Irma Dewiyanti
Jurusan Ilmu Kelautan Koordinatorat Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia 23111

Published : 65 Documents
Articles

STRUKTUR KOMUNITAS DAN PERSENTASE LUAS PENUTUPAN MAKROALGA DI PERAIRAN TELUK KABUPATEN ACEH SELATAN Fitria, Linda; Dewiyanti, Irma; Fadli, Nur
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.849 KB)

Abstract

Penelitian tentang struktur komunitas dan persentase penutupan makroalga di perairan teluk Kabupaten Aceh Selatan bertujuan untuk melihat bagaimana kepadatan, komposisi jenis, keanekaragaman, keseragaman, dominansi dan persentase penutupan makroalga pada perairan kabupaten Aceh Selatan. Pengambilan sampel dan data dilakukan pada 21-26 April 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling. Titik pengambilan sampel dan data dibagi kedalam 6 stasiun penelitian dimana samplingmenggunakan metode transek garis 20 m di Substasiun 1 dan 2 dimana transek kuadrat 1x1 m diletakkan sejajar garis pantai sebanyak 3 kali pengulangan (plot) pada siang hari menjelang surut air laut. Ditemukan sebanyak 1623 individu dari 23 jenis makroalga pada 3 kelas berbeda dengan komposisi jenis paling tinggi dari kelas Phaeophyceae 55%. Struktur komunitas dengan keanekaragaman indeks 2.15 menunjukkan bahwa spesies makroalga yang hidup di perairan Aceh Selatan cukup beragam (moderat), keseragaman spesies tinggi/merata dengan nilai 0.75 dengan dominansi spesies dengan nilai 0.32 yang rendah/ tidak ada dominansi spesies . Rata-rata persentase penutupan makroalga adalah 26.34 % terhadap substrat.
Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Lobster (panulirus sp.) Di Perairan Pantai Simeulue Karisma, Nofian; Dewiyanti, Irma; Thaib, Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.245 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to know the long weight relation, condition factor and sex-ratio lobster located in the east of Simeulue beach. This research  has been done on February 2016 in floating fish cages, the trade collector located at the bay Sinabang, East Simeulue regency is the owner of the floating fish cages.  The method of this research was a survey method. Lobster sample was taken 30% of the total  lobster captured. It  was carried out as many six times as interval five days. The results of this work were found two type of the lobsters which includes Paniluirus penicillatus and Panulirus versicolor composition with 53 and 47%. Based on counting of a long weight relation of Panulirus penicillatus found an equivalence W= 0,00372L 2,571 and Panulirus versicolor with equivalence W= 0,003276 2,609, the value b indicates  both type of the lobsters has negative allomatrict growth nature. the average body weight relative value  (Wr) and condition factor  (K) both type of those lobsters, Panulirus penicillatus value Wr= 100,76 ±12,58 and value K= 2,25 ±0,35, whereas, the Panulirus versicolor value Wr= 101,59 ±16,41 and K= 2,15 ±0,42.  Body weight relative of both type of those lobsters  over 100 grams indicates that the east Simeulue beach still support for the lobster growth. Condition factor value shows both type of those lobster has the same scale. Based on the survey was found  that sex-ratio of Panulirus penicillatus 1:1,04 and Panulirus versicolor 1,17:1. This case showed that the sex-ratio of both these lobsters still in the same ratio.Key words: Weight long relation, Condition Factor , Sex-ratio, Lobster, Simeulue. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat, faktor kondisi dan sex-ratio lobster di perairan pantai Simeulue. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016 di Keramba Jaring Apung (KJA) pedagang pengumpul yang ada di Teluk Sinabang Kecamatan Simeulue Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Sampel lobster yang di ambil adalah 30% dari total lobster yang tertangkap dari berbagai lokasi penangkapan di perairan pantai Simeulue dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 5 hari. Hasil penelitian ditemukan 2 jenis lobster yaitu: Panulirus penicillatus dan Panulirus versicolor dengan persentase 53 dan 47%. Berdasarkan perhitungan hubungan panjang-berat Panulirus penicillatus didapatkan persamaan W= 0,00372L2,571 dan Panulirus versicolor dengan persamaan W= 0,003276L2,609, nilai b yang didapatkan menunjukkan kedua jenis lobster tersebut mempunyai sifat pertumbuhan allometrik negative. Nilai rata-rata berat relatif (Wr) dan faktor kondisi (K) kedua jenis lobster tersebut, yaitu Panulirus penicillatus nilai  Wr= 100,76 gr  ±12,58 dan nilai K= 2,25 ±0,36 sedangkan Panulirus versicolor nilai Wr= 101,59 gr ±16,41 dan K= 2,15 ±0,42. Berat relatif dari kedua jenis lobster tersebut diatas 100 gr menunjukkan bahwa perairan pantai Simeulue masih mendukung untuk pertumbuhan lobster dan nilai faktor kondisi menunjukkan kedua jenis lobster tersebut  mempunyai kemontokan yang sama. Sex-ratio Panulirus penicillatus adalah 1:1,04 dan Panulirus versicolor adalah 1,17:1. Hal ini menunjukkan sex-ratio kedua jenis lobster tersebut masih dalam kondisi seimbang.
DUGAAN SERAPAN KARBON PADA VEGETASI MANGROVE, DI KAWASAN MANGROVE DESA BEUREUNUT, KECAMATAN SEULIMUM, KABUPATEN ACEH BESAR Akbar, Crisna; Arsepta, Yudimi; Dewiyanti, Irma; Bahri, Samsul
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Teuku Uma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.192 KB)

Abstract

Mangrove adalah tumbuhan yang mampu hidup pada perairan asin dan pada daerah pasang surut. Secara umum mangrove berfungsi sebagai tempat berkumupulnya berbagi macam biota laut, tempat mencari makan, tempat pemijahan, dan juga sebagai tempat asuhan berbagai macam biota. Mangrove juga memiliki fungsi secara fisik, yaitu sebagai penahan gelombang tsunami, panahan amukan angin dan untuk menahan erosi. Fungsi ekomois dari mangrove adalah dapat dijadikan sebagai bahan bakar kayu dan juga bahan obat-obatan. Hutan mangrove memilikiperan yang sama dengan hutan yang lainnya untuk penyerap karbon dioksida (CO2¬) sehingga dapat membantudalam pencegahan perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga serapan karbon (C) padavegetasi mangrove di kawasan mengrove Desa Beureunut, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Penelitianini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2014, di kawsan mangrove Desa Beureunut. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Purposive sampling untuk menentukan tiga stasiun pengamatan,sampel diambil sekali tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mangrove pada kelas tinggi >100 cm memiliki peran dalam penyerapan karbon terbanyak yaitu sebesar 397,53 g/pohon. Bagian pohon yangpaling banyak menyerap karbon adalah bagian batang pada kelas tinggi >100, yaitu 194,58 g/pohon. Semakin besarbiomassa, maka akan semakin besar pula potensi serapan karbonnya.
KERAGAAN NITROGEN DAN T-PHOSFAT PADA PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE (Clarias gariepinus) OLEH IKAN PERES (Osteochilus kappeni) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Afriansyah, Afriansyah; Dewiyanti, Irma; Hasri, Iwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.372 KB)

Abstract

The purpose of this study was to analyzed the role of peres fish and kale plants as a commodity enhancements to reduce levels of nitrogen and T-Phosfat from waste catfish, also to analyze the survival and biomass peres fish, catfish and kale plants. This research was conducted at Unit Pelayanan Teknis Balai Benih Ikan (UPT-BBI) Lukup Badak, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh in October to November 2015. The method of this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD), with use 4 levels treatments and 3 repetitions, this study also uses regression and correlation analysis. The results showed that the kale plants and peres fish did not leave a role of influence to lower the value of Nitrogen and T-Phosfat from waste catfish, but it affects both the survival and growth (length and weight), both in peres fish, kale plants, as well as catfish. Water quality parameters in this study to the range of tolerance for fish farming Peres and catfish.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan ikan peres dan tanaman kangkung sebagai komoditas tambahan terhadap kadar Nitrogen dan T-Phosfat yang berasal dari limbah budidaya ikan lele, terkait dengan kelangsungan hidup dan biomassa ikan peres, ikan lele dan tanaman kangkung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga bulan November tahun 2015 di Unit Pelayanan Teknis Balai Benih Ikan (UPT-BBI) Lukup Badak, Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan menggunakan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air pada penelitian ini tergolong dalam kisaran toleransi untuk budidaya ikan peres dan ikan lele. Penambahan tanaman kangkung dan ikan peres tidak berpengaruh untuk menurunkan nilai Nitrogen dan T-Phosfat, namun berpengaruh baik terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan (panjang dan berat) pada ikan peres, lele dan tanaman kangkung.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Peres (Osteochilus vittatus) Pada Beberapa Konsentrasi Vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-Ap-Mg) Uliza, Cut; Dewiyanti, Irma; Hasri, Iwan; Muchlisin, Zainal A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.928 KB)

Abstract

This research aim was to determine the optimum dose of vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium in the feed of peres fish (Osteochilus vittatus). The completely randomized design (CRD) with 7 treatments and three replicates were used in this study. The tested treatment is the differences dosage of vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-AP-Mg) supplemented in experimented diet containing 30% protein, the tested dosages of vitamin C were 0 (control), 50, 100, 150, 200 250, 300 mg/kg of feed. The fish were fed three times a day on 08:00, 12:00, and 17:00 pm for 60 days. The result showed the weight gain ranged between 0.28 g - 0.57 g, the specific growth rate ranged from 1.12% - 2.19% per day, daily growth rate ranged from 0.31 g / day –to 1.15 g / day,  and the survival rate ranged from 76% - 97.33%. The highest values for all parameters were found at the dosage of 300 mg / kg of feed.  The ANOVA test showed that the differences of vitamin C gave a significant effect on weight gain, specific growth rate, daily growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency, and survival rate of the peres fish (P<0.05). Based on the Duncan test showed that the highest weight gain, specific growth rate, daily growth rate, feed efficiency, feed conversion ratio and survival rate were found at the dosage of 300 mg / kg feed. In general, the growth of peres fish seed (O. vittatus) which were given vitamin C in their feed was higher than those that were not contained vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium dalam pakan untuk benih ikan peres (Osteochilus vittatus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 7 taraf perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan. Faktor yang di uji adalah perbedaan dosis vitamin C jenis L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-AP-Mg) dalam pakan ekperimen yang mengandung 30% protein.  Perlakuan yang diuji adalah perlakuan dosis vitamin C 0, 50, 100, 150, 200 250, 300 mg/kg pakan. Pakan diberikan 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 17.00 WIB) selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar antara 0,28 g – 0,57 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,12 % perhari – 2,19 % perhari, laju pertumbuhan harian berkisar 0,31 g/hari – 1,15 g/hari, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar 76% - 97,33%. Nilai tertinggi untuk semua parameter yang di ukur dijumpai pada perlakuan 300 mg/kg pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian dosis vitamin C yang berbeda dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot, laju pertambahan spesifik, laju pertumbuhan harian, dan kelangsungan hidup  benih ikan peres (P<0,05). Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan menunjukkan pertambahan bobot, laju pertambahan spesifik, laju pertumbuhan harian tertinggi dijumpai pada perlakuan dosis vitamin C 300 mg/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pemberian dosis vitamin C dalam pakan memberikan hasil lebih baik berbanding tanpa vitamin C. Dosis vitamin C terbaik adalah 300 mg/kg pakan.
Kepadatan Teritip (Balanus Sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh Mirza, Nopriandi; Dewiyanti, Irma; Octavina, Chitra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.35 KB)

Abstract

This research was conducted on June 2016 and aim to find out the density of barnacles (Balanus sp.) in Mangrove Rehabilitation Area at Rigaih Settlement of Setia Bakti Sub-district, Aceh Jaya Regency. The method used was purposive sampling, where there were 5 research stations and in each station was done 3 times repetition with a distance of 20 meters. In addition, every station was placed based on the differences in mangrove density characteristics. The calculation of barnacles (Balanus sp.) was conducted when the water was receding by making plots with the method of squared transect plot which placed systematically. For ≥ 10cm diameter of trees category, it was needed 10m x 10m replications (plot) and for the seedling category with diameter 2cm - 10cm, the plots were made smaller with 5m x 5m. While the plot of 1m x 1m was placed in a swath with the size 5m x 5m to calculate the density of barnacles (Balanus sp.). The results of this research showed that the density of barnacles (Balanus sp.) ranged from 19.00 ind/m2 to 42.67 ind/m2. Furthermore, the mangrove density ranged from 0.18 to 0.56 ind/m2 in tree category and in the seedling category ranged from 0.6 to 0.76 ind/m2.       Penelitian ini telah dilakukan untuk mengetahui kepadatan teritip (balanus sp.) di Kawasan Rehabilitasi Mangrove Pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya. Adapun penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2016, metode yang digunakan adalah purposive sampling, dimana stasiun penelitian berjumlah 5 stasiun dan pada masing-masing stasiun dilakukan 3 kali pengulangan dengan jarak ulangan 20 meter. Pemilihan stasiun ini berdasarkan perbedaan karakteristik kerapatan mangrove. Selanjutnya penghitungan teritip (Balanus sp.) dilakukan saat air menjelang surut dengan membuat petak contoh (plot) metode plot transek kuadrat yang diletakkan secara sistematik. Pada setiap ulangan diletakkan plot10 m x 10 m untuk pohon berdiameter ≥ 10 cm kemudian pada plot tersebut petak yang lebih kecil dengan ukuran 5 m x 5 muntuk kategori anakan yang berdiameter 2 cm – 10 cm, selanjutnya diletakkanplot yang berukuran 1 m x 1 myang ditempatkan dalam petak ukuran 5 m x 5 m untuk menghitung kepadatan teritip (Balanus sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan rehabilitasi mangrove pemukiman Rigaih Kecamatan Setia Bakti  Kabupaten Aceh Jaya ditemukan kepadatan teritip (Balanus sp.) berkisar antara 19,00 ind/m2 sampai 42,67 ind/m2. Kerapatan mangrove berkisar antara 0,18ind/m2 sampai 0,56 ind/m2 pada kategori pohon dan pada kategori anakan berkisar antara  0,6 ind/m2 sampai 0,76 ind/m2. Oleh karena itu, semakin tinggi kerapatan mangrove maka semakin tinggi pula nilai kepadatan teritip.
PENGARUH EKSTRAK DAUN Avicennia marina TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Rahmi, Dian; Karina, Sofyatuddin; Dewiyanti, Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.192 KB)

Abstract

This research aimed to determine the effect of leaf extract of Avicennia marina on hatching rate of African catfish’s eggs (Clarias gariepinus). This research was conducted in the fish hatchery, BBI (Balai Benih Ikan) Lukup Badak, Pegasing district in regency of Central Aceh, on February 2016. This research used a completely randomized design with six treatments level and four replications. The samples used were African catfish’s eggs. Previously, the health fertilized eggs were infected by the infected eggs by Saprolegnia sp., Each compartment contained of 100 health fertilized eggs and 30 infected eggs. Furthermore, the eggs were immersed in the test solution of Avicenna marina leaf extract, with the concentration treatment: 0; 10; 20; 30; 40; and 50 ppm. The ANOVA test results showed that the addition of Avicenna marina leaf extract significantly effect on the hatching rate of African catfish’s eggs at the significant level of 95%. The further test results of Honestly Significant Difference Test indicated that the percentage of hatching rate of African catfish’s eggs were different between leaf extract treatments. The optimum concentration of Avicennia marina in this research was 50 ppm the hatching rate value was 92%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Avicennia marina terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini dilakukan di BBI (Balai Benih Ikan) Lukup Badak, Kec. Pegasing, Kab. Aceh Tengah, pada bulan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan dan empat ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan lele dumbo. Telur sehat terlebih dahulu diinfeksikan dengan telur yang terserang jamur, setiap wadah perlakuan terdapat 100 butir telur sehat dan 30 butir telur terinfeksi. Selanjutnya telur ini direndam dalam larutan uji ekstrak daun A. marina, dengan perlakuan konsentrasi 0, 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun A. marina berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo pada taraf kepercayaan 95%. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur menunjukkan bahwa persentase daya tetas telur ikan lele dumbo berbeda antar perlakuan. Konsentrasi optimum ekstrak daun A. marina pada penelitian ini adalah 50 ppm dengan menghasilkan daya tetas telur sebesar 92%.
KERAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARIA KUALA GIGIENG KABUPATEN ACEH BESAR, PROVINSI ACEH Sarinda, Fahni; Dewiyanti, Irma
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 2, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.1.581

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to evaluate diversity of phytoplankton as bioindicator water quality viewed from abundance, diversity index, evenness index, and saphrobic coefficient in Kuala Gigieng, Aceh Besar District, Aceh Province. Sampling was conducted on December 2011 to January 2012. This study applied purposive sampling method. The research obtained 4 families consisted of Crysopyceae (42 genera), Chlorophyceae (8 genera), Cyanophyceae (14 genera) and Euglenophyceae (4 genera). The highest abundance of phytoplankton was 1,362.89 ind/l at high tide on station 3 and the lowest was at low tide on station 1 (809,835 ind/l). The diversity index (H?) was ranged from 3.14 to 4.75, the evenness index (E) was ranged from 0.49 to 0.74, and saprobic coefficient was ranged from 0.331to 0.887. Based on saprobic coefficient, pollution level and water quality was categorized light to moderate level. Furthermore, phase of saprobic were     ?-mesosaprobik, ?-meso/Oligosaprobik dan ?/?-mesosaprobik.Key words : phytoplankton, abundance, diversity index, saprobic coefficient.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DIBEBERAPA MUARA SUNGAI KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Sidik, Razky Yatul; Dewiyanti, Irma; Octavina, Chitra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.193 KB)

Abstract

This research was about  the structure of macrozoobenthos community in several estuary in Susoh Subdistrict of West Aceh (Abdya). The aim of this research was to determine macrozoobenthos community which lives in several river mouths in Susoh subdistrict of West Aceh (Abdya) based on species density, index diversity, evenness, and dominance. The research was conducted from February to March 2016. There was 5 research stations. Namely, Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambi Sankalan and Rubek Meupayong. The sample collected in each research station was perfomed by using purposive method based on certain consideration of the sample existence in research location. It was implemented 5 repetitions randomly in each station. The result of research showed 18 macrozoobenthos species which was classified into 3 sections, namely Gastropoda, Bivalvia and Malacostraca. The highest density was found in Sangkalan station with number 157 ind/m2 and the lowest was found in Pulau Kayu station by number 64,8 ind/m2. The diversity index (H) in all stations ranged between 0,68-1,11. This value was included in medium category. While the evenness index ranged between 0,31-0,60 included in low to medium category, and lastly the dominance index ranged about 0,23-0,36 included in low category. Penelitian tentang struktur komunitas makrozoobentos di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas makrozoobentos yang hidup di beberapa muara sungai Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya berdasarkan kepadatan jenis, indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2016.Terdapat 5 lokasi stasiun penelitian yaitu Pulau Kayu, Kedai Susoh, Palak Kerambil, Sangkalan dan Rubek Meupayong.Pengambilan sampel pada setiap stasiun penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu atas keberadaan sampel di lokasi penelitian, pada setiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali secara acak.Hasil penelitian ditemukan 18 spesies makrozoobentos yang tergolong dalam 3 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia dan Malacostraca. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun Sangkalan dengan jumlah 157 ind/m2 dan terendah pada stasiun Pulau Kayu dengan jumlah 64,8 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun berkisar antara 0,68-1,11, nilai ini tergolong dalam kategori sedang, nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,31-0,60 tergolong dalam kategori rendah sampai sedang, dan nilai indeks dominansi berkisar antara 0,23-0,36 tergolong dalam kategori rendah. 
IDENTIFIKASI JENIS IKAN DI PERAIRAN LAGUNA GAMPOENG PULOT KECAMATAN LEUPUNG ACEH BESAR Fitrah, Syawal Syah; Dewiyanti, Irma; Rizwan, Thaib
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.481 KB)

Abstract

Lagoon waters at the Pulot Village is a new ecosystem that is formed because of the tsunami disaster that occurred on December 26, 2004, followed the earthquake in March 2005 that led to the formation of a new coastal wetland ecosystem called lagoons. Laguna is a puddle of water that resembles a lake / pond is located near the beach that used to be part of the (united with) the sea but because of geological events, then it is separate from the marine ecosystem and establish a new coastal wetlands. Fish fish found in the lagoon waters Pulot village is 11 species representing 10 families. The species of fish caught is Caranx melampygus, Carangoides caeruleopunctatus, Diodon liturosus, Stolephorus heterolubus, Platax batavianus, Plectorhinchus lineatus, Lutjanus russelli, Karalla daura, Crenimugil crenilabis, Epinephelus coiodes, and Toxotes jaculatrix. Fish dominate in lagoon waters in terms of number of individuals is kind Stolephorus heterolubus and Crenimugil crenilabis. Fish caught from the time data is based on foraging habits of each, there are 4 types of fish are caught in nocturnal (active at night) and 7 species caught during the diurnal (active during the day). Keywords: lagoon, fish, nocturnal, diurnal, Aceh  Kawasan perairan laguna di Gampoeng Pulot merupakan suatu ekosistem baru yang terbentuk karena terjadinya bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, lalu diikuti gempa bumi pada Maret 2005 yang menyebabkan terbentuknya suatu ekosistem lahan basah pesisir baru yang disebut laguna. Laguna adalah suatu genangan air yang menyerupai danau/telaga berada dekat pantai yang dulunya merupakan bagian dari (bersatu dengan) laut tapi karena peristiwa geologis, kemudian ia terpisah dari laut dan membentuk eksosistem lahan basah pesisir yang baru. Jumlah ikan yang ditemukan di perairan laguna desa Pulot adalah 11 jenis yang mewakili 10 keluarga. Spesies ikan yang ditangkap adalah Caranx melampygus, Carangoides caeruleopunctatus, Diodon liturosus, Stolephorus heterolubus, Platax batavianus, Plectorhinchus lineatus, Lutjanus russelli, Karalla daura, Crenimugil crenilabis, Epinephelus coiodes, dan Toxotes jaculatrix. Ikan mendominasi di perairan laguna dalam hal jumlah individu jenis Stolephorus heterolubus dan Crenimugil crenilabis. Ikan yang ditangkap dari data waktu didasarkan pada mencari makan kebiasaan masing-masing, ada 4 jenis ikan yang tertangkap di nokturnal (aktif di malam hari) dan 7 spesies tertangkap selama diurnal (aktif di siang hari).
Co-Authors Abdan, Mu’amar Abdullah A. Muhammadar, Abdullah A. Afriansyah Afriansyah Agus Halim, Agus Akbar, Crisna Akbar, Nilawati Ali Ameilda, Cut Hanum Arisa, Iko I. Arsepta, Yudimi Astiani, Fela Azhari, Ari Batubara, Agung Setia Busyairi, Akhmal Chitra Octavina Cut Nanda Defira, Cut Nanda Cut Nanda Devira Cut Yulvizar Desia, Sarah Dwinna Aliza Edi Rudi Eggy Havid Parmadi, Eggy Havid El Rahimi, Sayyid Afdhal El-Rahimi, Sayyid A. Fahni Sarinda Fratiwi, Griati Fuadi, Nadrah Hafizi, Ridha Ikramullah, Ikramullah Imelda Astuti, Imelda Iqbalsyah, T.M. Irawanti Irawanti, Irawanti Iswandar, Meivi Iwan Hasri, Iwan Jadid, Rizkan Juadi, Juadi Juliawan, Juliawan Karisma, Nofian Kasril, Kasril Khairul Umam Linda Fitria Lindawaty Lindawaty, Lindawaty M. Ali Sarong Maulana, Muhammad R. Maulizar, Maulizar Mawardah, Mawardah Mayana Mayana, Mayana Melissa, Siska Mikhsalmina, Mikhsalmina Mirza, Nopriandi Muhammad Nasir Mulfizar M Muliadi, Agus Sri Mulqan, Muhammad Munira Munira, Munira Nanda, Januar Nur Fadli Nurfadillah Nurfadillah Nurlaila Nurlaila Pratama, Gian Rieza Putra, Padli S. Qurrata Akyun, Qurrata Ra?aisyah, Ra?aisyah Rahayu, Nora Rahmi, Dian Razky Yatul Sidik, Razky Yatul Riski Muliawan, Riski Risti, Novianti M. Rosanawita, Resy Safrudin Safrudin Samsul Bahri Saputri, Ridha Sarong, Muhammad A. Satria Rizka, Satria Satria Satria, Satria Siska Mellisa, Siska Sofyatuddin Karina Sri Agustina, Sri Suhartono Suhartono Syahrul Purnawan Syawal Syah Fitrah, Syawal Syah Teuku M. Marman, Teuku Teuku Ridwan, Teuku Thaib Rizwan, Thaib Thaib, Rizwan Thamren, Muhammad Y. Uliza, Cut Utara, Suci Viqqi Kurnianda Wahyu Prastya, Wahyu Wahyuny, Fitriani Sri Wanidar, Wanidar Wijaya, Silvi Yulanda, T. Elisa Yunita Yunita Zahrul Fuadi Zainal A. Muchlisin Zainal A. Muchlisin ZAINAL ABIDIN MUCHLISIN Zainal Muttaqin