Articles

Pengintegrasian Motif Ibadah Pendidik Sebagai Upaya Optimalisasi Pencapaian Tujuan Pendidikan Dahlan, Dahlan; Refnadi, Refnadi; Zufriani, Zufriani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.702 KB) | DOI: 10.29210/119900

Abstract

 Pendidikan secara praktiknya tidak terlepas dari proses pembelajaran sepanjang ayat. Konsep ini bertujuan untuk mengidentifikasi keadaan muatan motif yang ada pada diri para pelaksana pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, terutama terkait dengan penyelenggaraan proses pembelajaran sebagai suatu ibadah. Secara implisit penyelenggaraan proses pembelajaran merupakan suatu perbuatan ibadah. Perbuatan ibadah ini dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu oleh pelakunya, terutama pendidik dan peserta didik yang secara langsung terlibat di dalamnya. Setiap peserta didik sudah diberikan oleh Allah seperangkat potensi (fitrah) yang harus dikembangkan seoptimal mungkin melalui pendidikan. Potensi yang diberikan itu berjumlah 99 buah, seperti yang termuat dalam Asmaul Husna yang apabila dikembangkan akan mengembangkannya menjadi berbagai potensi. Hal ini sangat bergantung kepada peran pendidik yang akan membimbing pengembangannya.
THE FUSION OF COMPETENCE AND INTEGRITY PROBLEMS IN TRANSFORMATION OF PUBLIC HUMAN RESOURCES MANAGEMENT MODEL Dahlan, Dahlan; Fatmawada, Fatmawada
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.971 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v9i2.11530

Abstract

The limited quality of human resource management in the Biak Numfor Regency in Papua requires fundamental transformation. Based on available data, the determinants that reject the transformation process include two categories, namely, lack of competence and integrity. This study uses a post-positivistic interpretive phenomenological philosophy that emphasizes the meaning and descriptive process to understand the process of transformation. Local government leaders who are not trustworthy in applying the concept of human resource management based on the Cakar thesis latently significantly affect the integrity of the domestic apparatus. That has an impact on the lack of credibility of the Biak Regional Human Resources Development Agency. In short, increasing the competency of human resources as an effort to produce adequate human resources in this region becomes an important key for successful transformation. 
Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Sekolah Bagi Kaum Perempuan di Dusun Dasan Bongkot, Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur Basariah, Basariah; Hamidsyukrie ZM, Hamidsyukrie ZM; Dahlan, Dahlan
JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP) Vol 21, No 2 (2014): Juni 2014 - JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui persepsi masyarakat terhadap pendidikan sekolah bagi kaum perempuan, 2) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pendidikan sekolah bagi kaum perempuan, dan 3) mengetahui alasan-alasan masyarakat menomorduakan pendidikan bagi kaum perempuan di Dusun Dasan Bongkot, Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling, sedangkan informan ditentukan dengan menggunakan snowball sampling. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Untuk analisis data, digunakan analisis data kualitatif dengan tahap-tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, membuat kesimpulan sementara, dan membuat kesimpulan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pendidikan sekolah bagi perempuan sangatlah penting. Tetapi banyak perempuan memiliki pendidikan sekolah yang rendah disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal berupa tidak adanya kemauan dari diri perempuan memperjuangkan haknya untuk memiliki pendidikan yang layak dan eksternal berupa adanya anggapan miring masyarakat terhadap perempuan yang berusia SMA tetapi belum menikah sebagai perawan tua. Selain itu, ada dua alasan penomorduaan pendidikan sekolah bagi perempuan, yaitu alasan ekonomi, bahwa masyarakat tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah anaknya, dan sosial budaya, nilai-nilai patriarki yang dianut oleh masyarakat bahwa meskipun perempuan memiliki pendidikan sekolah yang tinggi, pada akhirnya akan di dapur dan akan mengurus rumah tangganya. Kata kunci: Persepsi, pendidikan, perempuan, gender. The Percep􀀉on Of Society Towards Educa􀀉on For Women In Dasan Bongkot, Kalijaga Village, Aikmel Subdistrict, East Lombok Regency Abstract: The purpose of this research is to (1) know the perception of society towards education especially for woman; (2) find any factors decreasing the quality of education in school for woman; (3) discover any reasons of why society in Dasan Bongkot, Kalijaga Village, Aikmel subdistrict, East Lombok commonly ignore the importance of education for woman. This research uses qualitative approach with descriptive method. Informants in this research are taken through purposive sampling, and they are taken through snowball sampling. The techniques used to collect data are documentation, interview, and observation. The data is analized through the following ways: data collection, data reduction, data preparation, organizing both tentative and final conclusion. The result of this research shows that society’s points of view of education for woman are really important. However, woman whose low education mostly caused by two factors, they are internal and external factor. Internal factor can be identified from the non existence of willingness from women themselves to keep their right to own reasonable education, and the external one is the misassumption of society that woman who has not gotten married yet while reaching teenage is a spinster. In addition, there are two more reasons for this case; first is economical reason that parents have no adequate money to pay for their daughter fee of school. The second one is about social culture that people generally believe in patriarchal values, it is although a woman is involved in higher education; inevitably she should execute her destiny as a woman that is being a good housewife who works at home. Keywords: perception, education, women, gender.
Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Sosial Guru Di SMA Negeri 11 Makassar Dahlan, Dahlan; Iriawan, Hermanu; Hamdan, Hamdan
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.878 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v7i2.4929

Abstract

The Influence of Managerial Competence Social Competence School Of Teacher In SMA Negeri 11 Makassar. This study aimed to determine the effect of the principal managerial competence of the social competence of teachers at SMAN 11 Makassar. This is a descriptive quantitative research the population of all teachers at SMAN 11 Makassar, which amounted to 74 people. The data analysis technique is descriptive statistical analysis and inferential analysis with data normality test, product moment, and linear regression analysis. The results showed for the level of managerial competence headmaster of SMAN 11 Makassar are in either category, from the aspects of conceptual abilities, human abilities, and engineering capabilities, to the level of social competence of teachers at SMAN 11 Makassar are in either category, from the aspect of adaptation , communication, and interaction, so there is significant influence between the principal managerial competence with social competence of teachers at SMAN 11 Makassar.
SOCIOLOGY AND ITS CONTRIBUTION TO THE RISE OF THE NOVEL Dahlan, Dahlan
Elite : English and Literature Journal Vol 1, No 2 (2014): December
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.921 KB)

Abstract

AbstractThis paper elaborates  people and and their school who greatly contribute to the development  of literary works, particularly novel. Their contributions inspire authors, critics at the development of ideas of literature, some of them such as: Framkfurt school, Avant Garde, and Genetic structuralism and some schools of critique like Neo Marxian ideology Critique and  Bordieu. This paper also shows how sociology ideas are successfully applied to the literary works.
PENERAPAN PIDANA TERHADAP PENyALAH GUNA NARKOTIKA UNTUK DIRINyA SENDIRI Dahlan, Dahlan
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.057 KB) | DOI: 10.26532/jph.v4i1.1641

Abstract

Article 2 of Law Number 35 Year 2009 on Narcotics mentioned Narcotics Act based on Pancasila and the Constitution of the State of the Republic of Indonesia Year 1945. Subsequently Article 3 letter a mentioned Narcotics Act held based on keadilah. But in his enforcement does not describe the sense of justice. This research is normative juridical, that is method whichdescribes or exposes a fact systematically then its analysis is conducted by juridical by linking between data and facts obtained by analyzing court decision related to criminal sanction to perpetrator of narcotic crime and related with regulation of law applicable. In order to achieve a common perception in the application of narcotic drug abuse for himself by law enforcement officials, it is necessary to reconstruct Law Number 35 Year 2009 on Article 132 Paragraph (1) to be: Experiment or conspiracy to commit narcotic crime and narcotics precursor as referred to in Article 111, Article 115, Article 119, Article 120, Article 121, Article 122, Article 123, Article 124, Article 125, Articles 126, 127, And Article 129, the perpetrator shall be subject to the same imprisonment in accordance with the provisions referred to in those Articles
PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH MELALUI OFFSET JAMINAN DI BANK BUKOPIN CABANG BANDA ACEH Refina, Dina; Dahlan, Dahlan; Rahayu, Sri Walny
Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.41 KB)

Abstract

Abstract: The regulation of Indonesian Central Bank (known as Bank Indonesia or BI) No. 7/ 2/ Pbi/ Year 2005, Article 1 Point 15 has been applied as reference by the credit repayment in the form of offset guarantee delivered by PT. Bank Bukopin branch office of Banda Aceh with its credit loaner or debtor. This mentions “every collateral in any form of assets - that has been taken over and obtained by the bank - either through an auction or not from the debtor, is presumed as confiscatory item or bank’s asset (activa)”. The bank is authorized by its debtor to entitle his/her collateral either freely or not if he/she fails to comply his/her obligation. In the practice, however, there has been no clearly stated clause which guarantees debtor’s objection to entitle freely his collateral to the bank (in this regard Bank Bukopin) and to proceed it further by the credit repayment process. This has been referred as offset guarantee. Basically, to authorize the bank the selling of  collateral belong to a debtor is not a problem as long as the sale of an object or the sale price of the initial object is advantageous for both parties. This will be a problem if the sale of an object or sale price determined by the bank is usually below the market price, which disadvantages debitor’s interest. The offset guarantee can be employed in the repayment process only if the collaterals are in the form of fixed-properties, or located in the municipality, and/ or if main branch office of Bank Bukopin is available.Keywords: collateral, credit repayment, offset guarantee, selling authority.Abstrak: Peraturan Bank Central Indonesia (dikenal sebagai Bank Indonesia atau BI) No. 7/ 2/ Pbi/ Tahun 2005, Pasal 1 Angka 15 telah ditetapkan sebagai dasar dalam proses penyelesaian kredit dalam bentuk jaminan offset yang dikeluarkan oleh PT. Bank Bukopin Cabang Banda Aceh dengan peminjam kredit atau debitor.  Peraturan tersebut menyebutkan bahwa “setiap agunan dalam bentuk apapun - yang telah diambil alih dan didapatkan oleh  bank – baik melalui pelelangan ataupun tidak  dari debitor, dianggap sebagai bahan sitaan atau aset dari bank (aktiva)”. Bank diberikan kuasa oleh si debitor untuk menyerahkan agunannya baik secara sukarela atau tidak jika dia tidak dapat memenuhi kewajibannya.  Namun dalam praktiknya, belum ada klausul yang tercantum jelas yang menjamin keberatan debitor untuk menyerahkan agunannya secara sukarela kepada bank (dalam hal ini Bank Bukopin) dan kemudian memprosesnya secara lanjut dalam proses penyelesaian kredit. Hal ini disebut sebagai garansi offset. Pada dasarnya, memberikan kuasa kepada bank untuk menjual agunan milik debitor tidak menjadi persoalan asalkan penjualan suatu obyek atau harga jual obyek tanggungan menguntungkan kedua belah pihak. Ini akan menjadi persoalan apabila penjualan suatu objek atau harga jual yang ditentukan oleh bank biasanya dibawah harga pasar, yang merugikan kepentingan debitor. Jaminan offset ini hanya dapat dilakukan dalam proses pengembalian hanya jika agunan merupakan benda tidak bergerak, atau berada di daerah kotamadya dan/atau terdapat kantor cabang utama Bank Bukopin.Kata kunci: agunan, pembayaran kredit, jaminan offset, kuasa menjual.
REKONTRUKSI HUKUM ISLAM ABU AL-A’LA AL-MAUDUDI Upaya Konstruktif Penegakan Hukum Islam di Pakistan Dahlan, Dahlan
AL-FIKRA Vol 3, No 1 (2004): Al-Fikra
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan pembentukan negara Islam merupakan bagian dari gerakan kebangkitan kembali dan rehabilitasi Islam. Negara-negara yang mayoritas umat Islam berupaya memberi kerangka bagi suatu Konstitusi Islam dan pengenalan hukum Islam. Al-Maududi menggagas empat bentuk upaya konstruktif penegakan hukum Islam di Pakistan. Pertama, upaya pendirian akademi hukum yang mengkaji perbendaharaan hukum Islam. Kedua, menganjurkan kodifikasi hukum Islam berdasarkan al-Quran, al-Sunnah, qiyas dan ijma. Ketiga, mereformasi pendidikan hukum., yaitu melakukan langkah konstruktif dalam aplikasi pendidikan hukum. Keempat, mereformasi sistem peradilan tentang profesi pengacara dan  menyelaraskan sistem pengadilan negara dengan standar-standar Islam.
Prinsip Manajemen Kolaborasi Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar Dahlan, Dahlan; Darwis, Muhammad
Jurnal Administrare Vol. 4 No. 1, Januari - Juni 2017
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.741 KB) | DOI: 10.26858/ja.v4i1.3445

Abstract

Manajemen kolaborasi adalah sub konsep manajemen yang berorientasi pada efektivitas dan efisiensi. Dengan dalil tersebut, Johnson, Kast dan Rosenzweig (2002) mengetengahkan pentingnya kolaborasi sebagai jalan keluar dalam implementasi kebijakan program organisasi. Dalam hal ini, meski dalam observasi awal penelitian, tidak ditemukan indikasi manajemen kolaborasi dalam pelaksanaan program pembinaan anak jalanan Kota Makassar, namun penelitian ini diorientasikan untuk merekomendasikan model proses kolaborasi faktual. Menggunakan data analog kualitatif, penelitian ini menghimpun dan menggunakan data yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Kota Makassar guna menelusuri jejak praktek prinsip manajemen kolaborasi yang dapat dianalogikan sebagai posibilitas penerapan manajemen kolaborasi pada pelaksanaan program pembinaan anak jalanan di Kota Makassar. Penelitian ini mengajukan rekomendasi model proses kolaborasi pelaksanaan program pembinaan anak jalanan Kota Makassar. Suatu rekomendasi yang menunjukkan pelaksanaan prinsip koordinasi, integrasi, simplifikasi, sinkronisasi dan mekanisasi pelaksanaan program pembinaan anak jalanan melalui studi kasus Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat dipraktekkan. Kata Kunci: manajemen, kolaborasi, program pembinaan, anak jalanan
Implikasi Yuridis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Batubara dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Aceh Barat Sara, Fahmi; Dahlan, Dahlan; Rahayu, Sri Walny
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 19, No 1 (2017): Vol. 19, No. 1, (April, 2017)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.368 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan merupakan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang merasakan langsung dampak buruk akibat dari aktivitas usahanya. Berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas disebutkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Ditetapkannya tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam bentuk pengaturan undang-undang sebagai sebuah kewajiban perusahaan, merupakan usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hukum di Indonesia terhadap perkembangan ekonomi dunia dalam rangka menggugah dan meningkatkan kesadaran pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi para pelaku usaha dalam mengelola  perusahaannya dengan baik, dan cerminan dari tanggung jawab hukum yang melekat pada perusahaan dalam menciptakan hubungan yang harmonis, serasi, seimbang, kemudian  ketentuan tersebut menjadi norma yang dijadikan alat pengontrol perilaku di dalam masyarakat terutama dalam menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar dalam rangka meminimalkan dampak buruk dalam menjalankan usahanya. Social and Environmental Responsibility Implication of Coal Company in Developing People Life Quality In West Aceh Regency ABSTRACT: Social and environmental corporate responsibility is a commitment that was created by company to the surrounding people whose getting worse impact from company activity. Based on Article 74 Law Number 40 year 2007 regarding Limited Company stated social and environmental corporate responsibility is a company commitment for acting the continuous economic development  in increasing  life quality and beneficial environment, for limited company itself, the community, and the surounding people as well. It is stated social and environmental corporate responsibility include to the managing regulation  as  together commitment among stakeholder as goverment acts for fulfill law needs in Indonesia along  world economic fluctuation to challenge and to increase  awarness of doing social and environmental responsibility for company man in running theis business well as reflecting a law responsibility of corporate in creating good relationship with the surrounding people culture in minimazing the worse impact of doing their business.