Anak Agung Gde Oka Dharmayudha
Lab Farmasi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI INFEKSI PROTOZOA SALURAN CERNA ANAK BABI YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI WILAYAH PROVINSI BALI Agustina, Kadek Karang; Sudewi, Ni Made Ayudiningsih Astiti; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Oka, Ida Bagus Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis protozoa dan besarnya prevalensi infeksi protozoa saluran cerna anak babi yang dijual di pasar tradisional di Wilayah Provinsi Bali. Sampel yang diteliti sebanyak 250 feses anak babi yang berasal dari pasar tradisional di Wilayah Bali. Sampel feses diambil dalam keadaan segar kemudian dibagi dua, satu disimpan dalam pot plastik yang berisi sodium acetic formaldehyde (SAF) untuk pemeriksaan dengan metode konsentrasi sedimentasi dan satu sampel disimpan dalam pot plastik yang berisi kalium dichromate untuk pemeriksaan dengan metode apung. Sampel diperiksa secara mikroskopis untuk mengetahui adanya kista atau ookista protozoa saluran cerna. Hasil penelitian terhadap 250 sampel feses anak babi yang diambil di pasar tradisional di Wilayah Provinsi Bali didapatkan 229 sampel (91,6%) terinfeksi protozoa. Prevalensi infeksi yang didapatkan setelah dilakukan identifikasi adalah Amoeba sp. 82,4%, Balantidium sp. 61,2% dan Eimeria sp. 54,8%.
PERHATIAN PEMILIK ANJING DALAM MENDUKUNG BALI BEBAS RABIES Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Dewi, Ni Made Rita Krisna; Wirata, I Wayan; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA KIMIA ESTRAK ETANOL BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yuda, I Ketut Angga; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah pare (M. charantia) sebagai penurun kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. Sampel penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan (R. novergicus) berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 150-300 g. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan sebagai berikut, perlakuan I sebagai kontrol yaitu tikus normal tanpa perlakuan, Perlakuan II kontrol diabetes, perlakuan III tikus diabetes dan ekstrak buah pare 100 mg/kg bb, perlakuan IV tikus diabetes dan ekstrak buah pare 50 mg/kg bb, dan perlakuan V tikus diabetes dan glibenklamid 1 mg/kg bb. Hasil penelitan menunjukan buah pare mengandung zat flavonoid, polifenol, dan saponin. Pemberian ekstrak etanol buah pare (M. charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (R. novergicus) penderita diabetes dengan diinduksi aloksan secara signifikan P<0,05 yang sebanding dengan pemberian glibenklamid. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah.
GAMBARAN RADIOGRAFIS PENGGUNAAN TULANG BABI SEBAGAI BAHAN CANGKOK UNTUK PENANGANAN FRAKTUR FEMUR PADA ANJING Sudimartini, Luh Made; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudipa, Putu Henrywaesa
Buletin Veteriner Udayana Vol. 11 No. 1 Pebruari 2019
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2019.v11.i01.p04

Abstract

Fraktur merupakan salah satu kasus yang dapat terjadi pada hewan kesayangan terutama anjing dan kucing. Prinsip penanganan kasus fraktur  yaitu melakukan reposisi dan imobilisasi pada daerah fraktur. Kerusakan tulang yang besar karena trauma dapat menghambat kesembuhan dan menyebabkan cacat tulang, sehingga diperlukan bahan cangkok tulang untuk merangsang proses penyembuhan dan untuk mengisi bagian tulang yang hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gambaran radiografis penggunaan tulang babi sebagai bahan cangkok untuk penanganan kasus fraktur pada anjing. Delapan ekor anjing jantan umur 3-4 bulan digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I berjumlah 2 ekor adalah Anjing yang dipergunakan sebagai kontrol, yaitu anjing pada diaphysis tulang femurnya dibor dengan diameter 1 cm tanpa pemberian bahan cangkok. Kelompok II berjumlah 6 ekor dibor seperti kelompok I dan diberi bahan cangkok. Monitoring perkembangan kesembuhan dilakukan berturut-turut pada 24 jam, minggu  ke-2, ke-4 dan ke-8 pasca operasi dengan pemeriksaan foto rontgent. Hasil analisis radiografis menunjukkan telah terjadi penyatuan dan mineralisasi fragmen tulang pada minggu kedelapan pasca operasi pada kelompok II dengan densitas tulang sudah tampak normal.
PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK MELALUI PERBAIKAN MANAJEMEN PETERNAKAN BABI Agustina, Kadek Karang; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kardena, I Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga peternak babi dengan melakukan rekonstruksi dan perbaikan pada sistem peternakan babi yang diterapkan. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah aplikasi dari teknik pemecahan masalah melalui kegiatan IPTEKDALIPI. Data yang dikumpulkan adalah total biaya produksi yang dihabiskan selama satu kali periode produksi yaitu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada penghasilan peternak babi dari 31,4% menjadi 38,77%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penghasilan peternak babi dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem manajemen peternakan babi.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA KIMIA DAN PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH NAGA DAGING PUTIH (HYLOCEREUS UNDATUS) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SERTA BOBOT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Anthara, Made Suma
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) serta pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan rata-rata berat badan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Sampel darah diambil dari 25 ekor tikus putih jantan (R. norvegicus) berumur 3 bulan dengan rata-rata berat badan 150-300 gram. Rancangan yang digunakan adalah berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan (kontrol negatif), tikus yang diberi perlakuan aloksan (kontrol positif), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis I (50 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis II (100 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + glibenklamid 0,02% (dosis 1 ml/ kg bb). Setiap perlakuan diperiksa kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan tikus pada hari ke-0, 3, 7, 14, dan 21. Sebelum diberi perlakuan tikus diadaptasi 2 minggu dan dipuasakan selama 16-18 jam. Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati adalah kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan pada masing-masing perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan diantara perlakuan maka pengujian di lanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2% dosis  (50 mg/ kg bb) , dosis  (100 mg/kg bb) dan glibenklamid 0,02% 1 ml/kg bb secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah (P<0,05) hari-7 sampai hari ke-21, serta meningkatkan berat badan (P<0,05) pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Hal ini menunjukan ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah serta peningkatan berat badan.
PREVALENSI TOXOCARA VITULORUM PADA INDUK DAN ANAK SAPI BALI DI WILAYAH BALI TIMUR Agustina, Kadek Karang; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Wirata, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara vitulorum pada induk dan anak sapi bali di wilayah Bali Timur. Sebanyak 720 sampel feses sapi bali yang terdiri dari 360 sampel feses induk sapi bali dan 360 sampel feses anakan (pedet) sapi bali telah diperiksa menggunakan metode pengapungan. Hasil pemeriksaan secara keseluruhan menunjukkan prevalensi T. vitulorum pada sapi bali di wilayah Bali timur sebesar 39,4 %. Dari 360 induk sapi bali terdapat 153 (42,5%) sampel yang positif terinfeksi T. vitulorum. Sedangkan dari pemeriksaan 360 sampel feses pedet sapi bali, terdeteksi sebanyak 131 (36,4%) sampel pedet yang terinfeksi T.vitulorum.
AKTIVITAS ALANIN AMINOTRANSFERASE DAN ASPARTAT AMINOTRANSFERASE SAPI BALI TERINFEKSI FASCIOLA GIGANTICA Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kusumadarma, Ida Bagus Dimas; Ardana, Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudimartini, Luh Made; Agustina, Kadek Karang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p14

Abstract

Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) merupakan enzim-enzim aminotransferase yang sering digunakan sebagai parameter kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi Fasciola gigantica pada sapi bali terhadap aktivitas ALT dan AST. Materi yang digunakan adalah 60 sampel darah sapi bali yang terdiri dari 30 sampel darah yang terinfeksi Fasciola gigantica dan 30 sampel darah yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica. Sampel darah diambil pada saat pemotongan berlangsung dengan menggunakan tabung non EDTA. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Samples T Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar ALT darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 78,73 U/L tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar ALT dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  57,23 U/L. Sedangkan, rerata kadar AST darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 108,43 U/L berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan AST dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  78,13 U/L.
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DI INDUKSI ALOKSAN Dewi, Yesy Febnica; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih jantan  (Rattus novergicus) yang diadaptasi selama tiga minggu dan dibagi secara acak menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah empat ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada lima perlakuan yang diberikan sebagai berikut: perlakuan I sebagai kontrol diabetes tanpa diberikan perlakuan, perlakuan II sebagai kontrol negatif (aloksan 120 mg/kg bb), perlakuan III aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 50 mg/kg bb), perlakuan IV aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 100 mg/kg bb), perlakuan V sebagai kontrol positif (Aloksan + Glibenklamid 1 ml/kg bb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% pada dosis 50 mg/kg bb, maupun dosis 100 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% memiliki efek yang sebanding dengan glibenklamid sebagai penurun glukosa darah.
AGEN DIABETAGONIK STREPTOZOTOCIN UNTUK MEMBUAT TIKUS PUTIH JANTAN DIABETES MELLITUS Saputra, Nengah Tegar; Suartha, I Nyoman; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p02

Abstract

Penyakit metabolik seperti diabetes mellitus cenderung meningkat, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Penelitian mengenai diabetes mellitus dengan penggunaan hewan model tikus sangat banyak. Agen diabetagonik eksprimental yang digunakan ada aloksan dan streptozocin (STZ). Efek samping penggunaan STZ dilaporkan lebih rendah dibandingkan aloksan.  Tujuan penelitian ini untuk melihat respon tikus putih (Rattus norvegicus) jantan terhadap induksi agen streptozotocin sehingga membuat tikus dalam kondisi diabetes mellitus eksperimental. Injeksi agen streptozotocin dilakukan secara intra peritoneum dengan dosis 45 mg/kg BB. Sebelum diinduksi dengan STZ tikus dipuasakan dan diukur kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah tikus harus dalam kisaran normal.  Tikus putih yang digunakan sebanyak 88 ekor. Pengukuran kadar glukosa darah tikus dilakukan hari ke-3 pasca injeksi STZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus putih memberikan respon peningkatan glukosa darah sebagai indikasi diabetes mellitus ekperimental. Tikus putih yang mengalami hiperglikemia sebanyak 54,8% dengan rincian 21,5% ringan, 11,8% sedang dan 21,5% berat. Hasil ini menunjukkan bahwa agen Streptozotocin sangat tepat digunakan untuk membuat hewan coba tikus dalam kondisi diabetes mellitus eksperimental.