Tjut Chamzurni
Agrotechnology Department, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Aplikasi Beberapa Fungisida Nabati Dengan Berbagai Dosis Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Pada Tanaman Tomat Hayati, Rahmi; Chamzurni, Tjut; Amin, Buni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.346 KB)

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi serta mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia seperti vitamin C, vitamin A dan mineral. Dewasa ini produksi tomat mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu Fusarium yang ditandai dengan pucatnya tulang-tulang daun, terutama daun-daun sebelah atas dan terkadang daun sebelah bawah. Penyakit ini disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum f.sp lycopersici. Pertumbuhan dan perkembangan patogen ini perlu dikendalikan secara efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun sirsak, nimba dan cengkeh dengan berbagai dosis. Dimana daun tersebut mengandung senyawa yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan patogen Fusarium oxysporum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan 12 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis fungisida nabati tepung daun nimba dengan dosis 50 g/polibag bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan Fusarium.
Pengaruh Media Tanam Terhadap Kemampuan Bakteri Endofit Dalam Mengendalikan Serangan Penyakit Mati Ranting Pada Bibit Pala (Myristica fragrans) Afdila, Riza; Sriwati, Rina; Chamzurni, Tjut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.209 KB)

Abstract

Pala merupakan salah satu komoditas rempah yang bernilai tinggi dan diperkirakan 85% berasal dari Indonesia. Aceh Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh Selatan yang menjadi penghasil pala terbesar kedua di Indonesia setelah Maluku. Saat ini produksi tanaman pala mengalami penurunan yang diduga disebabkan oleh penyakit mati ranting yang ditandai dengan daun menjadi layu dan menguning kemudian mati. Berdasarkan hasil penelitian sementara, penyakit ini disebabkan oleh cendawan patogen dengan kode isolat CP1. Perkembangan cendawan patogen ini perlu dikendalikan secara efektif dan efesien. Pengendalian hayati menggunakan bakteri endofit merupakan salah satu pengendalian yang mulai dikembangkan karena dapat meningkatkan ketahanan tanaman dan meminimalisir kerusakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Non Faktorial dengan 6 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam pupuk kandang sapi dan bakteri endofit dapat menunda terjadinya infeksi yang disebabkan oleh Cendawan Patogen CP1 selama 18 hari. Penggunaan media tanam pupuk kandang ayam dan bakteri endofit dapat menekan perkembangan CP1 sebesar 58,12%  dan tidak berbeda nyata dengan media tanam pupuk kandang sapi dan bakteri endofit yang menekan CP1 sebesar 55,02%. Penggunaan media tanam pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan bakteri endofit dapat meningkatkan jumlah daun bibit pala. Berdasarkan hasil analisis biologi tanah yang dilakukan mikroorganisme yang ditemukan didominasi dengan bakteri.
Uji masa simpan pelet Trichoderma harzianum dan kemampuannya dalam menghambat perkembangan penyakit Layu Fusarium pada bibit tomat. Musfirah, Rizka; Sriwati, Rina; Chamzurni, Tjut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.314 KB)

Abstract

Abstrak. Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang ditanam secara luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena memiliki rasa yang khas dan enak, juga memiliki nilai gizi seperti sumber vitamin A dan C yang sangat baik. Produksi tomat mengalami penurunan setiap tahun, salah satunya diakibatkan oleh organisme penganggu tanaman (OPT) yaitu patogen Fusarium oxysporum sehingga perlu dilakukan pengendalian hayati yaitu menggunakan Trichoderma harzianum dalam bentuk formulasi pelet yang praktis, efektif, dan efesien. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 10 unit bibit tomat. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan yaitu perlakuan A (masa simpan pelet T. harzianum  4 minggu), B (masa simpan pelet T. harzianum 3 minggu), C (masa simpan pelet T. harzianum 2 minggu), D (masa simpan pelet T. harzianum 1 minggu), E (masa simpan pelet T. harzianum 0 minggu), F (tanpa perlakuan pelet T. harzianum). Peubah yang diamati yaitu pre-emergence damping off, post-emergence damping off, masa inkubasi, persentase tanaman layu, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet T. harzianum yang disimpan 4 minggu efektif dalam menghambat perkembangan penyakit layu fusarium seperti menunda masa inkubasi sampai 7 HSI, menekan pre-emergence damping off sampai 90%, post-emergence damping off 92,95%, serta mampu meningkatkan tinggi tanaman sampai 19,63 cm dan meningkatkan jumlah daun rata-rata 7 helai pada 35 HSI. (Storing Period of Trichoderma harzianum Pellets and its ability to Inhibit the development of Fusarium Wilt Disease on Tomato Seeds)Abstract. Tomato (Solanum lycopersicum) is one of the most widely grown commodities in the world, including Indonesia. It has a distinctively good taste and many nutritional value such as vitamin A and C. However, tomato production has decreased every year. One of the main cause is the attacks by pathogens, named Fusarium oxysporum. A Biological control is necessary and the use of Trichoderma harzianum in the form of pellets is recommended because of its effectiveness, efficiency and practical use. This research used a Completely Randomized Design (RAL) non-factorial consisted of 6 treatments with 3 replications, each treatment consisted of 10 units of tomato seedlings. The 6 treatments are named as treatment A (T. harzianum pellet saving 4 weeks), B (T. harzianum pellet saving period 3 weeks), C (shelf life of 2 weeks T. harzianum pellet), D (shelf life of pellet T harzianum 1 week), E (shelf life of pellet T. harzianum 0 weeks), and F (without T. harzianum pellet treatment). The variables observed in this study are pre-emergence damping off, post-emergence damping off, incubation period, the percentage of wilted plants, plant height, and the number of leaves. The results showed that pellets of T. harzianum stored 4 weeks effectively inhibiting the development of fusarium wilt disease such as delaying incubation period up to 7 HSI (Days After Incubation), suppressing the pre-emergence damping off up to 90% and post-emergence damping off to 92.95%, also able to increase the plant height up to 19.63 cm and increase the average leaf number of 7 strands at 35 HSI.