Intan Kusuma Dewi
http://ejournal.unlam.ac.id/index.php/bk

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Etanol Dengan Sediaan Sirup Herbal Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Pertumbuhan Shigella dysenteriae In Vitro Dewi, Intan Kusuma; Joharman, Joharman; Budiarti, Lia Yulia
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.949

Abstract

ABSTRACT: Sour carambola (Averrhoa bilimbi, L) fruit has antibacterial effect to Shigella dysenteriae. Shigella dysentriae is Gram-negative bacteria caused shigellosis and bloody diarrhea in human. Sour carambola can be used as extract and herbal syrup. This research aims to compare the inhibitory effect between ethanol extract and herbal syrup of sour carambola fruit to against Shigella dysenteriae in vitro. The concentration of ethanol extract and herbal syrup were 60 %,70%, 80% and 90%. Antibacterial effect was tested by Kirby- Bauer diffusion method on Mueller Hinton media and measure the inhibitory zone of  Shigella dysenteriae. The result of inhibitory zone was tested by Kruskal-Wallis and Mann-Whitney post hoc tests with 95% significance level showed  that ethanol extract and herbal syrup of sour carambola showed the differences in concentration of 60% (p < 0,05). The phytochemical screening result showed that ethanol extract of sour carambola contains  flavonoid, saponin, alkaloid and steroid. Keywords: Averrhoa bilimbi, L., ethanol extract, herbal syrup, Shigella dysenteriae ABSTRAK: Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae. Shigella dysenteriae merupakan bakteri penyebab shigellosis atau disentri basiler. Buah belimbing wuluh dapat digunakan dalam bentuk ekstrak dan sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan daya hambat antara ekstrak etanol dengan sediaan sirup herbal buah belimbing wuluh dalam menghambat pertumbuhan Shigella dysenteriae in vitro. Konsenterasi ekstrak etanol dan sirup herbal buah belimbing wuluh yang digunakan adalah 60%, 70%, 80% dan 90%. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi Kirby-Bauer dengan media Mueller- Hinton dan dilakukan pengukuran zona hambat Shigella dysenteriae. Hasil zona hambat yang terbentuk diuji menggunakan Kruskal Wallis dan post hoc Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% dan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan sediaan sirup herbal buah belimbing wuluh memiliki perbedaan bermakna dalam menghambat Shigella dysenteriae pada konsenterasi 60% (p<0,05). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah belimbing wuluh menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, alkaloid dan steroid.  Kata-kata kunci: Averrhoa bilimbi, L., ekstrak etanol, Shigella dysenteriae, sirup herbal
ANALYSIS OF CHANGE IN NT-proBNP AFTER ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER (ARB) THERAPY IN PATIENT WITH HEART FAILURE Dewi, Intan Kusuma; Aminuddin, Muhammad; Zulkarnain, Bambang Subakti
Folia Medica Indonesiana Vol 52, No 4 (2016): OCTOBER - DECEMBER 2016
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.9 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v52i4.5480

Abstract

NT-proBNP is an inactive fragment of BNP secreted by stretched ventricle as response to wall stress in patients with heart failure. As a specific cardiac marker, elevated NT-proBNP correlates well with heart failure severity. The principle of heart failure therapy is modulation on neurohormonal activation. ARB can modulate neurohormon on RAA system, that result in decreasing NT-proBNP level and favorable outcomes. Reduction in NT-proBNP more than biologic variability (> 25%) shows a therapy response.This study was to analyze change of NT-proBNP after ARB therapy in ambulatory HF patients. This observational prospective study was carried from September to December 2015. Blood sampling was performed on patients who meet the inclusion criteria of the study at first visit and after 2 months therapy. NT-proBNP was measured by IMMULITE® as primary parameter and creatinin as secondary parameter. There are 14 patients met the inclusion criteria of the study (11 males and 3 females). ARB therapy used in patients were Valsartan (64%), Telmisartan (22%) and Candesartan (14%). After 2 months ARB therapy, a decrease in level of NT-proBNP with initial median 3092.5 (216 – 32112) pg/ml to 2135.5 (350 – 16172) pg/ml respectively were statistically significant (p=0.003). And the secondary parameter creatinin serum convert to eGFR shows a change in eGFR with initial median 73.33 (37.05 – 266.68) ml/minute to 81.04 (39.31 – 167.02) ml/minute respectively were statistically not significant (p=0.657). There were 7 patients (50%) have a decrease > 25%. In this study, we found that ARB therapy can change NT-proBNP level significantly after 2 months therapy.
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DENGAN SEDIAAN SIRUP HERBAL BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) TERHADAP PERTUMBUHAN SHIGELLA DYSENTERIAE IN VITRO Dewi, Intan Kusuma; Joharman, Joharman; Budiarti, Lia Yulia
Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.949

Abstract

ABSTRACT: Sour carambola (Averrhoa bilimbi, L) fruit has antibacterial effect to Shigella dysenteriae. Shigella dysentriae is Gram-negative bacteria caused shigellosis and bloody diarrhea in human. Sour carambola can be used as extract and herbal syrup. This research aims to compare the inhibitory effect between ethanol extract and herbal syrup of sour carambola fruit to against Shigella dysenteriae in vitro. The concentration of ethanol extract and herbal syrup were 60 %,70%, 80% and 90%. Antibacterial effect was tested by Kirby- Bauer diffusion method on Mueller Hinton media and measure the inhibitory zone of  Shigella dysenteriae. The result of inhibitory zone was tested by Kruskal-Wallis and Mann-Whitney post hoc tests with 95% significance level showed  that ethanol extract and herbal syrup of sour carambola showed the differences in concentration of 60% (p < 0,05). The phytochemical screening result showed that ethanol extract of sour carambola contains  flavonoid, saponin, alkaloid and steroid. Keywords: Averrhoa bilimbi, L., ethanol extract, herbal syrup, Shigella dysenteriae ABSTRAK: Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae. Shigella dysenteriae merupakan bakteri penyebab shigellosis atau disentri basiler. Buah belimbing wuluh dapat digunakan dalam bentuk ekstrak dan sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan daya hambat antara ekstrak etanol dengan sediaan sirup herbal buah belimbing wuluh dalam menghambat pertumbuhan Shigella dysenteriae in vitro. Konsenterasi ekstrak etanol dan sirup herbal buah belimbing wuluh yang digunakan adalah 60%, 70%, 80% dan 90%. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi Kirby-Bauer dengan media Mueller- Hinton dan dilakukan pengukuran zona hambat Shigella dysenteriae. Hasil zona hambat yang terbentuk diuji menggunakan Kruskal Wallis dan post hoc Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% dan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan sediaan sirup herbal buah belimbing wuluh memiliki perbedaan bermakna dalam menghambat Shigella dysenteriae pada konsenterasi 60% (p<0,05). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol buah belimbing wuluh menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, alkaloid dan steroid.  Kata-kata kunci: Averrhoa bilimbi, L., ekstrak etanol, Shigella dysenteriae, sirup herbal
PENATALAKSANAAN HOLISTIK CRUSTED SCABIES SEBAGAI NEGLECTED TROPICAL DISEASE Nanda, Dhita Dwi; Mayasari, Diana; Dewi, Intan Kusuma
Jurnal Medula Vol 9, No 3 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crusted scabies merupakan bentuk penyakit kulit menular dan digolongkan sebagai neglected tropical disease. Laporan kasus crusted scabies masih sering ditemukan pada penderita dengan gangguan imunitas, keadaan lingkungan yang padat penduduk, status ekonomi rendah, tingkat pendidikan rendah, dan kualitas higienis pribadi yang kurang baik. Tujuan penulisan ini untuk penatalaksanaan pasien crusted scabies secara holistik dari berbagai aspek. Studi ini bersifat laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Kemudian dilakukan intervensi yang terbagi atas patient centered, family focus dan community oriented. Intervensi dilakukan dalam 3 kali kunjungan rumah. Pasien adalah seorang anak berusia 14 tahun yang memiliki keluhan gatal di sela sela jari tangan yang menyebar ke dada dan perut dan disertai demam sejak 1 minggu. Pasien kurang memperhatian kebersihan diri sendiri. Pasien memiliki kebiasaan menggunakan barang secara bersamaan dengan anggota keluarga. Pasien didiagnosis crusted scabies berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hasil penulisan menunjukkan terjadi penyembuhan pada pasien setelah menjalani pengobatan dan perubahan pola hidup sehat. Kesimpulannya adalah peran dokter keluarga sangat berarti bagi penderita dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada penderita dan keluarganya tentang cara untuk membentuk dan mempertahankan gaya hidup sehat.Kata Kunci: Crusted Scabies, neglected tropical disease, penatalaksanaan holistik