Articles

Found 15 Documents
Search

PENDUGAAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DARI CITRA SATELIT LANDSAT 8 DI PERAIRAN KOTA JAYAPURA Hamuna, Baigo; Dimara, Lisiard
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.226 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga dan menganalisis konsentrasi klorofil-a dari citra datelit Landsat 8 di perairan Kota Jayapura, Provinsi Papua dan mengkaji tingkat akurasinya dengan nilai klorofil-a hasil pengujian laboratorium. Penelitian ini telah menghasilkan algoritma untuk pendugaan konsentrasi klorofil-a dari citra satelit Landsat 8 untuk perairan Kota Jayapura dalam bentuk persamaan polynomial orde 3 dengan menggunakan kombinasi rasio band 4, 5 dan 6 dengan tingkat akurasi 0.9242. Konsentrasi klorofil-a di perairan Kota Jayapura dari citra satelit Landsat 8 berkisar antara 1.306 â?? 15.072 mg/m3, dimana perairan pesisir cenderung memiliki konsentrasi klorofil-a yang lebih tinggi dibandingkan perairan lepas pantai. Hasil uji akurasi menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a citra satelit akurat dengan RMSE yang kecil yaitu 0.283761. Sedangkan dari hasil uji-t dapat diketahui bahwa konsentrasi klorofil-a dari hasil pengolahan citra satelit dan hasil analisis laboratorium relatif sama dengan nilai signifikan 0.957.KATA KUNCI: Algoritma, korofil-a, Landsat 8, Perairan Kota Jayapura.
PENDUGAAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DARI CITRA SATELIT LANDSAT 8 DI PERAIRAN KOTA JAYAPURA Hamuna, Baigo; Dimara, Lisiard
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2056.226 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga dan menganalisis konsentrasi klorofil-a dari citra datelit Landsat 8 di perairan Kota Jayapura, Provinsi Papua dan mengkaji tingkat akurasinya dengan nilai klorofil-a hasil pengujian laboratorium. Penelitian ini telah menghasilkan algoritma untuk pendugaan konsentrasi klorofil-a dari citra satelit Landsat 8 untuk perairan Kota Jayapura dalam bentuk persamaan polynomial orde 3 dengan menggunakan kombinasi rasio band 4, 5 dan 6 dengan tingkat akurasi 0.9242. Konsentrasi klorofil-a di perairan Kota Jayapura dari citra satelit Landsat 8 berkisar antara 1.306 – 15.072 mg/m3, dimana perairan pesisir cenderung memiliki konsentrasi klorofil-a yang lebih tinggi dibandingkan perairan lepas pantai. Hasil uji akurasi menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a citra satelit akurat dengan RMSE yang kecil yaitu 0.283761. Sedangkan dari hasil uji-t dapat diketahui bahwa konsentrasi klorofil-a dari hasil pengolahan citra satelit dan hasil analisis laboratorium relatif sama dengan nilai signifikan 0.957.KATA KUNCI: Algoritma, korofil-a, Landsat 8, Perairan Kota Jayapura.
DISTRIBUSI KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR YAPEN TIMUR, PAPUA Paiki, Kalvin; Kalor, John D; Indrayani, Ervina; Dimara, Lisiard
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.057 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5953

Abstract

Perairan Pesisir Yapen Timur merupakan tipe perairan terbuka, berhubungan dengan samudera Pasifik, memiliki tingkat keanekaragaman zooplankton yang sangat tinggi dan terletak di Pesisir Utara Papua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelimpahan dan keanekaragaman zooplankton di Perairan Pesisir Yapen Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil ditemukan komposisi zooplankton terdiri 6 kelas dan 34 spesies, tertinggi ditemukan oleh Crustaceae yaitu 28 spesies, dan terendah ditemukan oleh Ubur-ubur Rotifers, Dictyocysta, Polyhymenophorea dan Monogononta yaitu 1 spesies.  Kelimpahan zooplankton 856.689 ind/m³, kelimpahan tertinggi di titik 11 yaitu 82,166 ind/m³ dan terendah di titik 8 yaitu 31,210 ind/m³. Rata-rata keanekaragaman tergologn tinggi yaitu 3,35, keseragaman tergolong merata yaitu 0,88 dan dominansi tergolong rendah yaitu 0,05.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ekstrak Pigmen Klorofil Rumput Laut Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh Dimara, Lisiard; Yenusi, Tien Y.B.
-
Publisher : Jurnal Biologi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The determination of antimicrobial and antioxidant activities of Chlorophyll pigment of Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh is described in this study. The aim of the study was to find out the effectiveness of chlorophyll extract in inhibiting growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Paper disc method was used to study the hampering the ability of chlorophyll toward both bacteria, and the DPPH (1,1-difenil-2-dipikrilhidrazil) method was used to find out the antioxidant activity. The result showed that extract chlorophyll can inhibit the growth of both bacteria at the concentration of 100% with the inhibition diameter zone 2.170 cm and 2.100 cm respectively. Whereas the IC50 of the chlorophyll is 2350.3 ppm can be served as an antioxidants.  Key words: antibacterial, antioxidants, chlorophyll, Caulerparacemosa (Forsskål) J.Agardh
Identifikasi dan Fotodegradasi Pigmen Klorofil Rumput Laut Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh Dimara, Lisiard; Tuririday, Helena; Yenusi, Tien M.B.
-
Publisher : Jurnal Biologi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification of chlorophyll compound of Caulerpa racemosa has been carried out using Thin Layer Chromatography (TLC) method. Four compound has been found namely xanthophll, chlorophyll b, chlorophyll a, and phaeophytin. Xanthophyll was identified with the yellow spot on TLC plates which the Rf is 0,46. Chlorophyll b is yellow green spot with Rf is 0,61, the Rf of Chlorophyll a is 0,69 with the color is blue green, whereas phaeophytin is indicated as a black spot with the Rf  0,77. Volpi and UV light sources were used in this study, the volpi light radiation was caused chlorophyll extract degradation about 80,87% at Qy of l 663 nm, and the UV light source caused 72,27%  degradation at l 663 nm.Key words: identification, photodegradation, chlorophyll, Caulerpa racemosa.
The Diversity of Tropical Orchids of South Papua Agustini, Verena; Suharyanto, Suharyanto; Suharno, Suharno; Dimara, Lisiard; Sembay, Chris D.
JURNAL BIOLOGI PAPUA Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : JURNAL BIOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papua is an area with very wide range, from lowland with altitude 0 m to highland area with 4730 m above sea level. Orchids species constitute the greater part of orchids diversity, which can grow on the bare branches of tall trees, or embedded in moss dripping in wet and cool mountain forests, as well as in the eternal shade of tropical rain forest. Numerous plants world-wide are threatened with extinction because of degradation or destruction of their habitat. Orchids are among the most threatened plants of all, especially when pressure from dealers and collectors aggravales the problems. South Papua is a lowland area with the elevation around 0-7 m above sea level, temperature 23-300 C, and 1500 m rainfall per year. The aims of these investigations were to explore the diversity of tropical orchids in South Papua. The exploration and collection were done in Asmat, Boven Digul, Mappi, and Merauke. The study found 22 genera and 75 species, mostly are epiphytic. Key words: orchids, exploration, diversity, South Papua.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ekstrak Pigmen Klorofil Rumput Laut Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh Dimara, Lisiard; Yenusi, Tien N.B.
JURNAL BIOLOGI PAPUA Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : JURNAL BIOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The determination of antimicrobial and antioxidant activities of Chlorophyll pigment of Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh is described in this study. The aim of the study was to find out the effectiveness of chlorophyll extract in inhibiting growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Paper disc method was used to study the hampering the ability of chlorophyll toward both bacteria, and the DPPH (1,1-difenil-2-dipikrilhidrazil) method was used to find out the antioxidant activity. The result showed that extract chlorophyll can inhibit the growth of both bacteria at the concentration of 100% with the inhibition diameter zone 2.170 cm and 2.100 cm respectively. Whereas the IC50 of the chlorophyll is 2350.3 ppm can be served as an antioxidants. Key words: antibacterial, antioxidants, chlorophyll, Caulerparacemosa (Forsskål) J.Agardh
Identifikasi dan Fotodegradasi Pigmen Klorofil Rumput Laut Caulerpa racemosa (Forsskal) J.Agardh Dimara, Lisiard; Tuririday, Helena; Yenusi, Tien N.B.
JURNAL BIOLOGI PAPUA Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : JURNAL BIOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification of chlorophyll compound of Caulerpa racemosa has been carried out using Thin Layer Chromatography (TLC) method. Four compound has been found namely xanthophll, chlorophyll b, chlorophyll a, and phaeophytin. Xanthophyll was identified with the yellow spot on TLC plates which the Rf is 0,46. Chlorophyll b is yellow green spot with Rf is 0,61, the Rf of Chlorophyll a is 0,69 with the color is blue green, whereas phaeophytin is indicated as a black spot with the Rf 0,77. Volpi and UV light sources were used in this study, the volpi light radiation was caused chlorophyll extract degradation about 80,87% at Qy of  663 nm, and the UV light source caused 72,27% degradation at  663 nm. Key words: identification, photodegradation, chlorophyll, Caulerpa racemosa.
ANALISIS HAMBUR BALIK AKUSTIK UNTUK KLASIFIKASI DAN PEMETAAN SUBSTRAT DASAR PERAIRAN DI TELUK YOS SUDARSO, KOTA JAYAPURA Hamuna, Baigo; Pujiyat, Sri; Natih, Nyoman Metta N.; Dimara, Lisiard
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2008.955 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.24045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kuat hambur balik akustik dasar perairan. Echosounder bim tunggal Simrad EK15 frekuensi 200 kHz digunakan untuk perekaman data hidroakustik yang dilaksanakan pada tanggal 29 April sampai 2 Mei 2017 di perairan Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Pengambilan contoh substrat digunakan untuk data validasi menggunakan sedimen grab. Pengolahan data hasil rekaman akustik menggunakan satuan dasar pencuplikan sebesar 100 ping data perekaman dengan ambang batas nilai E1 adalah -50 dB dan E2 adalah -70 dB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan nilai hambur balik akustik antar tipe substrat dasar perairan. Nilai E1 karang -15,62 dB dan E2 -30,70 dB, untuk substrat pasir E1 berkisar antara -28,40 dB sampai -27,36 dB dan E2 berkisar antara -50,96 dB sampai -47,44 dB, sedangkan substrat lumpur E1 berkisar antara -37,81 dB sampai -35,99 dB dan E2 berkisar antara -62,85 dB sampai -54,12 dB. Ukuran butiran substrat sangat berpengaruh terhadap kuat hambur balik akustik dasar perairan. Berdasarkan hasil deteksi akustik, substrat karang berada pada kedalaman 2-3 m, substrat pasir pada kedalaman 2-10 m, dan substrat lumpur dominan pada kedalaman lebih dari 10 m.
Hambur Balik Akustik Permukaan Substrat Dasar Perairan Menggunakan Echosounder Bim Tunggal Hamuna, Baigo; Dimara, Lisiard; Pujiyati, Sri; N. Natih, Nyoman Metta N.
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Vol 1 No 2 (2017): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.749 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2017.Vol.1.No.2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai hambur balik permukaan dasar perairan berupa pasir dan lumpur. Echosounder bim tunggal Simrad EK15 frekuensi 200 kHz digunakan untuk perekaman hambur balik akustik permukaan dasar perairan. Pengambilan data dilakukan pada bulan tanggal 29 April – 2 Mei 2017 yang berlokasi di perairan Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura Provinsi Papua. Pengambilan contoh substrat digunakan untuk data validasi menggunakan sedimen grab. Hasil penelitian ini menggambarkan nilai rata-rata hambur balik permukaan substrat perairan pasir bervariasi antara -37.48 dB sampai -36.03 dB, dan lumpur bervariasi antara -46.98 dB sampai -45.15 dB. Hal ini juga menunjukkan bahwa substrat pasir memiliki tingkat kekerasan dan ukuran butir yang lebih besar dibandingkan jenis substrat lumpur substrat. Secara akustik, nilai hambur balik permukaan pasir akan lebih tinggi dibandingkan lumpur