Muhammad Djoni Bustan
Chemical Engineering Department, Sriwijaya University

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PROSES SWELLING DENGAN SUPERCRITICAL GAS CO2 TERHADAP PENURUNAN ENERGI IKATAN SENYAWA HIDROKARBON VACUUM RESIDUE Ansyory, Deby; Utami, Aditya Retno; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.06 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.44784

Abstract

The present study aims to develop technology to utilize a vacuum residue by reducing its density, viscosity and energy bonding, using a batch reactor equipped with CO2 injection gas in the form of a swelling process. The study was conducted by applying temperature varied between 60 and 100 °C and CO2 flux pressure varied between 1 and 5 MPa, respectively. The study of applying temperature and CO2 flux pressure are used to decrease the bond energy of hydrocarbon compounds in the form of solid vacuum residue. Furthermore, a series of reaction time was carried out started in the range of 10-30 minutes to obtain the optimum reaction time. The result showed that at temperature of 100°C, pressure of 5 MPa and variation of time, the density, viscosity, and  decrease in energy bonding (?G) were in the range of 0.919-0.902 g/cm3, 495-166 cSt, and 8.627?6.436 J.s, respectively. A B S T R A KPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pemanfaatan vacuum residue dengan mengurangi densitas, viskositas dan energi ikatan. Pada penelitian ini digunakan reaktor batch yang dilengkapi dengan gas injeksi CO2 dalam bentuk proses swelling. Penelitian dilakukan dengan menerapkan variasi temperatur  antara 60-100 °C dan tekanan fluks CO2 bervariasi antara 1-5 MPa. Rentang temperatur dan tekanan fluks CO2 yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengurangi energi ikatan senyawa hidrokarbon dalam bentuk padatan vacuum residue. Selanjutnya, serangkaian waktu reaksi dilakukan mulai dari 10, 15, 20, 25, dan 30 menit untuk mendapatkan waktu reaksi yang optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur konstan (100 °C), tekanan konstan (5 MPa) dan variasi waktu diperoleh penurunan densitas (0,919?0,902 g/cm3), viskositas (495-166 cSt), dan penurunan energi ikatan (?G) menjadi 8,627?6,436 Js.
PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNETIK TERHADAP DENSITAS DAN VIKOSITAS PADA VACUUM RESIDUE Pramito, Akbar Ismi Azis; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.397 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.43599

Abstract

This study tested the effect of electromagnetic field on density and viscosity of vacuum residue from PT. PERTAMINA Refinery Unit III Plaju. The study was conducted using a batch reactor equipped with electromagnetic. The fixed variable in this study is the vacuum residue mass and cracking time, while the variables which are varied are reaction temperature and electromagnetic field. The study was conducted to see the effect of temperatures ranging from 100, 200, 300 and 400oC, and the use of electromagnets with electric currents of 0A, 5A, 10A, 15A and 20A on the density and viscosity of vacuum residue. The experiment compared the effect of the process with electromagnetic field and without electromagnetic field on the density and viscosity of vacuum residue. The results showed that the lowest density (0.874 g/cm3) and viscosity (0.481 cP) were obtained by using 20A electric current electromagnetic field at a temperature of 400oC.A B S T R A KPenelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh medan elektomagnetik terhadap densitas dan viskositas vakum residu petroleum dari PT. PERTAMINA Unit Pengolahan III Plaju. Pengujian dilakukan dalam reaktor-batch yang dilengkapi dengan elektromagnetik. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah massa vakum residu dan waktu cracking, sedangkan variabel yang divariasi adalah suhu cracking dan kuat arus listrik elektromagnetik. Studi dilakukan untuk melihat pengaruh suhu mulai dari 100, 200, 300, dan 400oC, serta penggunaan elektromagnet dengan arus listrik sebesar 0A, 5A, 10A, 15A dan 20A terhadap perubahan densitas dan viskositas dari vakum residu. Eksperimen yang dilakukan membandingkan pengaruh proses dengan medan elektromagnetik dan tanpa medan elektromagnet terhadap densitas dan viskositas vacuum residue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai densitas dan viskositas vakum residu terendah diperoleh pada penggunaan medan elektromagnetik dengan arus listrik 20A pada suhu 400oC yaitu pada nilai denitas sebesar 0,874 g/cm3 dan nilai viskositas sebesar 0,481 cP.
DISOSIASI H2S DALAM GAS ALAM PADA TEMPERATUR RUANG MENGGUNAKAN KATALISATOR MGO: PENGARUH JUMLAH KATALIS DAN LAJU ALIR MASSA Herdiansyah, Devie; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.738 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.43154

Abstract

The presence of H2S in natural gas is very detrimental to ammonia industry because it can poison and deactivate steam reforming catalysts. In the ammonia plant Pusri-IB PT. Pusri Palembang, H2S was separated in the Desulfurizer Unit (201-D) by adsorption using ZnO adsorbent at low temperature (28 ° C). Unfortunately, in this process the ZnO adsorbent cannot be regenerated so that within one year the ZnO adsorbent will be saturated with sulfur. The alternative process of H2S separation is to dissociate H2S into its constituent elements (hydrogen and sulfur) with catalytic process. The magnesium oxide catalyst was chosen because magnesium oxide is a metal oxide compound widely known in the catalysis process and has two active sites. The highest H2S conversion that can be achieved by MgO catalyst is 92.29%. Unlike ZnO, MgO does not absorb H2S, but catalyzes the dissociation of H2S into hydrogen and solid sulfur without being changed consumed by the reaction itself so that the MgO catalyst has a longer life time than the ZnO adsorbent.A B S T R A KKandungan H2S dalam gas alam sangat merugikan bagi industri amoniak karena dapat meracuni dan mendeaktivasi katalis steam reforming. Di pabrik amoniak Pusri-IB PT. Pusri Palembang, H2S dipisahkan di Unit Desulfurizer (201-D) secara adsorpsi dengan menggunakan adsorben ZnO pada temperatur rendah (28 ° C). Namun sangat disayangkan, pada proses ini adsorben ZnO tidak dapat diregenerasi sehingga dalam kurun waktu satu tahun adsorben ZnO akan jenuh oleh sulfur. Salah satu alternatif proses pemisahan H2S adalah dengan mendisosiasi H2S menjadi unsur penyusunnya yaitu hidrogen dan sulfur dengan bantuan katalis. Katalis magnesium oksida dipilih karena magnesium oksida merupakan senyawa metal oksida yang penggunaannya sudah dikenal luas dalam proses katalisis serta memiliki dua gugus aktif. Konversi H2S tertinggi yang dapat dicapai katalis MgO adalah sebesar 92,29%. Berbeda halnya dengan ZnO, MgO tidak menyerap H2S, namun mengkatalisis proses disosiasi H2S menjadi hidrogen dan sulfur padat tanpa mengalami perubahan atau terkonsumsi oleh reaksi itu sendiri sehingga katalis MgO memiliki life time yang lebih lama dibanding adsorben ZnO. 
PENGARUH MEDAN ELEKTROMAGNETIK TERHADAP DENSITAS DAN VIKOSITAS PADA VACUUM RESIDUE Pramito, Akbar Ismi Azis; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.43599

Abstract

This study tested the effect of electromagnetic field on density and viscosity of vacuum residue from PT. PERTAMINA Refinery Unit III Plaju. The study was conducted using a batch reactor equipped with electromagnetic. The fixed variable in this study is the vacuum residue mass and cracking time, while the variables which are varied are reaction temperature and electromagnetic field. The study was conducted to see the effect of temperatures ranging from 100, 200, 300 and 400oC, and the use of electromagnets with electric currents of 0A, 5A, 10A, 15A and 20A on the density and viscosity of vacuum residue. The experiment compared the effect of the process with electromagnetic field and without electromagnetic field on the density and viscosity of vacuum residue. The results showed that the lowest density (0.874 g/cm3) and viscosity (0.481 cP) were obtained by using 20A electric current electromagnetic field at a temperature of 400oC.A B S T R A KPenelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh medan elektomagnetik terhadap densitas dan viskositas vakum residu petroleum dari PT. PERTAMINA Unit Pengolahan III Plaju. Pengujian dilakukan dalam reaktor-batch yang dilengkapi dengan elektromagnetik. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah massa vakum residu dan waktu cracking, sedangkan variabel yang divariasi adalah suhu cracking dan kuat arus listrik elektromagnetik. Studi dilakukan untuk melihat pengaruh suhu mulai dari 100, 200, 300, dan 400oC, serta penggunaan elektromagnet dengan arus listrik sebesar 0A, 5A, 10A, 15A dan 20A terhadap perubahan densitas dan viskositas dari vakum residu. Eksperimen yang dilakukan membandingkan pengaruh proses dengan medan elektromagnetik dan tanpa medan elektromagnet terhadap densitas dan viskositas vacuum residue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai densitas dan viskositas vakum residu terendah diperoleh pada penggunaan medan elektromagnetik dengan arus listrik 20A pada suhu 400oC yaitu pada nilai denitas sebesar 0,874 g/cm3 dan nilai viskositas sebesar 0,481 cP.
PENGARUH PROSES SWELLING DENGAN SUPERCRITICAL GAS CO2 TERHADAP PENURUNAN ENERGI IKATAN SENYAWA HIDROKARBON VACUUM RESIDUE Ansyory, Deby; Utami, Aditya Retno; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.44784

Abstract

The present study aims to develop technology to utilize a vacuum residue by reducing its density, viscosity and energy bonding, using a batch reactor equipped with CO2 injection gas in the form of a swelling process. The study was conducted by applying temperature varied between 60 and 100 °C and CO2 flux pressure varied between 1 and 5 MPa, respectively. The study of applying temperature and CO2 flux pressure are used to decrease the bond energy of hydrocarbon compounds in the form of solid vacuum residue. Furthermore, a series of reaction time was carried out started in the range of 10-30 minutes to obtain the optimum reaction time. The result showed that at temperature of 100°C, pressure of 5 MPa and variation of time, the density, viscosity, and  decrease in energy bonding (?G) were in the range of 0.919-0.902 g/cm3, 495-166 cSt, and 8.627?6.436 J.s, respectively. A B S T R A KPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pemanfaatan vacuum residue dengan mengurangi densitas, viskositas dan energi ikatan. Pada penelitian ini digunakan reaktor batch yang dilengkapi dengan gas injeksi CO2 dalam bentuk proses swelling. Penelitian dilakukan dengan menerapkan variasi temperatur  antara 60-100 °C dan tekanan fluks CO2 bervariasi antara 1-5 MPa. Rentang temperatur dan tekanan fluks CO2 yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengurangi energi ikatan senyawa hidrokarbon dalam bentuk padatan vacuum residue. Selanjutnya, serangkaian waktu reaksi dilakukan mulai dari 10, 15, 20, 25, dan 30 menit untuk mendapatkan waktu reaksi yang optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur konstan (100 °C), tekanan konstan (5 MPa) dan variasi waktu diperoleh penurunan densitas (0,919?0,902 g/cm3), viskositas (495-166 cSt), dan penurunan energi ikatan (?G) menjadi 8,627?6,436 Js.
Pyrolysis of Vacuum Residue By Thermal and Catalytic Cracking Using Active Alumina Catalyst Yunanto, Isnandar; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 4, No 1 (2019): February 2019
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v4.i1.29

Abstract

Vacuum Residue as feedstock derived from Pertamina Refinery Unit III was cracked in a fixed batch reactor under thermal and catalytic with single stage pyrolysis process using active alumina oxide (Al2O3) as a catalyst. The catalytic pyrolysis process carried out at a temperature 450°C in the presence of a varied catalyst to feed ratio 0.5-2.5 w/w% and varied of reaction times 5-30 minutes. While the thermal process performed under same operating conditions without presence the catalyst. The effect of alumina catalyst ratio on quantity and quality of yield product, the effect of operating conditions (reaction times) on yield distribution has been investigated. As a result, the cracked products are liquid, gas and coke residue. The yield of liquid products was dominant, the highest catalyst ratio showed the highest yield of the liquid product reached 63.1 wt% and the lowest yield of coke residue by 24.75 wt%. The highest yield of gas by 23.9 wt% was found at minimum catalyst used by 0.5 wt%
Study Of Palm Oil Residue Potential For Electricity Generation In South Sumatra Indonesia BUstan, Muhammad Djoni
Journal of Applied and Engineering Chemistry Vol 1, No 1 (2011): Journal of Applied and Engineering Chemistry
Publisher : Journal of Applied and Engineering Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to asses technical and economic potential of palm oil residue in south Sumatra taking into account availability, present usage, cost involved and other issues to review the state of art of palm oil residue conversion technology and identify suitable technologies for using in South Sumatra and to identify possible biomass electricity generation and carry techno-economical and environmental analysis of the system. The results show that the potential energy that can be extracted from oil palm solid residue in South Sumatera province taking the efficiency of biomass power generation is about 4.4 PJ/year.It can generate electricity up to 308 GWh/year. The waste water generated was about 1 Million meter cube POME/year. This POME can produce 11,058 m3 methane which is equivalent to 0.4 PJ/year and generate electricity as much as 150 GWh /year.Based on the scenario have been analyzed using GIS software shows that the potential area for 15 MW independent power plant constructions have been identified taking into account availability of feedstock and the maximum allowable distances. Analysis of the financial viability of the projects evaluated using RETScreen. The results for independent power plant showed that the project IRR is lower than the discount rate. However, with the implementation of CER for CDM, the project financialanalysis becomes viable. Moreover, other advantages that can be obtained from these projects are the reduction of GHG emission. Overall, the study clearly indicates the high potential for the generation and use of palm oil residue in South Sumatra.Keywords: Palm Oil residue, power plant, CHP, methane capture, RETScreen, GIS Software
PENGARUH PROSES PENGINTEGRASIAN PANAS TERHADAP KONVERSI AMONIAK PADA INTERCOOLER REAKTOR AMONIAK DENGAN ANALISIS EKSERGI DAN PINCH Bustan, Muhammad Djoni
Reaktor Volume 13, Nomor 2, Desember 2010
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.876 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.2.117-123

Abstract

Amoniak merupakan salah satu senyawa penting yang banyak digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku dan produk. Salah satu unit pabrik amoniak yang dikaji membutuhkan gas alam sebesar 13.627 MMBTU sebagai bahan bakar (fuel) dan 24.570 MMBTU sebagai bahan baku untuk memproduksi 1 ton amoniak cair. Belum optimalnya sistim pendinginan antar unggun (bed) dan belum maksimalnya pemanfaatan panas hasil reaksi di reaktor amoniak menyebabkan konversi reaksi masih rendah. Analisis eksergi yang merupakan kombinasi antara Hukum Termodinamika I dan II,  digunakan untuk mengetahui titik- titik kehilangan panas yang paling tinggi, yaitu pada bed 1, bed 2, dan bed 3. Analisis pinch yang diterapkan pada reaktor tersebut dapat dibuat suatu sistem jaringan alat penukar panas yang baru pada ammonia converter, sehingga diperoleh konversi yang lebih baik.
Disosiasi H2S dalam Gas Alam pada Temperatur Ruang Menggunakan Katalisator MgO: Pengaruh Jumlah Katalis dan Laju Alir Massa Herdiansyah, Devie; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal Rekayasa Proses ONLINE FIRST ARTICLES
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.738 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.43154

Abstract

The presence of H2S in natural gas is very detrimental to ammonia industry because it can poison and deactivate steam reforming catalysts. In the ammonia plant Pusri-IB PT. Pusri Palembang, H2S was separated in the Desulfurizer Unit (201-D) by adsorption using ZnO adsorbent at low temperature (28 ° C). Unfortunately, in this process the ZnO adsorbent cannot be regenerated so that within one year the ZnO adsorbent will be saturated with sulfur. The alternative process of H2S separation is to dissociate H2S into its constituent elements (hydrogen and sulfur) with catalytic process. The magnesium oxide catalyst was chosen because magnesium oxide is a metal oxide compound widely known in the catalysis process and has two active sites. The highest H2S conversion that can be achieved by MgO catalyst is 92.29%. Unlike ZnO, MgO does not absorb H2S, but catalyzes the dissociation of H2S into hydrogen and solid sulfur without being changed consumed by the reaction itself so that the MgO catalyst has a longer life time than the ZnO adsorbent.A B S T R A KKandungan H2S dalam gas alam sangat merugikan bagi industri amoniak karena dapat meracuni dan mendeaktivasi katalis steam reforming. Di pabrik amoniak Pusri-IB PT. Pusri Palembang, H2S dipisahkan di Unit Desulfurizer (201-D) secara adsorpsi dengan menggunakan adsorben ZnO pada temperatur rendah (28 ° C). Namun sangat disayangkan, pada proses ini adsorben ZnO tidak dapat diregenerasi sehingga dalam kurun waktu satu tahun adsorben ZnO akan jenuh oleh sulfur. Salah satu alternatif proses pemisahan H2S adalah dengan mendisosiasi H2S menjadi unsur penyusunnya yaitu hidrogen dan sulfur dengan bantuan katalis. Katalis magnesium oksida dipilih karena magnesium oksida merupakan senyawa metal oksida yang penggunaannya sudah dikenal luas dalam proses katalisis serta memiliki dua gugus aktif. Konversi H2S tertinggi yang dapat dicapai katalis MgO adalah sebesar 92,29%. Berbeda halnya dengan ZnO, MgO tidak menyerap H2S, namun mengkatalisis proses disosiasi H2S menjadi hidrogen dan sulfur padat tanpa mengalami perubahan atau terkonsumsi oleh reaksi itu sendiri sehingga katalis MgO memiliki life time yang lebih lama dibanding adsorben ZnO. 
PENGARUH KOMPOSISI MATERIAL SEMIKONDUKTOR DALAM MENURUNKAN ENERGI BAND GAP TERHADAP KONVERSI GELOMBANG MIKRO Aminullah, Mohammad Wahyu; Setiawan, Herry; Huda, Adri; Samaulah, Hazairin; Haryati, Sri; Bustan, Muhammad Djoni
Jurnal EECCIS Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji pengaruh komposisi material semikonduktor yang dilakukan oleh sintesis material menggunakan metode kopresipitasi dengan sintering 1000C selama 1 jam. Variabel tetap dalam proses sintesis material adalah NH4OH (80ml), Temperatur (500C), dan Aquades (500ml), sedangkan variasi variabelnya adalah komposisi material (NaxCuyZnz). Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur material yang digunakan untuk mengukur resistansi mulai dari 30,35, 40, 45, dan 500C. Metode yang digunakan adalah untuk secara langsung menguji pengaruh komposisi material terhadap konversi gelombang mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan terkecil pada energi band gap diperoleh dengan menggunakan komposisi material 50% ZnCl2, 25% CuCl2, dan 25% NaCl. Rata-rata penurunan energi band gap karena pengaruh variasi komposisi material semikonduktor  berhasil dari 2,63 menjadi 0,79 eV. Fraksi x, y, dan z dalam material ditentukan dari analisis PMI (ARC-MET 8000) dan analisis Scanning Elektron Microscope (SEM) VEGA 3 TESCAN. Kata kunci: Konversi gelombang mikro, semikonduktor, energi band gap