I NYOMAN GEDE BUDIANA
Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Udayana University

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

TUMOR OVARIUM: PREDIKSI KEGANASAN PRABEDAH BUDIANA, I NYOMAN GEDE
Medicina Vol 44 No 3 (2013): September 2013
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kelangsungan hidup penderita kanker ovarium, dilakukan upaya untukmemprediksi keganasan tumor tersebut sebelum dilakukan pembedahan, karena adanya perbedaanpenanganan pada tumor jinak dan kanker ovarium. Terdapat berbagai modalitas untuk mendeteksikeganasan tumor ovarium prabedah. Mulai dari pemeriksaan klinis melalui anamnesis danpemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti petanda tumor dan ultrasonografi. Untukmeningkatkan akurasi dalam mendeteksi keganasan tumor ovarium prabedah, dibuat berbagai sistemskoring. Indeks keganasan Sudaryanto, memakai batasan total skor e? 3 menunjukkan risiko keganasantinggi, sedangkan total skor < 3 menunjukkan risiko keganasan rendah. Melalui pemeriksaan USG,dibuat sistem skoring morfologi berdasarkan struktur permukaan dalam tumor, ketebalan dinding,septa, dan echogenitas tumor yang disebut indeks morfologi Sassone-Timor Tritsch. Denganmenggunakan batas skor 9, ditetapkan skor < 9 menunjukkan prediksi jinak dan skor e? 9 menunjukkanprediksi ganas. Batasan ini memiliki sensitifitas 94%, spesifisitas 87%, nilai duga positif 60%, dannilai duga negatif 93,6%. Metode lainnya adalah Risk of Malignancy Index (RMI). RMI mengintegrasikanstatus menopause penderita, temuan USG, dan kadar CA 125 serum. Nilai cut-off 200 digunakanuntuk membedakan tumor ovarium yang jinak dan ganas serta mempunyai sensitifitas 87% danspesifisitas 97%. The Risk of Ovarian Malignancy Algorithm (ROMA) merupakan upaya koreksi RMIdengan menambahkan biomarker human protein epididymis 4 (HE4) dan menghilangkan USG. Untukmemprediksi kanker ovarium tipe epitel, ROMA mempunyai sensitifitas dan spesifisitas masingmasingsebesar 89% dan 83%. Jadi, terdapat berbagai modalitas untuk memprediksi keganasantumorovarium dengan akurasi berbeda-beda. Penerapannya disesuaikan dengan sarana dan prasaranayangtersedia sesuai dengan kondisi tempat pelayanan kesehatan.
Profil Ekspresi Caspase-3 pada Kanker Ovarium Tipe Epitel Budiana, I Nyoman Gede; -, Suhatno; Hoesin, Faroek; -, Budiono
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil ekspresi caspase-3 pada kanker ovarium tipe epitel. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional deskriptif. Sampel penelitian adalah pasien kanker ovarium di RSUD Dr. Sutomo, Surabaya, yang jaringan tumor ovariumnya telah diparafinisasi di Laboratorium Patologi Anatomi FK Universitas Airlangga Surabaya. Kriteria inklusi adalah blok parafin telah diperiksa secara histopatologi sehingga telah terdiagnosis pasti kanker ovarium tipe epitel dan catatan medis pasien bisa ditemukan serta terisi lengkap. Kriteria eksklusi adalah pasien pernah menjalani kemoterapi atau radiasi sebelum pembedahan dan blok parafin rusak sehingga tidak dapat digunakan. Ekspresi caspase-3 diperiksa secara imunohistokimia.Dari 42 subjek penelitian, didapatkan ekspresi caspase-3 positif sebanyak 47,6% dan ekspresi caspase-3 negatif sebanyak 52,4%. Ditemukan subjek penelitian dengan derajat diferensiasi sel baik lebih banyak mempunyai ekspresi caspase-3 positif dibandingkan dengan derajat diferensiasi sel sedang dan jelek (p=0,017). Subjek penelitian dengan stadium dini lebih banyak mempunyai ekspresi caspase-3 positif (p<0,001). Demikian juga subjek penelitian dengan residu tumor ? 1 cm lebih banyak mempunyai ekspresi caspase-3 positif (p=0,029).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik ekspresi caspase-3 pada berbagai derajat diferensiasi sel, stadium, dan residu tumor pasca operasi primer pada kanker ovarium tipe epitel.Kata kunci: caspase-3, derajat diferensiasi sel, stadium, residu tumor 
KARAKTERISTIK IBU PREEKLAMSIA BERAT YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUP SANGLAH DENPASAR Sugiantari, Anak Agung Istri Mas; Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya; Aryana, Made Bagus Dwi; Budiana, I Nyoman Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibuserta bayi di dunia. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu denganpreeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat. Tujuan penelitian ini untukmengetahui bagaimanakah karakteristik ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilansampel yaitu total sampling sebanyak 40 sampel. Studi ini menggunakan data sekunder berupa datarekam medis ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasarperiode 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan 57,5% ibu yang melahirkan bayi BBLR berusia 2035tahundan57,5% memiliki paritas < 2. Terdapat 52,5% BBLR terjadi pada ibu preeklamsia beratdengan frekuensi ANC < 4 kemudian tingkat pendidikan sedang yaitu 67,5%. Sedangkan berdasarkanpekerjaannya terdapat 62,5% ibu bekerja, 57,5% bertempat tinggal di Denpasar dan persalinanpervaginam merupakan cara persalinan terbanyak yang digunakan yaitu sebesar 52,5%. Dapatdisimpulkan bahwa ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR terbanyak berusia 20-35tahun dan paritas < 2. Sebagian besar BBLR terjadi pada ibu preeklamsia berat dengan frekuensi ANC< 4, ibu yang bekerja, dengan tingkat pendidikan sedang, dan bertempat tinggal di Denpasar.Sedangkan cara persalinan yang paling banyak digunakan adalah cara persalinan pervaginam. Kata kunci: preeklampsia berat, BBLR, karakteristik
PROFIL PASIEN KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR – BALI PERIODE JULI 2013 – JUNI 2014 Dhitayoni, Ida Ayu; Budiana, I Nyoman Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ovarian cancer is the most deadly gynecological cancer with the lowest five year survival rate among other gynecological cancers in the world, it happens because early diagnosis for ovarian cancer is arduous. Nowadays, early diagnosis depends largely on knowledge about the profile of the patient in a region. This research carried out to know ovarian cancer patients? characteristic in RSUP Sanglah in the period of July 2013 until June 2014. In this research, medical record of patients who came in this period acquired from medical record installation are used to obtain data. Next, data is processed and served in descriptive manner as mean, median, and average. From this research, there are 73 (15.33%) ovarian cancer patients from 476 cases of gynecological cancers in RSUP Sanglah in this research period. Most of patients are 41 ? 50 years old (38.4%), 50.7% diagnosed in IIIC stage, 87.67% with epithelial type, 24.66% with serous subtype and 79% has parity  ? two. The mean for body mass index is 22.77 kg/m2.As much as 17.8% patient used hormonal contraception. Thus, this research obtained ovarian cancer has the second highest prevalence of gynecological cancers in RSUP Sanglah after cervical cancer, with patient profile as follow: prominent in 4th to 5th decade of life, mostly diagnosed in stage IIIC, has serous epithelial subtype, parity ? two, and normal body mass index. The use of hormonal contraceptives in patients is low.
PROFIL PASIEN KANKER ENDOMETRIUM DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE AGUSTUS 2012 – JULI 2014 Paramitha Dewi, Putu Pradnya; Budiana, I Nyoman Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometrial cancer occurs in the endometrium, the innermost layer of uterus, the cells grow uncontrollably, invade and damage nearby tissues. Sanglah Hospital as a referral hospital in the eastern part of Bali and Indonesia in the last decade hasn?t data on the incidence of endometrial cancer. The study was conducted to determine the incidence of endometrial cancer in Sanglah Hospital and other profiles associated with endometrial cancer.This study used a descriptive design retrospective data obtained from clinic obstetrics and gynecology and installation of medical records department of Sanglah hospital.The number of patients diagnosed with endometrial cancer period August 2012-July 2014 was found and have a complete profile as many as 26 cases. Based on the results of the study, the proportion of endometrial cancer compared with gynecologic cancer was 9.2% with the highest number of endometrial cancer patients in the age group 51-60 years (46.2%) having 3 children (30.8%) with a normal body mass index (42.3%) in stage III (38.5%) and had histopathology type is 65.4% of endometrioid adenocarcinoma. Some patients with endometrial cancer also found have a history of hypertension and diabetes mellitus. Concluded the incidence of endometrial cancer in elderly women with 3 children and normal body mass index in stage III with endometrioid adenocarcinoma histopathology type and few had history of hypertension and diabetes mellitus. The results of this study can be used as a basis for further research, promotes and preventive efforts for the community in order to improve survival in endometrial cancer. Keywords : Endometrial cancer, profile, Sanglah Hospital.
Febrile Neutropenia pada Pasien Pascakemoterapi BUDIANA, I NYOMAN GEDE; FEBIANI, MELINDA
Indonesian Journal of Cancer Vol 11, No 2 (2017): April - June
Publisher : Indonesian Journal of Cancer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.183 KB)

Abstract

ABSTRACTFebrile neutropenia (FN) is one of the side effects caused by chemotherapy due to hematopoetic suppression that cause neutropenia and other triggerring factors such as infection. More specifically, FN is defined as the temperature above 38,3oC at once oral temperature measurements or 38,0oC temperature within a period of time more than one hour with neutrophil counts less than 500/mm3 or neutrophil counts less than 1000/mm3 with predicted decline to 500/ mm3 within 48 hours. Febrile neutropenia defined as a medical emergency and oncology which has a high mortality rate. Although currently there is a great development in the prevention and therapy of FN, but this is still the most feared complication of cancer chemotherapy. This article summarizes the important aspects of the FN as well as it’s early detection and management that should be of concern for clinicians who decide to use chemotherapy as one of treatment modality for their patients. ABSTRAKFebrile neutropenia (FN) merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi yang disebabkan oleh supresi hematopoesis yang menyebabkan neutropenia ditambah dengan faktor pencetus lain seperti infeksi. Secara lebih spesifik, FN didefinisikan sebagai temperatur di atas 38,3oC pada sekali pengukuran suhu oral atau suhu 38,0oC dalam jangka waktu lebih dari 1 jam dengan hitung jenis neutrofil kurang dari 500/mm3 atau hitung jenis neutrofil kurang dari 1000/mm3 dengan prediksi terjadi penurunan sampai 500/mm3 dalam waktu 48 jam. Febrile neutropenia ditetapkan sebagai kegawatdaruratan medis dan onkologi yang memiliki angka mortalitas tinggi. Walaupun saat ini terdapat perkembangan besar pada prevensi dan terapi FN, FN masih merupakan komplikasi yang paling ditakuti. Artikel ini merangkum aspek-aspek penting dalam deteksi dan penatalaksanaan FN, di mana hal ini perlu menjadi perhatian klinisi yang memutuskan untuk menggunakan kemoterapi sebagai modalitas pengobatan pasien.
ASSESSMENT OF LIFE QUALITY OF CERVICAL CANCER PATIENTS DELIVERED BLEOMYCIN ONCOVIN MITOCYN PLATINUM (BOMP) CHEMOTHERAPY REGIMENS IN SANGLAH DENPASAR Noviyani, Rini; Budiana, I Nyoman Gede; Indrayathi, Putu Ayu
International Journal of Biosciences and Biotechnology Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Udayana University in cooperation with Asia-Oceania Bioscience and Biotechnology Consortium (AOBBC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cervical cancer disease is one of cancers that attack many women in the world and ranks second afterbreast cancer. Symptoms of cervical cancer may cause degradation quality of patients life.Chemotherapy is one of treatments of cervical cancer patients. Chemotherapy provides therapeuticeffects, however, it can causes a decrease in life quality due to its side effects. BOMP is one ofregimens that can be used as one of the management of cervical cancer. Assessment of quality ofpatients life with cervical cancer are needed to see the changes in the quality of life in patients besidesknowing the functional status changes from time to time. Monitoring the effects of treatment, andcollecting the data on quality of life can be used as initial data for consideration in formulating theappropriate action for the patient, And also assist physicians in selecting an effective and welltolerated drug for patients.The study was conducted in February to June 2014 in Obstetrics Clinic andCempaka Timur Room General Hospital (RSUP) Sanglah in observational design with cross sectionalprospective. The sample selection is done by consecutive sampling. The methods used for datacollection using questionnaires EORTC QLQ with interview techniques before and afterchemotherapy in patients suffering cervical cancer of squamous cell stage IIB - IIIB who had BOMPchemotherapy regimens for 3 series in RSUP Sanglah. Research for quality of life is conducted ingeneral and the 15 domains that affect the quality of life of patients. In this study, 12 patients indicatedthe inclusion criteria. There were significant differences in the value of the quality of life of patientswith cervical cancer squamous cell stage IIB - IIIB before and after BOMP chemotherapy with 0.001p value. BOMP chemotherapy regimens can improved the quality of life of cervical cancer patientsincreasing from 44.833 ± 6.235 to 60.333 ± 9.168. In 15 ratings domain included decrease the qualityof life of pain domain, nausea domain, vomiting domain, decreased appetite domains, fatigue domain,physical function domain, functional role domain, social functioning domain, sleeplessness domain,constipation domain and domain of financial difficulties and on the other hand emotional domainincrease.
PERBEDAAN GAMBARAN OOSIT BERDASARKAN KELOMPOK USIA PADA PASIEN IN VITRO FERTILIZATION DI KLINIK BAYI TABUNG RSUP SANGLAH DENPASAR Widya Dharma, Nyoman Damar; Budiana, I Nyoman Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In vitro fertilization (IVF) atau kerap disebut sebagai program bayi tabung merupakan suatu prosedur dalam mengatasi masalah infertilitas pada pasangan suami-istri. Tingkat keberhasilan IVF terbilang beragam dan dapat dilihat dari gambaran oosit pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi gambaran oosit tersebut adalah usia pasien, khususnya pihak wanita. Terdapat tiga gambaran oosit secara umum, yaitu intermediate atau MII, fase immature atau MI serta fase germinal vesicle (GV) yang merupakan bentuk paling tidak matang. Pada kesempatan ini, penulis berkeinginan untuk mengetahui perbedaan gambaran oosit berdasarkan kelompok usia yang kemudian dapat digunakan sebagai pertimbangan keberhasilan dari suatu prosedur IVF. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien dengan teknik total sampling. Populasi target penelitian ini adalah seluruh pasien IVF dan intracytoplasmic sperm injection (ICSI) RSUP Sanglah pada periode Juli 2015 hingga Januari 2016. Sampel dibagi menjadi empat kelompok usia, yaitu <35 tahun, 35-37 tahun, 38-40 tahun, dan >40 tahun. Dari seluruh sampel yang terkumpul, didapatkan sebanyak 710 gambaran oosit yang terdiri dari intermediate dan immature. Jumlah gambaran intermediate lebih banyak dibandingkan immature yatu 63,9% dan 36,1% dari total keseluruhan jumlah oosit. Analisis perbedaan gambaran oosit berdasarkan kelompok usia ini menggunakan metode Chi-square. Hasilnya adalah p >0,05 yang berarti tidak adanya perbedaan antara gambaran oosit dengan kelompok usia. Kata kunci : oosit, usia, IVF