Hamdani Budiman
Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS KADAR TIMBAL DAN GAMBARAN DARAH GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT LATIHAN GAJAH SEBANGA RIAU Budiman, Hamdani; Azhar, Al; Yusuf, Irwandi
Jurnal Veteriner Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.828 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine the lead concentration in blood and hematological profilesof Sumatran elephants. Eight out of 57 captivated Sumatran elephants in Sebanga Elephant TrainingCenter (ETC) Riau were examined for the lead concentration in the blood and for hematological profiles.The results showed that their lead concentration in blood was 0.3425 ? 0.4633 ppm with the average of0.3905 ± 0.373 ppm. Their hemoglobin level was 9.60 ? 12.10 g/dl with the average of 10.39 ± 1.20 g/dl.Hematocrit levels was 31 ? 47% with the average of 37.50 ± 5.21%. In male, their average levels ofhemoglobin and hematocrit were 10.85 ± 1.28 g/dl and 41.00 ± 4.90%, respectively which were higher thanthose in female (9.93 ± 1.06 g/dl and 34.00 ± 2.53%, respectively). Their lead concentration was higher inthe younger elephant than in the older elephants. Although, the lead concentration in blood of Sumatranelephants was high, it appeared to be not related either with their hemoglobin or hematocrit levels. Therewas, however, relationship between the lead level in blood with the age of elephants.
PROFILE OF ALLERGY HYPERPLASMA PATHOLOGIC ANTIBODY AND IMMUNOGENIC CHARACTERISTIC Nazaruddin, Nazaruddin; Budiman, Hamdani; Gani, Basri A.; Jakfar, Subhaini; Hasan, M.; Hanafiah, Muhammad
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.628 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5299

Abstract

The objective of this research was to determine the allergy hyperplasma pathologic antibody and to evaluate the immunogenic characteristics. Blood and serum were collected from human suffering rhinitis, skin, eye and asthma allergies. To obtain a cloned allergen plasma protein (protein allergen that had been induced with the serum from human with allergic rhinitis, skin, eye and asthma), the goat was used as an intermediate animal. Hematological analysis showed that the leukocyte cell such as neutrophil, lymphocyte, monocyte, and eosinophil increase in allergic-suffered human. The blood smear test exhibited that the mastocyte cell was dominant which contributes to allergy activities in human body. The sodium dodecyl sulphate-polyacrylimide gel electrophoresis (SDS-PAGE) assay detected protein allergens with molecular weight of 188 kDa (IgE) and 60-62 kDa (mastocyte cell). The reactivity assay using enzyme linked immunosorbent-assay (ELISA) revealed that cloned-allergens (whole hyperplasma allergen from goat isolates) express the best reactivity at various concentrations of IgE than the leukocyte cells. This research concluded that the clones of protein allergen have better immunogenic characteristic and those proteins can be recommended as the candidate of allergen to induce the humoral immunity on host and deliver specific product of anti-allergy such as milk.
HISTOPATHOLOGICAL CHANGES OF ERYTHROCYTE AND QUANTITY OF IMMATURE ERYTHROCYTES IN TEGAL DUCKLING (ANAS JAVANICA) INDUCED BY LEAD (PB) Budiman, Hamdani; Aliza, Dwinna
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 4, No 1 (2010): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.325 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v4i1.9792

Abstract

The aim of this research is to find out the histopathological changes of erythrocyte and the quantity of immature erythrocyte of tegal duckling treated with lead (Pb). Twenty five young female ducks with the age of 7 days and 60.55.07 g body weight alloted into 4 treatment groups and 1 control group (Ko) with 5 replication each. The treatment group fed with K1 (5.7), K2 (11.4), K3 (17.1), and K4 (22.8) mg Pb/kg body weight for 10 days, respectively. Young ducks showed clinical symptoms such as the color of feces were brown to black, green color of diarrhea, anemic and decreasing body weight. Histopathologically, erythrocyte showed that immature and abnormal in shape (like teardrops, dumb bell, and bottles). The result of variant analysis followed by linier regression shows that the higher the dosage of Pb in diet the higher the quantity of immature erythrocyte andabnormal erythrocyte shape found (P0.01).
SUPLEMEN BUNGKIL INTI SAWIT TEPUNG DAUN KATUK BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA Akmal, Muslim; Reza Ferasyi, Teuku; Budiman, Hamdani; R, Razali; A, Azhari; A, Anwar; Aji Pamungkas, Fitra; Nasution, Saddat; Armansyah, T.; Hambal, Muhammad; S, Syafruddin; Sayuti, Arman
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.641 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen bungkil inti sawit (BIS), tepung daun katuk (KAT), dan kombinasi bungkil inti sawit dan tepung daun katuk (BISKAT) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan peranakan Ettawa (PE). Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor kambing jantan PE, berumur 1,5 tahun dengan berat badan antara 15 -20 kg dan dibagi atas empat kelompok yakni P0, P1, P2, dan P3 yang masing-masing diberi akuades, BIS 100 g/hari/ekor, kombinasi BIS 100 g/hari/ekor dan KAT 15 g/hari/ekor, dan KAT 15 g/hari/ekor. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Pada hari ke-36 dilakukan kastrasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas membran, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT dapat meningkatkan motilitas, viabilitas, integritas membran, dan menurunkan abnormalitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa kambing PE.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia sp. TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) JANTAN YANG HIPERURISEMIA -, Roslizawaty; Budiman, Hamdani; Laila, Hiqmah; -, Herrialfian
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.766 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia sp.) terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit  (Mus musculus) jantan yang hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dengan umur 10 minggu yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak seluruh mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas 5 ekor mencit. Kelompok K0 adalah kelompok kontrol negatif yang diberikan pakan standar, K1 adalah kelompok kontrol positif yang diberikan pakanstandar dan diinduksi pakan purin tinggi, K2 adalah kelompok yang diberikan pakan standar, diinduksi pakan purin tinggi dan diterapi allopurinol, K3 dan K4 adalah kelompok yang diberikan pakan standar, diinduksi pakan purin tinggi dan diterapi dengan ekstrak etanol sarang semut masing-masing dengan dosis 100  dan 200  mg. Setelah perlakuan selesai pada hari ke-22,  organ ginjal diambil untuk dibuat preparat histologi dan diwarnai dengan metode haematoksilin eosin. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (Anova). Rata-rata tubulus proksimal yang mengalami penyempitan pada kelompok K0; K1; K2: K3; dan K4 masing-masing adalah 32,95±1,37; 67,74±1,81; 75,53±2,68; 24,11±2,61; dan 13,50±2,90. Pemberian ekstrak etanol sarang semut berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit jantan dalam memperbaiki penyempitan lumen tubulus proksimal mencit jantan yang diinduksi pakan purin tinggi.  Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 200 mg memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan dengan dosis 100 mg dalam memperbaiki penyempitan lumen tubulus proksimal.
GAMBARAN HISTOLOGIS TUBULUS SEMINIFERUS KAMBING KACANG JANTAN LOKAL PASCAPEMBERIAN SUPLEMEN DAUN KATUK Ferasyi, Teuku Reza; Budiman, Hamdani; Akmal, Muslim; Melia, Juli; R, Razali; Novita, Andi; Barus, Rina Aulia; Suprayogi, Agik
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.915 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1261

Abstract

Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian tepung atau ekstrak alkohol daun katuk terhadap perubahan histologis testis kambing kacang lokal jantan. Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kambing dengan umur sekitar 1,5 tahun. Semua hewan penelitian terlebih dahulu diaklimatisasi selama 2 minggu terhadap lingkungan penelitian. Hewan-hewan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri atas 5 ekor kambing. Kelompok P0 (kontrol) telah hanya diberikan air distilasi. Pada kelompok P1, diberikan perlakuan berupa suplementasi tepung daun katuk dan untuk kelompok P2 diberikan ekstrak alkohol daun katuk. Semua perlakuan diberikan secara oral sebanyak dua kali per hari (pada pagi dan sore hari) selama 35 hari berturut-turut. Setiap kambing percobaan diberikan pakan yang terdiri atas daun-daunan dan rumput, serta disediakan akses untuk memperoleh air minum secara ad libitum. Pada akhir waktu penelitian, seluruh hewan dikastrasi dan bagian tubulus seminiferus dari testis diambil dan diproses lebih lanjut untuk evaluasi secara histologis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat indikasi peningkatan produksi spermatid dan spermatosit pada Kelompok P1 dan P2. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian suplemen daun katuk dapat meningkatkan produksi spermatid dan spermatosit kambing kacang lokal jantan.
ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF AVIAN INFLUENZA VIRUS BASED ON MACROSCOPIC EXAMINATION OF NATIVE CHICKEN EMBRYO Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Budiman, Hamdani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 2 (2009): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.44 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i2.9788

Abstract

The aim of this research was to isolate and characterize the virus based on macroscopic examination of native chickens embryo infected with the AI virus. This research used 10 infected native chickens from Ateuk Pahlawan and Doi villages. All chickens were examined to identify the present of AI using rapid test and in ovo virus propagation. Rapid test showed 7 chickens from Ateuk Pahlawan villageand 5 chickens from Doi village were AI positive. Propagation of the viruses in 11 days old chicken embryo in ovo showed that embryo died 5 days post inoculated whereas macroscopic examination showed dwarfed embryo, hemorrhagic, and loss of feather.
EFEK PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP GAMBARANHISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Aisyah, Siti; Budiman, Hamdani; Florenstina BR. G, Dessy; Aliza, Dwinna; Salim, M Nur; Balqis, Ummu; Armansyah, T.
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.665 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2989

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) akibat mengonsumsi minyak jelantah.  Duapuluh ekor tikus berumur 3 bulan dengan bobot badan ±250 g dibagi atas 4 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri at as 5 ekor. Perlakuan K1 (minyak goreng curah), K2, K3, dan K4 (minyak jelantah 3x, 6x, dan 9x pemakaian). Perlakuan dilakukan selama 60 hari, dan pada hari ke 61 dilakukan eutanasia yang dilanjutkan dengan nekropsi. Hati tikus diambil dan difiksasi dalam larutan buffered neutral formaline 10%untuk diproses sediaan histopatologis dan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati berwarna coklat kehitaman, bengkak, dan ditemukan nodul multi fokal dengan konsistensi padat. Secara histopatologi terjadi peningkatan kongesti, degenerasi cloudy swelling, dan nekrosis sel
20. The Histological Structure of Tegal Duck (Anas javanicus) Spleen at Different Age Hafizsha, Nabila Latifa; Budiman, Hamdani; Hamny, Hamny; Masyitha, Dian; Iskandar, Cut Dahlia; Balqis, Ummu; Jalaluddin, Muhammad
Jurnal Medika Veterinaria Vol 11, No 2 (2017): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.957 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v11i2.3522

Abstract

The aim of the  study was to determine the histological structure of tegal duck (Anas javanicus) spleen according to ages variation. One month, 2 month and 3 months of tegal duck were used as the sample of this study. The spleen of each duck was analyzed by Hematoxylin-Eosin (HE) method, then observed under light microscope. The result of this study performed there were the differences of histological structure of the ducks spleen. The capsule thickness had increased along with increasing age, which was 16.0 ± 1.0 µm; 25.3 ± 2.5 µm; and 29.0 ± 1.0 µm. The boundary between the two pulp in the tegal duck 3 months  old more obvious than 1 month or 2 months old. The diameter of white pulp had increased in the oldest duck. It can be concluded that the development of spleen histological structure was more perfect with the  increasing age of tegal duck.
PENGAMATAN BRUISES PADA MUSCULUS PECTORALIS AYAM BROILER YANG DIJUAL DI PASAR LAMBARO ACEH BESAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN JUMLAH MIKROBA Budiman, Hamdani; Ferasyi, T. Reza; Windasari, Wulan; Salim, M. Nur; Aisyah, Siti; Hambal, Muhammad
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.896 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan jumlah mikroba antara ayam normal dengan ayam yang mengalami bruises. Sampel ayam broiler diperoleh di Pasar Lambaro Aceh Besar dengan memilih lima musculus pectoralis ayam normal dan lima musculus pectoralis ayam yang mengalami bruises untuk dilakukan uji mikrobiologis. Bagian musculus pectoralis ditimbang dengan berat 25 g, kemudian dilakukan stomaker untuk mendapatkan ekstrak. Selanjutnya dilakukan uji mikrobiologis, perhitungan jumlah koloni dilakukan selama 24 jam. Jumlah mikroba pada sampelayam normal masing-masing adalah Sn1 (1,6x102), Sn2 (2,6x103), Sn3 (3,5x102), Sn4 (1,3x103), dan Sn5 (1,2x102) Cfu/ml, sedangkan pada sampel ayam yang mengalami bruises masing-masing adalah Sb1 (3,8x104), Sb2 (3,0x104), Sb3 (1,3x105), Sb4 (1,9x105), dan Sb5 (1,6x105) Cfu/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam yang mengalami bruises memiliki jumlah mikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam normal.
Co-Authors Abdian, Mardhiah Abdul Harris Agik Suprayogi Al Azhar Amiruddin Amiruddin Andi Novita Annah, Nurjannah Anwar A, Anwar Arman Sayuti Atika Resty Handani, Atika Resty Azhari A Bakrie, Muttaqien Basri A. Gani, Basri A. Cut Dahlia Iskandar Darmawi Darmawi Darniati Darniati Dessy Florenstina BR. G, Dessy Dian Masyitha Dian Pratiwi Dianatul Habibah Harahap, Dianatul Habibah Dwina Aliza Dwinna Aliza Eka Janni Haqqawiy, Eka Janni Elsa Mariane Ramadani, Elsa Mariane Erina Erina Fachrurrazi Fachrurrazi Fakhrurrazi Fakhrurrazi Fitra Aji Pamungkas, Fitra Hafizsha, Nabila Latifa Hamny Hamny hanum, syafarina Herrialfian -, Herrialfian Hiqmah Laila, Hiqmah Irwandi Yusuf Ismail Ismail Juli Melia M Nur Salim, M Nur M. Hasan M. Nur Salim Mecky Desca Saad, Mecky Desca Muhammad Hambal Muhammad Hanafiah Muhammad Hasan Muhammad Jalaluddin, Muhammad Mulya Fahmi, Mulya Muslim Akmal Mustafa Sabri Nanda, Widya Nazaruddin Nazaruddin Nazarudin, Nazarudin Nita, Has NURLIANA NURLIANA Nuzul Asmilia Oktarian, Alfin Rahman, Resty Fauzana Razali Daud Razali R Razali Razali Reimena, Resti rina aulia barus Rosa, Teuku Shaddiq Roslizawaty -, Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Saddat Nasution, Saddat Salim, Muhammad Nur Septian, Anugrah Siregar, Doly Ihsan Siti Aisyah Subhaini Jakfar Sugito - Sugito Sugito Syafruddin s Syarifahnur, Fatin T. Armansyah T. Fadrial Karmil T. Reza Ferasyi, T. Reza Tapielaniari -, Tapielaniari Teuku Reza Ferasyi Teuku Reza Ferasyi, Teuku Tongku N. Siregar, Tongku Ummu Balqis Wardani, Elia Winaruddin - Wulan Windasari, Wulan Yudha Fahrimal Zainuddin - Zainuddin Zainuddin Zuhrawati Zuhrawati, Zuhrawati