Articles

ANALISIS KUANTITATIF DAN STABILITAS -KAROTEN PADA BIOMASSA PASTA DAN SERBUK DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum DAN FORMULASINYA PADA EFFERVESCENT arkham, muhammad nur; agustini, tri winarni; cahyono, bambang
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Vol 2, No 1(2013) : Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porphyridium cruentum was microalgae which has -carotene compound.Supplement drinks was favored by the consumers in the form of effervescent. The purpose ofthis study is the quantity of -carotene compounds in the microalgae P.cruentum in pastesand powders biomass during storage at different temperatures, to know the making ofeffervescent from the formulations for characteristics. The results for quantitative andstability analysis of -carotene from pastes biomass was better in cold storage by observationday-0, the 5 and the 10 are 0.026 ± 0.001, 0.023 ± 0000 g/100g, for powder biomass also incold storage 0.022 ± 0.001, 0.018 ± 0000 g/100g, and 0.015 ± 0.001. The best effervescentformulation added from powder biomass was 4% with the comparison the controls 0%, thetested of water content 6.52% ± 0.20, pH 5.21 ± 0.03, 2.10 minutes dissolved time andhedonic value of testing of appearance 7,2; colour 7,4; aroma 7,3; and flavor 7,4
Sitotoksik Isoprenoid Alam dari Daun Tembakau Terinfeksi Virus Mozaik Suzery, Meiny; Cahyono, Bambang; Widayadi, Eko
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 3 (2000): Volume 3 Issue 3 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3077.442 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.3.182-185

Abstract

Telah berhasil diisolasi suatu senyawa isoprenoid dari fraksi n-heksan dari daun tembakau terinfeksi virus mozaik yang mempunyai aktifitas sebagai sitotoksik. Pemisahan dilakukan dengan teknik kromatografi, penentuan sturktur dilakukan dengan metoda spektroskopi: UV, IR, dan Massa serta uji aktivitas dengan metode Brine Schrimpi Lethality Test. Dari hasil analisis spektroskopi dan perbandingan dengan literatur disarankan bahwa senyawa hasil isolasi merupakan senyawa isoprenoid: 4,6 dihidroksi 2 cembrenoid dengan m/e 281. Uji bioassay dengan Brine Schrimp Lethality menghasilkan LD50 11,8767 µg/ml, diduga bersifat sitotoksik.
MENGUJI KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN LAS GESEK BAJA KARBON RENDAH (AISI 1040) DAN BAJA TAHAN KARAT(AISI 304) DISAMBUNG MENGGUNAKAN MESIN LAS GESEK HASIL PENELITIAN RANCANG BANGUN Haryanto, Poedji; Cahyono, Bambang; Supandi, Supandi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.462 KB)

Abstract

Pengelasan gesek (friction welding, FW) proses penyambungan terjadi akibat  panas  yang  ditimbulkan  oleh  gesekan  antara  dua  permukaan logam yang disambung. Kedua bagian logam yang akan disambung disatukan dibawah pengaruh tekanan aksial, kemudian salahsatu diputar sehinggapada permukaan kontakakan timbul panas (mendekati titik cair logam), maka setelah putaran dihentikan akan terbentuk sambungan logam.   Keuntungan pengelasan gesek dapat menyambung dua bahan yang berbeda (dissimilar metal). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performan mesin las gesek hasil penelitian, dengan melakukan pengujian kekuatan tarik hasil sambungan las. Bahan uji yang digunakan adalah baja karbon rendah  (AISI 1040) dan Baja tahan karat (stainless steel) dengan  jenis  AISI  304.  Pengelasan  gesek  dilakukan  dengan menggunakan mesin las gesek dari hasil penelitian sebelumnya. Spesifikasi mesin las gesek power motor spindel utama 3 kWatt, motor bydraulik 1.5 kWatt, putaran 1450 RPM. Bahan uji AISI 1040 dan AISI 304  merupakan  bahan  uji  yang  berbeda  (dissimilar  metal).  Ukuran bahan uji panjang 70 mm, diameter 12 mm. Parameter yang digunakan adalah putaran motor (N), tekanan gesek (p) dan waktu gesek (t). Hasil sambungan  las  dilakukan  pengujian  terhadap   kekuatan  tarik  dan kekuatan bengkok. Sambungan las bahan uji yang sama AISI 1040, mengasilkan kekuatan tarik 626 MPa, sedangkan kekuatan untuk bahan AISI 1040 sekitar 548 MPa. Kondisi patahan  terjadi diluar sambungan las. Kekuatan tarik pada sambungan antara AISI 1040 dan AISI 304 mencapai 558 MPa, patahan mengalami deformasi dengan pengecilan diameter. Kata kunci: Las gesek, Bahan berbeda, Baja karbon rendah, Stainless steel
Pra-Standarisasi: Produksi dan Analisis Minyak Virgin Coconut Oil (VCO) Asy’ari, Mukhammad; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.257 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.74-80

Abstract

Masih banyak minyak VCO yang dijual di pasaran memiliki kualitas rendah. Hal ini dikarenakan belum adanya standarisasi untuk menentukan standar kualitas minyak VCO. Pada penelitian ini dilakukan tahap pra-standarisasi terhadap proses produksi dan analisis minyak VCO. Pra-standarisasi terutama dilakukan pada metode isolasi minyak VCO, analisis kualitas fisik meliputi uji organoleptik dan berat jenis, analisis standar khasiat yang berkaitan dengan komposisi asam-asam lemak esensial dan analisis standar keawetan yang meliputi kadar air, kadar nitrogen, uji peroksida dan kadar asam-asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode isolasi pemancingan mampu menghasilkan minyak VCO sebanyak 0,150 liter/kg kelapa, warna jernih, rasa gurih kelapa-enak dan bau wangi-kelapa, berat jenis 0,924 g/mL, kadar air 0%, nitrogen 0%, uji peroksida positip (+), asam lemak bebas 0,002%. Komposisi asam-asam lemak yaitu asam laurat 39,69%; miristat 24,12%; palmitat 11,17%; kaprat 7,27%; oktanoat/kaprilat 6,94%; oleat 6,48%; stearat 3,03%; linoleat 0,79% dan kaproat 0,52%. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak VCO yang diperoleh sudah memenuhi standar kualitas Asian and Pacific Coconut Community (APCC) kecuali kadar asam laurat masih di bawah standar.Kata kunci: minyak VCO, pra-standarisasi, metode pemancingan VCO, komposisi asam lemak, asam laurat.
Sintesis Senyawa 3-Metoksi-4-Iiidroksikalkon dengan Bahan Awal Vanilin dan Asetofenon Ismiyarto, Ismiyarto; Madiyono, Madiyono; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 3 (2002): Volume 5 Issue 3 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4714.031 KB) | DOI: 10.14710/jksa.5.3.15-18

Abstract

Sintesis senyawa 3-metoksi-4-hidroksikalkon dengan bahan awal vanilin dan asetofenon lelah dilakukan dengan metode Kohler-Chadwell yang dimodifikasi. Reaksi dilakukan dalam suasana basa pekat berdasarkan mekanisme Claisen-Schmidt. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa transformasi menghasilkan produk murni yang dapat dipisahkan setelah dilakukan reaksi dalam NaOH 60% pada keadaan suhu optimum 70°C selama 1,5 jam. Produksi murni yang dihasilkan sebesar 77,11%.
Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Kusrini, Dewi; Anam, Khairul; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.742 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 μg ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
Komponen Kimia dari Aroma Biji Theobroma cacao L. Suzery, Meiny; Hendarko, Sriani; Sulistyowati, Sulistyowati; Nazli, Nazli; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 2, No 1 (1999): Volume 2 Issue 1 Year 1999
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3017.311 KB) | DOI: 10.14710/jksa.2.1.1-6

Abstract

Telah dilakukan studi kimia terhadap komponen aroma dalam biji kakao jenis mulia (Theobroma cacao L.). Dengan indera penciuman, hasil analisis menunjukkan bahwa fermentasi selama 4 hari memberi aroma yang lebih baik dibanding dengan tanpa fermentasi, sebanding dengan makin banyaknya puncak pada kromatogramnya. Melalui Gas Kromatografi - Spektrometri massa (GCMS), analisis kimia beberapa komponen utama penyusun aroma kopi dapat diinterpretasikan.
Demetilasi Senyawa N-metilpiridinium iodida dengan Pemanasan pada Pelarut Polar Aprotik Cahyono, Bambang; Ismiyarto, Ismiyarto; Suradi, Agus; Suzery, Meiny
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2838.951 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.1.147-181

Abstract

Reaksi Demetilasi dengan anion iodida telah dilakukan terhadap senyawa N-Metilpiridinium Iodida. Reaksi berlangsu pada Suhu titik didih asetonitril, 82 Celsius. Analisis Produk Reaksi dengan Spktrofotometer UV-Vis, mengindikasikan bahwa reaksi demetilasi garam N-metilpiridinium iodida telah berlangsung. hasil Penelitian menunjukan bahwa amonium heterosiklik aromatik lebih mudah terdemetilasi daripada amonium heterosiklik nanoaromatik.
TOTAL FENOLAT DAN FLAVONOID DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus B.) JAWA TENGAH SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Pratiwi, Putri; Suzery, Meiny; Cahyono, Bambang
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 18 Issue 4 Year 2010
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5486.434 KB)

Abstract

ABSTRAK---Orthosiphon stamineus B (Indonesia: Kumis Kucing) merupakan salah satu tumbuhan sangat popular sebagai sumber pengobatan herbal, pada umumnya dikumpulkan dari pulau Jawa. Aktivitas biologis, terutama akivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh tanaman ini diduga disebabkan olehsenyawa golongan fenolat, khususnya senyawa flavonoid. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menentukan total fenolat, total flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol beserta fraksi fraksinya dari tanaman kumis kucing yang tumbuh di Indonesia, khususnya di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, perlu dilakukan. Secara garis besar, penelitian dibagi menjadi empat tahap, yakni perolehan total ekstrak metanol, diikuti dengan tahap fraksinasi melalui gradien pelarut, kemudian analisis total fenolat dan flavonoid, dan diakhiri dengan analisis aktivitas antioksidan terhadap tiap-tiap ekstrak. Analisis total fenolat dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu, analisis flavonoid dilakukan berdasarkan cara kerja Rohman, dan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode peredaman radikal DPPH.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenolat dan flavonoid terbesar berada dalam ekstrak etil asetat berturut-turut sebesar 559 mg asam galat ekuivalen/g ekstrak dan 3550 mg kuersetin ekuivalen/g ekstrak. Aktivitas antioksidan tertinggi juga dimiliki oleh ekstrak etil asetat dengan nilai EC50 sebesar 51,02 μg/mL. Nilai aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh semua fraksi dalam daun kumis kucing sangat memungkinkan bahan ini dapat digunakan sebagai sumber antioksidan.Kata Kunci: kumis kucing, Orthosiphon stamineus, total fenolat, total flavonoid, antioksidan ABSTRACT---Orthosiphon stamineus B (Lamiaceae) is a popular medicinal herb in South-east Asia, it was originated in Java Island and is well known by name of “Kumis Kucing.”. The biological activityof this plant, especially the antioxidant activity, is caused by the presence of compounds from phenolic group, especially come from flavonoid compounds. Therefore, the aim of this research is to determine total phenolic, total flavonoid and antioxidant activity analysis of methanol extract and its fractions of Orthosiphon stamineus B from Indonesia, especially Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. The method of this research is consists of dried leaf extraction by methanolic, partition with solvent gradient, analysis of total phenolic and flavonoid content and antioxidant activity analysis. The total phenolic content analyzed by Folin-Ciocalteau method, total flavonoid content analyzed by Rohman method and antioxidantactivity analyzed by DPPH. radical scavenging method. The result showed that the highest phenolic and flavonoid content is in the ethyl acetate extract with value 559 mg gallic acid equivalent/g extract and 3550mg quercetin equivalent/g extract, respectively. The ethyl acetate has the strongest antioxidant activity with51.02 μg/mL of EC50 value. The finally antioxidant activity is shown in all extract of Indonesian Orthosiphonstamineus B can be used as antioxidant source.Keywords: Orthosiphon stamineus, kumis kucing, total phenolic, total flavonoid, antioxidant activity
Evaluation of Cytotoxicity Effect of Hyptis pectinata Poit (Lamiaceae) extracts using BSLT and MTT methods Suzery, Meiny; Cahyono, Bambang
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 22 Issue 3 Year 2014
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.527 KB)

Abstract

Hyptis pectinata (Lamiaceae) is a traditional medicinal plants to treat conditions associated with malignant disease. In Indonesia, this plant has not been utilized yet, just as a wild plant. This study aimed to evaluate the anticancer activity of Hyptis pectinata poit extracts which are more beneficial. Methanol extract and various fractions solvents (hexane, dichloromethane, ethyl acetate) were examined their toxicities to shrimp larvae Artemia salina Leach using BSLT method and their anticancer activity in vitro on cells MCF-7 breast cancer using MTT assay method. The toxicity test on shrimp larvae Artemia salina Leach, methanol extracts have LC50: 185.63 µg/mL and fractions of hexane, dichloromethane and ethylacetate were obtained at 128.45; 113.32 and 92.54 µg/mL successively. Whereas the cytotoxicity test on breast cancer cells MCF-7 resulted that methanol extract Hyptis pectinata poit obtained at IC50: 18.90 μg/mL. Hyptis pectinata poit extract showed good cytotoxic and anticancer activity hence it has a chance to be developed to as anticancer drugs.