Haryo Koco Buwono
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS SAMBUNGAN SISTEM SARUNG SEBAGAI SOLUSI KEGAGALAN STRUKTUR AKIBAT PERBEDAAN MATERIAL KONSTRUKSI Buwono, Haryo Koco
Konstruksia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi Beton bertulang memiliki kelebihan pada mudahnya membentuk ukuran sesuai dengan kapasitas layannya, dan ini berbeda dengan Baja. Baja adalah dibentuk berdasar Profil yang telah tersedia di pasaran. Bila kapasitas layan lebih besar 0.001 diatas dari kebutuhan Profil baja nya, maka dimensi harus dirubah, dan sangat mungkin dimensinya menjadi terlampau boros dibanding kapasitas yang akan dilayani. Hasil Pemeriksaan jumlah tulangan / pembesian terpasang untuk Balok Kantilever mempunyai tulangan atas sebanyak 6D32, dan tulangan bawah 5D32 dengan bentang balok kantilever sepanjang 3 m. Dimensi balok kantilever adalah 20 x 40 cm2. Hasil pemeriksaan Tulangan Kolom adalah didasarkan dari Tulangan Kolom yang ditinjau dari lantai dasar yang menembus ke lantai Aula dengan cara diketrik (dikupas) untuk meninjau jumlah tulangannya. Hasilnya Tulangan Kolom adalah berjumlah 8D32 ditambah “tulangan ekstra” 4D16. Elemen Balok Kantilever Balkon eksisting sulit diangkur, bila di sisi depan dibuatkan sambungan, maka dibuat ide dengan Sambungan Sarung. Sambungan Sarung yang dimaksud adalah memberikan perkuatan sambungan antara konstruksi baja dan beton dari momen puntir, momen lentur (walau dalam modelisasinya sendi), dan tarik. Filosofi dari konstruksi seperti Gambar 3 dan 4 tersebut, adalah memiliki dampak tarik pada sambungan akibat dari beban vertikal maupun beban horisontal gempa
ANALISIS KETAHANAN GEMPA DINAMIS PADA GEDUNG DEPARTEMEN ERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN MENGGUNAKAN SNI 03-1726-2002 Buwono, Haryo Koco
Konstruksia Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 1 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek perencanaan yang harus ditinjau salah satunya adalah memperhitungkan kemampuan struktur terhadap gempa. Di Indonesia saat ini terdapat 2 peraturan yang kedua-duanya masih berlaku yaitu Peraturan Bangunan Tahan Gempa SNI 03-1726-1989 dan SNI 03-1726-1989. Peraturan ini menjadi menarik ketika ada klaim bahwa peraturan tahun 1989 menjadikan konstruksi tidak aman ketika diberlakukan peraturan baru. Kasus yang dipakai disini adalah menggunakan bangunan eksisting Depatemen Perindustrian dan Perdagangan Jl. MI Ridwan No. 5 Jakarta Pusat. Alat bantu hitung adalah SAP 2000 versi 11. Perencanaan dengan Gempa sistem Statis dan Dinamis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Volume pembesian yang dihasilkan peraturan SNI 03-1726-1989, menunjukkan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan peraturan tahun 2002. Hasil tersebut mematahkan klaim tentang peraturan 1989 tersebut.
ANALISIS DAMPAK KEMIRINGAN LERENG PADA KONSTRUKSI PERGUDANGAN RIVER SIDE, CILEUNGSI Buwono, Haryo Koco
Konstruksia Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sebuah Konstruksi Pergudangan River Side, Cileungsi, akan dibangun pada daerah sekitar tebing dengankedalaman tertentu. Permasalahan ini harus ditinjau dari sisi teknis soil investigasi lapangan dan analisis perhitungan.Bidang stabilitas lereng meliputi analisis stabilitas statis dan dinamis lereng bumi dan batu-mengisibendungan, lereng jenis lain tanggul, lereng digali, dan lereng alami di dalam tanah dan batu lunak. Pada ekstremyang lain, lempengan berbentuk tergelincir di lereng bukit dapat menghapus lapisan tanah dari puncak batuandasar yang mendasari. Sekali lagi, ini biasanya dimulai oleh hujan lebat, kadang-kadang dikombinasikan denganloading meningkat dari bangunan baru atau penghapusan dukungan di kaki (akibat pelebaran jalan atau pekerjaankonstruksi lainnya).Metode yang cukup dikenal adalah Metode Irisan. Metode irisan merupakan metode untuk menganalisis stabilitaslereng dalam dua dimensi. Massa meluncur di atas permukaan kegagalan dibagi menjadi beberapa iris. Gaya yangbekerja pada setiap irisan diperoleh dengan mempertimbangkan keseimbangan mekanik untuk irisan.Analisa hasil perhitungan kelongsoran tebing dengan menggunakan metode Bishop adalah sebagai berikut: FaktorKeamanan Optimum dapat dicapai yaitu mencapai nilai 4,845. Keruntuhan lereng tidak akan terjadi, terlihat dari polalongsor yang mendekati parabolis (puncak 9 m di bawah permukaan Exit). Beban paling aman ditempatkan 10 m daribibir tebing (daerah permukaan Entry).Kata kunci : Kemiringan, stabilitas, tanah, faktor keselamatan
STUDI NUMERIK PELAT PERKERASAN ISOTROPIK JALAN RAYA DIATAS PONDASI ELASTIK WINKLER AKIBAT KECEPATAN BEBAN BERJALAN Zuraida, Rizki Nur; Buwono, Haryo Koco
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainnya. Dalam dunia teknik sipil ada 2 jenis pelat yaitu pelat orthotropik dan pelat isotropik. Penelitian yang akan dilakukan adalah menghitung secara numerik pelat isotropik bertumpu pada pondasi elastis winkler yang diakibatkan oleh kecepatan beban berjalan yang berpengaruh terhadap ketebalan pelat dan defleksi serta time history. Parameter pelat dengan ketebalan bervariasi, dimensi pelat ukuran 5 x 5 m, modulus kekakuan pondasi winkler 1.662 x 108 N/m, beban truk 25 ton, kecepatan kendaraan sebesar 60 km/jam, 70 km/jam , 80 km/jam serta dengan frekuensi sudut, rasio redaman dan parameter lain yang sudah ditentukan. Perhitungan numerik ini menggunakan program Mathematica Wolfram versi Student 11.0. Perhitungan dilakukan menggunakan solusi persamaan homogen dan partikuler. Respon yang terjadi pada pelat isotropik yang bertumpu pada pondasi elastis yaitu respon dinamis yang diakibatkan oleh beban kendaraan truk yang bergerak menimbulkan frekuensi alami pelat isotropik bertambah besar dengan harga mode m dan n yang bertambah besar. Pelat isotropik dengan ketebalan bervariasi menghasilkan defleksi yang kecil dengan ketebalan semakin besar sedangkan defleksi besar apabila ketebalan semakin kecil. Pengaruh pelat isotropik kecepatan  60 km/jam, 70 km/jam, 80 km/jam menunjukkan hasil grafik yang tidak linier untuk defleksi sedangkan untuk kecepatan yang semakin besar dapat memperkecil time history.
STUDI KEBUTUHAN PELABUHAN DAN TINJAUAN TEKNIS TERHADAP KONDISI PERAIRAN DAERAH KEPULAUAN ARU Kartohardjono, Aripurnomo; Buwono, Haryo Koco; Al Hanif, Basit
Konstruksia Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kepulauan Aru merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2003 berdasarkan Undang-undang No 40 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, Dan Kabupaten Kepulauan Aru Di Provinsi Maluku. Pada saat pembentukan kabupaten baru, wilayah ini terdiri dari 3 kecamatan, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kecamatan Aru Tengah dan Kecamatan Aru Selatan. Sarana dan prasarana angkutan penyeberangan yang beroperasi secara rutin seperti LCT/kapal fery dan dermaganya masih sangat terbatas. Sampai dengan saat ini Pemerintah Dearah telah memiliki 1 unit LCT dan 1 buah dermaga penyeberangan yang masih dalam tahap pembangunan. Saat ini, pergerakan melalui laut, baik untuk transportasi regional maupun lokal, dilayani oleh pelabuhan Dobo dan pelabuhan Benjina. Jumlah penumpang yang naik turun di pelabuhan Dobo pada tahun 2006 mencapai 19.947 orang, sedangkan jumlah barang yang dibongkar muat mencapai 1.469 ton. Secara lebih rinci mengenai angkutan penumpang dan barang pada lintas penyeberangan Dobo – Tual. Hasil pemilihan alternatif diperoleh alternatif 1 sebagai lokasi yang paling tepat sebagai lokasi rencana pelabuhan Batu Goyang namun dari evaluasi kelayakan didapati bahwa lokasi ini dikategorikan kurang layak dibangun mengingat tinggi gelombang, arus dan akses enunjang hinterland tidak terpenuhi. Kata Kunci: kelayakan, pelabuhan, kondisi perairan, Indonesia Timur
BETON GEOPOLIMER ABU SERABUT KELAPA Setiawan, Andika; Risman, Arief Bayu; Juliyatna, Juliyatna; Fathurachman, Reza; Saputra, Silva Octaviani; Buwono, Haryo Koco
Konstruksia Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 6. No. 2 Tahun 2015
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Beton sebagai bahan dasar dalam pembuatan gedung bertingkat dan juga perkuatan pada struktur gedung. Selain itu bahan penyusun beton yang mudah didapatkan yaitu semen, agregat halus dan kasar dan air. Tetapi penggunaan semen sudah menimbulkan masalah karena adanya gas karbon dioksida yang dilepaskan ke udara saat produksi semen. Hal ini menyebabkan pemanasan global. Untuk mengurangi penggunaan semen maka dibuat agregat atau geopolimer yang ramah lingkungan. Akan dilakukan penelitian mengenai geopolimer yang menggunakan abu serabut kelapa. Hasil kuat tekan geopolimer menunjukkan tidak adanya peningkatan mutu yang signifikan antara beton geopolimer dengan beton normal. Dengan penambahan geopolimer bisa meningkatkan kuat tekan beton tetapi jika penambahan abu serabut kelapa berlebihan maka menyebabkan penurunan mutu beton. Korelasi yang terjadi dengan persamaan f’c = -76838.x2 + 1388.x + 228.4Kata Kunci: geopolimer, abu serabut kelapa, beton
ANALISIS PRINSIP ENERGI PADA METODE ELEMEN HINGGA TINJAUAN PEMODELAN ELEMEN UNIAKSIAL KUADRATIK TERHADAP ELEMEN UNIAKSIAL KUBIK Buwono, Haryo Koco; Saputra, Silva Octaviani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kekakuan elemen adalah dengan menggunakan prinsip energi potensial minimum (the principle ofminimum potential energy). Cara ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh persamaankeseimbangan sebuah elemen yang kompleks yang memiliki derajat kebebasan yang tinggi. Prinsipenergi potensial minimum hanya berlaku untuk bahan yang bersifat elastis maupun plastis. Namundemikian kedua prinsip tersebut akan memberikan persamaan keseimbangan elemen yang sama untukkondisi material yang bersifat elastis. Energi potensial total benda elastik terdiri dari energi reganganyang timbul pada saat terjadinya distorsi dan energi potensial beban yang bekerja di dalam ataudipermukaan benda elastik tersebut. Rumusan dari energi potensial sebuah benda elastik dapatdigunakan untuk memformulasi matriks kekakuan elemen dan vektor beban. Jika sebuah batanguniaksial yang dibebani beban aksial merata dan beban terpusat yang berada ditengah bentangan,dengan menggunakan prinsip energi potensial stasioner, maka dapat ditentukan gaya yang timbul danbesarnya arah perpindahan yang terjadi. Hasil analisis yang diperoleh menggunakan metode elemenhingga menyatakan bahwa dengan menggunakan Elemen Kubik lebih baik dalam mendiskripsikanarah perpindahan yang terjadi dibandingkan Elemen Kuadratik. Berbeda dengan hasil gaya yangterjadi, dimana hasil yang diperoleh elemen kuadratik lebih besar dibandingkan Elemen Kubik.Kata kunci: uniaksial, energi, potensial, kuadratik, kubik
Simulasi Stabilitas Tanah Berkohesi Rendah Akibat Penggunaan Soldier Pile Dengan Pemodelan Plaxis Dan GeoStudio Buwono, Haryo Koco; Al Hanif, Basit
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soldierpile sebenarnya adalah konstruksi yang bersifat sementara untuk proses galian tanah, namun untuk studi ini ditinjau untuk kebutuhan Dinding penahan tanah. Tinjauan penelitian sebelumnya menggunakan perhitungan manual, sedangkan saat ini dibutuhkan informasi cepat dan akurat, maka beberapa software aplikasi telah menawarkan untuk analisis dinding penahan tanah ini. Penelitian ini mengadakan studi komparasi hasil dengan aplikasi Plaxis dan GeoStudio.Pada penelitian sebelumnya, berlokasi diarea gedung Apartemen di daerah Jakarta Selatan. Perhitungan sebelumnya menggunakan cara manual didapatkan hasil sebagai berikut: dinding basement dinyatakan aman dan dapat digunakan sebagai dinding penahan tanah karena memiliki nilai kestabilan lokal yang disyaratkan Coulomb yaitu : a. Faktor keamanan terhadap Base sliding pada dinding basement sebesar 2,136 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 1,5; b. Faktor keamanan terhadap Overturning pada dinding basement sebesar 1,87 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 1,5; c. Faktor keamanan terhadap Bearing capacity failure pada dinding basement sebesar 4,187 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 3,0. Sedangkan jika ditinjau pada penggunaan metode Stabilitas global dinding, dinding basement dinyatakan aman dan dapat digunakan sebagai dinding penahan tanah karena memiliki nilai kestabilan global yang disyaratkan Fellenius. Tersebut: a. Panjang radius (R) titik gelincir sebesar 10,612 meter; b. Sehingga didapat nilai stabilitas global yang terjadi pada dinding basement sebesar 3,5 berdasarkan faktor keamanan Fellenius yaitu lebih dari 1,0. Analisis perhitungan defleksi dengan menggunakan manual mendapatkan hasil lebih tinggi 30% terhadap perhitungan menggunakan software Plaxis. Analisis perhitungan Factor of Safety dengan menggunakan manual mendapatkan hasil lebih tinggi 46% terhadap perhitungan menggunakan software Geoslope-Geostudio 2012.
Analisis Kebutuhan Lapangan Penumpukan (Container Yard) Pada Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Fetriansyah, Yogi; Buwono, Haryo Koco
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua per tiga wilayahnya adalah perairan dan terletak pada lokasi yang strategis karena berada di persilangan rute perdagangan dunia, sehingga peran pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi maupun mobilitas sosial dan perdagangan di wilayah ini sangat besar.Container yardadalah area yang di pakai untuk menyerahkan dan menerima petikemas (receiving / delivery), untuk menumpuk petikemas ekspor/impor, serta petikemas kosong dan juga untuk menampung alat ? alat bongkar muat petikemas yang standby. Menganalisis kinerja lapangan penumpukan petikemas.Merencanakan proyeksi pertumbuhan petikemas jangka pendek (hingga tahun 2016) di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.Menghitung kebutuhan lapangan terhadap pertumbuhan petikemas untuk mengetahui menghadapi pertumbuhan arus petikemas (hingga tahun 2016) dipelabuhan Pulau Baai Bengkulu.Berdasarkan klasifikasi YOR standar UNCTAD, angka YOR sebesar 78.11% menunjukkan rasio penggunaan lapangan penumpukan di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sudah termasuk tinggi dan apabila tidak di antisipasi maka akan menyebabkan kongesti di pelabuhan.Dari hasil proyeksi pertumbuhan arus petikemas hingga tahun 2016, diperlukan perluasan lapangan penumpukan untuk menurunkan nilai YOR hingga 30,16% pada tahun 2016 dan mengindikasikan dengan adanya perluasan dan penataan lapangan penumpukan petikemas dapat menampung pertumbuhan petikemas hingga tahun 2016.
ANALISIS PERHITUNGAN PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN BAJA PROFIL AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN SERVER DENGAN BANTUAN PROGRAM ETABS Wahyudi, Slamet; Buwono, Haryo Koco
Jurnal Infrastruktur Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v4i1.703

Abstract

Penelitian dilakukan pada sebuah gedung didaerah Jakarta Pusat memerlukan ekspansi ruangan untuk kebutuhan ruang server utama dengan beban 1200 kg/m2. Sehingga perlu adanya analisis untuk meninjau kekuatan strukturnya apakah masih mampu untuk menerima beban tambahan tersebut. Dan perlu dilakukan perhitungan untuk struktur perkuatannya apabila struktur existing tidak mampu menahan beban tambahan. Dengan menggunakan program ETABS dan perhitungan manual yang berdasar pada peraturan SNI dilakukan analisis tersebut. Pada analisis ini dibuat 3 modeling dengan menggunakan program ETABS. Modeling pertama adalah kondisi normal sebagai kontrol. Modeling kedua adalah struktur existing dengan beban tambahan server tanpa struktur perkuatan. Dan Modeling ketiga dengan beban tambahan dan dengan struktur perkuatan baja profil. Dari hasil output dari masing-masing modeling digunakan analisa perbandingan untuk mendapatkan peningkatan luas tulangan perlu dan gaya dalam yang terjadi serta dimensi baja profil untuk struktur perkuatannya. Hasil dari penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dengan ditambahkan beban tambahan server pada sebagian area akan menimbulkan peningkatan luas tulangan dan gaya dalam pada struktur lainnya. Dan dihasilkan dimensi baja profil struktur perkuatannya menggunakan HB-400x400x13x21, HB300x300x10x15 dan IWF-200x100x5,5x8.