Articles

Found 32 Documents
Search

STUDI BAWAH PERMUKAAN BUMI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS DI LOKASI RAWAN LONGSOR. (STUDI KASUS: DESA MATAUE KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI) Galla, Ribka; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
G r a v i t a s i Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui perlapisan bawah permukaan yang berpotensi mengalami pergerakan dan mengetahui bidang gelincir dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi dipole-dipole di Desa Mataue Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Penelitian ini terdiri dari 4 lintasan pengukuran dengan panjang lintasan 330 meter dan spasi elektroda 6 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang bawah permukaan yang diperoleh dari hasil pengamatan memiliki nilai hambatan jenis dengan kisaran 10 ? 100 ?m. Keberadaan bidang gelincir diduga berada pada lapisan dengan nilai hambatan jenis 10 ? 31,6 ?m. Pada Lintasan 1 terdapat 2 bidang gelincir dimana bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 13 ? 14 m dan bidang gelincir kedua berada pada kedalaman sekitar 26 ? 75 m. Pada Lintasan 2 juga terdapat 2 bidang gelincir dimana bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 1 ? 45 m dan bidang gelincir kedua berada pada kedalaman sekitar 1 ? 15 m. Pada Lintasan 3 diduga bidang gelincir berada pada kedalaman sekitar 10 ? 17 m. Pada Lintasan 4 terdapat 3 bidang gelincir dengan bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 10 ? 13 m, bidang gelincir kedua pada kedalaman sekitar 9 ? 12 m dan bidang gelincir ketiga berada pada kedalam 7 ? 14 m, dengan struktur geometri rotasional dan translasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada daerah penelitian berpotensi terjadinya gerakan tanah. Kata kunci: Bidang gelincir, hambatan jenis, metode geolistrik, konfigurasi dipole-dipole
ESTIMASI KECEPATAN GELOMBANG GESER BAWAH PERMUKAAN PADA LAPISAN DANGKAL MENGGUNAKAN DATA MIKROTREMOR DI DAERAH MAMBORO Indra, Indra; Efendi, Rustan; Abdullah, Abdullah
G r a v i t a s i Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.454 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v17i2.12418

Abstract

Penelitian Estimasi Kecepatan Gelombang Geser Bawah Permukaan Pada Lapisan Dangkal telah dilakukan menggunakan data mikrotremor di Daerah Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Tujuan penelitian untuk menganalisis kecepatan penjalaran gelombang geser lapisan batuan hingga kedalaman 30 m dan mengetahui tipe dan profil jenis lapisan batuan Daerah Mamboro. Pengambilan data dilakukan pada lintasan yang berbeda yaitu lintasan-1 yang berada disekitar terminal Mamboro, lintasan-2 berada disekitar tempat penampungan ikan dan lintasan-3 berada di lapangan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamboro. Metode pengambilan data menggunakan Microtremor Array Measurements (MAM) dan metode pengolahan data menggunakan Multi Analysis of Surface Wave (MASW) dengan menggunakan software Surface Wave Analysis Wizard dan software WaveEq dari Geometris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga lintasan tersebut tergolong dalam tipe batuan yang sama yaitu tipe D yang berjenis tanah sedang dengan nilai Vs30 berturut-turut sebesar 243,1 m/s, 243,7 m/s dan 231,1 m/s. Hasil dari hubungan kecepatan gelombang geser terhadap lintasan bawah permukaan pada daerah penelitian tersusun atas pasir tidak tersaturasi, alluvium dan lempung, sehingga daerah penelitian rentan terhadap kerusakan akibat gempa. Kata Kunci: Gelombang geser, mikrotremor, jenis batuan.
PENENTUAN CURRIE POINT DEPTH (CPD) PADA LAPANGAN PANASBUMI DAERAH BORA PROVINSI SULAWESI TENGAH MENGGUNAKAN DATA GEOMAGNET (MAGNETIK) Wahyulani, Sri; Efendi, Rustan; Sabhan, Sabhan
G r a v i t a s i Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.219 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui sumber Currie Point Depth (CPD) lapisan bawah permukaan yakni kedalaman atas (Zt), kedalaman tengah (Zo) dan kedalaman basal (Zb) telah dilakukan di Lapangan PanasBumi Bora, Kabupaten Sigi Biromaru dengan menggunakan analisis spektrum data geomagnet. Tahapan dalam pengukuran anomali magnet adalah akuisisi data lapangan, koreksi IGRF dan koreksi variasi harian, dan pembuatan peta kontur anomali. Nilai anomali magnet tinggi (1700 nT) dan anomali magnet rendah (-200) diperoleh berdasarkan peta kontur anomali magnet. Teknik yang digunakan dalam peneliian ini adalah analisis spektrum untuk memperoleh kedalaman diperoleh dai sema lintasan untuk kedalaman atas, kedalaman tengah dan kedalaman basal adalah berturut-turut sebesar -1,15 km, -4,00 km dan 3,57 km.   Kata Kunci : anomali magnetik, Analisis Spektrum, Currie Depth Point (CPD)
ESTIMASI GEOMETRI DAN KEDALAMAN BENDA-BENDA MEGALIT TERTANAM MENGGUNAKAN SINYAL ANALITIK DAN DEKONVOLUSI EULER (STUDI KASUS SITUS POKEKEA DESA HANGGIRA, KECAMATAN LORE TENGAH, KABUPATEN POSO) Sunbanu, Narwastu Elroy; Efendi, Rustan; Abdullah, Abdullah
G r a v i t a s i Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.333 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegestimasi geometri dan kedalaman benda-benda megalit yang tertanam di bawah permukaan tanah menggunakan metode dekonvolusi Euler dan sinyal analitik. Penelitian dilakukan di Situs Megalitikum Pokekea, Desa Hanggira,Kecamatan Lore Tengah. Tahapan pengolahan data meliputi akuisisi data lapangan, proses dekonvolusi Euler dan sinyal analitik menggunakan struktur indeks 2 dan 3. Berdasarkan solusi dekonvolusi Euler dan sinyal analitik, diperoleh estimasi geometri dan kedalaman benda megalit yang tertanam di bawah permukaan tanah. Estimasi kedalaman megalit yang menggunakan struktur indeks 2 (silinder), berada pada kedalaman 5,347-70,885 meter. Estimasi kedalaman megalit yang menggunakan struktur indeks 3 (bola), berada pada kedalaman 4,349-66,360 meter. Keberadaan megalit ini dapat dijumpai di bagian barat, tengah, timur dan lebih ke arah utara lokasi penelitian.Kata Kunci: Megalit, Dekonvolusi Euler, dan Sinyal Analitik
PEMODELAN RESERVOAR PANASBUMI MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI DESA LENGKEKA KECAMATAN LORE BARAT, KABUPATEN POSO Asrul, Andi Moh.; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
G r a v i t a s i Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.156 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v17i2.12417

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan menggunakan metode geomagnet pada daerah panas bumi Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan reservoar panasbumi di lokasi penelitian. Data yang didapatkan selanjutnya diolah dengan melakukan beberapa koreksi yaitu koreksi IGRF dan koreksi variasi harian guna memperolah data medan magnet total bumi. selanjutnya dilakukan pemodelan untuk mengetahui batuan penyusun reservoar panasbumi dan kedalamnnya menggunakan teknik pemodelan kedepandengan software GM-SYS. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan penyusun reservoar yaitu batuan sedimen berupa batu pasir dengan nilai suseptibilitas -0,00001 SI pada penampang A-A?, -0,00713 SI pada Penampang B-B? dan -0,0011 SI pada Penampang C-C? pada setiap lintasan. Kedalaman reservoar panasbumi berada 1.000-2.000 m di bawah permukaan. Kata kunci: Pemodelan Kedepan, Reservoar, Suseptibilitas
IDENTIFIKASI MINERALISASI BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI DESA PANGALASIANG KABUPATEN DONGGALA Novrianti, Melda; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
G r a v i t a s i Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.063 KB)

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi mineralisasi bijih besi telah dilakukan dengan mengunakan metode geomagnet di Desa Pangalasiang Kabupaten Donggala. Tujuannya adalah untuk menyelidiki keberadaan dan kedalaman mineralisasi bijih besi. Tahapan pelaksanaan penelitian anomali magnetik meliputi: akuisisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreki variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali magnetik menggunakan software Euler Deconvolution. Hal ini dilakukan untuk menentukan kedalaman anomali magnetik yang diperoleh pada lokasi penelitian. Selanjutnya, melakukan pemodelan bawah permukaan 2D (forward modeling) dengan menggunakan software GM ? SYS. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kedalaman anomali magnetik bijih besi berkisar antara 277 m ? 746 m di bawah permukaan. Penyusun batuan lokasi penelitian terdiri atas batu pasir, tuf dan konglomerat, serta unsur mineral pembawa bijih besi terdiri dari hematite dan magnetite dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,04 SI, dan 5,7 SI.Kata Kunci: Dekonvolusi Euler, Geomagnet, GM- SYS, Mineralisasi Bijih Besi
IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI EMAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Suryaningsih, Ninik Daryuni; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
G r a v i t a s i Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.622 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang identifikasi studi zona mineralisasi emas dengan mengunakan metode geomagnet telah dilakukan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong tepatnya berada pada titik koordinat 120024?10?- 120025?50? BT and 103'20? - 104'10? LS. Tujuanya adalah untuk mengidentifikasi keberadaan zona mineralisasi emas. Tahapan Pelaksanaan penelitian anomali magnetik meliputi; akuisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreki variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali magnetik menggunakan software surfer dan melakukan pemodelan bawah permukaan 2D (forward modeling) dengan  menggunakan software GM ? SYS. Hasil penelitian, diperoleh bahwa penyusun batuan bawah permukaan penelitian terdiri atas batu lempung, granite dan konglomerat, serta unsur mineral pembawa emas terdiri dari pyrite, pyrrhatite, siderite dan porpiri dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,003 SI, 0,0004 SI, 0,003 SI, 0,0001 SI yang berada pada kedalama 10 meter sampai 100 meter di bawah permukaan laut. Kata Kunci : Anomali, Geomagnet,Mineralisasi  emas
PEMODELAN TEMPERATUR MENGGUNAKAN DATA RESISTIVITAS PADA LAPANGAN PANAS BUMI BORA, SULAWESI TENGAH Kumalasari, Anisa Indah; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
G r a v i t a s i Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk memperoleh sebaran temperatur dan kedalaman pada reservoir panasbumi di Desa Bora Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Biromaru Propinsi Sulawesi Tengah telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Pengolahan data menggunakan program Earthimager 2D untuk mendapatkan model resistivitas bawah permukaan. Menunjukkan resistivitas bawah permukaan berkisar 10 ?m sampai 80 ?m sedangkan sebaran temperatur berada pada kisaran 71 oC sampai 90oC.   Kata kunci : Geolistrik resistivitas, Panasbumi, Sebaran temperatur. 
INTERPRETASI SEBARAN MINERAL NIKEL MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DI DESA TAMBALE KECAMATAN MAMOSALATO Hermanto, Yudi; Efendi, Rustan; Abdullah, Abdullah
G r a v i t a s i Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.606 KB)

Abstract

ABSTRACT Research on the interpretation of distribution of nickel minerals using geomagnet method in Tambale Village, Mamosalato District have been done. This research to interpretation the distribution of nickel minerals by analyzing the distribution of the nickel mineral carrier rocks. Stages of research include; data acquisition, IGRF correction and daily variation correction, separation of magnetic anomalies to residual magnetic anomalies, and modeling. The modeling technique used is 3D inversion modeling technique using MAG3D software. Suseptibility of rocks carrier of nickel minerals between 0.07540 SI to 0.16336 SI. Susptibility is suspected as ultramafic rocks namely peridotite and dunit and metamorphic rocks namely serpentine. The distribution of sueptibility in the south to the north and tend to spread to the east of the study location with an average depth of approximately 60 meters under front of the ground.Keywords: Anomaly, Magnetic, Inversion modelling, Suseptibility
PEMODELAN RESERVOAR PANASBUMI MENGGUNAKAN DATA MAGNETIK DI DESA BORA KABUPATEN SIGI Putri, Dwi Elanda; Efendi, Rustan; Abdullah, Abdullah
G r a v i t a s i Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Faculty of Mathematical and Natural Sciences, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.185 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian di lokasi panasbumi Desa Bora Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi yang bertujuan untuk memodelkan perlapisan batuan penyusun reservoar panasbumi dan mengestimasi kedalaman reservoar panasbumi lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode geomagnet sebagai data lapangan setelah proses akuisisi (pengambilan data) lokasi penelitian. Untuk mengetahui perlapisan batuan penyusun reservoar panasbumi dan kedalamannya digunakan teknik pemodelan. Hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan peyusun reservoar berupa alluvium, lempung dan batu pasir dengan nilai suseptibilitas yaitu: 0,00010 SI, 0,000012 SI, dan 0,000002 SI. Kedalaman reservoar panasbumi berada pada kedalaman340-3000 m di bawah permukaan .Kata kunci: Panasbumi, Reservoar, Suseptibilitas.