Articles

PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 BALAESANG Efi, Efi; Darsikin, Darsikin; Saehana, Sahrul
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 5, No 3 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.232 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang diberi perlakuan metode Mind Mapping dengan kelompok siswa yang diberi perlakuan dengan model konvensional pada kelas X SMA Negeri 2 Balaesang. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Balaesang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XB sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes esai yang telah divalidasi. Persentase rata-rata keterampilan berpikir kreatif yang mengikuti metode Mind Mapping adalah 67,35% yang berkriteria kreatif dan persentase rata-rata yang mengikuti pembelajaran konvensional adalah 63,39% yang berkriteria kreatif. Hasil perhitungan statistik dari pengujian hipotesis menggunakan uji-t didapatkan harga thitung sebesar 0,90 dan ttabel  2,00 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 72. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif siswa yang mengikuti metode Mind Mapping dengan pembelajaran konvensional pada kelas X SMA Negeri 2 Balaesang.Kata Kunci : Metode Mind Mapping, Keterampilan Berpikir Kreatif
PENGARUH PENDEKATAN CONCEPTUAL PROBLEM SOLVING TERHADAP PROBLEM SOLVING DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA NEGERI 3 PALU Saputra, Oka; Werdhiana, I Komang; Darsikin, Darsikin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 6, No 2 (2018): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.406 KB)

Abstract

Abstrak ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan conceptual problem solving terhadap problem solving dan pemahaman konsep siswa SMA Negeri 3 Palu. Desain penelitian adalah eksperimen kuasi dengan Pretest-posstest Equivalent Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 7 sebagai kelas kontrol. Instrumen digunakan berupa uraian tes. Analisis data menggunakan Uji t dengan menggunakan aplikasi SPSS 20,0 pada taraf signifikansi 0,05 dengan uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil uji statistik problem solving diperoleh Sig. = 0,000 dan pemahaman konsep Sig. = 0,000 dengan kriteria terima Ho jika Sig. > 0,05 dan tolak H0 jika Sig. < 0,05. Nilai Sig.< 0,05 sehingga H1 diterima dan Ho ditolak dengan kesimpulan terdapat pengaruh pendekatan conceptual problem solving terhadap problem solving dan pemahaman konsep siswa SMA Negeri 3 Palu.  Kata Kunci: conceptual problem solving, problem solving, pemahaman konsep
PENGARUH PENYAJIAN CONTOH SOAL DENGAN TEKNIK MEANS END ANALYSIS (MEA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI I KASIMBAR Susna, Susna; Darsikin, Darsikin; Mansyur, Jusman
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 2 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.047 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penyajian contoh soal dengan teknik MEA terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Kasimbar. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XSMA Negeri I Kasimbar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen Kuasi (quasy-experimental design). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas XA (n=35) sebagai kelas eksperimen dan kelas XB (n=35) sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik dengan uji t pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyajian contoh soal dengan teknik MEA terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Kasimbar.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA CALON GURU PADA MATER MEKANIKA (STUDI DESKRIPTIF PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN ANGKATAN 2012) Anri, Yohanes; Darsikin, Darsikin; Syamsu, Syamsu
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 2 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.526 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui, menganalisis, mengklasifikasikan serta mendeskripsikan tingkat kemampuan pemecahan masalah khusus pada materi mekanika yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 25 orang yang dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah mekanika sebesar 26,32 dengan simpangan baku 12,63. Hasil kategorisasi data hasil penelitian, diperoleh hasil 1 orang subjek penelitian dikategorikan cukup, 3 orang dikategorikan kurang, sementara 21 orang dikategorikan sangat kurang. Wawancara dengan responden terpilih, terungkap bahwa faktor terbesar yang menyebabkan kurangnya kemampuan pemecahan masalah dari para mahasiswa adalah kurang menguasai materi yang akan diujikan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DENGAN SIKLUS BELAJAR KARPLUS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIIB3 SMP NEGERI 14 PALU Adnyana, I Putu Widi; Darmadi, I Wayan; Darsikin, Darsikin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 1, No 2 (2013): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.001 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIb3 SMP Negeri 14 Palu. Masalah yang diteliti adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika. Alternatif pemecahan masalah adalah menerapkan pembelajaran Konstruktivisme dengan siklus belajar Karplus. Subyek penelitian adalah  siswa kelas VIIb3 SMP Negeri 14 Palu, dengan jumlah siswa 34 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok zat dan perubahannya, masing-masing siklus  meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) observasi (iv) refleksi. Penerapan pembelajaran Konstruktivisme dengan siklus belajar Karplus dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIb3. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 50,00% dan daya serap klasikal 71,18%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 82,35%  dan daya serap klasikal 84,51% yang artinya sudah melebihi standar ketuntasan belajar siswa, peningkatan daya serap klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 13,33% dan ketuntasan belajar klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 32,35%. Untuk hasil observasi aktivitas siswa dan guru pada siklus I yaitu cukup dan baik, sedangkan pada siklus II berada pada kategori baik dan sangat baik.  
ANALISIS KOHERENSI KONSEP HUKUM NEWTON PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 PALU Amin, Wildan Hasyim; Darsikin, Darsikin; Darsikin, Darsikin; Wahyono, Unggul; Wahyono, Unggul
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.056 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis koherensi konsep hukum Newton pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Palu. Subyek penelitian ini terdiri dari 18 orang siswa SMA Negeri 5 Palu Kelas X. Data diperoleh dari tes koherensi konsep hukum Newton dan wawancara langsung. Tes terdiri dari 3 teori dasar hukum Newton yaitu hukum Newton I, hukum Newton II dan hukum Newton III, tiap-tiap hukum terbagi atas 2 tema berbeda dan setiap tema dibuat 3 soal dengan representasi berbeda yaitu representasi verbal, grafik dan diagram sehingga jumlah soal keseluruhan adalah 18 butir soal. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Skor hasil tes kemudian dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing dari kategori, diambil 2 siswa perwakilan untuk diwawancara guna menggali informasi yang lebih mendalam.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat koherensi konsep hukum Newton siswa menghasilkan rata-rata poin keseluruhan siswa 0,43 dengan poin  tertinggi 0,83 dan terrendah 0,17 yang masih lebih rendah dibawah harapan. Siswa masih lemah dalam menjawab soal tes dengan representasi grafik dan verbal. Perlunya pembiasaan oleh siswa dalam menyelesaikan persoalan dalam suatu konsep fisika dengan menggunakan multi representasi yang beragam guna memperbaiki koherensi konsep yang dimiliki siswa  terutama koherensi representasi. Kata Kunci : Analisis, Koherensi, Konsep, Hukum Newton
ANALISIS KOHERENSI KONSEP HUKUM NEWTON PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 PALU Amin, Wildan Hasyim; Darsikin, Darsikin; Darsikin, Darsikin; Wahyono, Unggul; Wahyono, Unggul
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.056 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis koherensi konsep hukum Newton pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Palu. Subyek penelitian ini terdiri dari 18 orang siswa SMA Negeri 5 Palu Kelas X. Data diperoleh dari tes koherensi konsep hukum Newton dan wawancara langsung. Tes terdiri dari 3 teori dasar hukum Newton yaitu hukum Newton I, hukum Newton II dan hukum Newton III, tiap-tiap hukum terbagi atas 2 tema berbeda dan setiap tema dibuat 3 soal dengan representasi berbeda yaitu representasi verbal, grafik dan diagram sehingga jumlah soal keseluruhan adalah 18 butir soal. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Skor hasil tes kemudian dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing dari kategori, diambil 2 siswa perwakilan untuk diwawancara guna menggali informasi yang lebih mendalam.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat koherensi konsep hukum Newton siswa menghasilkan rata-rata poin keseluruhan siswa 0,43 dengan poin  tertinggi 0,83 dan terrendah 0,17 yang masih lebih rendah dibawah harapan. Siswa masih lemah dalam menjawab soal tes dengan representasi grafik dan verbal. Perlunya pembiasaan oleh siswa dalam menyelesaikan persoalan dalam suatu konsep fisika dengan menggunakan multi representasi yang beragam guna memperbaiki koherensi konsep yang dimiliki siswa  terutama koherensi representasi. Kata Kunci : Analisis, Koherensi, Konsep, Hukum Newton
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GERAK LURUS Andriani, Ni Luh Yesi; Darsikin, Darsikin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 3 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.985 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahu kesulitan yang dialami, penyebab dan solusi untuk mengatasi kesulitan siswa SMA Negeri 4 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 31  orang  yang  dipilih  berdasarkan  pertimbangan  peneliti.  Berdasarkan  hasil  pengolahan  data  hasil  penelitian diperoleh  kesuliatan pada tahap I sebesar 19,98%, pada tahap II sebesar 65,78%, tapah III sebesar 94,81%, dan pada tahap IV sebesar 99,34%. Adapun penyebabnya pada tahap I penyebab yaitu siswa tidak memahami soal dan  tidak dapat menterjemahkan/mengubah soal kedalam bentuk rumus atau bentuk matematika sehingga tidak dapat menulis apa yang diketahui dan ditanyakan, (2) pada tahap II kesulitan siswa yaitu siswa tidak mengetahui rumus-rumus yang tepat digunakan untuk menghitung dan tidak dapat menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari,(3) pada tahp III kesulitan siswa yaitu siswa tidak dapat membentuk sistematika atau penyelesain soal dengan proses perhitungn secara benar dan bertahap. (4) pada tahap IV kesulitannya yaitu siswa tidak mengecek ulang setiap langkah penyelesaian soal dan jawaban yang diperolehnya dengan alasan kekurangan waktu dan karna tidak tahu penyelesaiannya. Solusi untuk mengatasi kesilitan siswa yaitu dengan pengajaran remedial.   Kata Kunci: Analisis, Kesulitan Siswa, Gerak Lurus, dan Deskriptif.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS MIND MAPING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA POKOK BAHASAN CAHAYA DI SMP NEGERI 18 PALU Suwaningsih, Niluh; Pasaribu, Marungkil; Darsikin, Darsikin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 5, No 2 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.335 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikasi perbedaan hasil belajar siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD Mind Maping dan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan Cahaya di SMP N 18 Palu. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 18 Palu tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah eksperimen berbasis kuasi dengan equivalent pretest-posttest design. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Palu tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 7 kelas. Jumlah sampel penelitian adalah 44 orang terdiri dari 22 orang siswa kelas eksperimen menggunakan pembelajaran Kooperatif tipe STAD berbasis Mind Mapping dan 22 orang siswa menggunakan pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar Fisika dalam bentuk tes pilihan ganda berjumlah 20 soal telah divalidasi melalui validitas Ahli dan validitas tes. Rata-rata tes akhir kelas eksperimen sebesar 7,82 dengan standar deviasi sebesar 2,98 dan kelas kontrol sebesar 4,32 dengan standar deviasi sebesar 2,51. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor hasil belajar siswa dengan signifikansi  0,05. Hasil analisis data diperoleh nilai thitung = (1,73) > ttabel = (1,68). Hal tersebut berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian disimpulkan bahwa, terdapat perbedan hasil belajar fisika pada pokok bahasan Cahaya antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis Mind Mapping dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kata Kunci  : Pembelajaran Kooperatif, STAD,  Mind Mapping, Hasil Belajar.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SEDERHANA KONSEP LISTRIK MAGNET UNTUK SISWA SMP DAERAH TERPENCIL Waris, Abdul; Darsikin, Darsikin; Nurjannah, Nurjannah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.216 KB)

Abstract

Abstrak ? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat praktikum sederhana konsep listrik magnet untuk siswa SMP daerah terpencil. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau dikenal dengan R&D. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dengan skala likert empat yang ditujukan kepada ahli media, guru dan siswa kelas IX SMP Satap Negeri 4 Sindue Tobata, Donggala. Data kualitas produk yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu data kualitatif menjadi kuantitatif. Selanjutnya, mengolah skor rata-rata kualitas menggunakan kriteria kategori penilaian ideal, serta menentukan nilai persentase kualitas. Kualitas produk berdasarkan hasil analisis penilaian ahli media diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum. Generator van de graff sebesar 93,75%, elektromanetisasi sebesar 93,75% dan gaya lorentz sebesar 90,75% dikategorikan ?Sangat Baik?. Analisis penilaian guru diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum, yaitu generator van de graff sebesar 83,33%, elektromanetisasi sebesar 80,56% dan gaya lorentz sebesar 81,94% dikategorikan ?Sangat Baik?. Sedangkan hasil tanggapan siswa pada uji coba terbatas diperoleh persentase keidealan masing-masing alat praktikum, yaitu generator van de graff sebesar 79,20%, elektromagnetisasi sebesar 79,00% dan gaya lorentz sebesar 78,22% dikategorikan ?Sangat Setuju?. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa alat praktikum sederhana konsep listrik magnet yang dikembangkan layak untuk digunakan. Kata Kunci: Alat Praktikum Sederhana, Listrik Magnet, Daerah Terpencil.