Wiryanto Dewobroto
Jurusan Teknik Sipil-Universitas Pelita Harapan UPH Tower, Lippo Karawaci, Tangerang 15811, Banten.

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Distorsi Sambungan Baut akibat Curling dan Pencegahannya Studi Kasus Sambungan Pelat Tipe Geser (lap-joint) dengan Baut Tunggal Dewobroto, Wiryanto; Besari, Mohamad Sahari
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2816.673 KB)

Abstract

Abstrak. Fenomena curling jarang dijumpai dan dibahas pada perilaku keruntuhan sambungan pelat baja hot-rolled yang relatif tebal, tetapi menjadi fenomena biasa pada perilaku keruntuhan sambungan pelat baja cold-formed yang relatif tipis (Cornell 1954; Roger-Hancock 2000; AISI 2001; Wallace et.al 2001). Jadi ketika pada uji tarik sambungan pelat hot-rolled yang relatif tebal (Dewobroto, 2009) dijumpai adanya curling dan mekanisme keruntuhan akhir memperlihatkan distorsi sambungan, yang berbeda dengan bentuk-bentuk mekanisme keruntuhan sambungan yang ada (Vinnakota, 2006), maka hal itu tentu patut dipertanyakan. Permasalahan yang akan diungkap, yaitu: (1) apa yang menyebabkan timbulnya curling; (2) apakah itu menjadi penyebab terjadinya distorsi pada sambungan; (3) bagaimanakah strategi untuk mengatasinya. Makalah ini menyajikan hasil penelitian numerik yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus dapat menjelaskan dampak positip memakai ketentuan jumlah baut minimum pada sambungan lap (geser) dengan konfigurasi tertentu, yang ternyata secara efektif dapat menjadi mencegah distorsi sambungan sehubungan dengan adanya efek curling tersebut.Abstract. The phenomena of curling seldom happened on failure behavior of hot-rolled steel plate bolts connection, but relatively common found on the failure of cold-formed bolts connection (Cornell 1954; Roger-Hancock 2000; AISI 2001; Wallace et.al 2001), that relatively thin. So, it is interesting to find the curling phenomena on single bolts connection experiment (Dewobroto, 2009) that consist of hot-rolled steel plate. Also the final failure mechanism is different from the common mechanism of failure of bolts steel connection (Vinnakota, 2006), so it is to be questionable. Issues that are going to viewed are: (1) What caused curling to occur; (2) Was the same cause result distortion on the connection; (3) What are the strategies to overcome it. This paper will report the result of numerical simulation that suppose to resolve the question, also explains the benefit of using minimum bolt requirement, in a certain configuration on lap joint that can effectively avoid the distortion of the connection due to influence of curling.
Pengaruh Pemakaian Baut Mutu Tinggi dan Baut Biasa terhadap Kinerja Sistem Sambungan dengan Ring-Khusus-Beralur Dewobroto, Wiryanto; Wijaya, Hendrik
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2946.556 KB)

Abstract

Abstrak. Penggantian ring dengan ring-khusus-beralur akan meningkatkan kinerja sambungan baut pada pelat baja tipis, ditinjau di sisi kekuatan, kekakuan, dan daktilitasnya (Dewobroto, 2009). Untuk pemasangan sistem tersebut diperlukan gaya tekan awal agar pada pelat baja tipis terbentuk alur yang berkesesuaian dengan ring-khususberalur. Bagian tersebut dianggap sebagai mekanisme kunci dari sistem. Dari bagian pelat yang rusak, yang dianggap menentukan kekuatan sistem, terjadi di bagian pelat yang beralur (Dewobroto, 2009), yang letaknya jauh dari lubang baut. Kondisi itu memberi kesan, bahwa baut mutu tinggi yang ada, tidak berperan. Keberadaannya hanya untuk membentuk dan mempertahankan alur bersama-sama dengan ring-khusus-beralur. Jika demikian, apakah baut mutu tinggi masih diperlukan. Jika dapat diganti baut biasa tentu sistem sambungan akan lebih ekonomis. Untuk menjawab, dibuatlah penelitian empiris pengaruh pemakaian jenis baut : (AISC, 2010) baut mutu tinggi berprategang, dan (Dewobroto, 2009) baut biasa, terhadap kinerja sistem sambungan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian prategang dengan pengencangan baut adalah sangat penting. Itu hanya  efektif jika digunakan baut mutu tinggi.Abstract. The washer replacement with a specially-grooved-washer will increase performance of steel sheets bolted connection system, in terms of strength, stiffness, and ductility (Dewobroto, 2009). To install the connection system, it needs an initial pressure to create a groove on the steel sheet that match with the special-groovedwasher. The grooved is regarded as a key mechanism of the system. According to the experimental data, the failure location of steel sheet, that is considered determining the connection strength, occurs in the grooved region (Dewobroto, 2009), that is far from the hole of the bolt. Therefore, the bolt does not appear to contribute directly to the collapse of the system. It looks only to establish and maintain the groove in the steel sheet.  herefore, it raises the question, why the system should use high strength bolts. If it can be changed with the ordinary bolt, then the system will be more economical. To answer it, then made an experimental test to study the influence of : (AISC, 2010) pretension high strength bolt, and (Dewobroto, 2009) ordinary bolts, to the performance of the bolted connection system with a special-grooved-washer. The results show, a pretension is very important, and it can only be effective if used a high strength bolt.
Analisa Inelastis Portal - Dinding Pengisi dengan “Equivalent Diagonal Strut” Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 4 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.12 KB)

Abstract

Abstrak. Dinding pengisi biasa digunakan sebagai partisi atau penutup luar (cladding) pada struktur portal beton bertulang. Pemasangannya menunggu sampai struktur utama (portal beton bertulang) selesai dikerjakan, sehingga dianggap sebagai komponen non-struktur. Kenyataan menunjukkan, bila ada beban lateral yang besar (gempa), dinding pengisi memberi sumbangan yang besar terhadap kekakuan dan kekuatan struktur, sehingga perilaku keruntuhannya berbeda dibanding portal terbuka. Struktur yang direncanakan berperilaku sebagai portal terbuka daktail saat gempa, akibat dinding pengisi yang tidak merata dapat berubah menjadi struktur yang mempunyai mekanisme keruntuhan soft-storey yang berbahaya. Perilaku runtuh portal beton bertulang dengan dinding pengisi akibat beban lateral (gempa), rumit dan berperilaku non-linier. Perilaku tersebut sangat tergantung dari hubungan elemen portal dengan dinding pengisi sehingga sulit untuk memprediksinya dengan metoda analitis elastis biasa. Metoda Diagonal Tekan Ekivalen [Saneinejad dan Hobbs, 1995] memperhitungkan parameter non-linier dalam memodelkan struktur portal-isi agar “dinding pengisi” menjadi komponen struktur. Metode akan digunakan untuk analisis keruntuhan portal-isi dari eksperimen Universitas Colorado [Mehrabi et al, 1996]. Hasil analisis bersifat lower-bound dibandingkan hasil eksperimen, sehingga cocok untuk perencanaan. Parameter empiris pada metoda tersebut perlu dikaji lagi bila dipakai alat untuk menganalisis keruntuhan struktur portal-isi yang sebenarnya.Abstract. Masonry infill panels can be frequently found as interior and exterior partition in reinforced concrete (RC) structures. Since they are normally installed after the main structures (RC) finish and considered as architectural element so their presence is often ignored by engineers. But actually, they tend to interact with the bounding frame when the structure is subjected to strong earthquake load, and thus the collapsed behavior of infilled panels frame will be different against the open frame. In such situation while the infilled panels placed in un event location, such structures that have been design as ductile frame can be changed to be soft storey collapsed. The collapsed behaviors of reinforced concrete frame with infill panel due to lateral force from the earthquake are complicated and non linear. Their behavior is depending on the interaction between frame and infill panel so that it is difficult to predict using ordinary elastic methods. The Equivalent Diagonal Strut Method [Saneinejad and Hobbs, 1995] accounts for elastic and plastic behavior of infilled frames while they are considered as structural component. The method will be utilized to analyze the performance of RC frame masonry-infilled panels from University of Colorado [Mehrabi et al, 1996] that have been loaded until collapsed in their laboratory. The results values are rather lower-bound compared to the experiment and appropriate for design purposes. The empirical parameter taken in the method should be reviewed again if the method will be used as tools for the collapsed analysis of actual reinforced concrete infilled frames.
Penggunaan Washer Khusus (Besar) pada Sambungan Baja Cold-Formed Wijaya, Hendrik; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 3 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.606 KB)

Abstract

Abstrak. Perencanaan sambungan baut pada pelat baja cold-formed (tipis) tidak dapat mengandalkan mekanisme friksi (AISI 2001). Di sisi lain mekanisme tumpu yang tergantung pada parameter diameter baut dan tebal pelat mengindikasikan tidak efisien-nya (boros) penggunaan baut mengingat minimnya tebal baja cold-formed sehingga mengakibatkan kegagalan terjadi pada daerah pelat. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kekuatan sambungan. Peningkatan kuat friksi yang sebelumnya diabaikan dapat dilakukan dengan menggunakan washer khusus (besar) dalam memperbesar bidang kontak friksi pada sambungan. Abstract. Bolt Connection Design for cold-formed steel could not use friction mechanism (AISI 2001). On other side, bearing mechanism which is based on bolt diameter and plate thickness indicates inefficiency of bolt usage because of the minimum size of cold-formed steel plate thickness then fracture happens on plate side. Therefore the improvement of connection strength is needed. The improvement of friction strength which is neglected before could be done by using special washer (large) to enlarge plane of friction of connection.
PERILAKU BALOK WEB CORRUGATED TERHADAP GESER Wijaya, Usman; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1524

Abstract

Alternatif lain dari balok I built-up adalah balok dengan pelat badan bergelombang atau balok web-corrugated, yang populer di Eropa. Petunjuk perencanaan balok web-corrugated dari AISC belum ada. Mengacu perilaku balok I secara umum, diprediksi balok web-corrugated hanya berbeda pada perilaku gesernya. Adapun perencanaan geser balok dari AISC (2010) ada dua, yaitu berdasarkan perilaku elastis sebelum tekuk (G2 – AISC); dan perilaku pasca tekuk memanfaatkan “tension field action” (G3 – AISC) dari pelat badannya. Variasi dari perilaku geser balok web-corrugated masuk dalam kategori pasal G2 atau G3, atau sesuatu yang baru. Perilaku Itu yang ingin diketahui dari penelitian ini. Untuk itu diperlukan simulasi numerik analisis struktur non-linier dengan metode elemen hingga. Langkah awal dimulai dengan kalibrasi prosedur, dengan cara simulasi balok I-built-up yang telah diketahui perilakunya. Setelah dipastikan bahwa prosedur simulasi numerik memenuhi syarat, yang ditunjukkan dengan penyelesaian kasus yang ada. Selanjutnya akan dilakukan cara parametrik, bagian yang akan dievaluasi diubah-ubah parameternya. Mulai dari pelat badan datar (umum) dan dijadikan bergelombang (corrugated). Parameter yang ditinjau adalah lebar, sudut dan ketebalan web corrugated. Hasil simulasi parameter menunjukkan bahwa keruntuhan geser web corrugated adalah tekuk inelastic dan dapat direncanakan sesuai ketentuan G2 – AISC. Bentuk gelombang pada pelat badan memperkecil faktor kelangsingannya, sehingga kapasitasnya meningkat. Kesimpulannya balok web corrugated lebih efektif untuk menahan tekuk geser dibandingkan dengan balok I-built up. 
Simulasi Numerik berbasi Komputer sebagai Solusi Pencegah Bahaya Akibat Kegagalan Bangunan Dewobroto, Wiryanto; Besari, Sahari
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.175 KB)

Abstract

Kegagalan bangunan karena strukturnya gagal berfungsi dapat menimbulkan kerugian harta benda,bahkan korban jiwa. Oleh karena itu perlu diantisipasi secara cermat. Bangunan yang didesainterhadap beban-beban rencana dari code-code yang ada, belum dapat menjamin sepenuhnya bebasdari segala risiko kegagalan bangunan, karena penyebabnya kompleks. Salah satu strategimengantisipasi risiko dapat dimulai dari tahap perencanaan. Langkah pertama yang penting adalahmemperkirakan penyebab kegagalan sehingga dapat dibuat simulasi kejadiannya. Selain simulasi fisik(eksperimen) maka simulasi numerik berbasis komputer menjadi alternatif lain yang canggih danrelatif murah. Makalah ini akan membahas seberapa jauh teknologi komputer dapat dipakai sebagaisimulasi terjadinya kegagalan bangunan sehingga solusi efektif pencegahannya dapat diupayakan.
STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA SISTEM SPECIAL MOMENT FRAMES DAN SPECIAL PLATE SHEAR WALLS Sitorus, Deny Anarista; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1490

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga konstruksi bangunan memakai sistem penahan gaya seismik dianggap penting. Umumnya, struktur bangunan adalah beton bertulang, adapun baja penggunaan sistem special moment frames (SMF) lebih banyak dijumpai sebagai sistem penahan gaya seismik. Padahal menurut peraturan ASCE/SEI 7-10 terdapat pilihan sistem penahan gaya seismik untuk bangunan baja seperti special plate shear walls (SPSW), special truss moment frames (STMF) dan sistem khususnya lainnya. Studi ini akan memperlihatkan perbandingan perencanaan bangunan sistem SMF dan SPSW dalam mempelajari potensi penggunaan kedua sistem ini di Indonesia. Konfigurasi bentang antar kolom dipilih agar menghasilkan variasi desain bangunan sistem SMF sehingga menghasilkan struktur yang ekonomis. Dari hasil studi perbandingan perencanaan, diketahui bahwa konfigurasi struktur bangunan dengan panjang bentang antar kolom yang pendek, maka sistem SMF lebih ekonomis bila dibandingkan terhadap sistem SPSW. Akan tetapi, untuk panjang bentang antar kolom yang besar penggunaan sistem SPSW dapat menjadi alternatif.Kata kunci: gempa, special moment frames, special plate shear walls
INTELEKTUALITAS, GAIRAH & KERENDAHAN HATI: SIKAP TERHADAP SAINS DAN TEKNOLOGI [INTELLECTUALITY, PASSION & HUMILITY: ATTITUDES TOWARDS SCIENCE AND TECHNOLOGY] Martoyo, Ihan; Jobiliong, Eric; Dewobroto, Wiryanto; Sembiring, Ukur; Sutanto, Setiawan; Hartono, Rudy
Polyglot Vol 15, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i2.1085

Abstract

Some would claim that science and technology contradict the life of faith, or that the one is more important or higher than the other. Such dualism/dichotomy may result from the pressure of atheism or the friction between various convictions in which scientists work. This writing suggests a healthier attitude towards science and technology for people of faith, where science, technology, and faith are approached without the crippling sacred/secular dichotomy. The concept of cultural mandate (Kuyper) provides a model for cultivating intellectuality, passion and humility as a divine mandate in faithful stewardship towards nature. A well-rounded scientist or engineer must be also aware of the ethical challenges in his or her field.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Ada yang mengklaim bahwa sains dan teknologi berkontradiksi dengan kehidupan iman, atau bahwa yang satu lebih penting atau lebih tinggi dari yang lain. Dualisme/dikotomi demikian dapat muncul dari tekanan paham ateisme atau gesekan dari berbagai keyakinan tempat ilmuwan beraktivitas. Tulisan ini mengusulkan suatu sikap yang lebih sehat terhadap sains dan teknologi untuk orang percaya, di mana sains, teknologi dan iman didekati tanpa dikotomi sakral/sekuler yang melumpuhkan. Konsep mandat budaya (Kuyper) menyediakan model untuk mengusahakan intelektualitas, gairah & kerendahan hati sebagai mandat ilahi dalam penatalayanan yang setia kepada alam. Seorang ilmuwan atau insinyur yang lengkap juga harus peka pada berbagai tantangan etika dalam bidangnya.
INTELEKTUALITAS, GAIRAH & KERENDAHAN HATI: SIKAP TERHADAP SAINS DAN TEKNOLOGI [INTELLECTUALITY, PASSION & HUMILITY: ATTITUDES TOWARDS SCIENCE AND TECHNOLOGY] Martoyo, Ihan; Jobiliong, Eric; Dewobroto, Wiryanto; Sembiring, Ukur; Sutanto, Setiawan; Hartono, Rudy
Polyglot Vol 15, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v15i2.1085

Abstract

Some would claim that science and technology contradict the life of faith, or that the one is more important or higher than the other. Such dualism/dichotomy may result from the pressure of atheism or the friction between various convictions in which scientists work. This writing suggests a healthier attitude towards science and technology for people of faith, where science, technology, and faith are approached without the crippling sacred/secular dichotomy. The concept of cultural mandate (Kuyper) provides a model for cultivating intellectuality, passion and humility as a divine mandate in faithful stewardship towards nature. A well-rounded scientist or engineer must be also aware of the ethical challenges in his or her field.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Ada yang mengklaim bahwa sains dan teknologi berkontradiksi dengan kehidupan iman, atau bahwa yang satu lebih penting atau lebih tinggi dari yang lain. Dualisme/dikotomi demikian dapat muncul dari tekanan paham ateisme atau gesekan dari berbagai keyakinan tempat ilmuwan beraktivitas. Tulisan ini mengusulkan suatu sikap yang lebih sehat terhadap sains dan teknologi untuk orang percaya, di mana sains, teknologi dan iman didekati tanpa dikotomi sakral/sekuler yang melumpuhkan. Konsep mandat budaya (Kuyper) menyediakan model untuk mengusahakan intelektualitas, gairah & kerendahan hati sebagai mandat ilahi dalam penatalayanan yang setia kepada alam. Seorang ilmuwan atau insinyur yang lengkap juga harus peka pada berbagai tantangan etika dalam bidangnya.
STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA SISTEM SPECIAL MOMENT FRAMES DAN SPECIAL PLATE SHEAR WALLS Sitorus, Deny Anarista; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.2565

Abstract

Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga konstruksi bangunan memakai sistem penahan gaya seismik dianggap penting. Umumnya, struktur bangunan adalah beton bertulang, adapun baja penggunaan sistem special moment frames (SMF) lebih banyak dijumpai sebagai sistem penahan gaya seismik. Padahal menurut peraturan ASCE/SEI 7-10 terdapat pilihan sistem penahan gaya seismik untuk bangunan baja seperti special plate shear walls (SPSW), special truss moment frames (STMF) dan sistem khususnya lainnya. Studi ini akan memperlihatkan perbandingan perencanaan bangunan sistem SMF dan SPSW dalam mempelajari potensi penggunaan kedua sistem ini di Indonesia. Konfigurasi bentang antar kolom dipilih agar menghasilkan variasi desain bangunan sistem SMF sehingga menghasilkan struktur yang ekonomis. Dari hasil studi perbandingan perencanaan, diketahui jika konfigurasi struktur bangunan dengan panjang bentang antar kolom yang pendek, maka sistem SMF lebih ekonomis bila dibandingkan terhadap sistem SPSW. Akan tetapi, untuk panjang bentang antar kolom yang besar penggunaan sistem SPSW dapat menjadi alternatif. Indonesia is located in earthquake risk area, thus the construction of seismic resisting structures is important. In general, reinforcement concrete is used for the structural of buildings, while the use of steel material, special moment frames (SMF) is more commonly used as a seismic force-resistant frame system. According to the standard provision of ASCE/SEI 7-10, the seismic resisting systems for steel buildings are special plate shear walls (SPSW), special truss moment frames (STMF) and other specialized systems. This paper will present analytical models of SMF and SPSW, which is studied further to determine the potential use in Indonesia. To overcome this, parametric study is used to develop design variations with the SMF system cases on different column distance designed to find the most economical structure. The results of comparative design study shown that the SMF system is suitable to be applied for the columns distance with short span and verified to be more economical. However, for long span of columns distance the use of SPSW system can be an alternative.