Articles

Found 40 Documents
Search

PENURUNAN NILAI PADATAN TERSUSPENSI PADA LIMBAH TAMBAK UDANG INTENSIF MENGGUNAKAN KERANG DARAH (Anadara granosa) Wulandari, W; Cokrowati, Nunik; Astriana, Baiq Hilda; Diniarti, Nanda
Jurnal Kelautan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.258 KB) | DOI: 10.21107/jk.v12i2.6346

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research is to determine the optimal density of Anadara granosa in decreasing the value of suspended solids in intensive shrimp farm waste and comparing the ability of  filtration rate in decreasing the value of suspended solids in intensive shrimp farm waste. This research was conducted from May 15 to 25, 2019 in Bioecology Laboratory Aquaculture Study Program, University of Mataram. This study used a Completely Randomized Design with five treatments, namely P1 treatment (without Anadara granosa), P2 treatment (5 individu / 10 liters of water), P3 treatment (10 individu / 10 liters of water). P4 treatment (20 individu / 10 liters of water), P5 treatment (30 individu /10 liters of water) and each treatment had 3 replications. The results showed that there was an effect that was not significantly different (p 0.05) on Total Suspended Solid (TSS), but significantly different (p 0.05) on the rate of filtration so that further tests were conducted using Tukey to find out whether or not differences between each individual treatment. The density of P1, P2, P3, P4, and P5 gives results that are not significantly different or have the same effect in absorbing or reducing organic matter in intensive shrimp pond waste and the highest filtration rate obtained in treatment 2 is 46.83 ml / hour.Keyword: Suspended solids, cultivation, absorption, food, organic matter, bivalves.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kerang darah yang optimal dalam penurunan nilai padatan tersuspensi pada limbah tambak udang intensif dan membandingkan kemampuan laju filtrasi kerang darah dalam penurunan nilai padatan tersuspensi pada limbah tambak udang intensif. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai 25 mei 2019 di Laboratorium Bioekologi Perairan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu perlakuan P1 (tanpa kerang darah), perlakuan P2 (5 ekor/10 liter air), perlakuan P3 (10 ekor/10 liter air), perlakuan P4 (20 ekor/10 liter air), perlakuan P5 (30 ekor 10 liter air) dan setiap perlakuan memiliki 3 ulangan sehingga total percobaan sebanyak 15 unit. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang tidak berbeda nyata (p 0,05) terhadap Total Suspended Solid (TSS), namun berbeda nyata (p 0,05) terhadap laju filtrasi kerang darah sehingga dilakukan uji lanjut  menggunakan Tukey untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antar tiap individu perlakuan. Kepadatan kerang darah pada P1, P2, P3, P4, dan P5 memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dalam mengurangi bahan organik pada limbah tambak udang intensif dan kecepatan filtrasi yang paling tinggi yaitu 46.83 ml/jam diperoleh pada perlakuan 2. Kata kunci: Padatan tersuspensi, budidaya, penyerapan, makanan, bahan organik, bivalvia.
Kelimpahan dan Komposisi Fitoplankton di Perairan Pantai Mapak Sekarbela Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat Cokrowati, Nunik
BIOWALLACEA Vol 1, No 2 (2015): BioWallacea Vol 1 No 2
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton yang ada di perairan pantai Mapak Sekarbela Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 7 stasiun di perairan pantai Mapak pada bulan November 2014. Analisa kelimpahan dan komposisi fitoplankton dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan yang ada di Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan atau kepadatan fitoplankton di perairan pantai Mapak pada bulan November 2014 adalah 368.000 sel/liter. Teridentifikasi 18 spesies fitoplankton yaitu Coscinodiscus bohemii, Skeletonema, Guinardia, Rhizosolenia, Ceratium fusus, Thalassionema, Navicula, Hemialus, Chaetoceros, Pleurosigma, Dinophysis, cyilindroteca, Detonula pumila, Ceratium tripos, Cyanobacter, Thalassiosira, Pseudo-nitzschia, dan Dytilum. Indeks keragaman fitoplankton perairan pantai Mapak adalah 1,76 dan merupakan kategori stabilitas komunitas biota sedang. Indeks kemerataan fitoplankton adalah 0,85 dan nilai tersebut menunjukkan bahwa keseragaman antar spesies fitoplankton di perairan pantai Mapak pada Bulan Oktober 2014 cenderung seragam.  Kata Kunci : spesies, kelimpahan, Indeks keragaman, Indeks keseragaman
Kelimpahan dan komposisi fitoplankton di perairan Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara Cokrowati, Nunik; Amir, Sadikin; Abidin, Zaenal; Hari Setyono, Bagus Dwi; Damayanti, Ayu Adhita
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.786 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.1.1279

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton di Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 4 stasiun di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 dan analisa fitoplankton dilakukan di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada bulan Agustus 2012 adalah 6557 ind/l.  Tercatat 20 spesies  fitoplankton yang ditemukan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu diatom dan dinoflagelata. Kelompok diatom terdiri 11 spesies, yaitu; Guinardia flaccida, Rhizosolenia setigera, Navicula sp., Chaetoceros sp., Thalassionema nitzschioides, Pleurosigma normanii, Planktoniella sol, Pseudo-nitzchia brasiliana, Lauderia annulata, Socphanopysis palmeriana, Oscillatoria sp., sedangkan dari kelompok dinoflagelata terdiri dari 9 spesies, yaitu; Pyrocytis noutiluca, Dinophysis cudate., Prorocentrum lima, Alexandrium tamarence, Ceratium fusus, C. incisum, C. boehmii, Torodium teredo and Odontella sinensis.  Indeks keragaman phytoplankton Teluk Kodek adalah 0,1307 dan masuk kategori keanekaragaman rendah, sedangkan indek keseragaman diperoleh nilai 0,207 dan masuk kategori keseragaman rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 tidak stabil.Kata Kunci: Diatom; Dinoflagelata; Keanekaragaman; Budidaya Laut.
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP SPAT KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) DENGAN KEPADATAN YANG BERBEDA DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK Oktaviani, Tri; Cokrowati, Nunik; Astriana, Baiq Hilda
Jurnal Kelautan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i1.3136

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap Survival Rate (SR) spat kerang mutiara (Pinctada maxima) serta kepadatan yang tepat pada wadah pemeliharaannya di laut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan 1 (kontrol) 60 ind/poket; perlakuan 2 (93 ind/poket); perlakuan 3 (126 ind/poket); perlakuan 4 (159 ind/poket); perlakuan 5 (192 ind/poket); dan perlakuan 6 (225 ind/poket). Ukuran spat yang digunakan 0,8-1,7 cm (45 hari) pada pocket net (47 x 60 cm). Hasil penelitian selama 45 hari menunjukkan perhitungan persentase SR tertinggi (100%) dimiliki oleh kepadatan 225 ind/poket (P6) dan kepadatan 93 ind/poket (P2).  Nilai SR terendah berada pada P1 dengan kepadatan 60 ind/poket dan disusul oleh perlakuan lainnya seperti P3, P4 serta P5. Namun laju pertumbuhan rerata cangkang spat pada kepadatan 192 ind/poket (P5) cenderung lebih cepat dengan nilai 1,71 cm dibandingkan kepadatan 60 ind/poket (P1) yang memiliki nilai paling rendah yakni 1,43 cm. Pertumbuhan berat dengan nilai tertinggi pada P4 (159 ind/poket) dengan nilai 1, 30 gr dan nilai terendah yakni 1,00 gr berada pada P5 (192 ind/poket). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa padat penebaran yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap SR spat yang dipelihara selama 45 hari dan padat penebaran terbaik untuk SR diperoleh pada perlakuan 2 (93 ind/poket) dan perlakuan 6 (225 ind/poket). Kata kunci: Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, Spat, Pinctada maxima, Kualitas Air.THE SURVIVAL RATE OF PEARL SHELL SPAT WITH DIFFERENT DENSITIES AT THE MARINE AQUACULTURE CENTER LOMBOKABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of different densities on Survival Rate (SR) spat pearl shells (Pinctada maxima) and the right density on the maintenance container in the sea. The method used is Completely Randomized Design (CRD) which consists of 6 treatments and 3 replications, namely treatment 1 (control) 60 ind / pocket; treatment 2 (93 ind / pocket); treatment 3 (126 ind / pocket); treatment 4 (159 ind / pocket); treatment 5 (192 ind / pocket); and treatment 6 (225 ind / pocket). Spat size used is 0.8-1.7 cm (45 days) in pocket net (47 x 60 cm). The results of the study for 45 days showed the highest SR percentage calculation (100%) owned by 225 ind / pocket (P6) density and 93 ind / pocket (P2) density. The lowest SR value is at P1 with 60 ind / pocket density and followed by other treatments such as P3, P4 and P5. However, the average growth rate of spat shell at 192 ind / pocket (P5) density tends to be faster with a value of 1.71 cm compared to 60 ind / pocket (P1) density which has the lowest value of 1.43 cm. Weight growth with the highest value in P4 (159 ind / pocket) with a value of 1, 30 gr and the lowest value of 1.00 gr was at P5 (192 ind / pocket). Based on the results of the study it was concluded that different stocking densities did not significantly (P 0.05) the SR spat maintained for 45 days and the best stocking density for SR was obtained in treatment 2 (93 ind / pocket) and treatment 6 (225 ind / pocket). Keywords: Survival, Growth, Spat, Pinctada maxima, Water Quality.
PERTUMBUHAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum aquifolium Akbar, Bambang Ali; Cokrowati, Nunik; Ghazali, Mursal; Sunarpi, S; Nikmatullah, Aluh
Jurnal Kelautan Vol 9, No 1: April (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i1.1055

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan Sargassum aquifolium dengan konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, serta mengetahui pengaruh penggunaan S. aquifolium terhadap persentase kadar karaginan K. alvarezii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor 1 berupa konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium dan faktor 2 berupa perlakuan lama perendaman. Faktor 1 terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi perendaman yaitu kontrol (K0), konsentrasi 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3). Faktor 2 terdiri atas 3 taraf yaitu lama perendaman 30 menit (T1), 60 menit (T2) dan 90 menit (T3).  Data variabel penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Perlakuan K1T3 (perendaman dengan konsentrasi 5% selama 90 menit) menunjukkan hasil tertinggi dari perlakuan lainnya, nilai laju pertumbuhan spesifik 6.11%, pertumbuhan mutlak 663.89 gram, berat kering 197.80 gr dan nilai kadar karaginan yaitu 53.33%. Berat kering terendah diperoleh pada perlakuan K3T3 (perendaman dengan konsentrasi 15% selama 90 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak Sargassum aquifolium tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Kappaphycus alvarezii dan kadar karaginan tertinggi adalah 53.33% terdapat pada perlakuan  konsentrasi ekstrak Sargassum aquifolium 5% dengan perendaman selama 90 menit.Kata Kunci: berat kering, ekstrak, karaginan, perendaman, pertumbuhan.GROWTH PERFORMANCE OF Kappaphycus alvarezii WITH ADDING Sargassum aquifolium EXTRACTABSTRACTThis research purpose is to study the effect of adding Sargassum aquifolium extract dan time of submersion for growth performance and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii. This research used completely randomized design with factorial treatment, consist of two factors. The first factor is concentrations of Sargassum aquifolium extract. The second factor is time of submersion. The first factor consist of 4 treatments are control (K0), consentrasion 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3). The second factor consist of submersion time of 30 minutes (T1), 60 minutes (T2) dan 90 minutes (T3). Variable datas of this research was analized using ANOVA (Analysis of Variance) at 5%. The result showed that Sargassum aquifolium extract was not significantly affected growth performace of Kappaphycus alvarezii (P 0,05). K1T1 (submersion with a concentration of 5% during 90 minutes) showed the higest results from other treatments, specific growth 6.11%, absolute growth 663.89 g, dry weight 197.80 g and carrageenan content 53.33%. The lowest dry weight is K3T3 (submersion with a concentration of 15% during 90 minutes). The conclusion are Sargassum aquifolium extract did not have any real effect on performance growth of Kappaphycus alvarezii and the highest levels of 53.33% carrageenan contained in the treatment Sargassum aquifolium extract concentration of 5% with submersion time of 90 minutes.Keywords: carrageenan, dry weigth, extract, growth, submersion.
KOMPONEN SARGASSUM AQUIFOLIUM SEBAGAI HORMON PEMICU TUMBUH UNTUK EUCHEUMA COTTONII Cokrowati, Nunik; Diniarti, Nanda
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.2 Juli - Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.697 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1107

Abstract

Abstrak: Sargassum aquifolium merupakan alga coklat dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas pembungkus makanan, bahan baku makanan, farmasi serta kosmetik. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji komponen yang dimiliki Sargassum aquifolium dan berpotensi sebagai hormon pemicu tumbuh untuk Eucheuma cottonii. Metode yang digunakan pada penulisan artikel ini adalah studi pustaka yang berasal dari google scholar, Elsevier dan academia. Informasi yang diperoleh selanjutnya disintesis dan dibuat formulasi rumusan kesimpulan. Data kualitatif yang digunakan pada artikel ini adalah hasil analisis berbagai referensi terkait dengan review yang disusun. Hasil sintesis yang diperoleh menerangkan bahwa Sargassum aquifolium mengandung karbohidrat (59,51%), lemak (8,41%), Ca (3,34%), Fe (0,12%), P (0,18%) Fe (0,12%), Ca (3,34%), air (12,79%), abu (12,79%), N (7.22%). Komponen yang ada pada Sargassum aquifolium tersebut, berpotensi sebagai fitohormon yang dapat digunakan sebagai pemicu tumbuh pada Eucheuma cottonii.Kata kunci: ekstrak, alga coklat, fitohormon, pertumbuhan, rumput laut.  Abstract: Sargassum aquifolium is brown algae and can be used as raw material for food wrapping paper, food raw materials, pharmaceuticals, and cosmetics. The objective of this study is to review articles that study the components possessed by Sargassum aquifolium and potentially as a growth trigger hormone for Eucheuma cottonii.  The method used in writing this article is a descriptive literature study from google scholar, Elsevier, and Academia. The qualitative data used in this article is the result of the analysis of various references related to the reviews prepared. Based on the synthesis of the article study, it was explained that Sargassum aquifolium contained carbohydrates (59.51%), fat (8.41%), Ca (3.34%), Fe (0.12%), P (0.18%) Fe (0.12%), Ca (3.34%), water (12.79%), ash (12.79%), N (7.22%). The components in Sargassum aquifolium have the potential as a phytohormone which can be used as a growth trigger for Eucheuma cottonii.Keywords: extract, brown algae, phytohormone, growth, seaweed.
PENGGUNAAN ZEOLIT PADA MEDIA PENGANGKUTAN BENIH NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Supriadin, Supriadin; Priyono, Joko; Cokrowati, Nunik
Jurnal Perikanan Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.942 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas air tawar yang banyak dibudidayakan di kalangan masyarakat. Permasalahan dalam kegiatan pembudidayaan ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah berkaitan dengan kesulitan penyediaan benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis zeolit terhadap sintasan dan dosis zeolit yang bisa memberikan sintasan benih nila (Oreochromis niloticus) optimal dalam pengangkutan pada sistem tertutup. Penelitian ini dilakukan 4 jam selama pengangkutan dan pengamatan atau monitoring setelah pengangkutan selama 24 jam, dengan perlakuan dosis zeolit yang diberikan pada media benih nila (Oreochromis niloticus), terdiri atas 6 aras, yaitu 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 g/l air media. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian, memperlihatkan adanya kenaikan sintasan seiring dengan penambahan dosis zeolit, mengikuti persamaan regresi kuadratik. Dosis zeolit yang bisa menghasilkan sintasan tertinggi untuk setelah pengangkutan selama 4 jam adalah 20,5 g/L dan  sintasan 98,6%. Setelah monitoring, dosis zeolit 21,4g/L menghasilkan sintasan maksimum 95,9%. Dosis zeolit antara 5 ? 25g/L menurunkan NH3 sebesar 6,03 - 4,97g/L dan meningkatnya DO sebesar 4,9 ? 7,4 pada kepadatan ikan 44 ekor/L.
PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII HASIL KULTUR JARINGAN Cokrowati, Nunik; Arjuni, Andy; Rusman, Rusman
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.18 No.2 Juli-Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.075 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v18i2.740

Abstract

         The purpose of this study is to determine the right planting point and seed weight to produce optimal growth Kappaphycus alvarezii. Seaweed cultivation method used is bottom off method and seed used is tissue culture seaweed. This research was conducted from February to April 2016 at Nambung beach, Sekotong Subdistrict, West Lombok regency, West Nusa Tenggara Province. This research used experimental method in field with experimental design that used is Factorial Random Design (Factorial RAL). Treatment consists of 2 factors, where the first factor is 3 different planting point (10 meters from coastline, 20 meter from coastline and 30 meters from the coastline) and the second factor is the weight of different seeds (1.5 gram and 50 gram seed weight). The results showed that the planting position of seaweed and the weight of the seeds used gave effect to absolute growth. The interaction between planting position and seed weight also gives Kappaphycus alvarezii a significantly different growth. The conclusion of this research is the use of planting point and seed weight give interaction to each other.Keywords: growth, tissue culture, bottom off method, weight, cultivated
Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda Ria Sapitri, Ayuningsih; Cokrowati, Nunik; ., Rusman
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.227 KB) | DOI: 10.13170/depik.5.1.3843

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD) was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts). The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA) at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD) test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesis Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P 0,05), dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari.Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesis
Budidaya Rumput Laut Pada Kedalaman Berbeda Cokrowati, Nunik; Setyowati, Dewi Nur’aeni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.119 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.225

Abstract

Abstract: Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki areal potensial untuk budidaya rumput laut seluas 35.000 Ha dengan produksi rumput laut pada tahun 2017 sebanyak 13,39 juta ton. Perairan Seriweh Kabupaten Lombok Timur merupakan perairan yang dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut dan menyumbang produksi rumput laut tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengintroduksi budidaya rumput laut dengan kedalaman yang berbeda untuk menghasilkan rendemen karaginan yang optimal. Harga rumput laut kering seharusnya ditetapkan berdasarkan rendemen karaginannya, namun hal tersebut belum berlaku di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meskipun demikian pembudidaya harus tetap berusaha untuk memproduksi rumput laut dengan rendemen karaginan optimal.     Keywords: Kappaphycus alvarezii, produksi, kedalaman, harga, Nusa Tenggara Barat.