Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK CRUDE LAMINARAN DARI Sargassum duplicatum (Effect of Extraction Method on Characteristics of Sargassum duplicatum Crude Laminaran) Chamidah, Anies; Marsono, Yustinus; Harmayani, Eni; ., Haryadi
Jurnal Agritech Vol 33, No 03 (2013)
Publisher : Jurnal Agritech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.457 KB)

Abstract

Laminaran is a natural polysaccharide extracted from brown algae, are usually used as human food, animal feed and drugs. Laminaran obtained by extracting brown algae powder, with acid solution (LAE) or with water (LWE) is done twice. Extraction by combining both methods were tested as well, that the first extraction using an acid solution further extracted residue re-use of water (LME). Extraction with acid and modification are more efficient than extraction with water, with a relatively higher yield (3.59 and 1.42 fold). With the acid extraction method (LAE), and modification (LME) showed the presence of compounds laminaran (β-(1,3)-D glukopiranosil), extraction using water (LWE) showed no laminaran. In general, the value of yield higher acid extracts, followed by modification extract and water extract. Acid extracts and modifications have moisture, ash and fat content lower than water extract but different levels of protein. The method of extraction with an acid solution and a modification is the best method.Keywords: Extraction method, crude laminaran, FT-IR ABSTRAK Laminaran adalah polisakarida alami yang diekstraksi dari alga coklat yang banyak dimanfaatkan sebagai makanan manusia, pakan ternak dan obat-obatan. Laminaran diperoleh dengan cara mengekstraksi serbuk alga coklat, dengan  larutan asam (LAE) atau dengan air (LWE) yang dilakukan sebanyak dua kali. Ekstraksi dengan mengkombinasikan kedua metode diuji juga, yaitu ekstraksi pertama menggunakan larutan asam selanjutnya residu diekstrak kembali menggunakan air (LME). Ekstraksi dengan asam maupun modifikasi lebih efisien daripada ekstraksi dengan air, dengan yield relatif lebih tinggi (3,59 dan 1,42 kali). Dengan metode ekstraksi asam (LAE), dan modifikasi (LME) menunjukkan hadirnya senyawa laminaran (β-(1,3)-D-glukopiranosil), sedangkan ekstraksi menggunakan air (LWE) tidak menunjukkan adanya laminaran. Secara umum nilai yield ekstrak asam lebih tinggi, diikuti ekstrak modifikasi dan ekstrak air. Ekstrak asam dan modifikasi mempunyai kadar air, abu dan kadar lemak yang lebih rendah daripada ekstrak air kecuali kadar protein yang tidak berbeda. Metode ekstraksi dengan larutan asam dan modifikasi merupakan metode yang terbaik. Kata kunci: Metode ekstraksi, crude laminaran, FT-IR 
Prebiotics Activity of Laminaran Derived From Sargassum crassifolium Chamidah, Anies; Hardoko, Hardoko; Prihanto, Asep Awaludin
Research Journal of Life Science Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.58 KB) | DOI: 10.21776/ub.rjls.2016.003.03.4

Abstract

The objectives of this study were to evaluate the prebiotic activity based on the change in cell biomass of the probiotic strain after 24-h growth in the presence of Laminaran from Sargassum crassifolium with the methods of laminaran acid extract (LAE) and laminaran modified extract (LME), inulin, or glucose-relative against the change in cell biomass of Escherichia coli FNCC 0091 grown under the same condition. Prebiotic activity was calculated for L. plantarum FNCC 0051 and Bifidobacterium longum FNCC 1081. The results showed that the increasing cell number of L. plantarum was higher in both substrates LAE and LME (0,58 and 2,03log cycle), whereas that of B. longum was lower. The higher prebiotic activity score obtained for L. plantarum and B. longum grown on LME were positive (0,26 and 0,96 log cycle), whereas the lowest score was for L. plantarum and B. longum grown on LAE, which were negative (-0,35 and -0,31 log cycle), but the higher prebiotic activity score was obtained for inulin (4,08 and 4,78 log cycle). It could be concluded that Laminaran Modified Extract (LME) has potential as prebiotic source, but its potential was lower than inulin.
Aplikasi Gum Arab dan Dekstrin sebagai Bahan Pengikat Protein Ekstrak Kepala Udang Hakim, Arif Rahman; Chamidah, Anies
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v8i1.52

Abstract

Telah dilakukan penelitian aplikasi gum arab dan dekstrin sebagai pengikat protein terlarut dari ekstrak kepala udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan proporsi terbaik dari penambahan gum arab dan dekstrin pada pembuatan bubuk protein sebagai bahan suplementasi nutrisi. Gum arab dan dekstrin yang ditambahkan ialah sebanyak 8% (b/v), dengan empat perlakuan proporsi yang berbeda yaitu 1:0,5; 1:1,75; 1:3; dan 1:4,25. Parameter yang diamati untuk mengetahui sifat fisika dan kimia hasil ekstraksi meliputi kadar nitrogen terlarut, kadar nitrogen amino, kadar nitrogen non protein, kadar protein kasar, kadar air, kelarutan, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah penambahan gum arab dan dekstrin dengan perbandingan 1:0,5. Produk memiliki kadar nitrogen terlarut 0,55%, kadar nitrogen amino 2,35%, kadar nitrogen non protein 2,62%, kadar protein kasar 33,20%, kadar air 5,67%, kelarutan 99,15% dan rendemen 5,04%. Produk ini memenuhi kebutuhan jenis asam amino yang disyaratkan ada pada pangan anak usia 10–14 tahun yang di tetapkan oleh FAO. Produk ini juga memiliki sifat kelarutan yang bagus sebagai bubuk karena kelarutannya diatas 95%.
Utilization of Water-Soluble Chitosan as Antiseptic Hand Sanitizer Chamidah, Anies; Widiyanti, Christina Nur; Fabiyani, Nahda Nur
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.654 KB) | DOI: 10.22146/jfs.38750

Abstract

Shrimp wastes produced by manufacturers are mostly limited to be utilized by small industries. They only can turn the waste into chips and shrimp pastes even though it can be used as chitosan. The scarcity of shrimp waste utilized as chitosan is often constrained due to the lack of chitosan dissolve in water caused by the length of the molecular chain. In order to optimize the chitosan utilization, depolymerization is used; such as using H2O2. Chitosan depolymerization enables chitosan to be water soluble and has a high antibacterial ability, which can be applied as an antiseptic of hand sanitizer which has been derived from synthetic materials. The used method is an experimental method which includes the processing of making water-soluble chitosan with test parameters of deacetylation, solubility, moisture content, and yield. Furthermore, the manufacture of hand sanitizers is carried out in vitro and in vivo. The results showed that water-soluble chitosan can be made at 13% H2O2 concentration at 40°C with deacetylation degree 94.21%, 90% solubility, 10.60% moisture content and 3.5% yield. Moreover, after becoming a hand sanitizer, it was able to inhibit Escherichia coli and Staphylococcus epidermidis bacteria at concentrations of 120 mg/ml, respectively 19.53 mm and 21.12 mm, which were relatively strong. Resulted in MIC values 0.28% and 0.27%, and MBC values 1.12% and 1.08%, and also without causing irritation or edema on mouse skin.
AONORI YANG DIPERKAYA SPIRULINA DAN EKSTRAK SARGASSUM SP. SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Chamidah, Anies
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.612 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.12

Abstract

Aonori, yaitu produk khas Jepang berupa serbuk kasar berukuran 2 ? 3 mm dari alga hijau jenis Monostroma dan Enteromorpha yang ditaburkan di atas Okonomiyaki, Takoyaki, Yakisoba, Tororo (sayuran Jepang parut), Natto (kacang kedelai fermentasi), dan bola nasi. Untuk  mengurangi impor dilakukan rekayasa bahan baku, E. spinosum adalah alga merah yang dapat diolah menjadi aonori tetapi harus di kombinasikan dengan rumput laut yang lain agar mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang mirip dengan nori aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh proporsi E. spinosum dan S. crassifolium  serta S. platensis yang berbeda yang menghasilkan aonori terbaik. Aonori terbaik dihasilkan  dengan proporsi 40% E. spinosum dan 60% S. crassifolium serta 22,5% S. platensis, yang memiliki sifat fisik ketebalan, kuat tarik dan daya serap air berturut-turut: 0,469 mm; 214,7 kgf/cm2 dan 178,01%. Dan kadar air, lemak, abu, protein serta dietary fiber sebesar 16,90%, 4,46%,  6,55%, 4,84%, 25,60%.  Dengan rasa, aroma, tekstur dan warna berturut-turut sebesar  4,90, 4,45, 4,37 dan 5,43 yang menunjukkan agak lebih baik daripada kontrol, serta rendemen sebesar 4,43% .