Articles

ANAEROBIC PROPANE OXIDATION FOR BIOLOGICAL SULPHATE AND THIOSULPHATE REDUCTIONS Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.187 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.2510

Abstract

The existence of microbial populations that use short chain alkanes (SCA) (ethane, propane andbutane) as potential electron donors for the reduction of sulphate has been recently reported. The useof sulphur compounds in many chemical processing leads wastewaters containing high concentrationof sulphate and thiosulphate. Batch experiments were studied to determine the ability of mixedsediment cultures from Aarhus and Eckernförde Bay to anaerobically reduce sulphate andthiosulphate coupled to propane as electron donor. In the presence of propane, sulphide productionfrom all sulphate and thiosulphate bottles was higher than the sulphide production when thepropane was not added.Keywords: anaerobic oxidation, sulphur compounds, sulphide production
PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN ORGANIK BERDASARKAN KONSENTRASI BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND), COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) DAN TOM (TOTAL ORGANIC MATTER) DI MUARA SUNGAI LUMPUR OGAN KOMERING ILIR Ulfah, Azrina; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.634 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4477

Abstract

Daerah Sungai Lumpur merupakan salah satu daerah  kawasan  pesisir di Sumatera Selatan. Perairan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, tapi juga memiliki cukup banyak aktivitas penduduk. Aktivitas ini menyebabkan banyaknya bahan organik masuk ke perairan sehingga berpengaruh terhadap kualitas perairan Sungai Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi BOD, COD, TOM dan menentukan parameter pendukung lingkungan yang paling mempengaruhi serta menentukan tingkat pencemaran organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD berkisar antara 2,03-3,84 mg/l, nilai COD berkisar antara 9,37-114,28 mg/l dan TOM berkisar antara 5,84-21,80 mg/l. Kondisi perairan Muara Sungai Lumpur berdasarkan nilai konsentrasi BOD, COD dan TOM berada dalam kondisi belum tercemar.   KATAKUNCI: BOD, COD, muara Sungai Lumpur, TOM.
ANAEROBIC PROPANE OXIDATION FOR BIOLOGICAL SULPHATE AND THIOSULPHATE REDUCTIONS Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.2510

Abstract

The existence of microbial populations that use short chain alkanes (SCA) (ethane, propane andbutane) as potential electron donors for the reduction of sulphate has been recently reported. The useof sulphur compounds in many chemical processing leads wastewaters containing high concentrationof sulphate and thiosulphate. Batch experiments were studied to determine the ability of mixedsediment cultures from Aarhus and Eckernförde Bay to anaerobically reduce sulphate andthiosulphate coupled to propane as electron donor. In the presence of propane, sulphide productionfrom all sulphate and thiosulphate bottles was higher than the sulphide production when thepropane was not added.Keywords: anaerobic oxidation, sulphur compounds, sulphide production
PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN ORGANIK BERDASARKAN KONSENTRASI BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND), COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) DAN TOM (TOTAL ORGANIC MATTER) DI MUARA SUNGAI LUMPUR OGAN KOMERING ILIR Ulfah, Azrina; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4477

Abstract

Daerah Sungai Lumpur merupakan salah satu daerah  kawasan  pesisir di Sumatera Selatan. Perairan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, tapi juga memiliki cukup banyak aktivitas penduduk. Aktivitas ini menyebabkan banyaknya bahan organik masuk ke perairan sehingga berpengaruh terhadap kualitas perairan Sungai Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi BOD, COD, TOM dan menentukan parameter pendukung lingkungan yang paling mempengaruhi serta menentukan tingkat pencemaran organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD berkisar antara 2,03-3,84 mg/l, nilai COD berkisar antara 9,37-114,28 mg/l dan TOM berkisar antara 5,84-21,80 mg/l. Kondisi perairan Muara Sungai Lumpur berdasarkan nilai konsentrasi BOD, COD dan TOM berada dalam kondisi belum tercemar.   KATAKUNCI: BOD, COD, muara Sungai Lumpur, TOM.
PENGARUH PEMBERIAN AMONIAK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON NANNOCHLOROPSIS SP SKALA LABORATORIUM Omairah, Rosti; Diansyah, Gusti; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8585

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup salah satunya di sebabkan adanya limbah amoniak dalam konsentrasi tinggi. Kandungan nitrogen pada amoniak juga berpotensi sebagai sumber hara untuk pertumbuhan mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki banyak manfaat dan juga bisa menyerap unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (A-G) dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A merupakan perlakuan tanpa pemberian amonium sulfat, perlakuan B memiliki dosis Amonium Sulfat 5 mg/l, dan perlakuan C-G berturut-turut memiliki dosis Amonium Sulfat 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l, dan 50 mg/l dengan dosis TSP 10 mg/l untuk setiap perlakuan. Kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. dianalisis dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amoniak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi. Kepadatan populasi Nannochloropsis sp tertinggi terdapat pada perlakuan G dengan nilai 4205,00 104 sel/ml pada hari ke 9. Laju pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan G dengan nilai 0,47 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan G yaitu 1,48 jam. Konsentrasi yang semakin tinggi meningkatkan kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. 
KULTIVASI MIKROALGA CHAETOCEROS SP. DAN SPIRULINA SP. UNTUK POTENSI BIODIESEL devita, iklima; ., isnaini; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.8470

Abstract

Perlunya memproduksi dan menggunakan sumber bahan bakar terbarukan untuk menanggulangi persediaan sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis serta dapat mengatasi dampak pemanasan global. Biodiesel dari mikroalga menjadi salah satu sumber yang mampu menggantikan bahan bakar diesel konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju pertumbuhan dan kandungan minyak pada Chaetoceros  sp. dan Spirulina sp. serta membandingkan besar potensi biodiesel dari laju pertumbuhan dan kandungan minyak tersebut. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan kultur tiap jenis mikroalga dilakukan tiga kali pengulangan. Pengukuran kepadatan sel dan kualitas air setiap 24 jam. Ekstraksi minyak menggunakan metode Bligh-Dyer dari bubuk mikroalga yang dipanen pada hari ke-5. Laju pertumbuhan rata ? rata Chaetoceros  sp. ? 450 nm 0,190 x 105 sel/ml/hari, ? 590 nm 0,207 x 105 sel/ml/hari, ? 680 nm 0,197 x 105 sel/ml/hari dan rata ? rata laju pertumbuhan Spirulina sp. mikroskopi 0,134  x 105 sel/ml/hari, ? 450 nm 0,162 x 105 sel/ml/hari, ? 590 nm 0,154 x 105 sel/ml/hari dan ? 680 nm 0,156 x 105 sel/ml/hari. Kandungan minyak Chaetoceros  sp. sebesar 14,89% dan Spirulina sp. 18,11%. Potensi Spirulina sp. sebagai bahan baku biodiesel lebih besar dibandingkan Chaetoceros  sp.
ANALISIS KUALITAS AIR LAUT DI PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Gaol, Arsyat Sutarso Lumban; Diansyah, Gusti; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.76 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4159

Abstract

Perairan Selat Bangka bagian Selatan merupakan perairan yang banyak menerima masukan bahan organik dan anorganik dari daratan. Masukan-masukan tersebut diperkirakan dapat mempengaruhi mutu kualitas air di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas perairan dan mengkaji keterkaitan antar parameter-parameter kualitas perairan di kawasan Perairan Selat Bangka bagian Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober â?? November 2013 dengan metode grab sample. Metode yang digunakan untuk menentukan kualitas perairan adalah metode Indeks Mutu Lingkungan Perairan (IMLP) yang mengacu pada metode US-National Sanitation Foundation-Water Quality Index (NSF-WQI), sementara metode yang digunakan untuk mengkaji keterkaitan antar parameter-parameter kualitas perairan adalah metode Analisis Komponen Utama (AKU). Hasil analisis menggunakan metode IMLP menunjukkan bahwa secara keseluruhan kualitas perairan di daerah ini masih dalam kondisi baik. Hasil analisis menggunakan metode AKU menunjukkan adanya korelasi yang berbanding lurus dan berbanding terbalik antar kelompok parameter. Korelasi yang berbanding lurusditunjukkan oleh kelompok parameter I (nitrat, kecerahan dan fosfat), kelompok parameter II (kedalaman, salinitas, suhu dan pH), dan kelompok parameter III (DO, kecepatan arus, ammonia, dan turbiditas). Korelasi yang berbanding terbalik ditunjukkan oleh kelompok parameter I terhadap kelompok parameter III. KATA KUNCI: Kualitas air, Selat Bangka, IMLP, AKU, parameter perairan.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA (CH4N2O) DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KEPADATAN SEL DAN LAJU PERTUMBUHAN PORPHYRIDIUM SP. PADA KULTUR FITOPLANKTON SKALA LABORATORIUM Afriza, Zafira; Diansyah, Gusti; Sunaryo, Anna Ida
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2439

Abstract

Usaha budidaya ikan dan non-ikan di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat.  Oleh karena itu dibutuhkan kultur pakan alami yang cukup dan berkualitas untuk  keberhasilan usaha  budidaya.Porphyridium  sp.  adalah salah satu  jenis  pakan  alami  yang  merupakan mikroalaga air laut yang masuk ke dalam divisi Rhodophyta (alga merah).  Porphyridium sp.dapat tumbuh optimum  dengan penambahan pupuk pada media kulturnya.  Salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk kultur Porphyridium sp. adalah pupuk pertanian (urea, ZA, dan TSP).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  pengaruh pemberian  urea  dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan  Porphyridium sp.  dan komposisi pupuk yang tepat untuk kultur  Porphyridium sp.  skala massal.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan (A-F) dan 4 kali ulangan. Perlakuan A adalah perlakuan tanpa pemberian  pupuk  dan  perlakuan  B  hingga  F  berturut -turut  memiliki dosis urea 10mg/l, 20mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l dan 50 mg/l dengan dosis ZA 30 mgl/l dan TSP 10 mg/l. Kepadatan  populasi,  laju  pertumbuhan dan waktu generasi Porphyridium  sp.  dianalisis dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian urea dengan dosis  berbeda  memberikan  pengaruh terhadap  laju  pertumbuhan  dan  waktu  generasi. Kepadatan  populasi Porphyridium  sp.  tertinggi  terdapat  pada  pelakuan  F  yaitu  2363 x 104sel/mlpada  hari  ke  11.  Laju  pertumbuhan  tertinggi  diperoleh  pada perlakuan E 0,34 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan E 1,75 jam.KATA KUNCI: Kepadatan  populasi,  laju  pertumbuhan,  Porphyridium  sp., waktu generasi.
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA LUKA TUKIK PENYU LEKANG (LEPIDOCHELYS OLIVACEA) DI PENANGKARAN PENYU KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Sari, Elga; ., Isnaini; Diansyah, Gusti; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5787

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam melindungi penyu adalah dengan mendirikankonservasi penyu. Permasalahan yang umum terjadi pada konservasi penyu adalahpenyakit pada tukik, dengan bakteri sebagai salah satu penyebabnya. Bakterimengakibatkan tukik terjangkit penyakit infeksi dengan cepat. Akibat sifat tukit yang salingmenyerang sehingga memudahkan bakteri patogen untuk berkembang. Tujuan daripenelitian ini adalah membuat karakterisasi bakteri patogen yang terdapat pada luka tukikpenyu lekang dan mengidentifikasi jenis bakteri patogen pada luka tukik penyu lekangtersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2014.Metode pengambilan sampel bakteri dilakukan dengan cara, pengambilan sampel bakteripada tukik berusia satu sampai tiga bulan. Setelah pengambilan sampel selesai, laludilakukan tahap isolasi bakteri, juga uji karakterisasi dan uji biokimia pada isolat bakteri.Hasil yang diperoleh adalah isolat bakteri pada tukik penyu lekang berumur satu bulan,yaitu Pseudomonas sp1, Pseudomonas sp2, Pseudomonas sp3, berumur dua bulan adalahProteus sp1, Proteus sp2, dan berumur tiga bulan adalah Bacillus sp, Proteus sp1 danPseudomonas sp4.Kata Kunci : Bakteri, Luka, Pariaman, Patogen, Tukik
ANAEROBIC PROPANE OXIDATION FOR BIOLOGICAL SULPHATEAND THIOSULPHATE REDUCTIONS Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1712

Abstract

The  existence  of  microbial  populations  that  use  short  chain  alkanes  (SCA)  (ethane,  propane  and butane) as potential electron donors for the reduction of sulphate has been recently reported. The useof sulphur compounds in many chemical processing leads wastewaters containing high concentration of  sulphate  and  thiosulphate.  Batch  experiments  were  studied  to  determine  the  ability  of  mixed sediment  cultures  from  Aarhus  and  Eckernförde  Bay  to  anaerobically  reduce  sulphate  and thiosulphate coupled to propane as electron donor.  In the presence of propane, sulphide production from  all  sulphate  and  thiosulphate  bottles  was  higher  than  the  sulphide  production  when  the propane was not added.