Articles

Found 6 Documents
Search

Aplikasi Bawang Merah dan Bawang Putih Memperlambat Pembentukan Bintik Hitam pada Udang Vaname Yuniarti, Tatty; Djunaidah, Iin Siti; Supenti, Lilis
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.101

Abstract

Bawang mengandung senyawa bioaktif, seperti organosulfur, komponen fenolik, dan flavonoid yang mempunyai kemampuan antioksidan. Udang pada saat keluar dari air, mengalami reaksi oksidasi enzimatik, asam amino tirosin yang mengandung gugus fenol dioksidasi oleh enzim polifenol oksidase, mengakibatkan pembentukan bintik hitam atau blackspot pada tubuh udang. Pembentukan blackspot tersebut dapat menurunkan nilai ekonomi, sehingga merugikan perusahaan udang segar. Penelitian bertujuan meneliti bawang merah (Allium cepa L.) dan bawang putih (Allium sativum) yang diekstraksi menggunakan air terhadap pembentukan blackspot pada udang vaname (Litopeneaus vannameii). Udang direndam menggunakan larutan ekstrak bawang merah dan bawang putih (1:1 dan 1:2), disimpan selama 10 hari pada suhu 0 oC. Udang tanpa ekstrak bawang dan udang dengan sodium metabisulfit (SMS) digunakan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif. Nilai melanosis udang dengan perendaman ekstrak bawang merah perbandingan 1:1 pada penyimpanan hari ke-10, lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak bawang lainnya, sehingga memperlambat pembentukan blackspot namun masih lebih efektif bila menggunakan SMS. Pengaruh ekstrak bawang terhadap kesegaran udang diamati pada atribut kenampakan, secara umum mengalami kemunduran mutu paling cepat dibandingkan atribut bau dan tekstur. Penambahan ekstrak bawang merah dan bawang putih tidak menimbulkan perubahan mutu atribut tekstur dan bau yang siginifikan dibandingkan dengan kontrol. Nilai indeks browning menunjukkan udang dengan perendaman bawang merah 1:1 mengalami perubahan yang paling lambat dibandingkan lainnya. Ekstrak air bawang merah : akuades dengan perbandingan 1:1 berpotensi digunakan sebagai bahan penghambat pembentukan blackspot udang vaname, tanpa memberikan pengaruh terhadap bau dan tekstur udang.
Kondisi Perairan dan Struktur Komunitas Plankton di Waduk Jatigede Djunaidah, Iin Siti; Supenti, Lilis; Sudinno, Dinno; Suhrawardhan, Hendria
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i2.87

Abstract

Penelitian tentang kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede. Sampel diambil dari tiga stasiun pengamatan. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan menggunakan plankton net. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium. Hasil penelitian didapatkan, Genera fitoplankton yang ditemukan di Waduk Jatigede sebanyak 23-26 genera yang mewakili 4 kelas yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, dan Dinophyceae. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 1,284 – 1,673. Hal ini menunjukkan bahwa waduk jatigede memiliki tingkat keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman berkisar 0,436 – 0,607. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1,289 – 2,020.
Tingkat Konsumsi Ikan di Indonesia: Ironi di Negeri Bahari Djunaidah, Iin Siti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.82

Abstract

Ikan sebagai bahan pangan di Indonesia memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: sebagai sumber nutrisi esensial, white meat, bersifat universal, harga relatif murah, proses produksi relatif singkat, serta suppy lokal. Tingkat konsumsi ikan di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan potensi sumber daya perikanan yang dimiliki. Angka konsumsi ikan pada tahun 2010 sebesar 30,48 kg/kap/th, meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 38,1 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,78%. Penyediaan ikan pada tahun 2010 sebesar 38,39 kg/kap/th dan meningkat menjadi 51,8 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,85%. Penyebab rendahnya konsumsi ikan diantaranya adalah kurangnya pemahamn masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi ikan, kurang lancarnya distribusi ikan, belum optimalnya sarana dan prasarana serta mitos yang berkembang di masyarakat. Regulasi perikanan diantaranya UU No 31 thn 2004 tentang Perikan jo UU No 45 th 2009 , UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan serta INPRES No. 1 tahun 20 17 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Diversitas Plankton dan Kualitas Perairan Waduk Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat Hasan, OD Soebhakti; Sudinno, Dinno; Danapraja, Sopiyan; Suhaedy, Endang; Djunaidah, Iin Siti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i3.92

Abstract

Penelitian tentang “Diversitas Plankton dan Kualitas Perairan Waduk Darma” telah dilaksanakan pada Bulan Agustus 2017. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui diversitas plankton dan kualitas air waduk Darma. Sampel diambil dari 3 stasiun pengamatan. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan, Genera fitoplankton yang ditemukan di Waduk Darma sebanyak 19-32 genera yang mewakili 5 kelas, yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, Dinophyceae dan Euglenaphyceae. Serta Genera Zooplankton yang ditemukan di Waduk Darma sebanyak 12-15 genera yang mewakili 3 kelas, yaitu Rotifera, Ciliata dan Malacostraca. Indeks diversitas fitoplankton berkisar antara 0,367 – 1,376 dan diversitas zooplankton berkisar antara 1,379 – 2,023. Hal ini menunjukkan bahwa waduk Darma memiliki tingkat keanekaragaman rendah.
PERAN PRODUKTIF WANITA PESISIR DALAM MENUNJANG USAHA PERIKANAN DI KECAMATAN TEMPURAN, KABUPATEN KARAWANG djunaidah, Iin Siti; Nurmalia, Nayu
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.538 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i2.6980

Abstract

ABSTRAKWanita pesisir di beberapa wilayah Indonesia telah terbukti memiliki peran produktif dalam menunjang kehidupan keluarganya. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang pada bulan Oktober sampai November 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang dilakukan wanita pesisir pada sektor perikanan, tingkat pendapatan, serta kontribusi pendapatan wanita pesisir terhadap pendapatan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan responden wanita pesisir yang melakukan aktivitas dalam sektor perikanan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dari sampel secara terpilih, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur wanita pesisir (31-50 tahun) masuk dalam kategori usia produktif. Sebanyak 75% dari wanita pesisir berpendidikan Sekolah Dasar. Aktivitas wanita pesisir mayoritas (71,9%) sebagai buruh pengolahan hasil perikanan baik produk ikan asin dan atau terasi. Sebanyak 25% wanita pesisir beraktivitas sebagai pedagang hasil perikanan (ikan segar, ikan asin, dan terasi); sejumlah 3,1% merupakan buruh pengolahan dan pedagang hasil perikanan. Tingkat pendapatan wanita pesisir berkisar antara Rp665.000.- s.d. Rp6.890.000,-. Kontribusi pendapatan wanita pesisir terhadap pendapatan keluarga berkisar antara 32,8% hingga 80,6% dengan rata-rata kontribusi 64,9%. Kondisi ini menunjukkan bahwa peranan wanita sebagai pelaku ekonomi tidak bisa diabaikan, sehingga diperlukan penguatan kapasitasnya untuk menunjang peran wanita dalam melaksanakan kegiatan ekonomi produktif.Title: Productive Role Of Coastal Women In Supporting Fishery Business In The Tempuran Sub Regency, Karawang RegencyABSTRACT Coastal women in several regions of Indonesia has been shown to have a productive role in supporting the lives of their families. This research was conducted in Tempuran Sub Regency, Karawang Regency in October until November 2017. This study aims to identify the work undertaken by coastal women in the fisheries sector, income level, and the contribution of coastal women?s income to family income. Research method used a survey method with respondents who do activity in fishery sector. Data were collected using questionnaire from selected sample, then were analyzed by using quantitative descriptive method. Results showed that the majority of coastal women was age (31-50 years) included in the category of productive age. As many as 75% of coastal women are educated Elementary School. The activity of majority of coastal women (71,9%) as laborer of processing of fishery product both salted fish and or shrimp paste. As many as 25% of coastal women are active as fishery traders (fresh fish, salted fish and shrimp paste); 3,1% are processing laborers and traders of fishery products. This condition shows that the role of women as economic actors cannot be ignored, so that their capacity is needed to support women?s role in carrying out productive economic activities. Income level of coastal women ranges from  IDR 665,000 until IDR 6,890,000 rupiah. Contribution of coastal women?s income to family income ranges from 32.8% to 80.6% with an average contribution of 64.9%. This condition shows that women role as economic actors cannot be ignored, so that the capacity of coastal women needs to be strengthened to support women?s role in carrying out productive economic activities. 
ANALISIS POTENSI DAN PERMASALAHAN USAHA PERIKANAN BUDIDAYA DI KECAMATAN BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT CST, Uidita Octaviola; Djunaidah, Iin Siti; Sinaga, Walson Halomoan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.119

Abstract

Kecamatan Bungursari memiliki 253.890 m2 lahan perikanan dan sumber air yang berasal dari sungai Cirombang dan Cidungkui. Terdapat 10 kelurahan yang mencangkup wilayah Kecamatan Bungursari. Dimana 4 kelurahan merupakan kelurahan potensial dibidang Perikanan. Salah satu kelurahannya adalah Kelurahan Cibunigeulis yang memiliki luas wilayah seluas 93.330 m2. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan usaha perikanan budidaya di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas umur penduduk Kecamatan Bungursari usia 15-64 tahun sebanyak 67,1 % yang termasuk dalam kategori usia produktif. Sebanyak 41 % masyarakat Kecamatan Bungursari berpendidikan SMP. Terdapat 32 % responden yang berpendidikan SD, 23 % berpendidikan SMA, dan sangat sedikit yang berpendidikan sarjana yaitu 4 %. Tingkat pendapatan Responden di Kecamatan Bungursari rata-rata Rp. 2.538.042.bulan-1. Permasalahan yang terdapat adalah teknologi tradisional, belum ada lembaga penyedia SAPRAS, dan keuntungan masih rendah. Kondisi ini menunjukan bahwa perlu dilakukan identifikasi potensi wilayah untuk meningkatkan sosial ekonomi responden di Kecamatan Bungursari.