Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA UNIT PELAYANAN PUBLIK, DAN BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL SEBAGAI MODERATING VARIABLE. Dahlan, Muhammad
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.10515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan lingkungan eksternal sebagai variabel pemoderasi terhadap hubungan antara penerapan prinsip-prinsip Good Governance dan kinerja unit pelayanan publik. Faktor budaya dan lingkungan eksternal menjadi penting di Kantor Kecamatan Kota Bandung, karena siapapun aparatur pemerintah jika golongan dan jabatannya sama akan menerima penghasilan yang sama meskipun diantara mereka beban kerjanya berbeda.Penelitian menggunakan metode eksplanatori yang artinya menjelaskan sebab dan akibat dari teori yang digunakan dalam menguji permasalahannya. Metode ini digunakan dengan pertimbangan yaitu selama proses pengumpulan data, analisis dan penarikan kesimpulan, peneliti melakukan konfirmasi kembali antara teori dengan hasil penelitian yang dihasilkan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilaksanakan di 30 Kantor Kecamatan Kota Badung.Hasil penelitian menunjukan budaya organisasi dan lingkungan eksternal bukan sebagai variabel pemoderasi terhadap hubungan antara penerapan good governance dan kinerja unit pelayanan publik. Hal ini terlihat dari hasil tes tahap satu menunjukan variabel penerapan good governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan publik. Kemudian pada tes tahap kedua menunjukan variabel budaya organisasi dan lingkungan eksternal tidak berpengaruh terhadap kinerja pelayanan publik. Artinya budaya organisasi dan kondisi lingkungan eksternal belum menjadi faktor pendorong layanan publik karena mereka bekerja mengikuti aturan dan kebijakan formal yang berlaku. 
BESARAN ENERGI AKTIVASI DARI OKSIDASI HASIL PENGECORAN ALUMINIUM KALENG MINIMUM YANG MENDAPAT PERLAKUAN PANAS QUENCHING DAN ANNEALING Nukman, Nukman; Dahlan, Muhammad; Firdaus MS, Firdaus M S; Yani, Irsyadi; Arifin, Amir
AUSTENIT Vol 11, No 2 (2019): AUSTENIT 11022019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermogravimetry analyzer adalah suatu alat untuk melakukan analisa thermal dimana massa bahan uji akan berbanding terbalik atau berbanding lurus dengan laju temperatur yang meningkat dan fungsi waktu (temperatur meningkat konstan). TGA biasanya digunakan untuk menentukan karakteristik material. Kurva naiknya massa material Aluminium dapat digunakan untuk mengetahui oksidasi. Titik naiknya massa material bisa digunakan untuk menghitung energi aktivasi. Penelitian ini menggunakan alat Thermogravimetry Analyzer (TGA) Exstar SII 7300 dengan 3 (tiga) sampel yang berbeda yaitu: Sampel Non Heat Treatment, Sampel Quenching, Sampel Annealing.  Hasil pengujian didapatkan bahwa energi aktivasi pada keadaan temperatur 400-6500C ramp 10 pada sampel non heat treatment E = 30,137 kJ/mol. Pada quenching E = 23,537 kJ/mol. Pada annealing E = 28,373 kJ/mol.
PROSES ISLAMISASI MELALUI DAKWAH DI SULAWESI SELATAN DALAM TINJAUAN SEJARAH Dahlan, Muhammad
RIHLAH Vol 1, No 01 (2013): Oktober
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper break down the process of Islamization in South Sulawesi and propaganda methods adopted in the process. By using an approach based on historical analysis, this paper concludes that, the process of Islamization in South Sulawesi through several stages, the arrival of Muslim traders as bearers of Islam in the 16th century, after the advent of Islam King of Gowa-Tallo in the 17th century, shipping army for kings to develop Islamic Bugis although initially rejected by the Bugis, continues with the arrival of Datuk Bandang ri, ri Tiro Datuk, Datuk Pattimang broadcast and Islam. Adopted the method of preaching Islam is spreading the teachings of Islam to synchronize between pangadereng so that the process of Islamization in South Sulawesi take place quickly.
USEFULNESS OF MANAGEMENT ACCOUNTING SYSTEMS: PERAN PERUBAHAN LINGKUNGAN EKSTERNAL TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN BUMD PEMERINTAH KOTA BANDUNG Dahlan, Muhammad
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.13215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Usefulness of Management Accounting Systems, perubahan lingkungan eksternal, dan kinerja perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BMUD) Pemerintah Kota Bandung, serta menguji pengaruh moderasi perubahan lingkungan eksternal terhadap hubungan antara Usefulness of Management Accounting Systems dan upaya peningkatan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan kuesioner lima (5) skala Likert dalam pengumpulan data sehingga terkumpul data selama bulan Juni 2017 sebanyak 64 pengguna jasa dari 7 BUMD sebagai sampel penelitian. Metode yang digunakan adalah Time Order Decision Johnson and Onwugbuzie?s (2004). Mengacu kepada Contingency Theory dan Moderate Regression Analysis (MRA), maka hasilnya adalah mengindikasikan: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel sistem akuntansi manajemen, perubahan lingkungan eksternal, dan kinerja perusahaan; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel sistem akuntansi manajemen dan perubahan lingkungan terhadap kinerja perusahaan; dan (3) tidak ditemukan peran perubahan lingkungan eksternal terhadap hubungan antara sistem akuntansi manajemen dan kinerja perusahaan, atau berbeda dengan hasil penelitian terdahulu.
Rekognisi Hak Masyarakat Hukum Adat dalam Konstitusi Dahlan, Muhammad
Undang: Jurnal Hukum Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.394 KB) | DOI: 10.22437/ujh.1.2.187-217

Abstract

This article reviews critically the evolution of the regulation of recognition of the rights of indigenous peoples in the Indonesian Constitution through historical and legal perspective. Using the customary law rights recognition theory as developed by constitutionalists on the experience of the struggle of indigenous peoples in several Latin American countries, this article finds the fact that none of the Constitutions in Indonesia fully recognize and protect the rights of indigenous peoples, although it contains elements of partisanship rhetoric. The weak recognition and protection of the rights of indigenous peoples in the Constitution resulted in the state freely using its power to exclude ancestral rights of indigenous peoples on the pretext of state interests. The interpretation of the articles in the Constitution that recognize and protect the rights of indigenous peoples must be based on the spirit of asserting Indonesian unity in diversity and distinctiveness. Without such enthusiasm, there is will more issues relating to derogation or even the elimination of the rights of indigenous peoples. Abstrak Artikel ini mengulas secara kritis evolusi pengaturan rekognisi hak masyarakat hukum adat dalam Konstitusi Indonesia melalui kacamata sejarah dan perbandingan hukum. Dengan menggunakan teori rekognisi hak masyarakat hukum adat sebagaimana yang dikembangkan oleh kaum konstitusionalis atas pengalaman perjuangan masyarakat hukum adat di beberapa negara Amerika Latin, artikel ini menemukan fakta bahwa tidak satupun Konstitusi di Indonesia secara penuh memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat, meskipun mengandung unsur retorika keberpihakan. Lemahnya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat dalam Konstitusi mengakibatkan negara dengan leluasa menggunakan kekuasaannya untuk mengenyampingkan hak turun temurun (ancestral domain) masyarakat hukum adat atas dalih kepentingan negara. Interpretasi terhadap pasal-pasal dalam Konstitusi yang mengakui dan memberikan perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat harus didasari oleh semangat menegaskan persatuan Indonesia dalam keberagaman dan kekhasan. Tanpa semangat demikian, persoalan-persoalan yang berkenaan dengan derogasi atau bahkan penghilangan hak-hak masyarakat hukum adat akan terus terjadi.
KEEFEKTIFAN METODE PQRST (PREVIEW, QUESTION, READ, SUMMERIZE, TEST) DALAM MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BACAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Dahlan, Muhammad; Latief, Syekh Adiwijaya
JURNAL KONFIKS Vol 5, No 1 (2018): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.018 KB) | DOI: 10.26618/jk.v4i2.1335

Abstract

Keefektifan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summerize, Test) dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana Keefektifan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summerize, Test) dalam Membaca Pemahaman Teks Bacaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa?”.  Penelitian ini adalah Eksperimen. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa ada perbedaan hasil belajar membaca pemahaman dengan penggunaan metode  PQRST (preview, question, read, summerize, test) dalam  teks bacaan mata pelajaran Indonesia yang diberikan kepada siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa tahun ajaran 2016/2017 dan jumlah siswa 40 orang. Data penelitian ini diperoleh dari tes hasil belajar untuk melihat keberhasilan belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan metode PQRST (preview, question, read, summerize, test).
PROSES ISLAMISASI MELALUI DAKWAH DI SULAWESI SELATAN DALAM TINJAUAN SEJARAH Dahlan, Muhammad
RIHLAH Vol 1, No 01 (2013): Oktober
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v1i01.659

Abstract

This paper break down the process of Islamization in South Sulawesi and propaganda methods adopted in the process. By using an approach based on historical analysis, this paper concludes that, the process of Islamization in South Sulawesi through several stages, the arrival of Muslim traders as bearers of Islam in the 16th century, after the advent of Islam King of Gowa-Tallo in the 17th century, shipping army for kings to develop Islamic Bugis although initially rejected by the Bugis, continues with the arrival of Datuk Bandang ri, ri Tiro Datuk, Datuk Pattimang broadcast and Islam. Adopted the method of preaching Islam is spreading the teachings of Islam to synchronize between pangadereng so that the process of Islamization in South Sulawesi take place quickly.
NAHDLATUL ULAMA AND INTER-RELIGIOUS INTERACTION IN GORONTALO CITY Dahlan, Muhammad
Penamas Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v30i3.185

Abstract

This paper focuses on the case of NU in Gorontalo City with the reason that NU in this city is a majority group and is needed to assist the government in building internal harmony of religious society. This study uses a qualitative method. The results of this study showed that 1) NU structurally has constraints.The organization does not work in accordance with good organizational mechanisms; 2) NU is more understood as a symbol of moderate identity of aswaja group; 3) The relation between NU and Muhammadiyah in the 19601990s were tough and tense; 4) The appearance of Salafi and Syiah groups is a new trigger for internal religious conflict. This requires the active role of the NU as an organization that promotes moderatism. Keywords: Nahdlatul Ulama, Religious Group, moderate, internal conflict
KONTRIBUSI ABU BAKAR TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM Dahlan, Muhammad
RIHLAH Vol 5, No 2 (2017): Rihlah
Publisher : RIHLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v19i2.4166

Abstract

Abu Bakar memberikan pertimbangan tentang kariteria pengganti Nabi.  mengajukan dua tokoh Quraisy, Umar bin Khattab dan  Abu Baidah bin Jarrah, untuk dipilih salah satunya. Orang-0rang Ansar sangat terkesan dengan penjelasan Abu Bakar dan tampak berharap kepadanya, namun segera Umar bin Khattab berdiri dan mengajukan Abu Bakar sebagai pengganti Nabi. Pasalnya, bahwa Abu Bakar jauh lebih tepat dari pada dirinya. Sebab, menurutnya, Abu Bakar adalah orang kepercayaan Nabi, jika beliau uzur menjadi imam shalat, maka Abu Bakar diminta untuk menggantikannya. Atas dasar itu, hadirin tidak keberatan menerima Abu Bakar sebagai Khalifah. Abu Bakar menjabat sebagai khalifah selama dua tahun. Dalam masa pemerintahan tersebut, ia melanjutkan misi ekspedisi Usama bin Zaid yang telah dipersiapkan Rasulullah pada masa hidupnya, mengambalikan kaum muslimin dalam ajaran Islam yang benar dan memerangi kaum murtad, mengumpulkan Alqur’an dalam satu mushaf, dan mengirim pasukan ke Irak dan Syam untuk menyebarkan ajaran Islam.
RANCANGAN ALAT POTONG TEBU SEMI OTOMATIS YANG ERGONOMIS Lantara, Dirgahayu; Rauf, Nurhayati; Dahlan, Muhammad; Pawennari, A.
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 10 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penebangan tebu yang dilakukan pada lokasi perkebunan tebu PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero), yang dilakukan oleh petani pemotong tebu yang berada disekitar lokasi perkebunan pabrik, dengan menggunakan alat tradisional (Parang). Sedangkan tenaga kerja yang didatangkan dari luar Sulawesi ? Selatan dengan menggunakan sabit. Alat potong tebu Semiautomatis Yang Ergonomis, dirancang berdasarkan Ukuran tubuh (badan) Petani pemotong tebu, tinggi batang tebu, diameter batang tebu, kondisi lahan dan cara kerja petani pemotong tebu pada saat melakukan aktivitas penebangan. Sehingga Alat Potong Tebu Semi Otomatis yang Ergonomis ini diharapkan memberikan hasil tebang yang lebih baik dari alat potong yang digunakan saat ini. Disamping itu energi yang digunakan pada saat melakukan aktivitas penebangan lebih kecil, agar petani pemotong tebu dapat tahan lebih lama untuk bekerja. Percobaan Alat Potong Tebu Semi automatis yang ergonomis ini dilaksanakan pada lokasi perkebunan Pabrik Gula Bone. Kata kunci: Petani, Tebu, Ergonomi, Rekayasa Teknik Abstract Cane harvesting that conducted on cane plantations site at PT. Perkebunan Nusantara XIV (Persero), by cane farmers in around the plant?s plantation site by using traditional tools (machetes). While labor brought in from outside South Sulawesi by using a sickle. Egronomic cane harvester semi-automatic, designed based on the farmer?s body size, stalk height of cane, diameter of cane, soil conditions and the procedure of farmer?s cane cutters at the time of harvesting activities. So that the egronomic cane harvester semi-automatic is expected to give better harvest results of harvester used today. In addition, the energy used at the time of harvesting is smaller, so that care farmers able to work in a long time. The testing of egronomic cane harvester semi-automatic was conducted on the sugar mills plantations of Bone. Keywords: Farmers, Sugarcane, Ergonomics, Engineering design