Articles

SOCIAL ECONOMIC AND ECOLOGICAL ADAPTIVE STRATEGY OF LIVELIHOOD OF SMALLHOLDERS IN THE OIL PALM EXPANSION AREAS (CASE STUDIES IN TWO VILLAGES OF CENTRAL KALIMANTAN) Kumala Putri, Eka Intan; Dharmawan, Arya Hadi; Amalia, Rizka; K. Pandjaitan, Nurmala
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 2 (2018): Sodality
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.507 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i2.23226

Abstract

ABSTRACTThe impact of oil palm plantation expansion is felt by the farmers? households in Central Kalimantan, such as income change, new sources of livelihood related to oil palm, and social economy-ecology ecosystem change. For that, there needs to be an ecological socio-economic strategy. The purpose of this research is to know how socio economic-ecological strategy of farmer?s household in facing the impact of oil palm plantation expansion. Focuses on aspects of socio economic-ecological adaptation mechanisms in relation to local income and their implications for poverty alleviation. The method used is in depth interview, survey, observation and Focus Group Discussion. The analysis used in this research is descriptive qualitative-quantitative. The results showed that there are two factors causing conversion of land into palm land that is economic and policy factors. Conversion of land into oil palm in Beringin Agung Village and Pendahara Village was then addressed differently by farmer households through various adaptation strategies. Adaptation strategies carried out by farmers? households in two research sites include social economic and ecological strategy. All layers of households in Beringin Agung Village tend to have little choice of adaptation strategy because of the large number of land conversion into oil palm plantations. Meanwhile, all layers of farm households in Pendahara Village have relatively varied adaptation strategies because there are still many natural resources around there.Keywords: adaptation, farmers, households, land conversion, livelihood strategies, oil palmABSTRAKDampak ekspansi perkebunan Sawit dirasakan oleh rumahtangga petani di Kalimantan Tengah, berupa perubahan pendapatan, munculnya sumber mata pencaharian baru yang berhubungan dengan Sawit, berubahnya sosial ekonomi dan ekologi ekosistem. Untuk itu, perlu ada strategi sosial ekonomi ekologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi sosial ekonomi ekologi rumahtangga petani dalam menghadapi dampak ekspansi perkebunan Sawit, dan berfokus pada aspek mekanisme adaptasi sosial-ekonomi-ekologi dalam kaitannya dengan ekonomi lokal dan implikasinya terhadap penanggulangan kemiskinan. Metode penelitian menggunakan in depth interview, survey, observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua faktor penyebab konversi lahan menjadi Sawit yaitu faktor ekonomi dan faktor kebijakan. Konversi lahan hutan menjadi Sawit disikapi secara berbeda oleh rumahtangga petani melalui berbagai strategi adaptasi bertahan hidupnya. Strategi adaptasi yang dilakukan oleh rumahtangga petani meliputi strategi ekonomi, sosial dan strategi ekologi. Semua lapisan rumahtangga di Desa Beringin Agung cenderung tidak banyak mempunyai pilihan strategi adaptasi karena telah banyaknya konversi lahan menjadi perkebunan Sawit, sehingga cenderung homogen. Sementara itu, semua lapisan rumahtangga petani di Desa Pendahara relatif heterogen strategi adaptasinya karena masih ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah disana.Kata kunci: adaptasi, Kelapa Sawit, konversi lahan, petani, rumahtangga, strategi nafkah
KORUPSI DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH: SUATU KAJIAN EKONOMI POLITIK DAN BUDAYA Riyanto, Riyanto; Gonarsyah, Isang; Fauzi, Akhmad; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 8, No 2 (2008): Januari
Publisher : Department of Economics-FEUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of the stuajl is to analyze the political economic and cultural factors aflecting corruption in regional economic development during decentralization era in Indonesia. The research uses both qualitative and quantitative methodology to elaborate the process of policy making in budgeting and in formulating regional regulation (Perda). Three districts were chosen as case studies i.e. Kabupaten Solok, Kabupaten Sukoharjo and Kabupaten Kutai Kartanegara. The results of the stuajl indicate that corruption has already emerged since the begining of decision making process in the executive as well as legislative agencies. The findings show that political economic and cultural factors are strongly aflecting the corruption in regional development in the autonomy era.
ANALISIS STRUKTUR NAFKAH DAN KECEPATAN EKSPANSI LAHAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT Putri, Rachmi Wildan Aghnia Meutia; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

The expansion of oil palm plantations is an effort to improve peoples' welfare through land clearing. This expansion led to changes in household livelihood strategies around the plantation area. Various tactics and mechanism are conducted by a household to adapt to changes in order to maintain and improve their life. The expansion of forest areas into oil palm plantations leads to changes in livelihoods structures in all layers of the farm household. Widespread of palm oil plantations cause a shock to farm household. Shock is able to be faced by utilizing file livelihood assets (natural capital, human capital, social capital, physical capital, financial capital). The purpose of this paper is to identify the expansion of plantations occurring in farm households and to livelihood structure of farm households. The method used this research is a quantitative method supported by qualitative data. The result of this research shows that the higher economic level of a farmer household, the faster expansion of oil palm farmland. The palm oil on the farm sector contributes the most income of oil palm household.Key words: expansion plantations, livelihood strategy, livelihood structureABSTRAK Ekspansi perkebunan sawit merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lahan. Ekspansi ini menyebabkan perubahan strategi nafkah rumah tangga sekitar kawasan. Ekspansi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perubahan struktur nafkah pada semua lapisan rumah tangga petani. Perkebunan kelapa sawit yang meluas menimbulkan kesulitan bagi rumah tangga petani. Kesulitan tersebut dihadapi oleh rumah tangga petani dengan cara memanfaatkan lima modal nafkah (modal alam, SDM, sosial, fisik dan finansial). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi ekspansi perkebunan yang terjadi pada rumah tangga petani sawit dan menganalisis struktur nafkah rumah tangga petani sawit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi lapisan ekonomi rumah tangga petani sawit, maka semakin cepat ekspansi lahan yang dilakukan. Sektor on farm kelapa sawit menyumbang pendapatan paling tinggi pada struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit.Kata Kunci : ekspansi perkebunan, strategi nafkah, struktur nafkah
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik Dharmawan, Arya Hadi
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, transformasi ekologi-manusia menjadi sosiologi-ekologi-manusia (sosiologi lingkungan) telah mendorong munculnya ekologi-politik sebagai bidang keilmuan baru untuk melengkapi dua bidang sebelumnya.  Sekalipun memiliki akar epistemologis yang sama, namun ketiga bidang studi tetap bekerja pada “wilayah keilmuanâ€Â yang otonom. Sebagai bidang kajian paling mutakhir, ekologi politik dapat dikatakan sebagai bidang keilmuan yang mengambil manfaat paling besar atas dua bidang keilmuan sebelumnya yaitu sosiologi-ekologi-manusia dan antropologi budaya (cikal-bakal human ecology).  Dari perspektif lain, bidang kajian ekologi politik berkembang sebagai konsekuensi kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh sistem ekologi planet bumi, dimana relasi manusia dan alam berlangsung relatif rumit dan saling menegasikan satu sama lain. Manakala aspek kekuasaan (power), konflik kepentingan, dan kekuatan-kekuatan ekonomi-politik harus diperhitungkan, maka ekologi-politik lebih mampu membedah persoalan yang tidak dapat dianalisis oleh ekologi manusia. “Dinamika konflik sumberdaya alam dan lingkunganâ€Â serta “olah kekuasaan pemangku kepentinganâ€Â menjadi fokus kajian ekologi politik saat ini. Dengan makin rumitnya dimensi persoalan ekologi dan lingkungan di abad 21, maka kerjasama para ahli dari ketiga cabang ilmu di atas makin diperlukan.
Sistem Penghidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (Livelihood Sociology) Mazhab Barat dan Mazhab Bogor Dharmawan, Arya Hadi
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Kajian kemiskinan yang dilakukan oleh Sajogyo dan sekelompok sarjana ilmu sosial di Institut Pertanian Bogor (IPB) selama tiga dekade terakhir di abad 20, tidak dapat dielakkan akhirnya menyentuh ranah studi “mekanisme bertahan hidup” baik yang dibangun pada aras individu, rumahtangga, maupun aras kelompok. Analisis sistem nafkah dalam konteks transformasi struktur agraria dan pedesaan yang dikembangkan Soyogyo dan murid-muridnya, menghasilkan cara pandang yang khas tentang sistem penghidupan (livelihood system) dan kaitannya dengan dinamika perubahan sosial pedesaan. Konsistensi analisis yang dibangun tentang sistem penghidupan dan nafkah pedesaan mengantarkan studi nafkah berkembang cabang baru dalam sosiologi, yaitu sosiologi nafkah (livelihood sociology). Tulisan ini mengupas serba ringkas perbandingan tradisi/mazhab Bogor (Sajogyo dan para muridnya) dan mazhab Eropa (Chambers dan kawan-kawan dari Sussex Inggris) dalam menganalisis sistem penghidupan dan nafkah pedesaan.
Konversi Lahan Pertanian Dan Perubahan Struktur Agraria (Studi Kasus di Kelurahan Mulyaharaja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat) Dharmawan, Arya Hadi; Sihaloho, Martua; Rusli, Said
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuanmenganalisis konversi lahan pertanian dan perubahan struktur agraria di Kelurahan Mulyaharja. Strategi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitati.Dampak konversi lahan pertanian di Kelurahan Muliahardja adalah ketimpangan struktur agraria lahan terhadap kehidupan masyarakat menyangkut perubahan pola penguasaan lahan, pola nafkah dan hubungan pola produksi. Ketimpangan struktur agraria berimplikasi terhadap kehidupan/kesejahteraan masyarakat. Tesis yang ‘dibangun’ adalah ‘keadilan agraria’. Inti/gagasan tesis ini adalah perubahan struktur agraria yang menyebabkan tekanan sosial yang tidak merata, dimana kaum berpendapatan rendah/miskin adalah penderita utama atas hadirnya perubahan tersebut (fakta-fakta ketidak-adilan agraria) Harapan ke depan adalah proses pembangunan yang memperhatikan ‘keadilan agraria’ (pembangunan agraria yang memihak pada kaum miskin.
COLLECTIVE ACTION TYPOLOGIES AND REFORESTATION IN INDIGENOUS COMMUNITY OF BIAK-PAPUA Innah, Henry Silka; Suharjito, Didik; Dharmawan, Arya Hadi; Darusman, Dudung
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 19 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.713 KB)

Abstract

While there are issues in deforestation with interesting reports on reforestation in Indonesia's forest policy, the situation in Papua remains understudied.   This paper builds on the themes of collective action and reforestation from indigenous people of Papua. Collective action can be understood from various perspectives and one of them can be studied within Gamson's socio-psychology framework from social movement theories. The results showed that: collective action in indigenous people of Biak-Papua was connected to their collective identity, solidarity, consciousness,  and was facilitated by micromobilization.  There were  4  typologies of collective action for reforestation in Biak: (1) collective action with initiative of collectivity in the group supported by external  forces, (2) collective action driven by village leaders that have the authority from the government, (3) collective action driven by informal  leaders (genealogical/kinship based traditional leaders), and (4) collective action driven by an outsider that has obtained legitimacy of customary, because of marriages.  Taking into account its potentials and dynamics, mutually beneficial collective action is believed to be able to support the success of reforestation and forest management in Papua.
PERSEPSI MASYARAKAT LOKAL TERHADAP DAMPAK INDUSTRI PARIWISATA TAMAN SAFARI INDONESIA DITINJAU DARI KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Halumiah, Sitti; Dharmawan, Arya Hadi; Kumala Putri, Eka Intan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.4.2.126

Abstract

This study tries to identify and analyze the perception of local society towards the effect of tourism industry of Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua-Bogor. The existence of such toursm activity has effected the local society and environment. This study aims at analyzing society’s perception towards the effect of such tourism industry of TSI Cisarua-Bogor. In analyzing such perception towards the effect of tourism industry at Indonesia Safari Park Bogor, descriptive qualitative, SWOT, and Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM) used by seeing the direct and indirect impact as well as the continous strategy. The result of analysis shown that the existence of TSI Cisarua-Bogor tourism had given positive impact to the society particularly in economy aspect, but on the other hand it had also shown its negative impact particularly the condition of its environment. Furtheremore, there had been a formulation of strategy for empowering the local society economy and an optimalization of tourism potency for encouraging society’s ability in preserving the environment.Keywords: socio economic and environmental impacts, tourism, society’s perception, SWOT analysis,QSPM analysis
KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI: ANALISIS EKOLOGI POLITIK Kuswijayanti, Elisabet Repelita; Dharmawan, Arya Hadi; Kartodihardjo, Hariadi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.1.1.23

Abstract

Gunung Merapi is one of the mountain ecosystem in the center of Java island. The ecosystem is located under the administration of Yogyakarta Special Province and Center of Java Province. Since May 4th, 2004, the ecosystem has been appointed as Gunung Merapi National Park under the decree of Minister of Forestry Number 134/2004. Polemic over the appointment has been emerged before the decree issued and still continuing after. This research has been conducted in 1) Ngargomulyo village, Dukun, Magelang, Center of Java Province, 2) Jurangjero sand mining area in Ngargosoka, Srumbung, Magelang, Center of Java Province and 3) Kaliurang tourism destination area in Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta Special Province on Juli 2005 and Juni-Juli 2006. This research aimed to 1) mapping natural resources right and access mechanism and 2) analyse conflict between Environmental Non-Government Organisations (ENGOs) and Government. Using political ecology analysis, the research shows that the appointment of Gunung Merapi National Park only benefiting them living in tourism destination and sand mining area, but giving uncertainty for them living in village as a farmer. The research also identified that the conflict between government and ENGOs is the conflict of conservation discourses. The strategy for the future development of Gunung Merapi National Park is suggested as follows: 1) government should understand the natural resource access mechanism which has been worked in the Merapi ecosystem and 2) government should work together with the grassroots organisation to implement policy in the field level and with the ENGOs to develop natural resources conservation discourses. Key words: national park, access, conflict, political ecology, conservation discourses
PERUBAHAN LANSKAP EKOLOGI DAN RESILIENSI NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI DI SEKITAR HUTAN DI KALIMANTAN TIMUR Amalia, Rizka; Dharmawan, Arya Hadi; Putri, Eka Intan Kumala
SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 3, No 3 (2015): Sodality
Publisher : SODALITY: Jurnal Sosiologi Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.556 KB)

Abstract

Ekspansi perkebunan kelapa sawit menghasilkan lanskap perubahan ekologi, deforestasi, hilangnya daerahtanaman dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ini memberikan dampak pada sistem mata pencaharian rumahtangga di wilayah tersebut. Selain itu, pertanian keluarga yang hidup di sekitar hutan yang tergantung pada lahandan hutan. Ini berarti bahwa perkebunan kelapa sawit rentan terhadap kaus kaki pada sistem kehidupan rumahtangga pertanian. Rumahtangga pertanian mencoba untuk mengurangi kerentanan oleh beberapa strategi yangmenggunakan lima modal (keuangan, fisik, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sosial). Jika rumahtangga pertanian dapat mengurangi rentan sehingga rumah tangga pertanian membangun ketahanan penghidupanberhasil. Pertanyaan penelitian adalah (1) Bagaimana perubahan ekologi lanskap mempengaruhi ketahananrumah tangga pertanian? (2) Bagaimana dampak perubahan ekologi lanskap pada struktur kehidupan rumahtangga pertanian ?. Penelitian dilakukan di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, KalimantanTimur. Metode ini menggunakan metode survei. 30 responden seleksi melalui random sampling. Hasil daripenelitian ini adalah faktor-faktor ketahanan rumah tangga pertanian adalah jenis kelamin kepala rumah tangga,jumlah anggota rumah tangga, tingkat modal, pendapatan rumah tangga dan tingkat kepercayaan pada jaringan.Kata kunci: Ekologi Lansekap Perubahan, Ketahanan, Livelihood System, Perkebunan Kelapa Sawit, PertanianRumah Tangga