Articles

Found 21 Documents
Search

PENDIDIKAN BERBASIS KECERDASAN RUHANIAH (Membentuk Insan Paripurna/ Insan al-Kamil) Deswita, Deswita
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims at analyzing spiritual intelligence based education since the basically, the goal of education is to build perfect human (insan kamil). Such goal can be realized as long as the pupils are able to integrate all of their potential intelligences. Those potentials are physical, emotional, intellectual and spiritual intelligences. The integration of those intelligences is called spiritual intelligence. Furthermore, spiritual intelligence based education basically encourages the pupils to apply the values of spiritual (ilahiyat) in establishing relationship among humans and other creatures on the basis of God’s mercy. Kata kunci: pendidikan, kecerdasan ruhaniah
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Respons Fisiologis Bayi Prematur Deswita, Deswita; Besral, Besral; Rustina, Yeni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 5 April 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.662 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i5.131

Abstract

Saat ini, perawatan metode kanguru mulai dianjurkan bagi bayi prematur karena kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan salah satu penyebab kematian bayi terbesar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan metode kanguru terhadaprespons fisiologis bayi prematur. Desain quasi experiment one group pre and post-test dilakukan di 2 rumah sakit di Jakarta. Sebanyak 16 bayi prematur yang memenuhi kriteria inklusi dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna dari perawatanmetode kanguru terhadap respons fisiologis bayi prematur seperti peningkatan suhu tubuh ke arah suhu nornal (p value = 0,000), peningkatan frekuensi denyut jantung ke arah normal (p value = 0,003), dan peningkatan saturasi oksigen ke arah normal (p value = 0,023). Oleh karena itu, metodeperawatan kanguru merupakan cara yang efektif, mudah, dan murah untuk merawat bayi prematur.Kata kunci: Bayi prematur, perawatan metode kanguru, fisiologis bayiAbstractAs premature birth and low birth weight are the main cause of neonatal mortality, kangaroo mother care is now suggested to care premature infants. The purpose of this study was to identify the effect of kangaroo mother care on physiological response of preterm infants. A quasi experiment designwith one group pre and post test design was conducted in two hospitals in Jakarta. Sixteen preterm infants matching the inclusive criteria were selected as sample. The study found significant effect of kangaroo mother care intervention on physiological response of preterm infants, i.e. increasing body temperature to normal (p value = 0,000), increasing heartrate to normal (p value = 0,003), and increasing oxygen saturation (p value = 0,023). Therefore, the kangaroo mother care is therefore an effective, simple, and cheap method to care the preterm infants. Key words: Preterm infants, kangaroo mother care, physiological responses
Pembuatan dan Karakterisasi Bonded Magnet Komposit Berbasis Polimer Deswita, Deswita; Sudirman, Sudirman; Gunawan, Indra
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.891 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.829

Abstract

Pembuatan magnet komposit berbasis polimer dengan filler SrFe12O19 telah dilakukan. Proses pembuatan dilakukan dengan cara mencampur serbuk SrFe12O19 (SrM) dengan polimer epoksi dan polimer poliester dengan perbandingan (dalam fraksi volume) 30, 40, 50 dan 60. Densitas sampel diukur dengan metoda Pikno-meter, sedangkan uji sifat mekanik dengan peralan standar ASTM 412 dan ISO R868. Mikrostruktur dan sifat kemagnetan sampel SrM sebagai filler diukur dengan teknik difraksi sinar-x dan Vibrating Sample Magnetometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa magnet komposit SrM-epoksi dengan 50% kadar SrM memiliki densitas paling tinggi, sekitar 3,3 gr/ml. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh sekitar 297,23 kg/cm2 dari magnet komposit SrM-epoksi dengan 30% kadar SrM. Koersivitas (Hc) dan remanensi tertinggi diperoleh dengan Hc = 0,15 kOe dan Br = 1,9 kGauss dari komposit SrM-poliester dengan 50% kadar SrM. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan komposit SrM-epoksi memiliki sifat mekanik lebih tinggi dari pada sifat mekanik bahan komposit SrM-poliester. Ini menunjukkan bahwa polimer epoksi pada bahan magnet komposit yang berperan sebagai binder memiliki sifat yang lebih baik bila dibandingkan dengan polimer poliester untuk berbagai kadar filler SrM. Namun sebaliknya, sifat kemagnetan dari bahan magnet komposit SrM-poliester lebih baik dari pada bahan SrM-epoksi.
Sintesis Bahan Dasar Tibial Tray Berbasis HDPE Yang Diperkuat Dengan Iradiasi Gamma S., Sulistioso Giat; Wulanawati, Armi; Deswita, Deswita; Sudirman, Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.142 KB)

Abstract

Tibial tray yang sudah komersil dibuat dari Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) tetapi harganya sangat mahal. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan polimer High Density Polyethylene (HDPE) untuk pembuatan tibial tray karena harganya yang lebih murah dan memiliki kemiripan sifat dengan UHMWPE. HDPE dibuat dengan dua metode, yaitu metode hot press dan pemanasan tanpa tekanan (PTT). UHMWPE dengan metode hot press digunakan sebagai pembanding. Metode hot press dilakukan pada suhu 180 °C dan diberi tekanan sebesar 200 kg/cm2. Sedangkan metode pemanasan tanpa tekanan (PTT) dilakukan di dalam oven pada suhu 180°C. Film tipis UHMWPE dan sampel HDPE yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, kemudian diiradiasi sinar gamma dengan variasi dosis 0, 100, 200, 300 dan 500 kGy. Karakterisasi mencakup analisis morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM), uji kekerasan, kekuatan tarik, dan derajat kristalinitas. Semakin tinggi dosis radiasi, maka kekerasan dan derajat kristalinitas semakin meningkat, tetapi kekuatan tarik semakin menurun. Dosis radiasi untuk sampel HDPE yang optimum , adalah 100 kGy untuk HDPE yang dibuat dengan metoda hot press, pada kondisi ini HDPE mempunyai kekuatan mekanik mendekati nilai kekuatan mekanik UHMWPE, sedangkan HDPE yang dibuat dengan metode PTT kekuatan mekaniknya masih dibawah kekuatan mekanik HDPE yang dibuat dengan metoda hot press 
Pengaruh Iradiasi Gamma pada Sifat Fisik dan Mekanik Film Kitosan Erizal, Erizal; Abbas, Basril; Sudirman, Sudirman; Deswita, Deswita; Budianto, Emil
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 1 April 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.802 KB)

Abstract

Aplikasi radiasi gamma untuk pengembangan bahan polimer yang berasal dari produk laut, banyak dikembangkan. Pada penelitian ini, pengaruh iradiasi gamma terhadap sifat fisik dan mekanik film kitosan dilakukan. Sifat fisik dan mekanik film kitosan yang diiradiasi pada dosis 10 kGy sampai 50 kGy dengan laju dosis 7 kGy/j dibandingkan dengan film yang tidak diiradiasi sebagai kontrol. Karakterisasi film kitosan dilakukan dengan Fourier Transform Infra Red spectroscopy (FTIR) untuk mempelajari perubahan derajat deasetilasi (DD) kitosan. Sifat mekanik dan perubahan warna film kitosan diinvestigasi menggunakan instron meter dan chromameter. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa DD, perpanjangan putus, dan tegangan putus film kitosan cenderung menurun dengan meningkatnya dosis iradiasi yang disertai perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa iradiasi gamma dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk mengontrol berat molekul kitosan selain dengan reaksi enzimatis. 
Analisis Fasa Dan Struktur Mikro Nanopartikel CaCO3 Hasil Mechanical Milling Sebagai Filler Nanokomposit HDPE/ CaCO3 Deswita, Deswita; Adi, Wisnu Ari
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 2 Oktober 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.182 KB)

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi struktur single phase nanopartikel CaCO3 dengan menggunakan mechanical milling sebagai filler nanokomposit HDPE/CaCO3. Sampel CaCO3 di milling dengan variasi waktu selama 6, 12, 18, dan 24 jam. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel CaCO3 setelah milling 24 jam merupakan single phase calcite berstruktur hexagonal dengan space group R -3 c (167) dan parameter struktur a = 4.9951(5) Å, b = 4.9951(5) Å danc=17.082(2)Å,α=β=90o danγ=120o,V= 369,1(1) Å3 dan ρ = 2.701 gr.cm-3. Ukuran partikel menjadi lebih kecil berkisar 200 nm sampai 1 μm. Sedangkan ukuran kristalitnya sebesar 24,88 nm. Disimpulkan bahwa telah berhasil dibuat polimer nanokomposit HDPE/CaCO3 dengan filler nanopartikel CaCO3 yang terdistribusi merata di seluruh permukaan polimer, sehingga tujuan dari penelitian ini telah tercapai dengan baik. 
Effect Of Liquid Natural Rubber Addition To The Mechanical Properties Of Elastomeric Thermoplastic / Polyethylene Polyblend Deswita, Deswita; Sudirman, Sudirman; Karo, Aloma Karo; Iramani, Dian
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.239 KB)

Abstract

Addition of liquid natural rubber (LNR) to elastomeric thermoplastic (ETP)/polyethylene (PE) polyblend has been done. The aim of this research is to study the effect of LNR addition to the ETP /PE polyblend using blending process. The blending process was done by mixing of ETP and PE with composition of 30% and 70% by weight respectively. LNR was added to the ETP /PE with composition of 3%, 5%, and 7% by weight, to form composite materials, refer as PLB-3, PLB-5 and PLB-7. The density of the specimen was measure by picno-meter, the mechanical properties were tested by Stograph R-1, the thermal property was analyzed by Differential Thermal Analysis (DTA) and the microstructure was observed by Scanning Electron Microscope (SEM). The result shows that the melting point of ETP/PE poly-blend increased from near 140oC to near 160oC with addition of LNR, but decomposition temperature decreased. Likewise, the mechanical properties of ETP/PE poly-blend exhibit the improvement after being added LNR. The mechanical properties show a rigid structure with the highest tensile strength of 191 Kg.m-2, and referred as the most optimum composition ETP/PE poly-blend. This condition is reached with addition of 5% by weight LNR showing regular and homogenous microstructure. It can be concluded that the addition of LNR could improve miscibility of ETP/PE, so that a better quality was obtained. 
Sintesis Hidroksiapatit Berpori dengan Porogen Kitosan dan Karakterisasinya GS, Sulistioso; Deswita, Deswita; Wulanawati, Armi; Romawati, Ayu
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 1 April 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.818 KB)

Abstract

Telah dilakukan sintesis hidroksiapatit (HAp) berpori dengan porogen kitosan, menggunakan metode sol gel. HAp disintesis dari kalsium yang direaksikan dengan asam fosfat. Kalsium yang digunakan diekstrak dari cangkang telur ayam dan asam fosfat teknis. Kitosan sebagai porogen merupakan material yang biokompatibel, sehingga aman bagi tubuh manusia, karena hidroksiapatit digunakan untuk merekonstruksi tulang yang rusak. Analisis sampel dilakukan dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Simulated Body Fluid (SBF). Pola difraksi hidroksiapatit menunjukkan terbentuknya HAp dengan kemurnian tinggi dengan seluruh puncak yang muncul adalah puncak HAp. Dari foto-foto SEM menunjukkan telah terbentuk pori-pori dengan ukuran 1 sampai 2 mikrometer, uji pelepasan Ca pada SBF menunjukkan kondisi negatif setelah pengamatan selama 21 hari. 
DISEMINASI ILMU PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN PADA ANAK DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBACANG Novrianda, Dwi; Hermalinda, Hermalinda; Deswita, Deswita; Fajria, Lili; Neherta, Meri; Priscilla, Vetty; Nurdin, Yonrizal
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4a (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4.174-182.0

Abstract

Puskesmas Ambacang merupakan satu dari tiga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat 1 di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Puskesmas Ambacang meliputi 4 kelurahan sebagai wilayah kerjanya. Wilayah kerja Puskesmas ini berada di pusat kota dan di pinggir jalan utama sehingga beresiko terjadinya berbagai kejadian yang dapat mencederai pada balita akibat kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan selama berada di dalam rumah. Mitra pada IbDM ini yaitu kelompok keluarga di Kelurahan Anduring sebanyak 20 orang. Permasalahan mitra yang dirumuskan yaitu rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi cedera pada anak dan upaya antisipasi yang dapat dilakukan di rumah sebagai akibat kurangnya wawasan dan keterampilan tentang panduan antisipasi cedera. Oleh karena itu pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan. Setelah diberikan edukasi kesehatan telah dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai identifikasi dan penanganan cedera pada anak yang sangat penting dalam membangun sikap yang positif dan membentuk perilaku yang tepat sehingga dapat menjadi karakter sebagai caregiver anak.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Respons Fisiologis Bayi Prematur Deswita, Deswita; Besral, Besral; Rustina, Yeni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 5 No. 5 April 2011
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.662 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v5i5.131

Abstract

Saat ini, perawatan metode kanguru mulai dianjurkan bagi bayi prematur karena kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan salah satu penyebab kematian bayi terbesar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan metode kanguru terhadaprespons fisiologis bayi prematur. Desain quasi experiment one group pre and post-test dilakukan di 2 rumah sakit di Jakarta. Sebanyak 16 bayi prematur yang memenuhi kriteria inklusi dipilih sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna dari perawatanmetode kanguru terhadap respons fisiologis bayi prematur seperti peningkatan suhu tubuh ke arah suhu nornal (p value = 0,000), peningkatan frekuensi denyut jantung ke arah normal (p value = 0,003), dan peningkatan saturasi oksigen ke arah normal (p value = 0,023). Oleh karena itu, metodeperawatan kanguru merupakan cara yang efektif, mudah, dan murah untuk merawat bayi prematur.Kata kunci: Bayi prematur, perawatan metode kanguru, fisiologis bayiAbstractAs premature birth and low birth weight are the main cause of neonatal mortality, kangaroo mother care is now suggested to care premature infants. The purpose of this study was to identify the effect of kangaroo mother care on physiological response of preterm infants. A quasi experiment designwith one group pre and post test design was conducted in two hospitals in Jakarta. Sixteen preterm infants matching the inclusive criteria were selected as sample. The study found significant effect of kangaroo mother care intervention on physiological response of preterm infants, i.e. increasing body temperature to normal (p value = 0,000), increasing heartrate to normal (p value = 0,003), and increasing oxygen saturation (p value = 0,023). Therefore, the kangaroo mother care is therefore an effective, simple, and cheap method to care the preterm infants. Key words: Preterm infants, kangaroo mother care, physiological responses