Wanti Dewayani
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17,5 Makassar 9024

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH JENIS ALAT GILING DAN VARIETAS TERHADAP KUALITAS BERAS DI SULAWESI SELATAN Dewayani, Wanti; Darmawidah, A; Razak, Nasruddin; Baco, Djafar
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Effect Of Mill Types And Variety On Rice Quality In South Sulawesi. The aim of  this research was find out the effect of mill types and variety on rice quality in South Sulawesi. This assessment was conducted on the farmer’s land in Pinrang Regency on August to December 2005. Cultivation Technologies applied were recommended by  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura South Sulawesi. Experiment was arranged in randomized complete block design with two factors. The first factor was three varieties such as Pepe, Cimelati and Cigeulis. The second factor was three types of mills such as portable, RMU (compact rice mill) and complete big rice mill. The result showed that percentage of total rice, head rice, brokens, and moisture content of head rice was influenced significantly by interaction between type of mill and variety. The highest of head rice rendemen was Cigeulis with portable mill (74,6%) and followed by Cimelati with portable mill (73,17%). Palatability characteristics after cooking was influenced significantly by type of mill only. The best rice eaten was complete big rice mill with rice cooked had characteristics as delicious, softly, white color, bright and aromatic of variety Pepe, Cigeulis and Cimelati.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis alat giling terhadap kualitas beras beberapa varietas padi di Sulawesi Selatan. Pengkajian dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Pinrang pada musim tanam Agustus hingga Desember 2005. Teknologi budidaya yang digunakan adalah yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu varietas sebanyak 3 faktor adalah Pepe, Cimelati dan Cigeulis. Sedangkan faktor kedua adalah alat giling sebanyak 3 faktor yaitu portable dengan kapasitas giling 50 g, RMU (Rice milling Unit) kapasitas 100 kg dan gilingan besar milik PT Pertani (sistem kontinyu dengan paddy polisher) kapasitas minimal 250 kg. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendemen beras total, beras kepala, beras pecah, dan kadar air beras kepala dipengaruhi secara nyata oleh interaksi antara tipe alat giling dan varietas. Rendemen beras kepala tertinggi adalah varietas Cigeulis dengan gilingan kecil (74,6%)  diikuti varietas Cimelati dengan gilingan kecil (73,17%) dan varietas Cigeulis  dengan gilingan RMU (72,24%). Mutu  citarasa nasi dari semua varietas yang diuji hanya dipengaruhi secara nyata oleh alat giling. Cita rasa nasi yang disukai adalah yang digiling dengan penggilingan besar. Beberapa karakteristiknya adalah agak lembek, rasa enak, warna putih mengkilat, pulen, beraroma dan kelekatan sedang baik varietas Pepe, Cigeulis maupun Cimelati.  
PENINGKATAN MUTU DAN DAYA SIMPAN PASTA TOMAT DENGAN CARA BLANSING Dewayani, Wanti; Darmawidah, Andi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 3 (2008): November 2008
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Increasing the Quality and Storage Period of Tomato Paste with Blanching Method. Up to the moment, the need of food industry for tomato paste is fulfilled by imported products. Processing raw tomato into tomato paste is one technique that will decrease the import dependency and increase the value added of the tomatoes. The aim of this research was to identify the quality of tomato paste by blanching treatments and the length of storage period. The experiment was arranged in randomized complete block design with two factors. The first factor was blanching treatments before the tomato is processed into tomato paste through four treatments; a) without blanching b) blanching within10 minutes, c) blanching within 20 minutes, and d) blanching within 30 minutes. The second factor was storage period which is divided into four periods i.e. 0, 1, 2 and 3 months. Parameter of quality which was observed was chemical quality (Vitamin C, sugar content, TPT and total acid) and organoleptic characteristics (color, texture, flavor and fondness). The result showed that oval variety can be processed into tomato paste and can be kept for a long time as recommended. However, the best tomato paste was obtained when blanched for 20 minutes and can be stored for 3 months. This tomato paste contained vitamin C 6.075 mg/100 g, sugar level 0.0085% and total acid 0.55%, total soluble solution 27°Brix, in red bright color 80%, aromatic and normal taste and be fond of. Based on fmancial analysis it was known that the farmers can process 200 kg fresh tomatoes into 100 kg tomato paste with profit rate amounting to Rp.1,860,000 with an R/C2.6. Key words: Blanching, processing, storage, tomato paste Selama ini kebutuhan industri pangan di Indonesia akan pasta tomat dipenuhi dari impor. Pengolahan tomat menjadi pasta akan memberi nilai tambah dan mengurangi ketergantungan impor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu pasta tomat yang dihasilkan dan perlakuan blansing dan lama simpan. Percobaan ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah perlakuan blansing sebelum diolah menjadi saus tomat (4 taraf) yaitu tanpa blansing, blansing selama 10 menit, blansing 20 menit dan blansing 30 menit. Faktor kedua adalah perlakuan lama penyimpanan (4 taraf) yaitu 0, 1, 2 dan 3 bulan. Parameter mutu yang diamati adalah mutu kimia (vitamin C, kadar gula, TPT dan total asam) dan organoleptik (warna, tekstur, aroma, rasa dan kegemaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Oval dapat dibuat pasta dengan perlakuan blansing dan dapat disimpan lama sesuai dengan spesifikasi produk pasta tomat yang dipersyaratkan. Pasta tomat yang terbaik adalah yang diblansing 20 menit dan dapat disimpan 3 bulan. Pasta tomat tersebut mempunyai kandungan vitamin C 6,075 mg/100 g contoh, kadar gula 0,0085 %, total asam 0,55%, TPT 27 °Brix, wawa merah cerah 80%, aroma dan rasa normal serta digemari. Berdasarkan hasil analisis fmansial diketahui bahwa kelompok wanita tani dapat mengolah 200 kg tomat segar menjadi 100 kg pasta tomat dengan keuntungan sebesar Rp.1.860.000 dengan nilai R/C 2,6. Kata kunci : Blansing, penyimpanan, pasta tomat, pengolahan
UJI TEKNOLOGI PEMBUATAN SIRUP MARKISA SKALA RUMAH TANGGA Dewayani, Wanti; Muhammad, Hatta; , Armiati; Nappu, M. B.
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at assessing quality of passion fruit juice and profitability level through application ofintroduced processing technology compared to existing farmers’ technology. The study was conducted in Cikorovillage, Gowa district, since April to December 2000. There were 24 sample farmers divided into two groups. Thefirst group applied introduced technology, while the other group practiced existing technology. Each group had threereplications of experiments and each group treated 6,000 pieces of passion fruits. Passion fruit juice of each group wasexamined chemically and using organoleptic test. Results comparison of the two groups was carried out using t-test.The results showed that (1) passion fruit juice processed using introduced technology had better quality, namelystronger flavor, higher contents of acid and vitamin C, and no coagulation during one-month storage; (2) applicationof introduced processing technology resulted in higher profit than that of existing technology, namely Rp,464,520(B/C ratio of 1.38 and R/C ratio of 2.38) compared to Rp 1,762,670 (B/C ratio of 1.08 and R/C ratio of 2.08).Key words: juice, Passiflora edulis, household, processing technology Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui mutu sari buah dan keuntungan yang diperoleh dengan penerapanteknologi yang diperbaiki dan teknologi petani dalam pembuatan sirup markisa skala rumah tangga. Pengkajiandilaksanakan di Kelurahan Cikoro, Kabupaten Gowa pada bulan April hingga Desember 2000, melibatkan 24 petaniyang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama membuat sari buah markisa melalui penggunaan teknologiintroduksi, sedangkan kelompok lainnya menggunakan teknologi petani. Kegiatan pembuatan sirup markisa darimasing-masing teknologi tersebut diulang tiga kali. Sirup markisa dari kedua kelompok tersebut diuji secara kimiadan organoleptik serta dibandingkan dengan menggunakan uji t. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa : (1) mutu saribuah yang dihasilkan dengan teknologi introduksi memiliki beberapa keunggulan, yaitu aroma yang lebih kuat,kandungan asam dan vitamin C lebih tinggi, dan tidak terjadi pengendapan selama sebulan dalam penyimpanan; (2)penggunaan teknologi introduksi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi petani,yaitu masing-masing sebanyak Rp. 2.464.520 (B/C ratio 1,38 dan R/C ratio 2,38) dan Rp. 1.762.670,- (B/C ratio 1,08dan R/C ratio 2,08) dari pengolahan 6000 buah markisa.Kata kunci : juice, Passiflora edulis, rumah tangga, teknologi pengolahan
PENGUJIAN PROTOTIPE ALAT PENGADUK DALAM PEMBUATAN SIRUP MARKISA SKALA RUMAH TANGGA Dewayani, Wanti; Danial, Darniaty; , Warda; Muhammad, Hatta
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 3 (2005): November 2005
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this experiment wad to find out a simple prototype of churn appliance which easy to operate andalso improve the efficiency of passion fruit syrup processing. This activity was conducted at Cikoro Village, GowaRegency in May up to December 2001. Three type of churn appliances were determined namely wood spoon(manual), hand mixer (semi manual), and submersible pump (automatic). Activity of passion fruit syrup making fromeach the churn appliance was carried out by two groups of farmer woman. Financial analysis of B/C was comparedthe advantage of each churn appliance prototype. Passion fruit syrup was also tested chemically and organoleptically.The result showed that the used of submersible pump more efficient and profit than mixer and wood spoon. Usingsubmersible pump was pumped at high pressure of 250 l syrup until homogen through 30 minutes and the highestquality as vitamin C 0.20 percent and sugar level 18.53 percent. The submersible pump was able to process 6,000fruits per day with good profit of Rp. 2,878,750, - and net B/C 1.36.Key words: churn appliance, marquise, profit, prototype, syrup Pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan prototipe alat pengaduk sederhana dan mudah dioperasikanserta meningkatkan efisiensi pengolahan markisa menjadi sirup. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Cikoro,Kabupaten Gowa pada bulan Mei hingga Desember 2001. Tiga tipe alat pengaduk yang diuji adalah sendok kayu(manual), mikser (semi manual), dan pompa celup (otomatis). Kegiatan pembuatan sirup markisa dari masing-masingalat pengaduk tersebut dilakukan oleh dua kelompok wanita tani. Sirup markisa dari kedua kelompok tersebut diujisecara kimia dan organoleptik. Analisis finansial dengan B/C ratio untuk mengetahui keuntungan dari masing-masingprototipe alat pengaduk yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengaduk pompa celup(submersible pump) jauh lebih efisien dan menguntungkan dibandingkan dengan mikser dan sendok kayu.Penggunaan pompa celup mampu mengaduk 250 l sirup markisa hingga homogen dengan tekanan tinggi dalam waktu30 menit dengan mutu sirup yang terbaik yaitu vitamin C dan kadar gula masing-masing 0,20 persen dan 18,53persen. Dengan pengaduk pompa celup dapat memproses 6000 buah per hari dan diperoleh keuntungan Rp.2.878.750,- (net B/C ratio 1,36).Kata kunci : alat pengaduk, keuntungan, markisa, prototipe, sirup
Pengaruh Kemasan Dan Pelilinan Terhadap Mutu Jeruk Pamelo Pangkep Merah Setelah Pengangkutan Dewayani, Wanti; Syamsuri, Riswita; Nurjanani, Nurjanani; Halil, Warda
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 1 Nomor 2 October 2018
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.135 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v1i2.420

Abstract

Pengkajian ini dilaksanakan di lahan petani, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kemudian buah diangkut ke laboratorium BPTP untuk perlakuan dan pengamatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah dengan 3 ulangan. Induk petak adalah perlakuan kemasan  terdiri dari 2 faktor yaitu a) dos karton dan b) karung plastik (cara petani). Anak petak terdiri dari 2 faktor yaitu disekat dan tidak disekat dan anak-anak petak adalah pelilinan terdiri dari 2 faktor yaitu dililin dan tidak dililin. Pengamatan dilakukan pada saat sebelum dikirim di makassar dan setelah diangkut di Bogor. Pengamatan dilakukan terhadap berat buah, lingkar buah, kadar gula, kadar asam dan vitamin C. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik pada buah jeruk Pamelo setelah pengangkutan dari Makassar ke Bogor adalah kemasan dos karton yang disekat dan  dililin dengan susut bobot terkecil (1,76 – 1,95%), lebar buah normal (14,5 – 19,3 cm), kandungan vitamin C  paling tinggi (24,02 – 34,36%), kadar asam (65,00  – 68,74%)  dan kadar gula tinggi  (8,85 – 11,79 Brixo). Perlakuan yang masih disukai rasanya oleh panelis setelah pengangkutan adalah jeruk pamelo yang dikemas dalam dos, disekat tanpa pelilinan, karung disekat baik dililin maupun tanpa dililin dengan tingkat kesukaan 55%. Sedangkan aroma jeruk masih tetap baik setelah pengangkutan dan tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan dengan tingkat kesukaan 67,5 % - 85,00 %. Penampilan yang paling disukai panelis setelah pengangkutan adalah perlakuan pelilinan yang dikemas dalam dos baik disekat maupun tidak disekat
Pengaruh Varietas Bima Brebes Dan Maja Cipanas, Jenis Pengering Dan Bahan Pengisi Pada Bubuk Bawang Dewayani, Wanti; Syamsuri, Riswita; Septianti, Erina
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.058 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v2i1.483

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman hortikutlra yang tidak tahan disimpan lama dan menjadi kempes seiring dengan lamanya penyimpanan. Salah satu olahan bawang merah yang baru adalah bubuk bawang merah.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh varietas, jenis pengering dan bahan pengisi terhadap kualitas bubuk bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Pascapanen BPTP Sulawesi Selatan dari bulan Nopember sampai Desember 2016. Rancangan percobaan yang digunakan dalam   penelitian   ini   adalah   Rancangan Acak Kelompok pola faktorial, terdiri dari 3 faktor dengan 3 kali ulangan.   Faktor pertama   adalah varietas bawang merah : Bima Brebes dan Maja Cipanas, faktor kedua jenis pengering adalah  sinar matahari, oven manual dengan suhu 60oC, oven listrik suhu 60oC dan oven listrik suhu 100oC serta faktor ketiga adalah jenis bahan pengisi : tanpa bahan pengisi, tepung tapioka dan pati  jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi nyata antara  varietas, jenis pengering dan bahan pengisi terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, lemak, protein, warna, aroma dan penilaian secara umum bubuk bawang merah. Bubuk bawang merah yang terbaik adalah varietas Bima brebes yang dikeringkan dengan oven manual suhu 60 oC suhu 60 oC dengan bahan pengisi tapioka degan rendemen 23%, kadar air 7,82%, kadar abu 2,21 %, kadar lemak 3,56%, protein 4,88% dengan warna, aroma, rasa, tekstur dan penilaian secara umum yang disukai
Pengaruh Perendaman Daun Jambu Biji Kering (Psidium Guava L) Terhadap Kadar Protein, Vitamin A dan Sensori Tahu Dewayani, Wanti; Riswita, Riswita; Harti, Harti; Atahmid, Nur Fitriani Usdyana; Mursida, Mursida
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 2 Nomor 2 October 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.497 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v2i2.756

Abstract

Tahu merupakan makanan favorit masyarakat sehari-hari. Namun tahu hanya bertahan satu hari saja, sehingga dibutuhkan pengawet untuk memperpanjang masa simpan. Salah satu pengawet alami yang potensial adalah daun jambu biji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman daun jambu biji kering terhadap kadar protein, vitamin A dan sensori tahu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April ? Mei 2019, di Laboratorium pasca panen BPTP Sulawesi Selatan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan lama perendaman selama 0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari dan 10 hari dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman tahu  ke dalam ekstrak daun jambu biji  (Psidium guava  L)  tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan protein tahu. Perendaman tahu ke dalam ekstrak  daun jambu biji berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin A dan sensori tahu. Perlakuan terbaik adalah tahu yang direndam dalam ekstrak daun jambu biji selama 4 hari dengan kadar protein 10.31 %, vitamin A 168 %, warna 2,67 (agak suka), aroma 3.4 (agak suka), rasa 3.07 (agak suka) dan tekstur 2.93 (agak suka).