Articles

Found 14 Documents
Search

Frequency of Use Mukena Relations With Number of Figures Germs In Mukena Subagiyo, Agus; Widiyanto, Arif; Cahyono, Tri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The type of research is quasi-experimental with 3 times replication. The samples of the study are 15 pieces of mukena using purposive sampling technique. Analysis of data from the measurement results, observations, and laboratory tests. The result of the study showed that the sanitary condition of the mosque with a score of 885 indicates as a good criteria, sanitary conditions inside the mosque with a score of 77.78% indicates as a good criteria, sanitary condition of Mukena storage area with a score of 42.85% indicates as poor criteria. The average temperature and the humidity of prayer room are 27.° C and 80.20%. Total number of germs on mukena is 788.4 colonies / cm ² on average, with a range between 44 colonies / cm ² up to 2561 colonies / cm ². The difference in number of germs on mukena showed that the highest number is from the frequency of usage 20 times to 40 times, which is 795 colonies / cm ². That is, the more often the mukena used, the higher the number of germs on mukena. So the number of germs on mukena is influenced by the frequency of usage.
The Use of mono cylinder in decreasing level of dust Indro Wardono, Hari Rudijanto; Cahyono, Tri; Budiono, Zaeni
Jurnal Riset Kesehatan Vol 3, No 3 (2014): September 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is quacy experiment with 2 factorial design used Random Complete Block Design, which made only limited where each treatments has the same intensity or dose. The number of samples is 108 samples. Data analysis using One Way Anova and LSD. It  can be concluded that mono cylinder 100 cm high can reduce dust levels on average 56.21%, mono cylinder 75 cm average 35.41% and mono-cylinder 50 cm average 33.53%. Structure ARSPSE (Active Charcoal-Spon-Coconut fibers) can reduce levels of dust for average - 46.51%. One Way ANOVA test showed there were significant differences reduction in dust levels with varying heights mono cylinder (sig 0.015 <0.05). The resut suggested that the perpetrators of domestic industries using flue mono-cylinder combustion process and for further research can be modified tools ,materials and used water resirculation system as well as gas and to decrease air pollutants such as SOx, HC.
The Use of mono cylinder in decreasing level of dust Indro Wardono, Hari Rudijanto; Cahyono, Tri; Budiono, Zaeni
Jurnal Riset Kesehatan Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is quacy experiment with 2 factorial design used Random Complete Block Design, which made only limited where each treatments has the same intensity or dose. The number of samples is 108 samples. Data analysis using One Way Anova and LSD. It  can be concluded that mono cylinder 100 cm high can reduce dust levels on average 56.21%, mono cylinder 75 cm average 35.41% and mono-cylinder 50 cm average 33.53%. Structure ARSPSE (Active Charcoal-Spon-Coconut fibers) can reduce levels of dust for average - 46.51%. One Way ANOVA test showed there were significant differences reduction in dust levels with varying heights mono cylinder (sig 0.015 <0.05). The resut suggested that the perpetrators of domestic industries using flue mono-cylinder combustion process and for further research can be modified tools ,materials and used water resirculation system as well as gas and to decrease air pollutants such as SOx, HC.
The Use of ion Plasmaclsuter in Decreasing level of Fe in Clean Water Cahyono, Tri; Indro Wardono, Hari Rudijanto; Gunawan, Asep Tata
Jurnal Riset Kesehatan Vol 3, No 3 (2014): September 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research describe the difference of decreasing level of Fe between the well water before and after ionized. This type of research is pre-experimental, with design and pre-test post-test group design. The well water is collected in drum of 200 liter and given a cover. With the pump, water sprayed through a nozzle in a basin of aeration (control). The treatment group, using plasmacluster ion generator. Each replication three times. Data Analysis with One Sample Test and ANOVA. The measurement result  for the Fe content of the one nozzle control the average 0.617 mg / l, two nozzle 0.640 mg / l, three nozzle 0.639 mg / l and four nozzle 0.635 mg / l. Treatment group (ionization plasmacluster), the one nozzle average 0.571 mg / l, two nozzle 0.581 mg / l, three nozzle 0.573 mg / l and four nozzle 0.587 mg / l. Analized test with One Sample Test showed the significant difference (0.000 and 0.001 <0.05) with plasmacluster use of ionization in decreased levels of iron (Fe) and just well water with  using aeration. That were significant difference before (0.000) and after (0.001) uses plasmacluster ion in decreasing level of Fe well water (<0.05). The recomendation researcher  measured levels of early oxygen, the color before and after the ionization process.
PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN STRATEGI INDIVIDUAL LEARNING PLAN UNTUK SISWA SMP Cahyono, Tri; Hidayah, Nur; Muslihati, Muslihati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.545 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i12.8353

Abstract

Management of learning conducted independently, allowing students to study according to their interests and without coercion from others, so it will have a positive impact on learning achievement he achieved. This research aims to develop independent learning training package by using individual learning plan strategies for junior high school students. The development of training packages using the model of development research from Borg and Gall (1983). Based on the results of expert assessment and user training package independent learning by using strategies of individual learning plan for junior high school students have met the eligibility criteria and acceptance. Test the effectiveness of the various different subjects in future studies need to be done so lack the training package developed in this training can be improved.Pengelolaan belajar yang dilakukan secara mandiri, memungkinkan siswa untuk belajar sesuai minat dan tanpa paksaan dari pihak lain sehingga akan berdampak positif terhadap prestasi belajar yang diraihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket pelatihan kemandirian belajar dengan menggunakan strategi individual learning plan untuk siswa SMP. Pengembangan paket pelatihan ini menggunakan model penelitian pengembangan Borg & Gall (1983). Berdasarkan hasil penilaian ahli dan pengguna, paket pelatihan kemandirian belajar dengan menggunakan strategi individual learning plan untuk siswa SMP telah memenuhi kriteria kelayakan dan keberterimaan. Uji efektivitas kepada berbagai subjek yang berbeda perlu dilakukan pada penelitian selanjutnya sehingga kekurangan paket pelatihan yang dikembangkan dalam pelatihan ini bisa disempurnakan.
EFEKTIFITAS STERILISASI MENGGUNAKAN ULTRAVIOLET (UV) PADA RUANG PERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS TAHUN 2016 Waluyo, Restutusi Ayu; Cahyono, Tri
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2976

Abstract

Latar belakang RSUD Banyumas merupakan rumah sakit tipe B. Ruang perawatan pada RSUD Banyumas adalah ruang perawatan yang melayani penyakit infeksius dan noninfeksius, sehingga berpotensi terjadinya infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas sterilisasi menggunakan UV pada ruang perawatan di RSUD Banyumas.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas (penggunaan UV), variabel terikat (angka kuman udara), dan variabel pengganggu (suhu, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi dan volume ruangan). Berdasarkan hasil pemeriksaan Rata – rata angka kuman sebelum sterilisasi adalah 18.500CFU/m3. Rata – rata angka kuman sesudah sterilisasi adalah 8.250CFU/m3 . Rata-rata suhu pada ruang perawatan adalah 29,5oC. Rata-rata kelembaban pada ruang perawatan adalah 84,0%. Rata – rata intensitas cahaya pada ruang perawatan adalah 113 lux. Rata – rata luas ventilasi adalah 1,08m2 . Rata-rata volume ruangan pada ruang perawatan adalah adalah 55,8m3.Rata – rata efektifitas sterilisasi adalah (- 56,24%).Peneliti menyimpulkan penggunaan sterilisasi efektif dalam menurunkan angka kuman udara. Peneliti menyarankan untuk melakukan sterilisasi pada ruang perawatan setiap kali ruangan digunakan.
HIGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Munir, Ibnu Misbahul; Cahyono, Tri
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3046

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di rumah sakityang mendukung upaya penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Higiene SanitasiPengelolaan Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Metode penelitian yang di gunakanadalah deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan pemeriksaan kualitasmikrobiologi makanan.. Hasil penelitian menunjukkan cara pengamanan bahan makanan (98,11%), carapenyimpanan bahan makanan (87,5%), cara pengolahan bahan makanan (96,55%), cara penyimpanan makanan(88,89%), cara pengangkutan makanan (96,15%), cara penyajian makanan (100%) dan Kualitas mikrobiologismakanan dari tiga sampel yang di periksa menunjukkan hasil negatif E.coli seperti bubur (0/gram sampel), tahu(0/gram sampel), Oseng sayur (0/gram sampel). Higiene Sanitasi Pengelolaan Makanan di Instalasi Gizi RumahSakit Umum Daerah Ajibarang memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No.1204 tentang KesehatanLingkungan Rumah Sakit. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebihbanyak, variabel yang berbeda dan tempat yang berbeda.
RISIKO KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Pusparini, Herni; Cahyono, Tri; Budiono, Zaeni
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.3007

Abstract

Pneumonia masih menjadi penyebab kematian terbesar pada bayi dan balita. Kasus pneumonia balita diKabupaten Banyumas tertinggi terjadi di Puskesmas II Sumpiuh. Jumlah kasus pneumonia pada tahun 2015 sebesar311 dan data rumah sehat sebesar 87,93%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan fisikrumah terhadap kejadian pneumonia pada balita. Metode penelitian observarsional dengan design case control.Populasi penelitian adalah balita umur 1-5 tahun periode Juni-Agustus dengan jumlah kelompok kasus 26 dankontrol 26. Pengumpulan data dengan pengukuran, observasi, dan wawancara. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan besarnya risiko dengan Odd Ratio serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Analisisbivariat didapatkan faktor risiko yang siginifikan dengan kejadian pneumonia adalah ventilasi (p=0,001 danOR=9,048), kelembaban (p=0,001 dan OR=9,450), pencahayaan (p=0,004 dan OR=7,500) dan kepadatanpenghuni (p=0,005 dan OR=6,720) serta faktor risiko yang tidak signifikan adalah jenis lantai (p=0,725 danOR=1,650) dan temperatur (p=1,000 dan OR=1,181). Analisis multivariat menunjukkan komponen fisik yangpaling berpengaruh adalah kelembaban (p=0,003 dan OR=7,883) dan kepadatan penghuni (p=0,018 danOR=5,375).Disimpulkan bahwa lingkungan fisik merupakan faktor risiko kejadian pneumonia pada balita.Disarankan keluarga responden memperbaiki kondisi ventilasi pencahayaan dan jenis lantai, Dinas kesehatanmemberikan bantuan dana, Puskesmas melakukan inspeksi sanitasi dan penyuluhan serta peneliti selanjutnya untukmenganalisis secara terpisah komponen fisik rumah pada kamar balita dan ruang keluarga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERISIKO DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Kanigia, Taraegi Evani; Cahyono, Tri; Gunawan, Asep Tata
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.1675

Abstract

Demam berdarah dengue Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan olehvirus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jumlah kasus DBD di Kecamatan PurwokertoTimur periode Januari-Maret tahun 2016 sebanyak 60 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui faktorrisiko lingkungan, perilaku, dan kepadatan hunian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) diPurwokerto Timur Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan analitik observasional dengan desain Studi CaseControl, jumlah sampel 40 kasus dan 40 kontrol. Variabel yang diteiti meliputi kebiasaan menggunakan reppelent,adanya ruang gelap, kebiasaan menggantung pakaian, adanya tempat penampungan alami, dan kepadatan hunian.Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat dengan analisis Chi-square dan multivariat dengan uji regresilogistik.Hasil analisis bivariat kebiasaan menggunakan repplent (p=0,128 OR=2,510), adanya ruang gelap(p=1,000 OR=1,129), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,277 OR=2,122), adanya tempat penampungan alami(p=0,213 OR=2,125), kepadatan hunian (p=0,605 OR=1,495). Hasil bivariat menunjukan seluruh variabel yangditeliti tidak ada hubungan dengan kejadian DBD karena nilai p lebih besar dari nilai = 0,05. Hasil multivariatfaktor yang paling signifikan kebiasaan menggunakan reppelent (p=0,079 OR=2,510).Simpulan penelitian iniadalah tidak ada variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD. Disarankan untuk masyarakat untukmewaspadai faktor-faktor DBD lainnya.
HUBUNGAN GAYA HIDUP SEHAT DAN INTENSITAS SUARA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Yuliana, Rina; Cahyono, Tri; Widiyanto, Teguh
Buletin Keslingmas Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i1.3829

Abstract

AbstrakSalah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit hipertensi adalah gaya hidup yang berisiko danintensitas suara yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Puskesmas II Cilongok merupakan puskesmas yangsemakin mengalami peningkatan jumlah penderita hipertensi yaitu berjumlah 1.663 orang (2015). Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan dan besarnya nilai risiko antara gaya hidup dan intensitas suara dengankejadian hipertensi.Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan casse control. Sampel sebanyak 50orang terdiri dari 25 orang kelompok kasus kemudian diambil kelompok kontrol 25 orang dengan jenis kelaminyang sama dan umur tidak berbeda jauh dan tidak menderita hipertensi. Variabel yang diteliti meliputi gaya hidupdan intensitas suara. Analisa univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan CI = 95 % dan α = 0,05 sertamultivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubunganantara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi (p=0,002 dan OR=8,142),dan terdapat hubungan antaraintensitas suara dengan kejadian hipertensi (p=0,118 dan OR=0), dapat disimpulkan bahwa gaya hidup sehatberesiko 8,124 kali terhadap kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan untukmenekan tingkat penderita hipertensi dengan menjaga gaya hidup sehat melalui olahraga yang teratur,mengkonsumsi makanan sehat, tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol dan mengurangi minum kopiserta melakukan gaya hidup sehat yang lainnya.