BETI ERNAWATI DEWI
Department of Microbiology, Faculty of Medicine University of Indonesia, Jl. Pegangsaan Timur 16 Jakarta 10320 Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ANTIVIRAL EFFECT OF PTEROCARPUS INDICUS WILLD LEAVES EXTRACT AGAINST REPLICATION OF DENGUE VIRUS (DENV) IN VITRO Dewi, Beti Ernawati; Angelina, Marissa; meilawati, lia; Hartati, Sri; Dewijanti, Indah Dwiatmi; Santi, Mei Ria; Desti, Hidayati; Sudiro, Mirawati
Journal of Tropical Life Science Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.48 KB) | DOI: 10.11594/jtls.08.01.10

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is major public health problem in tropical and subtropical areas of the world with lack of approved vaccines and effective antiviral therapies. With no current treatment for illness attributed to dengue virus (DENV) infection other than supportive care, therapeutic strategies that use natural extract was developed. Indonesia have many plants that potential for antiviral drµgs such as Pterocarpus indicus Willd (P. indicus). The objective of this study was to determine the effect of P. indicus to inhibit DENV replication. We used a well-differentiated hepatocytes-derived cellular carcinoma cell line (Huh-7 it-1 cells) to determine and select antiviral activity. The toxicity effects were determined by MTT assay. Then, the suppression of DENV replication was determined by Focus assay. Dengue infected cells with DMSO were used as control. We found that crude extract (Pi), hexane (Pi.1) and ethyl acetate (Pi.2) extract showed strong inhibition with high selectivity index (SI) of 1,392; 285.36 and 168.56 respectively.  Sub fraction of Pi.1 and Pi.2 still showed strong inhibition with high SI.  Further sub-sub fraction of Pi.2 such as Pi.2.12 and Pi.2.12.1 still showed inhibition of DENV replication but there was reduction of SI value. The mechanism experiment of Pi.2.12, we found that Pi 2.12 more profound to inhibit in the post infection stage that entry or pre-infection. We conclude that the sub-fraction of Pi.2.12 has potential antiviral activity against DV infection in vitro. Further studies are still needed to investigate the pure compound of Pi.2.12 that inhibit and have advantages in the future as alternative for treatment of DENV infection.
RESPON IMUN SELULER DAN HUMORAL MENCIT YANG DIIMUNISASI KANDIDAT VAKSIN DNA DENGUE BERBASIS GEN preM-E SEROTIPE 4 STRAIN INDONESIA Urfa, Eleanor Louana; Dewi, Beti Ernawati; Sudiro, T. Mirawati
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22338/mka.v37.i2.p75-85.2014

Abstract

AbstrakInfeksi virus dengue (DENV) terkadang tanpa gejala atau dapat menunjukkan gejala klinis yang luas, berkisar dari sindrom flu ringan (dengue fever/DF), dengue haemorrhagic fever (DHF), hingga syok hipovolemik (dengue shock syndrome/DSS). Hipotesis yang berkaitan dengan tingkat keparahan infeksi DENV meliputi mekanisme antibody-dependent enhancement (ADE) dan keterlibatan sitokin. Hingga kini, belum ada obat antiviral yang efektif untuk mengeradikasi dan mencegah infeksi DENV, sehingga pencegahan berupa vaksin perlu dikembangkan. Kandidat vaksin DNA berbasis gen preM-E serotipe 4 strain Indonesia yang dikembangkan pada penelitian terdahulu disuntikkan ke mencit ddY, kemudian diuji tantang dengan DENV. Pada hari ke-4 dan ke-21 pascauji tantang, keberadaan sitokin IL-2 dalam serum dideteksi dengan metode ELISA. Serum hari ke-21 digunakan dalam uji ADE menggunakan sel K562. Sel limpa diambil pada hari ke-21 pascauji tantang, kemudian keberadaan IL-2 dan antibodi in vitro dideteksi dengan metode ELISA. Tingkat IL-2 tertinggi terdapat pada serum hari ke-4 pada kelompok mencit yang tidak diimunisasi namun diuji tantang, yaitu sebesar 69,83 pg/ml. Konsentrasi IL-2 terendah ditunjukkan oleh kelompok mencit yang diimunisasi namun tidak diuji tantang, yaitu 0 pg/ml. Pengukuran IL-2 pada serum dan supernatan sel limpa hari ke-21 tidak mendapatkan konsentrasi IL-2. Titer antibodi tertinggi terdapat pada kelompok sel limpa mencit yang diimunisasi, diuji tantang, dan diinduksi in vitro dengan DENV. Hasil uji ADE menunjukkan tingkat pengenceran serum berpengaruh terhadap jumlah sel yang terinfeksi oleh DENV, namun tidak ditemukan kondisi netralisasi dan enhancing. Berdasarkan metode yang digunakan, kandidat vaksin DNA tersebut dapat memicu respon imun seluler dan humoral.AbstractDengue virus (DENV) infection can be asymptomatic or cause wide range of clinical symptoms, from mild febrille ilness (dengue fever/DF), dengue haemorrhagic fever (DHF), to hipovolemic shock (dengue shock syndrome/DSS). Hypotheses related to the severity of DENV infection mechanisms including antibody-dependent enhancement (ADE) and cytokines involvement. Until now, there are no effective antiviral drugs can eradicate and prevent DENV infection, therefore the development of vaccines is the alternative. DNA vaccine candidate preM-E serotype 4 strain of Indonesia which was developed in previous studies injected into ddY mice, then challenge with DENV. At day 4 and 21 post-challenge, serum was taken to detect the presence of cytokines IL-2 using ELISA method. Day 21 serum used in the antibody-dependent enhancement (ADE) assay using K562 cell line. Splenocytes were taken at day 21 post-challenge to measure the presence of IL-2 and in vitro antibody using ELISA method. Measurement of IL-2 on day 4 serum produced the highest levels of IL-2 (69.83 pg/ml) in the group of non-immunized, challenged mice, whereas the lowest concentration (0 pg/ml) shown by the group of immunized, non-challenged mice. Measurement of IL-2 in serum and splenocytes day 21 did not get the concentration of IL-2. The highest result of in vitro antibody measurements shown by the group of splenocytes from immunized, challenged mice then in vitro induced with DENV. ADE assay results showed that level of serum dilution has effect on the number of dengue-infected cells, but netralization and enhancing condition were not found in this assay. Based on this methods, the DNA vaccine candidate can trigger cellular and humoral immune responses.
STUDI BERBASIS KOMUNITAS DARI INFEKSI VIRUS DENGUE DI JAKARTA, INDONESIA Ferly, Aldo; Nainggolan, Leonard; Dewi, Beti Ernawati
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Demam dengue adalah penyakit infeksi yang sering dijumpai di Indonesia. Ada empat serotipe dari virus penyebab demam dengue (DENV): DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Studi sebelumnya mendapatkan bahwa tingkat morbiditas dan insiden demam dengue berhubungan langsung dengan strain virus yang terdapat di suatu area. Studi ini bertujuan untuk mengetahui strain virus dengue yang paling sering ditemui di Jakarta. Metode : Studi prospektif dilakukan dengan total 67 pasien dari komunitas dan puskesmas di Jakarta yang mengalami demam kurang dari empat puluh delapan jam dan didiagnosis secara klinis mengalami infeksi dengue berdasarkan standar WHO. RT-PCR dilakukan untuk mengetahui serotipe DENV yang paling sering ditemukan pada pasien. Hasil : Serotipe DENV yang paling sering ditemukan adalah DENV-2 (35,82%). DENV-3 adalah serotipe yang kedua tersering (20,89%) dari total pasien terinfeksi. Dari seluruh pasien, 17,91% mempunyai DENV-1 dan 8,95% DENV-4. Dari gejala klinisnya, 13,43% dianggap negatif dengue setelah tes konfirmasi. Infeksi gabungan antara DENV-4 dan DENV-1 ditemukan pada 1,49% pasien. Infeksi gabungan DENV-3 dan DENV-2 ditemukan pada 1,49% pasien. Diskusi : Hasil studi ini menunjukkan bahwa serotipe DENV yang paling sering ditemukan di Jakarta adalah DENV-2. Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa DENV-3 adalah serotipe yang paling sering ditemukan pada pasien di Indonesia. Perbedaan ini disebabkan lokasi studi yang berbeda, yakni studi sebelumnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan studi ini dilakukan di komunitas dan pusat kesehatan masyarakat.
ANALISIS GENETIK GEN NONSTRUKTURAL 3 DENGUE VIRUS SEROTYPE 4 STRAIN INDONESIA Haeni, Linlin; Dewi, Beti Ernawati
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengan vektor nyamuk yang paling cepat menyebar di dunia. Penyebab DBD  adalah virus RNA famili flaviviridae yang disebut virus dengue (DENV). Genom DENV terdiri dari tiga protein struktural yaitu capsid (C), protein membran (prM), dan protein envelop (E) serta tujuh gen protein nonstuktural yaitu NS1, NS2a, NS2b, NS3, NS4a, NS4b, dan NS5. Protein  NS3 mengandung epitop yang dapat dikenali oleh sistem imun humoral maupun selular oleh karena itu protein NS3 merupakan target potensial bagi pengembangan vaksin dengue. Penelitian ini diawali dengan sekuensing pada gen NS3  DENV-4 IDS 96/10. Dari hasil  sekuensing dilakukan analisis filogenetik dan analisis epitop. Analisis filogenetik  menunjukkan  gen NS3 IDS 96 /10 berada dalam satu clade dengan strain yang diisolasi dari Cina (2010), Singapura (2010) dan Thailand (2000). Pada gen NS3 DENV-4 IDS 96/10 terdapat epitop yang dapat dikenali oleh sel limfosit T CD4+ yaitu epitop #3 pada posisi asam amino (213-227) , #9A(243-257), #4(251-265), #5(258-272), # 6(266-280), #7(273-287) yang mempunyai urutan asam amino sama antar strain yang dibandingkan. Pada posisi epitop #8(281-295) terdapat variasi urutan asam amino. Asam amino pada posisi 500-508 dikenali oleh sel limfosit T CD8+ mempunyai urutan yang sama antar strain yang dibandingkan, dan asam amino pada posisi 526-531yang dikenali oleh limfosit B mempunyai urutan asam amino yang sama antar strain yang dibandingkan. Pengenalan epitop-epitop  tersebut oleh limfosit T dan limfosit B menjadi dasar pengembangan vaksin khususnya vaksin yang khusus untuk strain Indonesia. DOI : 10.35990/mk.v3n1.p13-24