Articles

Found 21 Documents
Search

PERSEPSI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP LOGO KELUARGA SEJAHTERA DI KOTAMADYA BANDUNG -, Sutedja; Damayanti, Trie
Sosiohumaniora Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i2.5263

Abstract

BKKBN sejak lama telah memiliki berbagai program yang ditujukan pada pasangan usia subur. Program terakhir adalah Program Keluarga Sejahtera. Agar masyarakat tertarik dengan program BKKBN salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyertakan logo pada setiap programnya. Untuk mengetahui sejauhmana persepsi masyarakat memahami pesan Program Keluarga Sejahtera melalui pesan yang ditampilkan pada logo, telah dilakukan penelitian deskriptif pada pasangan usia subur yang bertempat tinggal di Kotamadya Bandung. Sampel diambil secara multistage sampling sedangkan datanya dianalisis secara deskriptif. Masyarakat umumnya pernah melihat logo kebanyakan yang terpasang pada billboard, tetapi tidak memahami makna gambar logo tersebut. Sebagian besar responden ( 41.18% ) mempersepsikan makna logo sebagai orang tua dengan dua anak, makna keluarga sejahtera diartikan sebagai Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera ( 50% ), meskipun sebagian besar responden ( 67.65% ) memahami bahwa Program Keluarga Sejahtera merupakan kelanjutan Program Keluarga Berencana. Kata kunci : Persepsi ? Pasangan Usia Subur ? Logo Keluarga Sejahtera.
MEDIA INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DISABILITAS TUNAGRAHITA DI JAWA BARAT Setianti, Yanti; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.22655

Abstract

Sudah selayaknya kelompok disabilitas diberikan ruang kesetaraan dalam mendapatkan berbagai layanan publik secara optimal, baik kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dalam hal pendidikan khususnya, kelompok disabilitas memperoleh jenjang pendidikan pada jalur sekolah luar biasa (SLB) yang terpisah dari pendidikan formal biasa. Kondisi kelompok disabilitas seringkali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dieksploitasi menjadi objek kriminalisasi, seperti tindak penipuan dan tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pelaksanaan komunikasi pendidikan berbasis kesehatan reproduksi bagi kelompok disabilitas (tunagrahita) dalam upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual bagi remaja tunagrahita di Jawa Barat melalui media komunikasi komik yang dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis studi deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi, dan studi literatur. Responden penelitian ini melibatkan tokoh pendidikan bidang disabilitas dan orang tua siswa disabilitas di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan media komunikasi berupa komik yang dijadikan panduan bagi guru dan orang tua yang memiliki anak disabilitas tunagrahita dapat dipahami karena mengandung informasi mengenai langkah-langkah mengantisipasi penyalahgunaan seksual pada anak-anak disabilitas melalui isi cerita yang warna-warni dan bergambar. Media komik merupakan sarana yang cukup baik sebagai metode penyampaian pesan mengenai kesehatan reproduksi khususnya dalam dunia pendidikan insklusif. Media komunikasi selain komik yang terdapat di kalangan para orang tua dan sekolah sebaiknya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas penyampaian informasi yang berupa media audio visual dalam bentuk film.
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Damayanti, Trie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.1, No.1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui(a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b)Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkanpada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimilikioleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, denganperspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V,dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1)mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yangmemang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut;(2) mahasiswa memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yangpernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat darimateri yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yangharus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer sepertihalnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orangdipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisistrategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PROsangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada IlmuKehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelummereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang PublicRelations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa padaPR di pemerintahan.Kata-kata kunci: Persepsi, posisi strategis, public relations
Komunikasi Birokrasi Aparatur Pemerintah dalam Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat) Nugraha, Aat Ruchiat; Damayanti, Trie
Jurnal InterAct Vol 2, No 1 (2013): Jurnal InterAct on Communication
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.757 KB)

Abstract

Communication is an essential part of the process of information services for the public, especially the communication activities in the support of development policies implemented by the government. In relation with the development process undertaken by the government, public disclosure is often the demand of the public that information about development should be transparent, credible and accountable.  Therefore the  apparatus as part of  a  government bureaucracy  certainly have  the duty and function to serve the interests of their people through the bureaucratic form of communication. Results of the research revealed that the communication function through professional bureaucracy can convey the pattern of effective public information services and tailored to the needs of all stakeholders in the field of bureaucratic reform towards an open, honest, reliable and trustworthy.
STRATEGI IMPRESSION MANAGEMENT PINILIH MOJANG 2014-2015 DALAM MEREPRESENTASIKAN KOTA BANDUNG Annafidin, Muhamad Arfi; Damayanti, Trie; Komariah, Kokom
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.504 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.9363

Abstract

Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan agenda tahunan pemerintah daerah di Jawa Barat, termasuk Pemerintah Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk lebih mengenalkan karakter budaya tradisional kepada para nonoman (generasi muda). Dengan lebih mengenal budaya sendiri maka diharapkan di kalangan generasi muda akan tumbuh kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya sendiri dan memiliki filter terhadap masuknya budaya luar. Sebagai Pinilih Mojang dan Jajaka Kota Bandung, Pinilih harus memenuhi Kriteria Mojang dan Jajaka yang telah ditentukan oleh paguyuban seperti anggun, beribawa, bersih, berwawasan luas, pintar public speaking, dan lancar bahasa Sunda. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui strategi impression management Pinilih Mojang 2014-2015 yang meliputi kesan yang dicari, menunjukkan perilaku, dan menyiapkan risiko dari presentasi diri dalam merepresentasikan Kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksploratif dengan data-data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan Key Informant dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan tiga analisis yaitu domain, taksonomi dan komponensial. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi impression management yang dilakukan oleh Pinilih Mojang 2014-2015 Akasha dan Nabila menampilkan kesan yang dicari dalam Mojang Kota Bandung, lalu Akasha dan Nabila menunjukkan perilaku yang harus dilakukan oleh Mojang Kota Bandung saat bertugas, dan Akasha dan Nabila menerima risiko apa yang terjadi saat menjadi Mojang dan menyiapkan risiko yang akan terjadi saat jadi mojang. Saran yang diberikan melalui penelitian ini adalah tidak semua kompetensi yang dicari dalam Mojang Kota Bandung terdapat pada Akasha dan Nabila seperti anggun dan feminin, namun Akasha dan Nabila harus memperbaiki kompetensi yang tidak ada dalam diri mereka, dan perilaku harus tetap dijaga meskipun tidak saat bertugas sebagai Mojang Kota Bandung.
Hubungan Antara Informasi dalam Akun Instagram @fxsudirman dengan Sikap Followers Terhadap Mall Fx Sudirman Simanjuntak, Cathrin Pebruanty; Damayanti, Trie; Komariah, Kokom
Edulib Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v6i2.5029

Abstract

Abstrak. Penelitian berjudul Hubungan antara Informasi dalam Akun Instagram dengan Sikap Followers terhadap Mall FX Sudirman ini merupakan penelitian yang berawal dari aktivitas penyebaran informasi yang dilakukan oleh Mall FX Sudirman melalui media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan untuk menguji teori Integrasi Informasi dengan mencoba mengetahui sejauh mana hubungan antara valensi informasi dalam akun instagram @fxsudirman dengan sikap follower dan sejauhmana bobot informasi dalam akun instagram @fxsudirman dengan sikap follower. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, melalui uji hipotesis Rank Spearman  dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Responden penelitian ini sebanyak 91 orang yang terpilih berdasarkan teknik sampling sistematik. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu kuesioner, observasi,dan  wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informasi dalam akun instagram @fxsudirman memiliki hubungan yang cukup berarti dengan sikap followers-nya. Hal tersebut disebabkan oleh aspek valensi informasi yang positif dan bobot informasi yang tinggi berkorelasi positif terhadap sikap followers. Kesimpulan yang didapat bahwa informasi dalam @fxsudirman dapat membentuk sikap followers akun instagram mall FX Sudirman. Saran yang diberikan secara praktis agar @fxsudirman menambah jumlah posting-an gambar atau foto yang disertai caption dengan penjelasan yang detail juga membalas atau menjawab setiap pertanyaan atau komentar dari follower-nya untuk lebih membentuk sikap followers terhadap @fxsudirman.Kata Kunci : hubungan, Informasi, Sikap Abstract. The study entitled the relationship between information in Instagram account with Attitude Followers of the Mall FX Sudirman This is a research that started from the information activities undertaken by the Mall FX Sudirman through social media Instagram. This study was conducted to test the theory, Information Integration by trying to determine the extent of the relationship between the valence @fxsudirman instagram account information in the manner and extent of weight follower account information with an attitude @fxsudirman instagram followers. The method used in this study is correlational method, through hypothesis test Rank Spearman (rs) with descriptive and inferential analysis techniques. Respondents of this study as many as 91 people were selected by systematic sampling technique. Data collection techniques used were questionnaires, observations, and interviews. The results of this study indicate that the information in @fxsudirman instagram account has a significant relationship with the attitude of his followers. This is due to the positive aspects of the information valence and high weights were positively correlated information on the attitudes of followers. It was concluded that the information in @fxsudirman can shape the attitudes followers instagram account Sudirman FX mall. The advice given is practical in order to increase the number of post-@fxsudirman an image or photo caption accompanied with detailed explanations also reply to or menjaawab any question or comments from his followers to further shape attitudes towards @ FX Sudirman followers.Keywords: Relations,  Information, Attitude
Persepsi Mahasiswa tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations Damayanti, Trie; Perbawasari, Susie
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.088 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6032

Abstract

Penelitian berjudul Persepsi Mahasiswa Tentang Posisi Strategis Profesi Public Relations ini bertujuan untuk mengetahui (a) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memaknai posisi strategis Profesi PR dalam organisasinya, (b) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai Ilmu Kehumasan yang dimiliki untuk diterapkan pada Profesi PR, (c) Bagaimana mahasiswa Jurusan Humas memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dengan perspektif teoretis konstruksi sosial atas realitas.Nara sumber diambil dari mahasiswa Jurusan Humas semester III, V, dan VII sebanyak enam orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa (1) mahasiswa memaknai posisi strategis PR dilihat dari kedekatannya dengan pengambil kebijakan seperti realitas yang memang beredar di masyarakat bahwa semakin dekat seseorang dengan pimpinan akan semakin strategis posisi tersebut; (2) mahasiswa memandang dan memaknai  Ilmu Kehumasan yang dimiliki sesuai dengan materi perkuliahan yang pernah didapat dan realitas yang berkembang di masyarakat tentang profesi ke-PRan. Ilmu Kehumasan lebih dilihat dari materi yang membutuhkan skill dan materi yang aplikatif; (3) mahasiswa memandang dan memaknai kemampuan yang harus dimiliki pada hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan ditambah dengan bahasa asing, dan komputer seperti halnya realitas yang memandang kemampuan komputer dan penguasaan bahasa asing menjadi hal yang membuat orang dipandang lebih kompeten dibandingkan yang lain. Kesimpulan didapat bahwa pandangan mahasiswa terhadap posisi strategis Ilmu Kehumasan yang akan diterapkan, sampai dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang PRO sangat dipengaruhi oleh realitas dan pengetahuan sebelumnya pada pemahaman tentang strategi, pemaknaan pada Ilmu Kehumasan juga dipengaruhi pada pengalaman mereka pada Ilmu Kehumasan dan pengetahuan yang berkembang sebelum mereka menjadi mahasiswa. Saran yang bisa diberikan terutama dalam hal pemberian pemaknaan tentang Public Relations, sebaiknya diperkaya juga tentang PR pemerintah karena terbukti minim sekali pemahaman mahasiswa pada PR di pemerintahan.
Infografis Sebagai Media Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Keterlibatan Publik Bank Indonesia Arigia, Muhammad Bintang; Damayanti, Trie; Sani, Anwar
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Suatu studi eksploratif mengenai penggunaan infografis sebagai media komunikasi kebijakan dapat membentuk ketertarikan situasi, pemahaman situasi, dan cara berperilaku publik non-ahli ekonomi terhadap informasi kebijakan ekonomi Bank Indonesia yang kompleks. Studi ini menggunakan metode penelitian gabungan dan konsep teori ‘Medium is The Message’ dari Marshall McLuhan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima belas (15) orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dan simpulan penelitian yaitu infografis Bank Indonesia sudah cukup baik dalam membentuk ketertarikan situasional publik. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang harus diperbaiki agar dapat memaksimalkan ketertarikan publik. Pada pemahaman situasional, infografis belum mampu membentuk pemahaman publik. Permasalahan ini disebabkan oleh masih banyak terdapatnya bahasa ekonomi dan keterbatasan pengetahuan umum publik mengenai dunia ekonomi. Terakhir, cara berperilaku publik terhadap informasi ekonomi belum dapat terbentuk karena tidak tercapainya pemahaman situasional oleh publik. Meskipun begitu, publik memiliki keinginan dan harapan yang cukup baik terhadap perekonomian Indonesia.ABSTRACT:An exploratory design about the use of infographic as an communication medium can establish situational interest, situational understanding, and public behavior by non-experts towards the information of economics complex policy. This study used Mixed Methods and Medium is The Message Theory propounded by Marshall McLuhan. The sample of this study is fifteen (15) people and use purposive sampling as the sampling technique. The results and conclusions of this research shows that infographic of Bank Indonesia has been good-enough on establishing situational interest by public. However, there is still room for improvement that can optimize more public interest. In situational understanding, infographic has not been good-enough to establish situational understanding. This problem is caused by the presence of many economics terms and languages in the infographic and the limitation of economics knowledge by the public. Lastly, the public behavior towards economics information can not be established due to the unsuccessful forming of situational understanding by the public. Even so, the public still has the desire and hope towards the economics of Indonesia. The public is willing to get involved in the efforts to maintain and improve the economics of Indonesia. 
CITRA DIRJEN BEA DAN CUKAI PADA KASUS PENYELUNDUPAN NARKOBA DALAM TAYANGAN CUSTOMS PROTECTION NET TV Desilvani, Dwi; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie
ProTVF Vol 1, No 2 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.312 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i2.19870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana NET TV membingkai kasus penyelundupan narkoba dan membingkai citra Dirjen Bea dan Cukai. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckmann, paradigma konstruktivisme dengan studi analisis framing. Teknik Pengumpulan data: analisis teks, wawancara, observasi partisipan, dan studi pustaka. Teknik analisis data: analisis framing Robert N. Entman dan analisis wawancara. Teknik validitas dan realibilitas data: pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi sumber.Hasil penelitian ini menunjukkan NET TV membingkai kasus penyelundupan narkoba dengan menampilkan empat pendefinisian masalah, empat perkiraan penyebab masalah, empat keputusan moral, dan empat penekanan penyelesaian masalah. Dengan melakukan penyeleksian isu bersama kesepakatan pihak Dirjen Bea dan Cukai serta melakukan penonjolan isu melalui editing, teks secara lisan maupun tulisan, serta gestur pemain. Citra yang terbingkai pun menjadi dua yaitu citra pelayanan dan perlindungan.Saran yang dapat diberikan ialah pendefinsian masalah yang timbul dapat menjadi bahan evaluasi Dirjen Bea Cukai; dalam episode rekonstruksi sebaiknya dicantumkan pemberitahuan; sebaiknya NET TV sebagai media massa lebih objektif dan berimbang; penelitian ini hanya terbatas pada aspek teks diharapkan ada penelitian lebih lanjut dengan aspek yang lebih luas.
KAMPANYE “#KEPOITUBAIK” GREENPEACE UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPARANSI DATA KEHUTANAN INDONESIA Nikitamara, Nikitamara; Dida, Susanne; Damayanti, Trie
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the problem identification process, the process of campaign management, and campaign evaluation results #KepoItuBaik. The method used is the method mix with the kind of explorative study.The results showed that the campaign process #KepoItuBaik divided into three stages: problem identification, campaign management, and campaign evaluation.The results of the identification of the problem stating that the level of public awareness of the importance of forestry data transparency is still low.Campaign management is done through several stages of drafting objectives, identify target segments, determine message, designing strategies and tactics, planning the allocation of time and resources, recruit and train personnel campaign, select the campaign conveys the message, and select channel campaigns.While the results of the evaluation showed that the level of public awareness is high enough, but it is not strong enough to encourage the public to act. Suggestions, Greenpeace Indonesia should tested on a few sample messages prior to conducting a campaign, be more selective in choosing opinion leaders, as well as redesigning the campaign with a lighter theme tailored to the level of public knowledge that the campaign message is understandable. Keywords: campaign, public awareness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi masalah, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye #KepoItuBaik. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan jenis studi eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kampanye #KepoItuBaik dibagi kedalam tiga tahap yaitu identifikasi masalah, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil identifikasi masalah menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya transparansi data kehutanan masih rendah.  Pengelolaan kampanye dilakukan melalui beberapa tahap yaitu penyusunan tujuan, identifikasi segmen sasaran, menentukan pesan, merancang strategi dan taktik, merencanakan alokasi waktu dan sumber daya, merekrut dan melatih personil kampanye,  menyeleksi penyampai pesan kampanye, dan menyeleksi saluran kampanye. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat awareness publik sudah cukup tinggi, namun hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong publik bertindak (action). Saran sebaiknya Greenpeace Indonesia melakukan ujicoba pesan pada beberapa sampel sebelum menyelenggarakan kampanye, lebih selektif dalam memilih opinion leader, serta merancang ulang kampanye dengan tema yang lebih ringan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat sehingga pesan kampanye dapat dimengerti. Kata Kunci: kampanye, kepedulian masyarakat