Gogot Setyo Budi
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 41 Documents
Articles

PENELITIAN AWAL PENGGUNAAN POLYETHYLENE STRAP SEBAGAI BAHAN PEMBUAT GABION ,, Aga; Christandy, Leonard Alan; Sugiharto, Handoko; Budi, Gogot Setyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Plastik juga mempunyai banyak kelebihan seperti ringan, kuat, mudah dibentuk, anti karat, tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, juga biaya proses yang lebih murah. Penelitian ini berfokus pada penggunaan plastik jenis polyethylene terephthalathe sebagai bahan pengganti kawat baja pada gabion. Ada tiga tipe dari polyethylene terephthalathe yang akan digunakan yaitu 1510-E, 1910-E , dan 1910-NE. Pengujian dibagi menjadi dua tahap yaitu pengujian kuat Tarik terhadap masing-masing polyethylene terephthalathe dan kawat baja secara individu untuk mendapatkan regangan yang terjadi, dan pengujian kuat tarik rangkaian polyethylene terephthalathe dan gabion untuk mendapatkan kapasitas tarik maksimum. Hasil dari pengujian pertama menunjukkan kuat tarik maksimum dari polyethylene terephthalathe tipe 1510-E, 1910-E ,1910-NE, dan kawat baja Ø2,7mm sebesar 555,607kg; 608,52kg; 608,52kg; dan 317,49kg dengan regangan sebesar 5,889%; 7,067%; 4,312%; dan 4,381%. Setelah dilakukan pengujian pertama didapat bahwa polyethylene terephthalathe tipe 1510-E mempunyai kuat tarik yang paling mendekati kawat baja sehingga digunakan sebagai bahan pengujian kedua. Sedangkan hasil pengujian kedua didapat kuat Tarik maksimum rangkaian polyethylene terephthalathe tipe 1510-E dan gabion sebesar 2010,77kg atau 16,39kg/cm2 dan 1852,025kg atau 15,1kg/cm2.
PENINGKATAN TEKANAN AIR PORI AKIBAT PEMANCANGAN PONDASI TIANG Olivia, Viviane; Aditya, Christian; Prawono, Sugie; Budi, Gogot Setyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Aktivitas pemancangan akan meningkatkan tekanan air pori dalam tanah di area sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemancangan dengan menggunakan jack piling system terhadap peningkatan air pori di area sekelilingnya. Pengumpulan data peningkatan tekanan air pori dilakukan dengan metode standpipe dan piezometer. Lokasi penelitian meliputi jalan Siwalanketro (U.K. Petra), jalan Jemursari (Hotel Yello) di Surabaya,serta jalan Kalimantan (Hotel Amaris) di Madiun. Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa aktivitas pemancangan meningkatkan tekanan air pori dalam tanah di area sekitarnya. Peningkatan air pori pada proyek U.K. Petra mencapai 12 cm pada jarak 8 m untuk tiang tunggal. Pada proyek Hotel Yello, akumulasi peningkatan tekanan air pori mencapai 2,45 m pada 1-3 hari pemancangan tiang. Sedangkan pada proyek Hotel Amaris yang didominasi dengan lapisan tanah pasir, akumulasi peningkatan tekanan air pori pada 1 hari pemancangan tiang sekitar 1 m.
KORELASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG ANTARA STATIC LOADING TEST DENGAN PILE DRIVING ANALYZER Kosasi, Melisa; Wijaya, Dewi Hindra; Budi, Gogot Setyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Static Loading Test (SLT) merupakan salah satu metode pengujian daya dukung pondasi yang dapat dipercayai, namun menghabiskan biaya yang cukup besar dan waktu yang relatif lama. Hal ini membuat Pile Driving Analyzer (PDA) menjadi metode alternatif pengujian beban aksial pondasi tiang semakin banyak diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi nilai daya dukung ultimate hasil PDA dengan SLT yang diinterpretasikan dengan metode Davisson (1972), Chin (1985), Mazurkiewicz (1972) dan Decourt (1999). Dari hasil perbandingan, diketahui bahwa nilai daya dukung ultimate hasil PDA memiliki rentang yang paling mendekati dengan hasil SLT yang diinterpretasikan dengan metode Chin. Selain itu, daya dukung ultimate hasil SLT yang diinterpretasikan dengan metode Chin dan Davisson paling mendekati nilai beban ultimate rencana.
PERUBAHAN KEKUATAN GESER TANAH LEMPUNG JENUH AKIBAT PEMANCANGAN Meinata, Ligis Ebel; Setiawan, Andrew; Budi, Gogot Setyo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pemancangan pondasi tiang pada tanah lempung mengakibatkan desakan butiran tanah dan meningkatkan tekanan air pori. Hal ini dapat mengakibatkan turunnya kekuatan geser tanah di sekitar pondasi tiang.Penelitian ini, mempelajari besarnya pengaruh kekuatan geser tanah lempung jenuh akibat pemancangan di sekitar model tiang pancang. Pengukuran tegangan geser tanah dilakukan pada titik-titik dengan jarak tertentu dari tiang pancang dengan menggunakan vane shear test. Selain itu, pengaruh waktu terhadap kekuatan geser tanah juga diteliti.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setelah pemancangan model tiang diameter 5 cm dan 7,5 cm, tanah yang berada pada area di antara dinding tiang hingga radius 2D (2 kali diameter tiang) mengalami penurunan kekuatan geser yang besar. Namun pada interval waktu antara 3 hari sampai 7 hari, kekuatan tanah di sekitar model tiang sudah kembali pada kekuatan awalnya.
The Correlation between Penetration Pressure Required to Install Pile Foundation and to Insert Bi-cones in Cone Penetration Test Budi, Gogot Setyo; Tandiputra, Alvin Gilbert; Markho, Haven Kusuma
Civil Engineering Dimension Vol 21, No 1 (2019): MARCH 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.323 KB) | DOI: 10.9744/ced.21.1.13-18

Abstract

One of the common methods used to install pile foundation is hydraulic jacked-in machine. In this method, a pile is pushed down into the ground up to the predetermined depth. The method has similar principle to that of Cone Penetration Test (CPT). This paper presents the correlation between the mobilize pressure required to install pile foundations and that required to push the bi-cones that attached at the tip of CPT rod. The results show that the penetration pressure required to install the pile into very soft clay layer is independent of pile diameter. The penetration pressure required to install the pile into soft to stiff clay layers depends on the pile diameter. The larger the diameter of piles, the smaller the penetration pressures required. The penetration pressure required to install the pile into stiff expansive clay layer beyond the depth of active zone can be predicted as high as the pressure calculated form CPT.
PENGARUH FLY ASH TERHADAP SIFAT PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF Budi, Gogot Setyo; Cristanto, Andy; Setiawan, Eddy
Civil Engineering Dimension Vol 5, No 1 (2003): MARCH 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.855 KB) | DOI: 10.9744/ced.5.1.pp. 20-24

Abstract

Swell and shrink behavior of expansive clays raise significant problem in the field of civil engineering. This paper presents the laboratory experiment of expansive soil stabilization using fly ash (FA). The amount of fly ash used in this experiment ranges from 10% to 25% of dry weight of soil. The results show that the addition of fly ash reduces the specific gravity (Gs), increases the plasticity index (PI), increases the dry density, decreases swelling potentials, and increases strength of soil. This experiment also shows that the increase of strength and the decrease of swelling potential were influenced by the curing time. Abstract in Bahasa Indonesia : Sifat kembang susut tanah expansif merupakan salah satu kendala yang cukup rumit dalam rekayasa bidang teknik sipil. Makalah ini mempresentasikan penelitian laboratorium tentang stabilisasi tanah expansif dengan menggunakan fly ash (FA). Kandungan fly ash yang ditambahkan bervariasi antara 10% sampai 25% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash ke dalam tanah dapat menurunkan specific gravity (Gs), meningkatkan indeks plastisitas (PI), meningkatkan berat volume kering (dry density), menurunkan potensi pengembangan (swelling potential), dan menaikkan kekuatan tanah. Sedangkan pengaruh curing menunjukkan bahwa, lamanya curing dapat menurunkan potensi pengembangan dan meningkatkan kekuatan. Kata kunci: tanah expansif, stabilisasi tanah, fly ash.
STUDI TENTANG PENGARUH PENGGUNAAN ROAD TECH 2000 TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH EKSPANSIF Budi, Gogot Setyo
Civil Engineering Dimension Vol 4, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.247 KB) | DOI: 10.9744/ced.4.2.pp. 106-111

Abstract

In this research, micro-organism based admixture called Road Tech 2000, is used to stabilize expansive soil taken from West Surabaya area. The laboratory experiments conducted comprise soil characteristics, swelling potential, and shear strength determination. The results show that Road Tech 2000 is able to maintain the moisture content of the soil, reduce its plasticity (PI), and decrease its swelling potential. The addition of Road Tech 2000 does not affect the strength of the expansive soil, in terms of Unconfined Compressive Strength UCS and CBR. However, a significant strength increase was observed in the soaked CBR test. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini meliput hasil stabilisasi tanah ekspansif dari daerah Surabaya Barat dengan menggunakan Road Tech 2000, yang memakai bahan dasar mikro-organik. Percobaan laboratorium yang dilakukan meliputi uji karakteristik, pengembangan (swelling), dan kekuatan geser (strength) tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Road Tech 2000 dapat menjaga/mempertahankan kadar air (kelembaban) sample, mengurangi plastisitas tanah (Plasticity Index), dan menurunkan potensi pengembangan tanah (swelling potential). Penambahan Road Tech 2000 tidak berpengaruh pada kekuatan tanah expansif yang didapat dari tes Unconfined Compressive Strength (UCS) dan CBR. Akan tetapi kenaikan kekuatan yang signifikan terlihat pada tes CBR soaked.
EVALUASI PENURUNAN TANAH LIAT DENGAN METODE SUB-LAYER Budi, Gogot Setyo; Susanto, Hery; Condro, Sugeng Raharjo
Civil Engineering Dimension Vol 5, No 1 (2003): MARCH 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.133 KB) | DOI: 10.9744/ced.5.1.pp. 14-19

Abstract

Consolidation settlement is commonly computed using one-point method, where a clay deposit is assumed as one layer and the stress increase from foundation is taken at the middle of the layer. This method is not accurate for determining consolidation settlement of a thick clay deposit. This paper presents sub-layer method to compute consolidation settlement, which assumes that a clay layer is composed of several thinner layers. The results of both methods were compared to the settlement observed from the three experiments using a model of square footing with dimension of 10 cm by 10 cm, which was laid on a layer of clay. The thickness of the clay layer were 24 cm, 39 cm, and 50 cm or 2.4 B, 3.9 B, 5 B, respectively, where B is the width of the foundation. The result shows that the consolidation settlement calculated using sub-layer method is always greater than that computed using the one-point method and it has a better agreement to the settlement of the models. Minimum number of layers that gives sufficient accuracy of settlement is 10. Abstract in Bahasa Indonesia : Penurunan akibat konsolidasi pada umumnya dihitung dengan memakai metode one-point, dimana lapisan tanah liat dianggap satu lapisan, dan penambahan tegangan akibat beban dari pondasi hanya ditinjau pada tengah-tengah lapisan. Cara ini kurang teliti terutama untuk menghitung penurunan lapisan tanah liat yang tebal. Makalah ini mengemukakan metode sub-layer untuk menghitung penurunan akibat konsolidasi. Metode ini mengasumsikan bahwa suatu lapisan tanah liat terdiri dari beberapa lapisan tipis (sub-layer) dan perhitungan penurunannya dilakukan pada setiap lapisan tersebut. Hasil perhitungan dari kedua metode dibandingkan dengan penurunan yang diperoleh dari tiga percobaan pada model pondasi dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 10 cm, yang diletakkan di atas lapisan tanah liat. Ketebalan lapisan tanah yang dipakai adalah 24 cm, 39 cm, dan 50 cm, atau masing masing sebesar 2.4 B, 3.9 B, dan 5 B, dimana B adalah lebar pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan yang dihitung dengan metode sub-layer selalu lebih besar dari penurunan yang dihitung dengan metode one-point, dan lebih mendekati penurunan hasil percobaan. Jumlah layer minimal untuk mendapatkan penurunan yang cukup akurat adalah 10 lapisan.
PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR Budi, Gogot Setyo
Civil Engineering Dimension Vol 5, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.235 KB) | DOI: 10.9744/ced.5.2.pp. 99-102

Abstract

A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO) up to 60%. The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column diameter D) from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area closer to the column, and it decreases with the distance from the column. Abstract in Bahasa Indonesia : Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur Calsium Oksida (CaO) sampai 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D) adalah tetap. Peningkatan kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil seiring dengan jarak dari kolom.
Spinning Induced Compression Strength of Precast Hollow Concrete Piles Budi, Gogot Setyo; P.K., Suseno; S.K., Winata
Civil Engineering Dimension Vol 19, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.606 KB) | DOI: 10.9744/ced.19.2.99-104

Abstract

Prefabricated precast-hollow concrete pile is widely used as deep foundations due to its several benefits such as the uniformity in concrete quality and its durability. It is also called spun pile since the spinning method is utilized to compact the fresh concrete. During spinning, the fresh concrete is propelled outward due to centrifugal force, which generates a compaction process and develops a hollow in the center of the pile. Several factors, such as the rate of spinning, frequency, and duration of spinning, are affecting the quality of the pile. This paper presents the study of density and compressive strength of spun piles. The specimens were cored from the spun piles with diameter of 800 mm. The results show that the density and the compressive strength of the concrete at outer region of the spun pile are bigger than those at the inner side.