Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Media Relations PT Astra International Tbk dalam Mempublikasikan Program Satu Indonesia Adikresna D, Komang Gde; Hafiar, Hanny; Budiana, Heru Ryanto
KOMUNIKATIF Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses strategi media relations PT Astra International dalam mempublikasikan Program SATU Indonesia. Penelitian ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk menempuh ujian sarjana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Konsep yang digunakan adalah konsep strategi media relations dari Frank Jefkins. Sementara itu, untuk mengumpulkan data, penulis melakukan, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Penelitian dilaksanakan di Kota Jakarta tepatnya di Kantor PT Astra International Tbk. Hasil penelian ini adalah petugas humas PT Astra International memiliki persamaan filosofi mengenai tujuan dari program SATU Indonesia yang memudahkan petugas humas untuk memahami dan melayani PT Tempo Group dalam upaya publikasi, kemudian penggunaan rubrik – rubrik yang independen serta narasumber yang berkredibel menjadi strategi untuk meningkatkan reputasi perusahaa, petugas humas PT Astra International juga menyediakan press release, straight news dan feature news dalam penyediaan naskah informasi, selain itu juga petugas humas PT Astra International menyediakan waktu untuk melakukan meeting mingguan sebagai fasilitas verifikasi bagi awak media PT Tempo untuk memverifikasi setiap informasi yang didapatkan untuk kebutuhan publikasi acara, dan dalam membangun hubungan personal dengan awak media, petugas humas PT Astra International tetap menghargai dan menghormati profesi masing–masing sehingga tidak ada konflik yang terjadi antara petugas humas dengan awak media karena adanya campur tangan dalam melaksanakan profesi masing–masing.
KAMPANYE WALK TO SCHOOL DINAS PERHUBUNGAN KOTA BANDUNG Sulistyawan, Yoga Wiratama; Novianti, Evi; Budiana, Heru Ryanto
Widya Komunika Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi dan Pendidikan - WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.393 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dariKampanye Walk To School yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung. Metode yangdigunakan adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan daya yang digunakan adalahmelalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi, dan studi pustaka. Teknik penentuankey informant menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan tigatahap yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas datamenggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Dishub Kota Bandungtidak melakukan riset formatif pada tahap perencanaan kampanye, pelaksanaan kampanye sudahsesuai dengan apa yang sudah direncanakan, evaluasi menunjukkan adanya pengurangan tingkatkemacetan di Jalan Merdeka, namun Dishub Kota Bandung tidak mengetahui bagaimanapengetahuan, sikap, dan perilaku khalayak sasaran setelah selesai kegiatan kampanye. Melaluipenelitian ini, peneliti menyarankan agar Dishub Kota Bandung melakukan riset formatif padatahap perenncanaan kampanyenya, sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat pengetahuan,sikap, dan perilaku khalayak yang disasar. Memperpanjang masa kampanye, atau menambahintensitas kegiatan dalam sepekan. Pada pelaksanaan, sebaiknya melaksanakan sosialisasi disekolah dilakukan beberapa kali untuk pemerataan informasi pada orang tua murid. Sertamelakukan kerja sama dengan media massa. Pada tahap evaluasi sebaiknya Dishub KotaBandung melakukan kembali pengukuran kepada khalayak, apakah ada perubahan pengetahuan,sikap, dan perilaku setelah dilaksanakan kampanye.
PENDIDIKAN VOKASI KOMUNIKASI PARIWISATA SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN DAYA SAING MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Prastowo, FX Ari Agung; Budiana, Heru Ryanto
Widya Komunika Vol 6 No 2 (2016): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) melahirkan terbentuknya pasar tunggal ASEAN yangmendorong efisiensi dan daya saing ekonomi kawasan ASEAN. Implikasi terhadap sektor pari-wisata adalah persaingan dan kompetisi bukan hanya melibatkan elemen dalam negeri saja, tetapijuga dengan jasa asing. Indonesia memiliki beragam potensi alam, keanekaragaman flora dan fau-na, peninggalan purbakala, sejarah, seni dan budaya sebagai sumber daya dan modal besar bagidunia kepariwisataan. Besarnya potensi pariwisata tersebut tentu harus diimbangi dengan sumberdaya manusia yang handal salah satunya melalui pendidikan vokasi komunikasi pariwisata. Kema-juan teknologi dan komunikasi serta perkembangan dunia kepariwisataan memperlihatkan adanyaperpaduan antara studi kepariwisataan dengan ilmu komunikasi yang menghasilkan konsep pen-didikan baru yakni Komunikasi Pariwisata (Tourism Communication). Tulisan ini mengkajikomunikasi pariwisata sebagai upaya penguatan kompetensi lulusan pendidikan kepariwisataanmelalui studi literatur, kajian terdahulu, maupun data tentang bagaimana komunikasi dalam pari-wisata dengan harapan mampu membuka wawasan dalam upaya peningkatan kualitas SDM yangberdaya saing dalam era MEA.
KONSTRUKSI KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN MEDIA PADA ANAK USIA DINI DI KEC. KATAPANG KABUPATEN BANDUNG Budiana, Heru Ryanto; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Visi Komunikasi Vol 12, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Visi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jvk.v12i2.408

Abstract

Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.Abstrak. Dewasa ini anak-anak dapat menonton berbagai tayangan di televisi padahal isi televisitidak selamanya baik untuk masyarakat terutama anak-anak. Berbagai muatan kekerasan,hedonisme, konsumerisme, mistik, pornografi dan budaya instan hadir dalam setiap keluargamelalui televisi. Hal ini membuktikan bahwa televisi memiliki dua wajah: wajah baik dan wajahburuk. Sementara banyak orang tua tidak memiliki cukup waktu untuk menjaga anak-anaknyadari terpaan wajah buruk media. Anak belum memiliki kemampuan filtrasi aktif, oleh karena ituorang dewasa dalam hal ini orang tua dituntut untuk memberikan pendidikan media pada anak.Idealnya pendidikan media diberikan di jenjang usia dini. Sejak pertama kali anak dapatberinteraksi dengan media. Namun untuk melakukan pendidikan media pada anak usia dinibukanlah hal yang mudah karena orang tua harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsippembelajaran untuk anak usia dini, mengingat anak usia dini adalah pembelajar yang aktif.Orang tua perlu melakukan pendampingan atau parental mediation merujuk pada upayamemodifikasi atau bahkan mencegah efek yang berhubungan dengan interaksi anak dan televisi.
Proses Public Relations Kegiatan Open House PT. Dirgantara Indonesia Dalam Membangun Brand Awareness Grania, Firna; Setianti, Yanti; Budiana, Heru Ryanto
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.412 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.16196

Abstract

Krisis yang dialami PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) memengaruhi keberlangsungan perusahaan. Tidak sedikit masyarakat yang mengira bahwa PTDI sudah tidak beroperasi lagi. Masyarakat masih kurang mengetahui mengenai perkembangan yang terjadi dengan PTDI sekarang ini. Baik mengenai perusahaannya, maupun mengenai produk-produk apa saja yang dihasilkan oleh PTDI sendiri. Masyarakat umum hanya mengetahui PTDI secara general saja yaitu, sebuah industri pesawat terbang di Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. Pada kenyataannya PTDI masih aktif beroperasi dalam bidang aircraft service, engineering service, dan pembuatan komponen-komponen pesawat walaupun belum kembali aktif dalam pembuatan pesawat. Namun dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan PTDI yang sekarang, keadaan tersebut menyulitkan PTDI dalam memperkenalkan produk-produknya sehingga PTDI mengadakan kegiatan open house dalam membangun kembali awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melakukan riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house dalam membangun kembali awareness masyarakat Bandung terhadap PTDI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melaksanakan kegiatan open house, karena ingin memberikan edukasi mengenai perusahaan Kedirgantaraan sekaligus memperlihatkan keaktifan perusahaan dengan memperkenalkan produk baru N219 kepada masyarakat Bandung. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kegiatan open house tepat dalam membangun kembali brand awareness karena mampu memberikan edukasi baik mengenai industri pembuat pesawat terbang atau PTDI nya sendiri, memperlihatkan bentuk produk secara nyata, dan memperkenalkan aktifitas PTDI kepada masyarakat Bandung. Melalui penelitian ini peneliti menyarankan agar keseluruhan proses mulai dari riset hingga evaluasi dilakukan oleh kedua divisi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house atau kedua divisi dapat melakukan konfirmasi terhadap setiap progres perancangan kegiatan.
PERILAKU KOMUNIKASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI PILKADA KABUPATEN BANDUNG Nugraha, Aat Ruchiat; Sjarifah, Nuryah Asri; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 2: December 2016 - Jurnal Komunikasi
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.804 KB) | DOI: 10.25008/jkiski.v1i2.56

Abstract

Perebutan kekuasaan melalui kegiatan pemilihan umum menjadi hal yang baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dengan diterapkannya sistem pemilihan langsung secara serentak di daerah. Pemilihan langsung di daerah memberikan peluang strategis bagi masyarakat sebagai penentu dalam mengarahkan pembangunan daerahnya di masa depan. Masyarakat memiliki daya tawar yang tinggi bagi seorang kandidat yang bertarung di Pilkada, sehingga perilaku masyarakat berpolitik dalam Pilkada menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Pemilih pemula yang merupakan bagian dari masyarakat, memiliki perilaku komunikasi politik tersendiri dalam menentukan pilihannya. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar pemilih pemula sangat terbuka terhadap perubahan secara kultural, pendidikan, maupun teknologi yang disampaikan melalui media massa dan komunikasi antarpesona sehingga memunculkan karakteristik pemilih pemula yang memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan rasional, psikologis, dan sosiologis
Proses Strategi Pull Marketing Public Relations Planter Craft Hardisty, Reinatya Ghaida; Zubair, Feliza; Budiana, Heru Ryanto
J-IKA Vol 5, No 1 (2018): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.944 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Proses Strategi Pull Marketing Public Relations Planter Craft”. Topik yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi pull marketing public relations Planter Craft dalam upaya mengenalkan Boneka Lumut yang telah dilakukan selama dua tahun namun belum memberikan hasil yang diinginkan. Penentuan sumber data yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jenis data kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan penelusuran data online. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan (planning) strategi pull dilakukan Planter Craft dengan menentukan tujuan, publik kunci, dan pesan mengenai produk. Pada tahap pelaksanaan (executing), Planter Craft mengimplementasikan strategi pull dengan aspek komunikasi berupa penggunaan media sosial, bazaar, dan workshop pembuatan Boneka Lumut. Evaluasi strategi pull yang dilakukan Planter Craft dilihat dari dua hal yaitu pengetahuan konsumen yang mengunjungi gerai pada bazar dan jumlah like dan komentar di Instagram. Kata Kunci: Marketing Public relations, pull strategy, planning, executing, evaluation ABSTRACT The title of this research is “The Process of Pull Strategy Marketing Public relations by Planter Craft”. The topic raised in this research is about the planning, implementation, and evaluation process of pull marketing public relations strategy by Planter Craft in an effort to introduce Boneka Lumut that has been done for two years but has not given the desired result. The data source in this research is obtained by using purposive sampling technique. The method used for this research is descriptive study with qualitative data type. The data collection was held through interviews, observation, literature study, and online data searching The results showed that the planning of pull strategy that was conducted by Planter Caft is done by setting a goal, key publics, dan messages about the product. In the executing phase, Planter Craft implement the pull strategy by focusing on communication aspect such as the use of social media, bazaar and crafting Boneka Lumut workshop. The evaluation phase was done by observing the knowledge of stand visitors in bazaar and the amount of like and comment on Instagram. Keywords: Marketing Public relations, pull strategy, planning, executing, evaluatio
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Komariah, Kokom; Perbawasari, Susie; Nugraha, Aat Ruchiat; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
ANALISIS FAKTOR PERSONAL PADA SUMBER KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JAWA BARAT Bakti, Iriana; Dewi, Evie Ariadne Shinta; Romli, Rosnandar; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.906 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7403

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya pemerintah melakukan penyebarluasan informasi tentang tanaman obat melalui saluran interpersonal dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tanaman obat. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor: biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis yang melekat pada diri narasumber (komunikator). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kualitatif sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata narasumber (komunikator) memiliki posisi penting sebagai salah satu komponen komunikasi yang dapat membangun efektivitas komunikasi interpersonal dengan anggota masyarakat. Pentingnya keberadaan narasumber ini dapat dilihat dari faktor biologis yang meliputi alasan mengelola toga karena sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang digelutinya. Adapun dilihat dari faktor sosiopsikologis, narasumber menyatakan toga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, menjadikan pekarangan rumah indah, mengurangi biaya pengeluaran keluarga untuk obat, dan bisa dibuat makanan olahan, misalnya kripik bayem. Sedangkan faktor sosiogenis menanam toga bukan pengalaman baru, masyarakat merespon positif, sesuai dengan bidang ilmu, dan menjadi jaminan dalam bertugas. DOI: 10.24198/jkk.vol3n2.4
Makna Kegiatan Unilever Future Leaders League bagi Para Peserta Artawan, Gede Adi Wiswa Mitra; Shinta Dewi, Evie Ariadne; Budiana, Heru Ryanto
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.959 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9469

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dimana peneliti menemukan fenomena di dalam sebuah kompetisi bisnis yang bernama Unilver Future Leaders League, dimana para peserta yang pada awalnya memiliki motif yang sedemikian rupa, dengan tujuan atau harapan awal mereka untuk mengikuti UFLL, menjadi berbeda setelah mereka selesai mengikuti kompetisi ini dimana peserta akhirnya tertarik untuk bergabung lebih lanjut dengan Unilever sebagai karyawanmereka, meskipun tidak ada ajakan langsung dari Unilever untuk bergabung menjadi karyawan selama UFLL berlangsung. Peneliti disini menarik benang merah dimana UFLL tentu memiliki makna tersendiri bagi setiap individu peserta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kegiatan Unilever Future Leaders League oleh para peserta. Teori Fenomenologi Alfred Schutz digunakan sebagai landasanteori dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknikpengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun key informan di dalam penelitian ini adalah para peserta dari kompetisi UFLL.Hasil dari penelitian ini adalah kegiatanUnilever Future Leaders League terbagi menjadi dua makna, makna UFLL sebagai kompetisi dan makna UFLL sebagai peluang unutk meneruskan karir di Uinlever. UFLL sebagai kompetisi dimaknai oleh para peserta sebagai sarana transformasi diri, tempat pembentukkan karakter dan langkah awal untuk bekerja di Unilever. Sedangkan makna UFLL sebegai peluang meneruskna karir di Unilever terbagi menjadi makna afirmatif, makna relatif dan makna negatif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dimana makna yang terdapat dalam setiap individu informan terbentuk dari pengalaman mereka selama mengikuti berbagai kegiatan di dalam kompetisi UFLL dan hasil saling bertukar makna dengan sesama peserta. Saran peneliti adalah sebaiknya Unilever memberikan wadah atau lebih mengorganisir para peserta yang telah selesai mengikuti Unilever Future Leaders League sesuai dengan tujuan awal Unilever yaitu untuk menjadikan mereka ambassador dari Unilever.Selain itu Unilever sebaiknya melakukan follow up kepada peserta sehingga nantinya peserta yang ingin melanjutkan karir ke Unilever dapat terakomodasi. Terakhir adalah sebaiknya Unilever memberikan kegiatan khusus dengan tema kepemimpinan sehingga benang merah dari kegiatan ini tetap terjaga.