Dian Indra Dewi
Staf Loka LItbang P2B2B Banjarnegara

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

POTENSI MINYAK ATSIRI BUNGA LAWANG (ILLICIUM VERUM) SEBAGAI REPELEN NYAMUK AEDES AEGYPTI Lestari, Eva; Wahyudi, Bondan Fajar; Ustiawan, Adil; Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 15 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.211 KB) | DOI: 10.22435/blb.v15i1.408

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a become public health problem in the world. In 2017, there were  68,407 cases with 493 deaths DHF cases in Indonesia . The incidence rate of DHF in 2017 was 26,10/100,000 population. DHF was caused by dengue virus which was transmitted through the bites of Aedes aegypti. Several types of plants such as stems, leaves, and flowers can be used as natural ingredients for repelling Ae. aegypti, Star anise (Illicium verum) has a chemical compound that can be used as a mosquito repellent. The purpose of this study was to know the potential of star anise essential oil as repellents of Ae. aegypti. This study was an experimental study with post test only with control group design. The experiment to test  the repellency of star anise essential oil was carried out using concentrations of 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%  on 3-5 days old female Ae. aegypti. The result of this study showed that repellency index of star anise essential oil at concentration 10%, 20%, 30%, 40% and 50% during 6 hours were 58.1%; 63.51%; 59.95%; 49.45% and 65.32%. Star anise essential oil at concentration 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% can provide protection against the bites of Ae. aegypti for 1 until 2 hours.
EVALUASI PENYEMPROTAN DINDING RUMAH PENDUDUK DI DESA JINTUNG DAN DESA SRATI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2006 Sunaryo, Sunaryo; Djati, Rr.Anggun Paramita; Ismanto, Hari; Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 004 Nomor 1/Tahun III Juni 2007
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.827 KB)

Abstract

Desa Jintung dan Desa Slatri, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen merupakan daerah Reseptif malaria.Terjadi peningkatan kasus malaria pada bulan Juli dan Agustus 2006. Hasil Penyelidikan Epidemiologi di kedua wilayah tersebut telah terjadi penularan malaria setempat yang bersumber dari penderita malaria yang baru pulang dari luar jawa (import). Tersangka vektor yang teridentifikasi adalah Anophelesmaculatus, An.aconitus dan An.balabacensis yang ditemukan baik menggigit di dalam rumah dan di luar rumah. Untuk mengantisipasi terjadinya penularan malaria yang lebih luas di wilayah tersebut dilakukan upaya intervensi berupa penyemprotan rumah (IRS / indoor Residual Spraying) dengan cakupan pada seluruh rumah di Desa Jintung dan Slatri. Penyemprotan rumah dilakukan pada minggu ke IV bulan Agustus 2006, petugas penyemprot dari masyarkat/kader setempat yang dilatih oleh Dinas Kesehatan Kebumen dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan adalah Bifentrin 0, 10. Agar upaya pemberantasan vektor (IRS) dapat berhasil guna dan berdaya guna harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu meliputi ketepatan dosis insektisida, kerataan residu insektisida yang menempel dipermukaan dinding serta cakupan rumah yang di semprot. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyemprotan rumah dilakukan upaya evaluasi, salah satunya dengan uji hayati (Bioassay).
KEWASPADAAN DINI KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI DESA SELANDAKA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 ningsih, Dewi puspita; rahmawati, Rahmawati; dewi, Dian indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.44 KB)

Abstract

ABSTRAK Leptospirosis di Kabupaten Banyumas mulai dilaporkan sejak tahun 2010 sebanyak satu kasus. Tahun 2011 meningkat menjadi 5 kasus, 2012 sebanyak 3 kasus dan sampai dengan bulan Juli 2013 sebanyak 3 kasus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi rodensia jenis tikus sebagai hewan penular leptospirosis dan keberadaan bakteri Leptospira pada tikus dan manusia. Penelitian ini merupakan survei potong lintang, lokasi penelitian di Desa Selandaka Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas pada bulan Juli 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan penangkapan tikus dan cecurut, serta penjaringan kasus leptospirosis. Pemeriksaan sampel ginjal tikus dan darah manusia dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Instalasi Bakteriologi Balai Litbang P2B2 Banjarnegara. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan penangkapan tikus dalam rumah lebih besar (10,67%) daripada luar rumah (9,33%). Tikus yang tertangkap Rattus tanezumi sebanyak 10 ekor dan 5 ekor cecurut Suncus murinus. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak ditemukan bakteri Leptospira pada tikus, cecurut maupun serum penderita suspek leptospirosis.
CHIKUNGUNYA Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 006 Nomor 01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.987 KB)

Abstract

CHIKUNGUNYA
LAPORAN BIOASSAY FOGGING DI DESA WANADADI, KECAMATAN WANADADI KABUPATEN BANJARNEGARA Dewi, Dian Indra; Ustiawan, Adil
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 5 Nomor 1 Juni 2009
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.597 KB)

Abstract

-
LALAT DAN KEHIDUPANNYA Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 004 Nomor 1/Tahun III Juni 2007
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.385 KB)

Abstract

-
TIKUS SAWAH (RATTUS ARGENTIVENTER, ROBINSON & KLOSS 1916) Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 1 Juni 2010
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.259 KB)

Abstract

Tikus sawah termasuk dalam Famili Muridae, famili ini merupakan kelompok binatang mamalia yang paling berkembang di dunia. Muridae dapat dijumpai dimana saja pada berbagai habitat, adanya tekanan ekologis hanya berpengaruh sedikit terhadap perubahan struktur dan bentuk. Kemampuan indera tikus sawah berupa penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Sedangkan kemampuan fisiknya yaitu mengerat (gnawing), menggali (digging), berlari, melompat, meloncat, memanjat (climbing), berenang (swimming) dan menyelam (diving).
TIKUS RIUL (RATTUS NORVEGICUS BERKENHOUT, 1769) Dewi, Dian Indra
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 2 Des (2010)
Publisher : Health Research and Development Unit of Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.627 KB)

Abstract

Tikus riul telah menyebabkan lebih banyak kematian jika dibandingkan dengan semua perang dalam sejarah. Rat-borne diseases diperkirakan telah menewaskan banyak orang dalam 1000 tahun terakhir. Mereka merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat. Mereka menjadi hospes dari kutu dan pinjal yang dapat menyebabkan pes, trichinosus, tularemia, infeksi penyakit kuning, demam tifus endemik, ratbite fever, dan beberapa penyakit berbahaya.