Articles

Found 15 Documents
Search

PENETAPAN KADAR AMIODARON HIDROKLORIDA DALAM TABLET MENGGUNAKAN METODE RP HPLC-UV Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Kumala, Rosa; Subagio, Resita
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.2388

Abstract

Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fase Balik ? Ultra Violet (KCKT FB ? UV) telah dikembangkan untuk menentukan kadar amiodaron hidroklorida dalam tablet. Metode kromatografi cair ini menggunakan kolom Shim-pack CLC-ODS column (C18) untuk pemisahan dengan detektor UV pada panjang gelombang 242 nm. Elusi isokratik dilakukan menggunakan fase gerak campuran methanol : asetonitril : buffer (25 mM KH2PO4 + 3 mM H2SO4 + 3,6 mM trietilamina)  (63:12:25, v/v/v) dengan laju alir 0,8 mL/menit.  Metode analisis divalidasi dengan parameter meliputi limit deteksi, limit kuantitasi, kisaran konsentrasi analisis, presisi, dan akurasi. Hasil validasi menunjukan linearitas yang baik pada kisaran konsentrasi amiodaron hidroklorida 2-10 ?g mL-1. Perolehan kembali yang tinggi dan standar deviasi pengukuran yang rendah menunjukkan bahwa metode ini sesuai untuk analisis rutin amiodaron hidroklorida dalam tablet.
THE EFFECT OF INFUSION OF SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP. LEAVES AS NATURAL PRESERVATIVE CHICKEN MEATS Hartanti, Dwi; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Hamad, Alwani; Yulianingsih, Nur
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 9, NOMOR 1, FEBRUARI 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.989 KB) | DOI: 10.22435/jki.v9i1.1100

Abstract

Syzygium polyanthum (Wight) Walp. (Indonesian bay leaf) is known for possessing antimicrobial activity that might be applied for natural food preservative. In this study, we analyzed the constituents of infusion of S. polyanthum leaves and evaluated its potency as the preservative of fresh chicken meats. The infusions were prepared with the method described in Indonesian Pharmacopeia. Phytochemical content of infusion of S. polyanthum leaves was analyzed by qualitative phytochemical screening using colorimetric methods. Its application for preservative of fresh chicken meat was evaluated based on its activity in inhibiting the growth of bacteria on the meats as well as the physical observation of the preserved meats. The infusion of S. polyanthum leaves contained flavonoids, tannins, and saponins. The infusion at the optimum concentration of 10% was capable of inhibiting bacterial growth on chicken meats and extending their shelf life up to 3 days in temperature of 3-7ºC.
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktifitas dan Doking Molekular Senyawa Meso-Tetraphenylporphyrin dan Meso-Tetraphenylchlorin sebagai Fotosensitizer untuk Terapi Fotodinamik Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Saputri, Nurul Fadhilah Deni; Suparman, Suparman; Hamad, Alwani
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 3, No 1 (2016): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy/PDT) merupakan metode alternatif pengobatan kanker yang selektif. Terapi ini memerlukan fotosensitizer yang diberi penyinaran dalam lingkungan oksigen sehingga dihasilkan oksigen singlet yang mampu menghancurkan sel kanker dan merusak jaringan. Meso-tetraphenylchlorin (MTPP) dan meso-tetraphenylporphyrin (MTPC) adalah fotosensitizer yang memiliki struktur molekul yang mirip, hanya berbeda kejenuhan pada satu cincin pirolnya. MTPP adalah tetrapirol makrosiklik dengan cincin pirol tidak tereduksi sedangkan struktur MTPC tereduksi pada salah satu cincin pirolnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hubungan antara struktur tetrapirol makrosiklik terhadap aktivitasnya secara in silico. Analisis hubungan kuantitatif-struktur aktifitas (HKSA) menggunakan serangkaian senyawa turunan porfirin dilakukan untuk memperoleh persamaan yang secara statistik memiliki kemampuan korelatif dan prediktif. Perangkat lunak Molecular Operating Environment (MOE) digunakan untuk melakukan analisis HKSA. Doking molekul dilakukan terhadap human serum albumine (HSA) dan  peripheral benzodiazepine receptor (PBR) untuk memperoleh energi doking yang berhubungan dengan energi afinitas antara ligan dan reseptor. Simulasi doking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDock. Hasil menunjukkan bahwa MTPC memiliki energi doking terhadap HSA dan PBR yang paling baik. Analisis HKSA yang diperoleh  menunjukkan bahwa MTPC lebih potensial sebagai fotosensitizer yang ditunjukkan dengan nilai IC50 yang lebih kecil.  Kata kunci: doking molekular, fotosensitizer, HKSA, MTPC, MTPP, PDT
Komposisi Asam Lemak Total dari Lemak Beberapa Spesies Hewan Djalil, Asmiyenti Djaliasrin
Jurnal Penelitian Sains No 12 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kandungan asam lemak total dari berbagai spesies hewan telah dilakukan, namun analisis kandungan asam lemak khususnya pada bagian-bagian tertentu seperti lemak atau otot belum banyak diinformasikan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen asam lemak dan membandingkan komposisi asam lemak dari lemak beberapa spesies hewan. Penelitian menunjukkan bahwa dalam 100 g lemak kering dari lemak sapi, kambing dan babi mentah terkandung asam miristat berturut-turut adalah 2,20; 0,51; 0,70 g, asam palmitat 4,26; 0,40; 0,81, asam palmitoleat 0,37; 0,13; 0,05 g, asam asetat 7,33; 0,62, 0,73 g, asam oleat 4.06; 0,59; 1,58 g, asam linoleat 0,62; 0,05; 0,84 g, asam linolenat 0,12; 0,05, 0,11 g, asam arakidat 0,07 g dalam lemak sapi, sedangkan dalam lemak kambing dan babi terdapat dalam jumlah yang rendah. Selain itu dalam lemak sapi dan kambing terdapat asam nonadekoneat yang tidak dijumpai pada lemak babi dengan jumlah 0,38 g untuk lemak sapi, dan 0,03 g untuk lemak kambing. Sebaliknya pada lemak babi terdapat asam lemak rantai panjang yang tidak ditemui pada lemak sapi dan kambing.
Immobilisasi Katalis Tio2 pada Permukaan Logam Titanium dengan Proses Sol Gel Djalil, Asmiyenti Djaliasrin
Jurnal Penelitian Sains No 16 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Detoksifikasi fotokatalitik menggunakan suspensi partikel TiO2 dalam suatu reaktor memiliki dua kelemahan utama, yaitu terbatasnya penetrasi sinar UV karena kuatnya adsorpsi sinar UV baik oleh katalis maupun spesies organik terlarut dan sulitnya pemisahan dan pengambilan kembali partikel TiO2 yang sangat halus dari air yang didetoksifikasi. Masalah ini dapat diatasi dengan membuat film permukaan tipis titanium oksida pada logam titanium sebagai penyangga logam, melalui proses sol gel dengan metode semprot. Karakterisasi lapisan TiO2 dilakukan dengan alat XRD. Pengukuran dengan alat XRD memperlihatkan adanya 3 puncak dengan nilai d(Å) adalah 3,5387; 2,3794 dan 1,8969. Bila dibandingkan dengan kartu interpretasi data, puncak-puncak tersebut merupakan TiO2 dengan struktur kristal anatase. Analisis dengan Mikroskop Elektron Skaning (SEM) pembesaran 2020 X memperlihatkan populasi partikel TiO2 yang sangat rapat dengan ukuran antara 2-3 μm.  Pembesaran foto SEM 16100 X memperlihatkan satu blok partikel TiO2 yang berpori dengan ukuran pori antara 20-290 nm. Tebal lapisan TiO2 yang terbentuk adalah sekitar 24,7 μm.
Validasi Penetapan Kadar Kalsium Dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Spektrofotometri Ultra Violet Visibel Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Damayanti, Esti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapkan kadar Ca2+ dengan spektrofotometri UV-Vis berdasarkan reaksi komplek dengan mureksid, yang dimonitor pada panjang gelombang 509 nm. Kurva kalibrasi mempunyai rentang 0,2-1 ppm dengan kondisi optimum. Koefisien regrasi linear mempunyai nilai 0,9963, limit deteksi 0,009 ppm dan nilai recovery 112,63%.
Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Jamu Serbuk Galian Putri yang Mengandung Simplisia Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) yang Beredar di Kecamatan Ketanggungan Kurniasih, Gesang; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Hartanti, Dwi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kromotogram dan variasi kadar kurkurminoid yang terkandung dalam sediaan jamu galian putri yang di pasarkan di dua pasar di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Sampel adalah jamu merk A, B dan C yang masing-masing di peroleh dari Pasar Gede dan Pasar Ciremai. Semua sempel diekstraksi, kemudian ekstrak yang diperoleh sebagian di uji dengan Kromotografi Lapis Tipis (KLT), sebagian ditetapkan kadarnya dengan spektrofotometer UV-Vis. Kromotrogram yang di peroleh menunjukkan bahwa terdapat tiga bercak pada lempeng KLM. Hasil anava dua arah menunjukkan bahwa tiap merk jamu mengandung kurkuminoid dengan kadar yang berbeda secara signifikan, sedangkan tempat distribusi tidak berpengaruh terhadap kadar kurkumin.
Validasi Penetapan Kadar Besi Dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Fauziah, Fauziah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar Fe2+ secara spektrofotometri visibel didasarkan pada reaksi pembentukan komplek dengan 1.10 fenantrolin membentuk kompleks berwarna merah. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 511 nm, waktu reaksi optimumnya pada menit ke-15. Hasil regresi linear kurva baku adalah y = 0,1526 x + 0,0301 dengan nilai r = 0,9963 dan α sebesar 8,68o. Nilai LOD yang diperoleh 0,4069 ppm nilai recovery 100% dan CV yang dihasilkan 1,70%.
Validitas Penetapan Kadar Tembaga dalam Sediaan Tablet Multivitamin dengan Metode Sperktrofotometri UV-VIS Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Ratnawati, Devi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kadar tembaga dengan metode spektrofotometri ultraviolet-visibel didasarkan pada efek katalitik dari Cu dalam reaksi redoks antara biru metiled dan asam askorbat, dimana absorbasinya dimonitor pada panjang gelombang 666 nm. Kurva kalibrasi dengan rentang konsentrasi antara 0,5-1,3 ppm dengan kondisi optimum mempunyai nilai regresi linear -0,9739, limit deteksi 0,385 ppm dan recovery 100%. Koefisien variasi adalah 1,91 % (<2%).
Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktifitas dan Doking Molekular Senyawa Meso-Tetraphenylporphyrin dan Meso-Tetraphenylchlorin sebagai Fotosensitizer untuk Terapi Fotodinamik Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Saputri, Nurul Fadhilah Deni; Suparman, Suparman; Hamad, Alwani
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20600/jps.v3i1.5831

Abstract

ABSTRAK Terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy/PDT) merupakan metode alternatif pengobatan kanker yang selektif. Terapi ini memerlukan fotosensitizer yang diberi penyinaran dalam lingkungan oksigen sehingga dihasilkan oksigen singlet yang mampu menghancurkan sel kanker dan merusak jaringan. Meso-tetraphenylchlorin (MTPP) dan meso-tetraphenylporphyrin (MTPC) adalah fotosensitizer yang memiliki struktur molekul yang mirip, hanya berbeda kejenuhan pada satu cincin pirolnya. MTPP adalah tetrapirol makrosiklik dengan cincin pirol tidak tereduksi sedangkan struktur MTPC tereduksi pada salah satu cincin pirolnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hubungan antara struktur tetrapirol makrosiklik terhadap aktivitasnya secara in silico. Analisis hubungan kuantitatif-struktur aktifitas (HKSA) menggunakan serangkaian senyawa turunan porfirin dilakukan untuk memperoleh persamaan yang secara statistik memiliki kemampuan korelatif dan prediktif. Perangkat lunak Molecular Operating Environment (MOE) digunakan untuk melakukan analisis HKSA. Doking molekul dilakukan terhadap human serum albumine (HSA) dan  peripheral benzodiazepine receptor (PBR) untuk memperoleh energi doking yang berhubungan dengan energi afinitas antara ligan dan reseptor. Simulasi doking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDock. Hasil menunjukkan bahwa MTPC memiliki energi doking terhadap HSA dan PBR yang paling baik. Analisis HKSA yang diperoleh  menunjukkan bahwa MTPC lebih potensial sebagai fotosensitizer yang ditunjukkan dengan nilai IC50 yang lebih kecil.  Kata kunci: doking molekular, fotosensitizer, HKSA, MTPC, MTPP, PDT ABSTRACTPhotodynamic Therapy (PDT) is an alternative cancer treatment method that can exert a selective cytotoxic activity toward malignant cells. PDT requires a sensitizing agents and light energy, which, in the presence of oxygen, leads to the generation of singlet molecular oxygen in cell. Singlet oxygen molecules are able to kill or inhibit growth of cancer cells. Meso-tetraphenylchlorin (MTPC), a photosensitizer, is similar to meso-tetraphenylporphyrin (MTPP) but the structure has one reduced pyrrole ring. The present study aimed to develop an in silico prediction model that considers PDT activity. The Quantitative-Structure Activity Relationship (QSAR) analysis using a series of porphyrin derivatives was carried out to build a statistically significant model possessing a good correlative and predictive capability for photosensitizer in PDT. Molecular Operating Environment (MOE) software was used to performed the QSAR analysis. Docking molecule of MTPP and MTPC on human serum albumine (HSA) and peripheral benzodiazepine receptor (PBR) had been done to test the docking energy associated with binding affinity between ligand and receptor. Docking simulation was performed by AutoDock software. The results showed that MTPC had the best docking energy to HSA and PBR. Furthermore, the QSAR analysis showed that MTPC had lower IC50 value compare with  MTPP.  Based on QSAR and molecular docking analysis, MTPC exhibit better photosensitizer as compare with MTPP.Keywords: molecular docking, photosensitizers, QSAR, MTPC, MTPP, PDT.