Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP MRSA (METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS) BEBERAPA MINYAK ATSIRI DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) Fareza, Muhammad Salman; Utami, Esti Dyah; GIta, Elesenda May; Permatasari, Vintya Roosalinda; Telaumbanua, Tryandika; Choironi, Nur Amalia
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 15, No 2 (2019): Vol 15, No 2 (2019) Alchemy Jurnal Penelitian Kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.555 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.15.2.25736.302-314

Abstract

Daun Syzygium polyanthum secara tradisional telah digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Kandungan kimia dari minyak atsri dari suatu tanaman dipengaruhi oleh daerah asal tumbuhnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komponen minyak atsiri daun S. polyanthum dari Bekasi, Lembang, Purwokerto Baturaden dan Curup, serta aktivitas antibakterinya terhadap MRSA Minyak atsiri daun S. polyanthum diperoleh dengan metode destilasi uap. Kandungan komponen senyawa pada minyak atsiri dianalisis menggunakan GC-MS. Sifat antibakteri minyak atisri dievaluasi menggunakan metode difusi cakram pada rentang konsentrasi 12  ?  100 ppm. Rendemen minyak atsiri daun S. polyanthum yang diperoleh dari Bekasi, Lembang, Purwokerto Baturaden dan Curup berturut-turut sebesar 0,03%; 0,06%; 0,072%; 0,120% dan 0,067%. Hasil analisis GC-MS komponen minyak atsiri daun S. polyanthum dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan senyawa aldehid dan terpenoid sebagai komponen utama. Minyak atsiri daun S. polyanthum dari Bekasi, Purwokerto, Baturaden dan Curup dapat memberikan daya hambat terhadap MRSA sebesar 9,2  ?  15,3 mm, sedangkan minyak atsiri dari Lembang tidak memberikan daya hambat. Minyak atsiri daun S. polyanthum daerah Baturaden memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri MRSA lebih baik dibandingkan daerah lainnya yaitu 15,3 mm pada konsentrasi 100 ppm dengan kategori intermediet. Penelitian mengenai perbandingan komponen kimia dan sifat antibakteri MRSA minyak atsiri daun S. polyanthum dari berbagai daerah ini baru pertama kali dilaporkan.
Phytochemical Screening and Antibacterial Activity of Ethanolic Extract of Syzygium samarangense Leaves Choironi, Nur Amalia; Fareza, Muhamad Salman
Jurnal Kartika Kimia Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, Jenderal Achmad Yani University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.629 KB) | DOI: 10.26874/jkk.v1i1.2

Abstract

The ethanolic extracts of S. samarangense leaves were examined for antibacterial activity in vitro using broth microdillution method. The extracts showed effective against Bacillus cereus, Salmonella enterica with MIC (minimum inhibition concentration) value 78 µg/ml and against multi strains of Escherichia coli, Enterobacter aerogenes, Kocuria rhizophila with MIC value 2500 µg/mL, 2500 µg/mL and 156 µg/mL. Phytochemical screening of S. samarangense was observed for the presence of tannins, alkaloids, flavonoids, and terpenoids.
STANDARDISASI KUALITAS EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa) Harwoko, Harwoko; Choironi, Nur Amalia
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.723 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.10672

Abstract

Brotowali (Tinospora crispa) secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan asam urat dan secara ilmiah telah dilaporkan sebagai analgesik, antiinflamasi, dan antihiperurisemi. Batang brotowali termasuk salah satu bahan jamu yang perlu dilakukan standardisasi mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan parameter mutu ekstrak etanolik batang brotowali yang meliputi parameter umum dan spesifik. Ekstrak batang brotowali dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 3 x 24 jam. Parameter umum yang ditetapkan meliputi kadar air, kadar abu total, angka lempeng total, dan angka kapang, sedangkan parameter spesifik seperti organoleptik, kadar sari larut air dan etanol serta profil kromatografi lapis tipis juga ditentukan. Nilai parameter yang diperoleh dibandingkan dengan pedoman standardisasi mutu ekstrak tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kadar air sebesar 8,12±0,06% dan kadar abu total 5,20±0,12%, sedangkan angka lempeng total 5x102 CFU/g dan angka kapang 5x103 CFU/g. Ekstrak etanolik batang brotowali memiliki karakteristik berupa ekstrak kental berwarna coklat tua, berasa pahit dan berbau khas dengan kadar sari larut air sebesar 45,09±0,67% dan kadar sari larut dalam etanol sebesar 14,19±0,14%. Selain itu, profil kromatografi lapis tipis ekstrak etanolik menunjukkan adanya senyawa alkaloid dan flavonoid. Ekstrak ini memiliki kandungan total flavonoid sebesar 3,71±0,05% setara dengan rutin. 
Eksplorasi Fungi Endofit Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa) sebagai Antifungi dan Antikolesterol CHOIRONI, NUR AMALIA; SOETOMO, SUNARTO; BAROROH, HANIF NASIATUL
Acta Pharmaciae Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Acta Pharmaciae indonesia Vol.6 No.1 Tahun 2018
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.746 KB)

Abstract

Fungi endofit berpotensi sebagai alternatif pengobatan karena menghasilkan senyawa yang sama dengan tumbuhan inangnya. Allium cepa memiliki manfaat sebagai antifungi dan antikolesterol. Tujuan penelitian ini adalah isolasi, identifikasi, serta melakukan uji antifungi dan antikolesterol. Isolat yang diperoleh diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik. Metode uji antifungi terhadap Candida albicans adalah metode difusi agar dan metode uji antikolesterol menggunakan rancangan acak lengkap (pre and posttest control design). Hasil isolasi fungi endofit diperoleh isolat FEAC 1 dan FEAC 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FEAC 2 memiliki zona hambat sebesar 7,389 mm dan menurunkan kolesterol total secara signifikan serta meningkatkan kolesterol HDL.
Isolasi dan Karakterisasi Senyawa Non Fenolik dari Daun Gowok (Syzygium polycephalum Miq.) Choironi, Nur Amalia; Insani, Kaefiyah Nurul; Parika, Dina; Sunarto, Sunarto; Martinus, Ade; Fareza, Muhamad Salman
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol 2 No 3 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.931 KB) | DOI: 10.24123/mpi.v2i3.1574

Abstract

Syzygium polychepalum (gowok) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian fitokimia terhadap daun gowok yang berasal dari Purwokerto. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi, sedangkan fraksinasi dan pemurnian dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair dan gravitasi. Karakterisasi senyawa hasil isolasi dilakukan dengan menggunakan metode spektroskopi 1H-NMR dan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa isolat merupakan senyawa asam lemak jenuh yaitu asam heksadekanoat dan 3-etilpropanoat.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Valmai, Vania Reani; Choironi, Nur Amalia; Sunarto, Sunarto
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 7 No 1 (2019): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.417 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3703140

Abstract

Kulit manggis (KM) (Garcinia mangostana L.) diketahui memiliki kemampuan antibakteri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan polifenol dan flavonoid pada kulit manggis (Garcinia mangostana L.) dan mengetahui kemampuan antibakteri. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 72 jam menggunakan pelarut etil asetat. Uji antibakteri ekstrak etil asetat kulit manggis terhadap Staphyloccocus epidermidis dilakukan dengan metode difusi cakram Kirby Bauer. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 4%, 6%, 8%, dan 10% dengan kontrol positif klindamisin, kontrol negatif akuades. Ekstrak etil asetat G. mangostana L. mengandung polifenol dan flavonoid. Diameter zona hambat rata-rata untuk konsentrasi 4%, 6%, 8%, dan 10% secara berurutan yaitu 12 mm; 12 mm; 12,5 mm; 13,5 mm. Nilai tersebut berbeda signifikan dengan kontrol negatif yang tidak menghambat pertumbuhan Staphyloccocus epidermidis.