono, Mr. Sukri, Nandi Sulistiono Sulistiono Sulistiono, , Suradi Wijaya Saputra Suryaman, Eva Sutaman, Sutaman Sutrisno Sukimin Suwandi, Kadarwan Tamanyira, Masykur Taryono Tridoyo Kusumastanto Tuli, Munirah Unstain NWJ Rembet Utami, Nufaiza Fitri Chandra Vincentius P Siregar Vincentius P. Siregar Wafi, Hanif Wahyudin, Iman Yon Vitner, Yon Yonvitner Yonvitner . Yonvitner Yonvitner Yunizar Ernawati Yusli Wardianto Yusli Wardiatno Zairion, Zairion Zairion, Zairion Zulhamsyah Imran